...🎋Happy Reading🎋...
Direktur Kevin memandang Farhan dan bertanya, "Siapa kamu? Bukankah saat tanda tangan kerjasama ini Nona Celina lah yang menjadi penanggung jawab proyek ini, dan nama Nona Celina jelas tertulis sebagai penerima kerjasama ini." Ucap Kevin yang membuat semua orang menganga lebar.
Farhan langsung terdiam, kemudian ia menyebutkan namanya, "Nama saya Farhan. Mungkin, anda tidak tahu, tapi tuan Eiden mengenal saya" Jawab Farhan kemudian.
Kevin sejenak berpikir dalam diamnya, "Saya tidak pernah mendengar namamu dari tuan Eiden. Tapi, saya pernah mendengar nama Tuan Deon dari Tuan Eiden. Karena tuan Deon lah sehingga proyek kerjasama ini bisa terjadi." Jawab Kevin yang membuat semua orang terkejut mendengarnya.
Mata Farhan membulat sempurna, "Bagaimana mungkin?" Tanya Farhan tak percaya.
"Kenapa tidak mungkin?" Tanya Kevin balik dan sedikit menjeda kalimatnya.
"Tuan Deon adalah teman baik tuan Eiden. Jika bukan karena tuan Deon, kerjasama ini tidak akan terjadi" Jawab Kevin lagi.
Benar, Pak Eiden mau bekerjasama bersama mereka memang sebab adanya permintaan Deon. Mengingat karena hubungan Deon dan Pak Eiden yang sangat baik, Pak Eiden mau memberikan begitu banyak keuntungan untuk perusahaan Abimanyu secara sukarela. Namun, Direktur Kevin tidak memberitahu identitas Deon yang sebenarnya, karena ini adalah aturan Sekte Elang Dewa untuk tidak mengungkap identitas pemimpinnya, jadi ia hanya mengatakan kalau Deon itu adalah teman tuan Eiden kepada orang-orang.
Sedangkan semua orang terdiam mendengar perkataan Direktur Kevin. Dan berpikir, ada hubungan apa Deon bersama tuan Eiden yang merupakan pemimpin perusahaan Antariksa.
Ditengah pikiran yang berkecamuk di hati semua orang, Direktur Kevin pun tiba-tiba berpamitan untuk pergi, sehingga lamunan semua orang pun buyar.
"Kalau begitu saya akan pergi. Sekali lagi, selamat atas kerjasama ini" Pamit Kevin segera.
"Oh iya. Sama-sama tuan. Terimakasih banyak atas kesempatannya. Kalau begitu, mari, saya akan mengantar anda" Jawab Pak Abraham cepat. Pak Abraham pun buru-buru mengikuti Kevin keluar untuk mengantarnya.
Usai mengantar Direktur Kevin pergi, pak Abraham kembali masuk ke ruangan. Disana wajah semua orang pun tampak aneh dan mereka memikirkan ucapan Direktur Kevin yang mengatakan bahwa kerjasama ini terjadi karena Deon.
Berdasarkan apa yang dikatakan oleh Abraham kemarin, siapa yang mendapatkan kerjasama ini, maka ia akan menyerahkan sebagian bisnis keluarganya kepada orang itu. Dan sekarang bisa-bisanya yang berhasil mendapatkan kerjasama ini adalah Deon, dan bukannya Farhan ataupun Celina anaknya.
Disaat semua orang masih diam dan tengah berpikir, Pak Abraham menatap satu persatu wajah kedua anaknya dan berkata, "Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Kenapa Direktur Kevin mengatakan bahwa Deon yang sudah memenangkan kerjasama ini?" Gumamnya bingung ditengah keheningan.
Farhan menatap ayahnya, "Ini tidak mungkin Pa. Mungkin, tuan Kevin sudah salah mengingat nama. Sudah jelas proyek ini berhasil karena diriku" Ujar Farhan cepat.
Pak Abraham balik menatap anaknya, "Bagaimana kamu bisa seyakin itu. Direktur Kevin adalah pengusaha ternama di kota ini, bagaimana mungkin dia salah mengingat nama seseorang?" Tanya Pak Abraham yang membuat Farhan terdiam.
"Semua orang pun tahu siapa Direktur Kevin ini. Dia tidak mungkin berbohong. Tapi, apa hubungan Deon bersama mereka. Orang seperti kita saja tidak bisa semudah itu untuk bisa berteman dengan mereka, lalu kenapa Deon yang seorang pecundang bisa memiliki hubungan bersama mereka?" Lanjut Abraham lagi yang terus berpikir.
"Mungkin waktu Deon mencari tuan Eiden, dan tuan Eiden mengetahui kalau Deon adalah menantu keluarga kita, sebab itulah Tuan Eiden mau menemuinya dan menganggapnya sebagai teman. Bukankah nama keluarga kita cukup di hormati? Dan Deon pasti menggunakan nama keluarga kita untuk ini" Ujar Farhan cepat.
"Jika hanya karena kekuasaan keluarga kita, tuan Eiden saja belum tentu tertarik. Ini pasti ada hubungan lain. Selain itu, perusahaan kita hanya sebagian kecil saja dari perusahaan mereka. Jika mereka harus tertarik, tentu saja perusahaan itu seimbang atau malah lebih besar kekuasaan nya dari milik kita" Sanggah Celina yang merasa masalah ini tidaklah sederhana.
Mendengar berbagai perdebatan, Pak Abraham pun membuka suara, "Untuk sementara urusan ini begini saja dulu, jika sudah tanda tangan, maka ini dianggap sudah berhasil. Dan tidak perlu memikirkan siapa yang sudah memenangkan kerjasama ini" Ujar Pak Abraham setelahnya.
Mendengar itu, Celina langsung protes, "Tidak bisa seperti itu pa. Janji adalah janji. Bukankah papa bilang, siapa yang mendapatkan kerjasama ini, maka dialah orang yang akan mendapatkan sebagian bisnis keluarga." Ucap Celina protes.
"Celina. Apa yang kamu katakan. Bagaimana bisa bisnis keluarga kita, kita berikan begitu saja untuk dia?" Sentak Farhan tak terima.
"Benar Celina. Ini tidak bisa kita lakukan. Dia tidak bisa apapun dalam menjalani bisnis keluarga. Paman tidak setuju atas keputusan itu" Tegur Pamannya, Hendrawan yang ikut menyuarakan pendapatnya.
"Entah akan seperti apa perusahaan ini jika Papa memberikannya kepada sampah itu. Lihat lah dia, dia bahkan tidak bertanggung jawab sebagai suami dan bahkan tidak bisa mengerjakan apapun dengan benar. Aku sangat tidak setuju jika perusahaan ini diberikan untuk dia" Sambung Farhan lagi.
Entah bagaimana bisa mereka berpikir bahwa perusahaan ini tidak boleh diberikan kepada suaminya, Deon.
Celina merasa tak habis pikir akan jalan pikir keluarganya, mengingat apa yang sudah suaminya lakukan selama ini untuk keluarga nya, Celina pun mendebat balik semuanya dengan menunjukan bukti-bukti yang sudah suaminya lakukan untuk keluarganya.
"Jika bukan karena Suamiku, Deon. Kalian semua tidak akan mendapatkan kerjasama sama ini dengan mudah. Apa kalian sudah lupa apa yang dikatakan oleh Direktur Kevin? Bahkan beliau memuji Deon dan mengatakan dengan sangat jelas bahwa kerjasama ini adalah karena Deon. Bukannya Nama Farhan" Ujar Celina yang sengaja meninggikan volume suaranya agar semua orang bisa mendengar dan mengingatnya dengan jelas.
"Baiklah. Kali ini boleh saja kalian mengambil keputusan, kalian boleh saja tidak memberikan hak yang seharusnya suamiku dapatkan. Tapi, ingat. Sejak detik ini juga, kalian semua harus menghormatinya dan bersikap baik kepadanya. Jangan memakinya sebagai sampah lagi! Jika ada yang berani menghinanya lagi, maka kalian harus terima jika perusahaan itu akan jatuh ketangan Deon." Lanjut Celina memberikan syarat.
"Baiklah. Papa mendengarkan ucapan mu Celina. Papa juga tidak memungkiri bahwa ini semua adalah usaha Deon. Jadi, apapun permintaan mu akan papa turuti" Jawab Pak Abraham menyetujui.
"Tapi, Pa... " Farhan hendak protes. Namun melihat ayahnya mengangkat sebelah tangannya, membuat ucapan Farhan langsung berhenti.
"Keputusan sudah diberikan. Tidak ada yang boleh protes lagi" Ujar Pak Abraham tegas. Yang membuat semua orang tak berani membuka suara lagi.
.
.
.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Bilall
ok maantap thor
2023-10-13
0
Harman LokeST
maaaaaaaaaaaaannnnnnnnnntttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaapppppppppppp banget
2023-09-27
1
Aliwafi
lanjut thoor
2023-08-18
1