...🎄Happy Reading 🎄...
Setelah Manajer Jinbo memberi kode kepada petugas keamanan untuk mengusir Deon pergi, ia pun berjalan ke dalam bersama Farhan tanpa memperdulikan Deon lagi.
"Anda tidak dibutuhkan disini. Cepat pergi!" Usir petugas keamanan setelah mendapatkan perintah dari manager Jinbo.
"Tolong pak. Ini keadaan mendesak dan saya harus menemui pak Eiden segera." Pinta Deon sedikit memohon.
"Silahkan pergi pak. Jangan memaksa kami untuk melakukan kekerasan"
"Saya akan mengantar anda untuk menunggu di ruang tamu. Setelah itu, saya akan memanggil tuan Eiden untuk menemui anda. Mohon untuk menunggu sebentar!" Ujar Pak Jinbo yang secara tidak sengaja terdengar oleh Deon. Deon pun terdiam sejenak dan berpikir, bahwa kakak iparnya bisa membawanya masuk untuk menemui pak Eiden.
"Jangan memaksa pak. Tolong pergi sekarang!" Usir petugas itu lagi.
"Tidak. Saya harus masuk!" Deon bersikukuh dan menerobos masuk ke dalam begitu saja.
"Farhan" Teriak Deon buru-buru memanggil nama kakak iparnya.
Farhan yang sedang berjalan menuju altar pun, secara spontan menghentikan langkahnya dan menoleh ke sisi belakangnya.
Deon menghampiri kakak iparnya itu, lalu berkata, "Kakak ipar. Saya tahu anda akan menemui pak Eiden. Jadi, Tolong bantu saya menemui pak Eiden. Saya sangat membutuhkan bantuannya untuk mengobati putriku Shakila." Deon buru-buru menjelaskan, berharap kakak iparnya dapat membantu dirinya masuk ke dalam. Dirinya sungguh buru-buru ingin masuk untuk mengambil uang dan mengobati putrinya segera.
Mendengar penjelasan Deon, Farhan merasa kehilangan muka.
"Sepertinya kamu sudah terlalu banyak bermimpi Deon. Tidak sembarangan orang dapat menemui pak Eiden, dan kamu meminta bantuan kepadanya?" Farhan berucap meremehkan, lalu menjeda ucapannya sejenak.
"Kamu pikir dia mau menemui gembel seperti kamu, hah. Kamu hanya akan mempermalukan harga diri keluarga saja." Sentak Farhan sedikit kesal.
"Tapi kak. Saya benar-benar membutuhkan uang ini untuk mengobati Shakila. Tolong bantu saya kak. Tolong saya menemui pak Eiden sekali ini saja!" Mohon Deon kembali sambil bersimpuh, memohon di kaki Farhan.
"Saya bilang tidak, ya tidak!" Bentak Farhan geram dan menendang tubuh Deon, hingga lelaki itu tersungkur ke belakang.
"Pengawal. Kenapa kalian diam saja? Cepat seret dia keluar dari sini dan jangan biarkan dia masuk!" Perintah manager Jinbo segera, sebelum akhirnya Deon kembali membuat keributan dan membuat kliennya tak merasa tak nyaman berada disini.
Disaat yang sama. Seorang pria tua berpakaian mewah bersama kedua Sekertarisnya yang muda dan cantik, terlihat berjalan keluar dari dalam Lift.
Tatapannya yang dingin, langsung mengarah kepada Deon yang sudah tersungkur akibat tendangan Farhan.
Deon yang berpakaian biasa, malah menarik perhatiannya lebih dulu. Melihat wajah Deon, dia langsung terkejut, dan langsung mengenali bahwa orang itu adalah majikannya.
Sebelumnya ia sudah mendapatkan panggilan dari majikannya untuk bertemu. Ia pun buru-buru menyelesaikan urusannya, dan turun ke bawah bersiap menjemputnya. Namun, ketika dia baru saja keluar dari lift, ia pun menemukan beberapa orang yang berada di dalam aula yang sedang menindas majikannya.
Kemarin malam, ia baru saja mendapatkan perintah dari tetua Sekte Elang Dewa sebagai penanggung jawab organisasi cabang Jakarta. Ia pun ditugaskan harus melindungi majikannya, Deon, dan juga menyelesaikan misinya disana.
Sekarang melihat kedua petugas keamanan yang bisa-bisanya mau menyerang majikannya, ia pun menatap nyalang dan berseru dingin, "Hentikan semuanya!" Sentaknya menggema di sana.
Semua orang tersentak dan spontan menoleh ke arah suara.
Pada saat yang sama, kedua sekretaris cantik di samping Pak Eiden mendadak melintas kilat, dan bisa-bisanya datang ke dekat mereka dengan cepat, kemudian masing-masing menahan petugas keamanan, lalu melempar mereka ke permukaan lantai dengan sangat kasar.
Semua orang tercengang bukan main. Deon yang hanya dianggap sebagai pengemis jalanan, nyatanya bisa membuat Tuan Eiden semurka ini.
"Berani sekali kalian!" Sentak Pak Eiden sekali lagi yang terlihat sangat marah. Dia sangat murka, membuat semua orang di aula menahan nafas dan tak seorang pun berani berbicara atau mengangkat kepala.
.
.
.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Harman LokeST
tobat kalian semua
2023-09-27
1
Razali Azli
mc dah buat temujanji.ngapain terus terobos saja? tunggu la sebentar dan menelepon. mungkin panik tapi tak perlu sebodoh itu mc.
2023-09-10
1
Aliwafi
seru banget thoor,,semoga Deon langsung dikenal sang penguasa sama keluarga istrinya
2023-08-18
2