Bab 12

...🪴Happy Reading🪴...

Tak lama usai mereka bertiga sampai di kantor. Sebuah mobil Hitam dan sangat mewah mulai memasuki aula parkiran kantor. Sekertaris Bella yang merupakan sekretaris perusahaan Abimanyu menyambutnya dan membawa Kliennya menuju sebuah ruangan Utama dan mempersilahkan mereka untuk masuk.

"Silahkan masuk. Tuan sudah menunggu kalian semua di dalam!" Ujar Sekertaris Bella ramah.

Di dalam sudah ada Celina, Abraham dan juga Farhan.

"Tuan. Pimpinan Antariksa sudah datang" Ujar Sekretaris Bella melapor.

Semua orang pun berdiri tegang dari duduknya dan menoleh ke arah pintu masuk.

Saat melihat wajah orang yang datang ke ruangannya. Abraham langsung mengenalinya. Dia adalah Kevin yang merupakan Pengusaha paling terkemuka di kota, yang bertanggung jawab langsung akan perusahaan di bawah pimpinan Pak Eiden, bahkan Abraham saja harus hormat kepadanya.

"Senang bertemu bersama anda Tuan. Saya sudah mendengar nama besar anda, tuan. Dan saya sangat beruntung bisa bertemu secara langsung" Ujar Abraham sambil bersalaman dengan pak Kevin.

Farhan melihat bahwa Ayahnya sangat menghormati orang itu, Farhan merasa bahwa dirinyalah yang berhasil menjalin kerja sama ini, jadi dia pun maju satu langkah dan langsung membentang tangannya untuk bersalaman bersama orang penting itu.

"Senang bertemu anda tuan" Ujar Farhan sangat ramah seraya bersalaman.

Kevin pun hanya mengangguk.

Melihat pria yang menyalaminya itu adalah keluarga tuannya, ia pun tersenyum sopan. Sehingga hal ini pun membuat Farhan percaya diri dan semakin yakin bahwa orang itu mau bekerjasama memang karena dirinya. Meskipun sebelumnya Kevin mengingat, bahwa Farhan pernah datang menemuinya dan memakai perusahaan kecil keluarganya untuk melakukan kerjasama, sehingga pihak mereka tidak bisa memperoleh keuntungan yang sesuai.

Sementara itu, Farhan masih saja berspekulasi sendiri di dalam pikirannya, bahwa dirinya yang beruntung didalam hal ini. Mengingat apa yang dikatakan oleh ayahnya sebelumnya, bahwa siapa yang bisa mendapatkan kerjasama tersebut, maka dialah yang menguasai perusahaan, dan dirinya pun bisa mendapatkan sebagian bisnis yang dikelola oleh adiknya, Celina.

Setelah Kevin bersalaman dengan mereka, ia pun menanyai, "Maaf. Dimana Tuan Deon, dan kenapa dia tidak datang kemari dan melakukan kerjasama?" Tanya Kevin.

Farhan agak bingung, "mengapa Direktur Kevin tiba-tiba menanyai sampah itu." Gumam Farhan.

Sedangkan Pak Abraham langsung membalas ucapan Kevin dengan sopan, "Deon sedang bekerja di perusahaan lain, jadi itu sebabnya dia tidak datang dan bertanggung jawab atas bisnis keluarga kami, tuan" Jawabnya sopan.

"Oh, sayang sekali. Padahal saya ingin bertemu dengannya" Ujar Kevin menyesali, yang seketika mendapatkan tatapan bingung dari Pak Abraham.

"Baiklah. Tidak apa-apa. Kita langsung membahas proyek kerjasama ini saja" Sambungnya seraya tersenyum. Dan pak Abraham dan Farhan juga ikut tersenyum senang.

Direktur Kevin pun mulai menjelaskan persyaratan kerjasama ini secara detail kepada mereka, mulai dari keuntungan dan juga persentase saham yang mereka dapatkan.

Namun, setelah mendengarkan persyaratan dan juga keuntungan yang mereka dapatkan nantinya, Celina, Pak Abraham dan juga Farhan terlihat terkejut.

Mereka saling melemparkan tatapan tak menyangka. Keuntungan perusahaan yang biasanya akan di dapatkan 50% masing-masing, kini perusahaan Antariksa malah memberi 30% untuk Antariksa dan 70% untuk mereka. Ini merupakan perbandingan yang lebih besar dan memberikan keuntungan besar di luar dugaan mereka. Untuk kerja sama ini, mereka pun mendapatkan banyak keuntungan yang lebih besar, dan bahkan jauh lebih baik dari apa yang mereka bayangkan sebelumnya. Meskipun agak aneh dan jarang terjadi, namun mereka tetap berhasil bekerja sama dengan perasaan senang.

"Bagaimana. Kalian setuju?" Tanya Kelvin setelah menjelaskan.

Pak Abraham dan Celina masih tercengang, namun Farhan menggunakan kesempatan untuk menjawab lebih dulu.

"Kami setuju" Jawab Farhan cepat disertai dengan senyuman lebarnya.

Kevin pun tersenyum, "Bagus. Kalau begitu saya akan menanda tangani ini." Ucapnya setelahnya.

Usai menandatangani kontrak kerjasama, Direktur Kevin pun pergi. Namun, saat dia sudah akan pergi, Celina tiba-tiba mengajukan pertanyaan dan membuatnya menghentikan langkahnya.

"Maaf pak Kevin. Sebelumnya saya pernah datang ke kantor bapak dan melakukan kerjasama ini. Tapi perusahaan bapak menolaknya dan tidak mau bekerjasama, sebab kerjasama ini sudah ditolak oleh Direktur utama. Tapi, kenapa pihak perusahaan Antariksa tiba-tiba menginginkan kerjasama dan memberikan perbandingan keuntungan yang lebih baik dari yang sudah kamu ajukan sebelumnya?" Tanya Celina penasaran. Ini agak aneh baginya, dan tidak ada perusahaan yang memberikan keuntungan secara sukarela kepada perusahaan lain.

"Celina. Apa yang kamu katakan?" Tegur Farhan cepat.

"Kenapa kamu bertanya lagi. Ini sudah jelas karena diriku yang sebelumnya pernah menemui tuan Eiden dan berbicara kepadanya, sehingga kerjasama ini bisa terjadi. Jangan mempermalukan diri sendiri" Lanjutnya lagi memarahi Celina.

"Benar Celina. Seharusnya kamu berterima kasih kepada kakakmu. Tanda tangan kerja sama Sudah di dapatkan. Apalagi yang kamu inginkan?" Jawab Hendrawan yang juga ada disana.

"Kamu hebat Farhan. Paman bangga kepadamu" Puji Hendrawan dan Farhan langsung tersenyum senang.

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Harman LokeST

Harman LokeST

next author

2023-09-27

1

Aliwafi

Aliwafi

sifarhan memang gak tau diri

2023-08-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!