Bab 16

...🍁Happy Reading🍁...

Pak Beni dan profesor Yasa keluar secara bersamaan. Begitu mereka sampai di ambang pintu rumah sakit, mereka merasa suasana sangat tegang.

Mereka bisa melihat dengan jelas jika Deon sedang berhadapan dengan sekelompok petugas keamanan rumah sakit yang secara bersamaan melawan tuannya.

Disaat semua orang sudah mulai menyerah, wajah profesor Yasa berubah tegang melihat seorang pria yang berada di belakang tuannya. Dia yang berpengalaman dalam bidang perkelahian, dia bisa melihat bahwa pria itu sangat terlatih dan dia merasa bahaya sedang mengintai tuannya.

"Tuan!" Teriak profesor Yasa cemas.

Deon terlihat menoleh sekilas, dia yang mengerti dengan seruan peringatan itu segera menangkis serang lawannya dari belakang, dan melempar pria itu hingga terlempar jauh.

Disaat semua orang kembali ingin menyerang Deon, Direktur rumah sakit langsung memekik marah.

"Berhenti!" Teriaknya lantang.

Suasana berubah tegang, Tatapannya terlihat tajam, rahang bawahnya mengeras dan terlihat sangat marah.

Semua orang melihatnya dan langsung ketakutan.

"Hentikan semuanya. Berani sekali kalian memukulnya" Lanjut pak Beni emosi.

"Siapa yang memerintahkan kalian untuk menahannya. Biarkan dia masuk"

"Tapi pak. Dia hanya seorang menantu yang tidak berguna. Aku sangat mengenalnya. Dia tidak berhak untuk masuk. Dia hanya membuat masalah, sehingga mereka mau memerintah petugas keamanan dan kepolisian untuk menangkapnya." Protes kepala divisi keamanan seraya menjelaskan.

Pak Beni menarik nafas panjang, "Kemarilah" Titahnya dingin.

"Baik pak" Seru kepala divisi keamanan dan berjalan ke arah Pak Beni.

Plakkkkkkkk.

Suara tamparan menggema. Membuat semua orang menganga lebar. Direktur rumah sakit langsung memukulnya dan berkata, "semua orang yang datang ke rumah sakit adalah pelanggan. Kamu tidak berhak mengusirnya. Baik kaya atau miskin. Dan itu berlaku untuk Deon." Pak Beni berseru dingin.

"Tapi pak... " Kepala divisi keamanan itu ingin membantah, namun dia segera menarik kata-katanya ketika melihat tatapan tajam yang mengarah kepadanya.

Dibelakang, Abraham serta keluarganya terlihat baru sampai. Mereka langsung terkejut ketuka melihat Direktur rumah sakit memarahi Kepala divisi keamanan. Mereka tak menyangka bahwa Direktur rumah sakit akan sebaik itu kepada Deon dan malah memarahi petugas keamanan.

"Astaga, Direktur itu memarahi Soni. Apa sepenting itu membela sampah itu?" Lirih Sintya heran.

"Tidak perlu dipikirkan tante. Direktur Beni hanya ingin nama baik keluarga kita tetap terjaga." Jawab Farhan.

"Menantu yang tidak berguna ini benar-benar menyebabkan kekacauan, dan hanya mengandalkan nama keluarga kita. Semakin hari aku semakin muak saja melihatnya" Gerutu tante Sintya kesal.

Disaat yang sama. Polisi yang dipanggil oleh Divisi keamanan pun telah tiba.

Inspektur polisi datang menghampiri, "Kami mendapatkan laporan bahwa ada yang membuat masalah di rumah sakit ini, dan dimana orang nya" Ujar polisi itu sambil melihat di sekeliling.

"Dia pak. Dia yang sudah membuat kerusuhan disini sehingga orang-orang saya cidera karenanya" Kepala divisi keamanan langsung menunjuk Deon dan menyalahkannya atas kekacauan ini.

Farhan dan yang lainnya langsung mendekat, mereka langsung menyalahkan Deon atas kekacauan ini.

"Tangkap saja dia pak. Dia seharusnya tidak membuat kerusakan dan dia benar-benar merusak reputasi keluarga dengan kekacauan yang sudah dia perbuat" Ujar Farhan segera.

"Benar pak. Dia seharusnya dipenjara dari pada membuat beban untuk kami" Sambung Sintya.

"Tante... " Celina hendak menegur. Namun dia urungkan dan malah berjalan menuju suaminya.

Selain itu. Direktur Beni dan profesor Yasa terlihat saling menatap. Mereka merasa tak suka atas tindakan keluarga Abimanyu.

Sementara itu, kepala polisi bersiap menangkap Deon, namun segera dihentikan oleh Direktur Beni.

"Hentikan pak Inspektur. Dia tidak bersalah" Direktur Beni segera menghentikan Polisi tersebut.

"Semua ini hanyalah kesalahpahaman saja" Pak Beni melanjutkan ucapannya.

Inspektur polisi tersebut terlihat bingung.

"Kami mendapatkan laporan bahwa dia sudah bersalah" Jawab polisi tersebut.

"Tidak perlu memikirkan reputasi keluarga kami, tuan Beni. Biarkan Deon ditangkap agar dia merenungkan perbuatannya." Sanggah Farhan cepat.

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Harman LokeST

Harman LokeST

yang macam macam sama Deon hajar

2023-09-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!