Bab 14

...🍃Happy Reading🍃...

Waktu berlalu dengan cepat. Usai perdebatan waktu itu, semua orang mulai menjaga sikapnya masing-masing, mereka tidak lagi menghina Deon secara terang-terangan, Walaupun sebenarnya mereka semua tidak tahan untuk tidak menghina Deon.

Kini semua orang tengah berkumpul di rumah sakit. Sudah saatnya Shakila untuk melakukan operasi penggantian tulang sumsum belakang.

Sementara itu, Deon masih berada di kantornya. Dia buru-buru menyelesaikan pekerjaannya dan meminta ijin kepada atasannya untuk pergi ke rumah sakit.

Kali ini, dia tidak datang dengan sepeda bututnya yang biasa dia bawa. Untuk mempercepat perjalanannya, dia pun pergi menggunakan ojek online.

Setibanya di rumah sakit. Deon buru-buru untuk masuk. Namun, beberapa orang malah menahannya.

"Kenapa ini. Saya harus masuk ke dalam?" Protes Deon sedikit kesal. Dia sangat buru-buru saat ini, namun beberapa orang itu samasekali tidak membiarkan dia untuk masuk.

"Anda tidak diijinkan masuk. Tuan Abraham dan keluarga sedang ada pertemuan bersama orang-orang penting, dan juga berbincang dengan kepala rumah sakit untuk membahas secara Detail operasi selanjutnya. Jadi jangan menganggu" Ujar petugas keamanan itu.

"Tapi saya harus masuk. Saya juga keluarga nya dan saya ayah dari anak yang sedang akan di operasi hari ini" Jelas Deon.

Petugas itu memperhatikan penampilan Deon yang terlihat sangat kampungan. Mereka tak percaya begitu saja, "Jangan mengatakan omong kosong. Mana mungkin mereka memiliki keluarga seperti anda. Kami tidak akan membiarkan anda yang seperti sampah ini masuk ke dalam. Jadi pergi sebelum kami menyerat anda keluar dari sini" Ujar petugas itu merendahkan Deon.

Deon tak menghiraukan hinaan semua orang. Ini adalah operasi putrinya, dan dia harus ikut serta, jadi dia masih bersikeras untuk masuk walaupun masih di tahan oleh petugas keamanan itu.

Disaat yang sama, ada seseorang yang melapor kepada kepala divisi keamanan bahwa ada keributan di depan ruangan khusus Direktur rumah sakit.

Saat ini, kepala divisi keamanan rumah sakit itu pergi menuju lokasi, dan dia sangat mengenal keluarga Abimanyu. Melihat Deon yang membuat onar di rumah sakit, ia pun segera memerintahkan lebih banyak petugas keamanan untuk mengusir Deon pergi dari sana.

"Cepat panggil semuanya dan usir dia!" Titah Kepala divisi keamanan kepada bawahannya.

Semua orang mulai mengepung tempat itu dan tidak membiarkan Deon untuk masuk. Hal ini membuat Deon sangat marah.

"Ada apa dengan kalian. Aku adalah ayah dari putriku. Kenapa aku tidak bisa masuk. Aku berhak atas putriku" Teriak Deon marah. Darahnya seakan mendidih, tubuhnya membara seperti kobaran api yang membara.

Disaat beberapa orang mulai mendekat dan mencoba mendorong Tubuh Deon, bisa-bisanya mereka kesulitan dan tidak bisa mendorong tubuh itu samasekali.

Merasa tak cukup tenaga, sepuluh petugas keamanan mulai maju dan membantu mendorong Deon. Namun hal yang sama mereka dapatkan. Bahkan seujung jari pun, tubuh Deon samasekali tidak bergerak.

Beberapa orang pun mulai mengambil tongkat dan ingin memukul Deon. Namun, Deon melayangkan tangannya dan langsung menampar petugas keamanan. Satu persatu orang mulai terbang jauh dan terlempar akibat tamparan yang begitu dahsyat.

Raut wajah kepala divisi keamanan langsung berubah. Mulutnya menganga lebar dan matanya langsung membulat sempurna setelah melihat ini.

"Berani-beraninya kamu memukul petugas rumah sakit!" Pekik Kepala Divisi itu sedikit geram. Dia pun menelpon polisi dan melaporkan Deon yang sudah membuat petugas rumah sakit cidera.

Sementara, di ruang pertemuan. Pak Abraham, Celina dan anggota keluarga lainnya tengah menunggu kepala rumah sakit dan Profesor Yasa datang ke ruang. Mereka akan membahas beberapa agenda operasi yang akan di lakukan kepada Shakila, cucu mereka.

"Sebentar lagi Direktur rumah sakit ini dan Profesor Yasa akan segera datang. Selagi menunggu kedatangan mereka, saya disini, selaku penanggung jawab rumah sakit ini akan menjelaskan beberapa situasi dan agenda apa saja yang akan di lakukan dalam operasi" Ucap Pak Soni yang kini sudah duduk di sebuah ruangan bersama semua keluarga dari pasiennya, dan semua orang pun mendengarkan dengan seksama.

"Untuk operasi itu sendiri, mulai dari tahap pertama hingga akhir, kita disini menggunakan beberapa alat dan mesin yang tentunya menggunakan alat dan mesin terbaru yang paling bagus dan tercanggih. Selain itu obat-obatan yang di pakai juga merupakan obat-obatan yang paling bagus dan terpercaya. Ini sangat langka dan jarang sekali ada yang bisa mendapatkan obat ini. Semuanya sudah di atur oleh Pak Beni dengan sangat baik. Dan...Semuanya bisa lihat di depan saya ini, ini adalah contoh-contoh nya, kalian bisa melihatnya secara langsung. Dan untuk operasi Sumsum tulang belakang, akan dilakukan secara langsung oleh Dokter-dokter profesional dan berkelas yang sengaja di ambil dari berbagai negara. Selain itu, profesor Yasa juga ikut bergabung dalam operasi saat ini." Jelasnya lagi secara detail.

"Untuk biaya keseluruhan, operasi ini bisa memakan biaya sebesar dua ratus milyar. Dan Untuk keterangan selanjutnya, Pak Beni yang akan menjelaskannya nanti. Kalian bisa mengurus administrasi nya dulu, setelah itu operasi akan segera dilakukan. Jika tidak ada yang ingin ditanyakan lagi, saya mohon pamit dulu." Lanjut Pak Soni sekaligus mengakhiri penjelasannya. Lalu pergi dari ruangan.

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

dhani satria

dhani satria

klalen pihak rumah sakite ndian

2024-04-05

0

bawoel jerry

bawoel jerry

wah..autor lupa kl di awal dah gratis..picek

2023-11-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!