...🌿Happy Reading🌿...
Keesokan harinya. Pagi-pagi sekali Celina sudah pergi dari rumah untuk bekerja.
Celina pergi ke kantor Xx untuk melakukan kontrak kerja sama dengan perusahaan cabang milik Tuan Eiden.
Di sebuah ruangan, Celina duduk di sebuah ruangan VIP sembari menunggu pimpinan perusahaan cabang. Setelah satu jam menunggu, seorang sekertaris tuan Eiden datang menemui Celina di ruangan tunggu VIP.
Celina langsung berdiri ketika melihat bawahan Pak Ziko yang datang menemuinya dan menyapanya.
"Saya Celina. Apakah tuan Ziko ada?" Celina pun berucap.
"Tuan Ziko tidak bisa datang kemari. Beliau berpesan bahwa proyek kerja sama ini dibatalkan. Jadi, mohon maaf dan anda bisa meninggalkan tempat ini" Ujarnya menjelaskan kedatangannya.
Celina terlihat kebingungan dan langsung protes, "Bukankah kemarin beliau sudah akan setuju setelah melihat berkas proyeknya?" Tanya Celina meminta penjelasan.
"Kalau itu diluar kuasa saya buk. Jadi, saya tidak tau" Jawab sekertaris itu, lalu pergi meninggalkan Celina.
Celina pun menghubungi Ziko yang merupakan pemegang perusahaan cabang Antariksa yang pernah membahas kerja sama bersamanya sebelumnya.
Usai telepon diangkat, Celina langsung menanyakan perihal kerjasama yang dibatalkan secara sepihak.
"Maaf Pak Ziko. Bukankah proyek kerjasama kita akan di setujui setelah melihat berkasnya. Lalu kenapa proyek kerja sama ini dibatalkan?" Tanya Celina dari balik telepon.
"Maafkan saya Nona Celina. Ini adalah keputusan dari pejabat tinggi perusahaan, saya pun tidak berdaya untuk tidak memberikan keputusan yang sama" Jawab Ziko.
"Baiklah Pak. Saya mengerti" Jawab Celina kemudian.
Celina terlihat resah, proyek kerjasama yang seharusnya dia dapatkan, malah gagal begitu saja.
Disebuah ruangan. Semua anggota keluarga berkumpul. Masalah kerja sama yang gagal diketahui oleh semua anggota keluarga, termasuk ayahnya Pak Abraham.
"Heh, menantu sampah. Siapa yang mengundang mu kesini?" Ujar Bayu kepada Deon yang juga masuk bersama Celina.
"Aku yang mengajaknya kesini." Jawab Celina cepat.
"Untuk apa. Dia hanya akan menjadi beban saja" Jawab Bayu sinis.
"Sudahlah. Biarkan saja, kita disini untuk membahas sesuatu, bukan untuk bertengkar" Sanggah Pak Abraham menyudahi Pertengkaran itu. Semua anggota keluarga pun terdiam dengan melengos tak suka melihat Deon juga ada di ruangan tersebut.
"Celina!" Kini kedua mata Abraham terfokus kepada anaknya, Celina.
"Benarkah jika proyek kerjasama kita dengan perusahaan Antariksa gagal, Celina?" Lanjut Pak Abraham bertanya.
"Iya Pa. Aku gagal bernegosiasi bersama mereka dan mereka juga tidak mau melakukan kerja sama bersama perusahaan kita" Jawab Celina mengakui.
Pak Abraham terlihat menarik nafas, hingga akhirnya kembali bertanya, "Apakah kamu tahu. Proyek kerjasama ini sangat penting. Ini juga sangat mempengaruhi perkembangan perusahaan kita jika kita berhasil mendapatkannya. Kenapa kamu bisa gagal?" Tanya pak Abraham lagi.
Belum sempat Celina menjawab ucapan ayahnya, Farhan tiba-tiba maju dan mengungkit dirinya yang pernah pergi mencari Tuan Eiden, dan berkata, "Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan Deon. Sewaktu aku ingin menemui Pak Eiden, aku melihat, beliau sempat dibuat marah karena kedatangan Deon yang ingin meminjam uang dengan nama perusahaan keluarga kita untuk mengobati putrinya, sehingga membuat tuan Eiden marah besar. Secara langsung, petinggi perusahaan pusat adalah dirinya. Mungkinkah sebab itu dia membatalkan hubungan kerjasama, karena menganggap kalau kita ini adalah orang miskin yang tidak akan menguntungkan untuknya" Ujar Farhan cepat.
"Aku memang pergi mencari tuan Eiden untuk meminjam uang. Tapi, ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan perusahaan keluarga ini. Aku berani bersumpah bahwa aku tidak pernah menggunakan nama keluarga ini untuk keuntungan sendiri" Sanggah Deon cepat menjelaskan. Namun, tidak ada satupun orang yang memercayainya ucapan.
"Diam kamu Deon. Siapa yang mengijinkan kamu bicara di sini. Bahkan saya tidak mengundang mu untuk ikut. Apa kamu tidak punya malu, hah. Apa kamu sehina itu tidak memiliki harga diri dan tetap bersama kami walaupun tau kami tidak menyukaimu?" Pekik Pak Abraham marah dan menghina Deon.
"Apa kamu sadar perbuatan mu yang meminjam uang itu sangat merugikan kami, dan kamu adalah penyebab kesalahan itu. Apa kamu tau itu, hah?" Pekik Pak Abraham lagi.
Tak hanya Pak Abraham yang berpikir bahwa ini Deon lah yang menyebabkan gagalnya proyek kerjasama, yang lainnya juga merasa bahwa ini memang disebabkan oleh Deon, sang menantu yang mereka anggap hina, sehingga kerjasama gagal.
"Pa. Aku mengatakan yang sebenarnya," Jawab Deon yang mencoba membela diri.
"Pergi dari sini Deon!" Pekik Pak Abraham mengusirnya. Deon terdiam beberapa saat, hingga akhirnya dia pun pergi meninggalkan ruangan.
"Pa. Ini bukan salah Deon. Kenapa papa menyalahkan dia" Ujar Celina membela suaminya.
"Deon. Tunggu aku. Aku juga akan pergi jika kamu pergi dari sini" Usai mengucapkan itu, Celina pun pergi bersama Deon.
Pak Abraham memijit Kepalanya yang sakit, "Seharusnya aku mendengarkan semua orang untuk menceraikan pria itu bersama anakku. Ini sungguh membuatku sangat sakit kepala" Gerutu Pak Abraham kesal.
Diluar ruangan, Celina menghentikan Deon dan meminta maaf atas nama keluarganya.
"Aku benar-benar minta maaf. Keluarga ku sudah sangat keterlaluan kepadamu. Jika saja proyek kerjasama ini disetujui. Aku tidak akan menyulitkan mu seperti ini" Ujar Celina menyesali.
Deon tersenyum tipis, "Ini bukan apa-apa. Kamu jangan khawatir, aku tidak marah sedikitpun. Seharusnya aku yang meminta maaf karena sudah menjadi suami yang tidak berguna untukmu. Karena hidupku yang miskin, kamu harus menanggung semua beban ini seorang diri" Jawab Deon lembut.
Celina hanya tersenyum haru, "Bolehkah aku memelukmu?" Tanya Celina. Deon segera mengangguk dan Celina pun langsung memeluk tubuh suaminya.
Beban perusahaan sangat menekan jiwanya. Tidak hanya harus mengurus perusahaan, Celina juga harus menghadapi berbagai drama keluarga yang terus saja menjatuhkan mentalnya. Dan hanya Deon lah yang selalu mendukungnya selama ini dan selalu mendengar keluh kesahnya.
"Terimakasih. Aku harus ke dapur untuk mengambil minum" Celina pun melepaskan pelukannya setelah merasa dirinya cukup tenang dan berpamitan pergi.
Sementara itu, Deon segera pergi ke kamarnya. Dia langsung menelpon Tuan Eiden dan menanyainya perihal perusahaan pusat yang menolak kerjasama dengan istrinya.
"Tuan. Senang bisa menerima telepon dari anda lagi" Ucap Pak Eiden senang dari balik telepon.
"Pak Eiden. Maaf mengganggu waktu anda. Tapi ini sangat penting. Perusahaan Abimanyu yang dipimpin oleh istriku melakukan kerja sama bersama perusahaan cabang Antariksa. Namun, proyek itu langsung di tolak begitu saja. Saya ingin tahu apa penyebabnya dan kenapa menolaknya. Yang saya tahu, istri saya tidak pernah gagal dalam proyek apapun. Dia sangat ahli di bidangnya" Ujar Deon bertanya.
"Sebentar tuan. Saya akan cek dulu ke perusahaan cabang dan menanyainya kembali" Jawab Pak Eiden segera. Pak Eiden pun memutuskan sambungan telepon dan kembali menelpon bawahannya untuk menanyai perihal tersebut.
Setelah beberapa saat. Pak Eiden pun kembali menghubungi Deon dan menjelaskan semua yang telah terjadi.
"Begini tuan. Sebelumnya perusahaan cabang memang ingin melakukan kerja sama bersama perusahaan Abimanyu. Tetapi, beberapa hari sebelum kedatangan Nona Celina, seorang pria datang dan mengatakan bahwa dia adalah pimpinan Perusahaan Abimanyu. Namanya adalah Farhan. Dia datang dan meminta untuk menandatangani kontrak bersama Nona Celina dengan nama perusahaan cabang yang masih berkembang. Selain itu, dia juga menawarkan untuk melakukan kerjasama bersamanya, Jadi kami menolaknya, karena ini tidak sesuai dari apa yang di ajukan pertama kali" Jelas Pak Eiden kepada Deon.
Mendengar penjelasan dari Pak Eiden, Deon pun mulai mengerti. Ternyata, Farhan ingin melewati perusahaan keluarganya dan melakukan kerja sama sendiri bersama perusahaan cabang yang cukup besar, sehingga dirinya bisa mendapatkan keuntungan, alhasil negosiasi itu langsung berakhir gagal dan Celina pun tidak bisa lagi melakukan kerja sama karena ulah Farhan.
.
.
.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Harman LokeST
up up up up up up up up up ⭐⭐⭐⭐⭐
2023-09-27
1