Bab 11

...🍀Happy Reading🍀...

"Benarkah Kerjasamanya disetujui, Pa?" Tanya Fadil yang ikut bahagia.

"Tapi. Kenapa tiba-tiba perusahaan Antariksa mau melakukan kerjasama lagi dengan kita?" Tanya Hendrawan yang merasa aneh atas kabar tersebut.

"Mungkin itu karena aku pernah pergi menemuinya waktu itu, jadi dia langsung menyetujui setelah aku yang datang untuk berbicara kepadanya" Jawab Farhan.

"Kak. Kapan kakak pergi kesana. Kenapa tidak memberitahu kami?" Tanya Fadil antusias.

"Ya mau bagaimana lagi, perusahaan ini adalah bagian dari kehidupan kita, kakak tidak mungkin membiarkannya hancur begitu saja. Lagipula, kakak mu ini kan sangat berbakat, tidak seperti Celina dan suami sampahnya itu" Sindir Farhan seraya membanggakan diri sambil melirik Deon dengan tatapan meremehkan.

"Wah. Kakak sangat hebat" Puji Fadil kepada kakak tertuanya tersebut.

"Kami bangga kepadamu Farhan. Kamu menyelamatkan perusahaan kita" Sambung pamannya Hendrawan.

"Keponakan ku tentu saja berbakat. Tidak seperti dia, bisanya cuma menjadi beban keluarga saja. Karena ulahnya dan Celina, mereka berdua hampir saja merusak semua bisnis keluarga" Sindir Tante Sintya memaki Deon yang sejak tadi berdiri mematung di tempatnya.

"Kamu benar Sintya. Semenjak Celina menikahi dia, Celina menjadi tidak berguna seperti dirinya" Sambung Pak Hendrawan menimpali.

"Jangan hina istriku!" Teriak Deon marah yang merasa tak terima jika nama istrinya menjadi bahan hinaan semua orang.

Disaat yang sama, Celina Mendengar keriuhan di lantai bawah, ia pun segera pergi ke lantai bawah dan mendapati semua orang sedang menghina suaminya.

"Apa yang terjadi?" Tanya Celina tiba-tiba.

Semua orang menatapnya jengah, Celina yang mendapatkan tatapan tak menyenangkan dari semua keluarga nya tersebut, mengerutkan keningnya heran dan ikut bergabung untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di sana.

"Tidak perlu bertanya Celina. Apa kamu tidak melihat kami sedang memarahi suamimu" Jawab Tante Sintya ketus.

"Tapi apa yang dia lakukan sehingga kalian semua memarahinya?" Tanya Celina lagi.

"Itu semua karena dia sudah menjadi menantu yang tidak berguna untuk di keluarga ini. Coba kamu lihat Farhan. Karena dia, perusahaan kita mendapatkan kerjasama dengan perusahaan Antariksa" Jawab Pak Hendrawan.

Celina agak terkejut mendengar ini, dan menatap kakaknya itu dengan penuh keraguan.

Farhan memang kakak kandungnya, namun sejak perusahaan diberikan kepadanya, Farhan menjadi sangat terobsesi untuk mendapatkan alih kekuasaan Bisnis keluarga. Celina agak aneh, karena kakaknya tidak memiliki akses untuk menemui kliennya tanpa ijin perusahaan.

"Pa. Karena aku sudah berhasil mendapatkan kerjasama ini, bolehkah aku yang menjadi Direktur utama keluarga kita? Lagipula, Celina tidak bisa menyelamatkan Bisnis keluarga kita, dan sekarang berikan aku kesempatan untuk memimpin di perusahaan kita" Pinta Farhan yang sengaja menggunakan kesempatan tersebut untuk mendapatkan Hak waris keluarga.

Pak Abraham terlihat agak ragu, dia bertemu tatap dengan Celina yang terlihat terkejut atas permintaan Farhan.

"Ini adalah keputusan yang tepat kak. Farhan seharusnya menjadi penerus perusahaan kita. Dia yang bisa kita andalkan saat ini. Lagipula, Celina juga tidak mungkin menolak untuk di gantikan. Karena dia sudah gagal menjalani amanah darimu" Ujar Hendrawan menimpali.

"Iya benar kak. Disini Farhan lebih berpengalaman dan dia bisa menjadi kebanggaan keluarga kita" Sambung Sintya.

Semua orang nampak menyetujui permintaan Farhan dan membujuk Abraham untuk mengabulkan permintaan itu.

"Baiklah. Besok perusahaan kita ada pertemuan di perusahaan antariksa. Siapapun yang mendapatkan kerjasama itu, maka aku akan memikirkannya kembali, siapa yang berhak mendapatkan tanggung jawab untuk mengelola perusahaan" Jawab Pak Abraham kemudian.

"Tapi pa. Sebelumnya perusahaan kita di tolak mentah-mentah oleh mereka. Apakah papa memikirkannya. Hal ini tidak sesederhana itu, aku rasa ada seseorang yang sangat berpengaruh sehingga membuat mereka menyetujuinya" Ujar Celina yang masih merasa janggal atas keputusan pihak Antariksa yang tiba-tiba menyetujui rencana kerjasama ini.

"Itu semua karena aku. Aku yang menghubunginya untuk menyetujui kerjasama itu" Jawab Deon tiba-tiba.

Semua orang terdiam dan menatapnya terkejut. Lalu, detik berikutnya terdengar suara tawa dari semua orang.

"Hahaha. Lihatlah, dia bermimpi lagi." Ujar Fadil yang merasa lucu atas penuturan Deon.

"Heh Deon. Dirimu tidaklah penting. Bagaimana bisa Pimpinan perusahaan Antariksa menyetujui atas perintah mu. Dasar anak ini selalu saja mengatakan omong kosong" Sambung Hendrawan yang sedikit muak atas ucapan Deon.

"Tapi itu benar.... " Deon mencoba menjelaskan, namun Celina langsung menghentikan ucapannya.

"Deon. Aku tahu kamu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga ini. Tapi, aku rasa kamu jangan mengatakan itu, jika tidak mereka akan selalu mengejek mu." Celina ragu dan merasa tidak percaya bahwa suaminya adalah orang yang membuat kerjasama itu berhasil. Dia pun datang mendekati suaminya untuk menghiburnya.

"Bagaimana tidak mengejek. Dia saja sudah dipecat dari pekerjaannya" Sindir Bayu, sepupunya.

Celina sedikit diam, lalu kemudian kembali bertanya, "Bagaimana kondisi pekerjaan mu. Apa benar kamu di pecat?" Tanya Celina lagi.

"Tidak. Aku tidak di pecat. Bos perusahaan ku mempromosikan aku sebagai Kepala Marketing di perusahaannya, dan bahkan mereka memberikan Papan nama di ruanganku." Jawab Deon yang sudah tersenyum bahagia. Kabar yang belum sempat dia katakan kepada istrinya sebelumnya, kini dia pun dengan penuh kebahagiaan ini mengatakannya kepada Celina.

Celina terlihat terkejut, namun tidak lupa dia pun ikut bahagia atas kabar ini walaupun dia sendiri tidak menyangka sama sekali kalau suaminya bisa menjadi kepala Marketing hanya dalam satu tahun bekerja.

"Syukurlah. Aku ikut bahagia mendengarnya" Jawab Celina setelahnya dan ikut tersenyum bahagia, lalu menoleh kepada ayahnya.

"Lihatlah Pa. Deon bisa membuktikan dirinya kalau dia benar bisa menjadi menantu yang baik dan tidak mempermalukan keluarga ini. Jangan selalu menghinanya dan merendahkan dia. Apa papa tidak melihat bagaimana kerja kerasnya, sekarang dia berhasil menjadi kepala Marketing, itu sungguh prestasi yang patut kita dukung" Ucapnya kepada ayahnya, Abraham.

"Eleh. Padahal itu hanya kepala kecil saja. Apalagi itu hanya karena atasannya yang melakukan korupsi, sehingga Deon terpilih menjadi kepala Marketing" Sahut Pak Hendrawan merendahkan.

"Tentu saja itu hanya kepala kecil saja paman. Itupun dia dapatkan karena pengaruh keluarga kita-lah yang cukup besar, sehingga dia bisa mendapatkan promosi ini. Jika bos nya tidak memandang bahwa dia adalah menantu keluarga ini, mana mungkin dia akan di naikan jabatan hanya dalam satu tahun bekerja" Sambung Farhan yang terlihat menyunggingkan senyuman meremehkan.

"Terserah, kalian mau berkata apapun tentang diriku. Menganggap bahwa keluarga ini lah yang sudah menolongku. Kenyataannya, aku malah bekerja di perusahaan orang lain dan bukanlah perusahaan kalian." Sindir Deon.

"Oh ya. Bukankah perusahaan kalian sungguh besar dan sangat di hormati. Lalu kenapa ketika Farhan yang mengaku pimpinan perusahaan malah di usir dari perusahaan Antariksa" Lanjut Deon.

Semua orang kalah telak. Mereka terdiam dengan raut wajah masing-masing yang terlihat menggeram.

"Berani sekali..." Farhan mulai emosi dan tidak terima atas ucapan Deon.

"Bukankah aku mengatakan kebenaran?" Tanya Deon menantang Farhan.

"Jangan bicara omong kosong Deon." Farhan menyangkal dan terlihat gugup ketika semua keluarga menatapnya meminta penjelasan.

"Kalian semua jangan percaya atas ucapannya. Aku lah yang sudah membuat kerjasama ini di setujui. Jika tidak, mana mungkin ini bisa disetujui begitu saja. Deon hanya bicara omong kosong agar mendapatkan pujian dari kalian semua," Ucap Farhan lagi membela diri dan memberikan alasan agar semua orang percaya kepadanya.

"Aku lebih mempercayai Farhan dari pada kamu Deon" Ujar Sintya kemudian. Lalu diikuti oleh semua orang yang Juga lebih mempercayai ucapan Farhan dari pada ucapan Deon.

"Sudahlah Deon. Sebaiknya jangan mendengarkan ucapan mereka. Pergilah dulu, nanti aku akan menyusul mu ke kamar" Ujar Celina cepat. Baginya percuma mengatakan kebenaran kepada semua orang yang sudah membenci suaminya.

"Baiklah. Aku pergi dulu" Jawab Deon dan langsung pergi meninggalkan semua orang disana.

...*****...

Keesokan harinya. Usai berbincang dengan ayahnya kemarin mengenai kerjasama perusahaan, hari ini Celina, Abraham dan juga Farhan pergi ke kantor pusat keluarganya untuk menyambut kedatangan pimpinan Antariksa ke kantor mereka.

.

.

.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Harman LokeST

Harman LokeST

mereka belum percaya

2023-09-27

1

Nurgusnawati Nunung

Nurgusnawati Nunung

eee hhmm... keren... sehat sll ya thor

2023-09-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!