"Baik buruknya segala sesuatu di dunia tergantung pandangan seseorang.".
...****************...
Setelah lima jam bergulat dengan rasa sakit, Mila berhasil menyempurnakan pembentukan tubuh tungku-nya. Eliana memberinya gambaran dasar tentang tubuh tungku sebelum menggiringnya untuk mandi herbal dan makan.
"Ah... tubuhku sangat enteng sekarang." Mila bangun penuh semangat menghampiri Riri.
"Sarapan dan minum ramuan. Itu bisa memulihkan dirimu."Riri meminta Mila duduk di depannya.
"Kemana yang lain?."
Hanya ada Cade dan Luki menemani Riri di meja makan.
"Kita sarapan lebih awal karena akan berangkat ke kota Cempa Dao. Butuh seharian dalam perjalanan nanti." Riri menjelaskan.
"Kalau kita berangkat pagi-pagi, kita bisa sampai disana sebelum hari gelap."
"Pelelangannya besok pagi jadi malam kita bisa berjalan-jalan dulu untuk mencari informasi."Cade menambahkan. Mila hanya mengangguk.
Usai sarapan. Loi dan Jack datang ke lembah.
"Ada beberapa barang disini, kalian bisa menjualnya." Jack melempar cincin ke Cade.
"Pakai ini untuk pergi."Loi mengeluarkan Teko kayu.
"Cari beberapa ramuan yang tertera disini. Aku akan membuat pil untukmu." Dia memberikan barang-barangnya ke Mila.
"Mila. gunakan ini untuk berbelanja."Eliana juga datang memberi cincin pada Mila.
"Tidak perlu, kami juga akan punya uang kalau udah jual barang."Tolak Mila.
"Ambil saja, dia tidak kekurangan emas."Riri mengambil cincin Eliana dan memasang di tangan Mila.
"Mila, suntikkan energi spiritual ke teko itu." Mila cepat mengikuti intruksi Luki.
Teko itu terbang ke udara dan berubah jadi besar.
"Ayo berangkat!." Luki menarik Mila menaiki teko diikuti Cade dan Riri.
Bruk!
Sesuatu jatuh dari langi ketika teko itu mulai bergerak. Itu adalah Richie dalam bentuk manusia.
"Ikut juga?."
"Ya. Muridku keluar jadi aku menganggur."
Dia melempar buku ke arah Mila.
"Itu beberapa informasi tentang tubuh tungku."
"Terimakasih." Mila menerima buku dari gurunya itu dengan senyum sumringah.
"Aku mau istirahat sekarang."Richie memasuki ruangan.
"Riri, bawa Mila berkeliling dulu kemudian istirahat." Kata Luki.
Bagian dalam teko menyerupai kapal. Ada ruang terbuka di bagian belakang corong. Kemudian beberapa ruang tertutup yang terbagi atas dapur, ruang makan dan beberapa kamar. Bagian belakang, ada ruang besar. Bagian pegangannya merupakan lorong panjang yang mengarah ke ruang rahasia yang berisi beberapa jenis senjata, dan kebun herbal.
"Ini kendaraan yang sangat bagus. bentuknya unik dan cepat. Keren!." Mila benar-benar takjub.
"Ini disebut alat sihir suci. Tidak banyak orang yang bisa memilikinya."
"Dimana kita bisa membeli alat sihir seperti ini?."
"Pak tua Loi itu sebenarnya moster dari dunia atas. Alat sihir suci tingkat menengah bisa didapatkan disana tapi kalau di dunia bawah terlebih di domain kita saat ini, keajaiban kalau kita bisa menemukannya." Riri serius berpikir
"Bahkan kalau adapun, tidak banyak yang mampu membelinya."
"Seberapa mahal itu?."
"Biasanya alat sihir dibeli menggunakan Cristal roh. Biasanya ditawar ratusan ribu Cristal roh. Satu Cristal roh dulu mencapai 5 ratus ribu emas."
"Jangan sebutkan lagi, kepalaku sakit mendengarnya."
"Alat sihir juga dipesan pada pengrajin. Biasanya kita diminta menyiapkan bahan utamanya kemudian membayar upah."
"Kalau kamu berminat memiliki alat sihir, kamu bisa membuat tingkat rendah, menengah atau tingkat atas. Itu lebih murah dan bisa dibuat di domain ini."
"Aku memikirkannya nanti."
"Kalau kamu mau alat sihir atau alat spiritual, kamu bisa bicara dengan Yoman. Dia pengrajin dan ahli jimat."
Mila hanya mengangguk.
"Ayo pergi menikmati pemandangan."
Riri menariknya ke bagian corong teko yang ternyata tempat bersantai memiliki jendela besar.
"Ternyata teko ini tidak bergerak terlalu kencang jadi kita bisa menikmati pemandangan."Mila melempar pandangannya keluar, menjangkau pemandangan yang luar biasa diluar sana.
" Ini karena Cade tidak tahan bergerak cepat, dia akan sakit kepala dan badannya lemas."
"Oh.... dia mabuk kendaraan ternyata." Mila cekikikan.
"Sepertinya ada orang dipunggung burung itu!." Mila menunjuk kearah segerombolan burung.
"Itu rajawali biru, memang kebanyakan digunakan sebagai transportasi."
"Bagaimana kita bisa menggunakan itu?."
"Datang saja ke pengelola transportasi, pilih jenis transportasi yang kamu inginkan. Salah satu pilihannya ya, si rajawali biru itu."
" Jadi banyak pilihan transportasi? aku jadi penasaran."
"Nanti kalau kita menetap di kota, aku akan membawamu berkeliling mencoba beberapa transportasi."
"Janji, ya!." Mila bertepuk tangan membayangkan melintasi angkasa dipunggung burung.
Brak!
Satu benda menabrak pembatas jendela teko.
"Apa itu?!." Seri Mila kaget.
"Kita baru saja ditabrak. Tetap disini, aku akan melihat diluar." Riri berubah menjadi burung terbang keluar.
"Tolong! tolong kamu!."Seorang gadis dipunggung elang berteriak putus asa.
"Gadis nakal! berhenti disana!."Sekelompok rajawali coklat mengejar dibelakang gadis itu.
"Luki, gadis yang terluka parah dalam pelukan gadis itu bukannya gadis kecil di keluarga Morgan?."
"Aku melihatnya."
" Seperti apa kamu akan menangani mereka?."
" Tangkap saja semuanya hidup-hidup."
" Tolong saja gadis itu."Richie terbang ke depan menghadang kelompok pengejar. Luki membawa kedua gadis itu kedalam teko diikuti sang elang yang juga terluka parah.
"Riri, obati gadis ini. Aku akan mengurus yang tidak sadarkan diri."
"Kurangi kecepatan, Cade. Tidak masalah tertunda memasuki kota." Cade mengikuti perintah Luki.
"Burung ini terluka."Mila memberikan pil pemulihan pada elang itu.
"Bantu merawatnya." Kata Luki sebelum membawa gadis itu ke ruangan yang lain.
Tidak lama, Richie kembali dengan seonggok manusia diikat seperti ikan mati.
Setelah satu jam sibuk, gadis itu siuman.
"Bagaimana kabar temanku?." Gadis itu langsung bertanya begitu membuka mata.
"Dia belum sadar tapi masa kritisnya sudah lewat masih perlu waktu untuk pulih." Kata Luki dengan lembut.
"Siapa kalian? kenapa mereka mengejarmu?."
"Namaku Yunra nona muda kedua dari rumah Walikota. Temanku itu, Mariah, anak dari selir tuan kedua keluarga Morgan. Kami diculik sepulang dari rumah teman yang melaksanakan party kedewasaan." Gadis itu menjelaskan.
"Kamu bisa membebaskan diri dari mereka, kemampuanmu cukup bagus." Luki memuji.
Yunra menggeleng.
"Kalau bukan karena alat sihir dari kakak pertamaku dan sepupuku yang memberiku elang, mungkin kami sudah diperkosa."
"Mereka sangat jahat."
"Sudah, Jangan khawatir. Kamu selamat sekarang." Hibur Luki.
"Biarkan dia memakan beberapa kue untuk mengembalikan staminanya."
Luki keluar dari kamar yang digunakan merawat Yunra. Di aula depan, Richie berbicara dengan seorang pria muda.
"Siapa?." Luki bertanya.
"Klon dari sepupu salah satu dari mereka. Dia merasakan energi sepupunya disini." Richie bersedekap dan menatap dingin pada pria di depannya.
"Yunrong?!." Tebak Luki.
"Sepertinya Yunra sudah menceritakan situasinya."
"Teman Yunra, si Maria ini anak dari Cecilia menantu keluarga Morgan. Dia pernah membantuku. Setahuku, dia istri sah kenapa Yunra menyebutnya selir?."
"Suaminya menemukan bunga baru dan menurunkan gelarnya menjadi selir. Sekarang dia malah sudah diceraikan."
"Karena ini Kasus penculikan, kalau kamu yang membawanya pulang, si pelaku bisa siaga dan cuci tangan."
"Kupikir juga begitu."Yunrong tidak menampik pikiran Luki.
"Biarkan kami mengembalikannya diam-diam. Nanti kita bertemu secara tidak sengaja dikota."
"Pergilah ke restoran Lunra', itu milik temanku. Kita akan pura-pura bertemu disana."
Klon itu berbalik dan menghilang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments