Tubuh Iblis Surgawi.

"Lestarikan sumber daya kamu, dan jangan biarkan orang lain melakukan apa yang mampu kamu lakukan sendiri!"

***

Sejak Elliana muncul, para penghuni lembah berhamburan melakukan apapun agar tidak dipaksa memakan masakannya. Luki dan Riri memilih berlari ke goa Richie dengan alasan mendampingi Lana latihan.

Saat Lana dan Luki latihan ditonton Riri yang bermalas-malasan dikursi batu bawah pohon, Richie yang dibantu Cade sedang menyiapkan ramuan.

"Lempar rumput darah dan bunga api!." Perintah Richie yang duduk bersila memurnikan darah iblis dengan energi spiritualnya.

Gluguk!

Gluguk!

Gluguk!

Satu kuali besar duduk diatas perapian yang berkobar. Atap goa diatasnya dibiarkan menganga memungkinkan cahaya matahari tumpah diatas kuali itu.

"Cade, panggil Mila sekarang!."Richie meneriaki Cade yang sibuk di dapur setelah memasukkan semua ramuan kedalam tungku.

Kelinci lugu itu cepat melesat ke halaman belakang.

"Luki! Berhenti berlatih sekarang! Mila dipanggil sama Richie tuh."

"Kita sudahi latihan dulu."Luki berhenti menyerang Mila.

"Penguasaan dan gerakanmu mulai mantap hanya masih kurang cepat. Banyak berlatih saja."

Mila mengangguk dan mengatur napasnya.

" Terimakasih, Luki."

"Ayoo... Temui si Richie dulu." Mila mengikuti Luki memasuki goa.

" Hei... Apa kamu sudah selesai memasak Cade?." Riri melompat dari kursi batu dan menghampiri Cade yang mengekor dibelakang mereka.

"Hampir. Kenapa kamu tidak membantuku."

" Apa yang kamu masak begitu lama."

"Sebelumnya aku membantu Richie menyiapkan ramuan."

" Ramuan apa?."

Cade mengangkat bahunya.

Riri menarik Cade cepat memasuki Goa.

Gluguk! Gluguk!

Perhatian Mila tertuju pada tungku besar.

"Mila! Masuklah ke dalam tungku!."

Perintah Richie yang berubah ke wujud manusia dan duduk santai di kursi batu. Tangannya mengeluarkan cahaya ungu dan sebuah pil merah melayang diatas telapak tangannya.

"Master! Apa yang membuatmu marah sampai mau merebusku ?."Mila bertanya dengan panik.

"Itu ramuan! Kamu harus mandi ramuan! Jadi masuk ke kuali sekarang!." Richie meneriaki Mila yang tidak bergeming.

"Siapa yang kamu bodohi?! Kamu pikir sedang berhadapan anak balita? Bahkan anak TK pun tahu kalau aku masuk ke kuali itu, aku akan menjadi sup manusia. Aku tidak mau!." Bantah Mila tanpa berpikir.

"Mila, itu beneran ramuan."Luki ikut bicara.

"Lalu kenapa kalau ramuan? Orang bodoh mana mandi ramuan mendidih begitu? Kena cipratan air panas aja bikin kulit melepuh. Kalian bersatu menipuku? Apa kalian jadi kanibal dan mau memakanku?!." Mila tetap kekeh dan mulai berjalan mundur menuju pintu goa.

"Mila kerahkan energi spiritualmu dan itu akan melindungimu dari panas." Ucap Riri yang sudah berubah jadi burung dan terbang didekatnya.

"Tidak! Aku tidak akan tertipu."

"Banyak bicara!." Sentak Richie, tangan kirinya mengeluarkan cahaya ungu yang menyerupai tali panjang yang mencambuk Mila sehingga terpental ke kuali.

"Kamu ternyata tidak belajar dengan baik dan lupa pada penjelasanku tentang kelebihan pemilik inti emas."

Richie memarahi Mila yang mengambang di air mendidih.

Sebelum Mila mengerahkan energi spiritualnya seperti anjuran Riri. Energi spiritualnya keluar sendiri dan berubah jadi cahaya keemasan membungkusnya. Dia akhirnya ingat perkataan Richie.

"Inti emas memiliki sifat dasar pelindung."

"Tutup matamu, konsentrasi dan rasakan energimu. Atur perlahan!." Seru Richie lagi.

Gluguk!

Gluguk!

Glukguk!

Beeesssss

Letupan air semakin menjadi. Mila tidak merasakan panas menyakiti kulitnya hanya rasa hangat dan nyaman menyeruak ke tubuhnya. Energi spiritual berlimpah merasuki tubuhnya dengan cepat, dia bisa merasakan inti emasnya mengembang dan menyerap energi spiritual yang datang dengan rakus seolah inti emasnya lubang tanpa dasar. Sebesar apapun energi spiritual yang datang, inti emas itu akan menariknya.

"Cade, apa kamu memanggang daging."Riri menarik Cade ke dapur.

"Cade! Berikan aku potongan besar dengan bumbu pedas!." Pesan Richie.

"Bagaimana denganmu, Luki?." Cade bertanya.

" Apapun tidak masalah."

Mereka memutuskan untuk makan siang sambil menunggui Mila berendam. Mila sendiri tidak perlu makan siang karena dia akan merasa kenyang setelah berendam dalam ramuan itu.

Cade dan Riri sibuk membuat makanan. Keterampilan memasak Cade sangat baik, semua penghuni lembah mengakuinya.

Gluk... Gluguk!

Gluk... Gluguk!

Gluk... Gluk... !

Suara air makin nyaring, Cade yang penasaran menyudahi makannya dan pergi mengintip Mila yang masih mengambang seolah tertidur dalam air mendidih itu.

"Airnya menyusut, apa inti emas Mila menyerap air juga?." Seru Cade

"Wajar menyusut, airnya menguap." Balas Riri "Tapi ini berkurangnya cepat sekali, sudah hampir habis. Apa kita matikan apinya sekarang?." Teriakan Cade membuat tiga lainnya datang melihat tungku.

"Airnya beneran kering." Ujar Riri yang terbang diatas kuali berisi manusia.

Luki yang berdiri di samping kuali menyentuh dengan santai, tampaklah sisi kuali itu transparan. Mila mengapung bebas dengan mata tertutup.

"Kemungkinan diserap olehnya."

"Air begitu banyak, harusnya dia membentuk balon air kalau dia menyerapnya." Imbuh Cade.

"Mungkin tidak diserap oleh tubuh fisiknya. Siapa yang tahu rahasia apa yang dia miliki. Bukankah manusia suci bisa memindahkan benda-benda kedalam dimensinya."

"Tapi Mila masih manusia spiritual."

"Itu bukan hal yang mutlak." Luki menengahi perdebatan burung dan kelinci itu.

"Dia tidur?." Ada senyum geli di sudut bibir Luki.

"Begitulah dia." Ucap Richie. Dia mengeluarkan pil merah dan menyerahkan pada Luki.

"Bantu masukkan ke mulutnya." Luki melempar pil ke dalam kuali, secara ajaib mulut Mila terbuka dan menyedot pil itu.

"Darah esensi?!." Kening Luki mengernyit mengenali bau pil tadi.

"Ramuan apa sebenarnya ini?."

"Ramuan pembentukan tubuh iblis surgawi." Jawab Richie.

"Mila kan seorang perempuan, apa tidak apa-apa mengolah tubuh iblis surgawi? Kurasa, bahkan wanita ras iblis saja sangat jarang menggunakan teknik pengolahan tubuh ini."

"Tidak ada perbedaan jenis kelamin dalam pengolahan spiritual, cuma ada dua pilihan mau kuat atau lemah." Ucap Richie pasti.

"Masalahnya, cewek pada umumnya selalu mengutamakan penampilan sedangkan pengolahan tubuh iblis surgawi akan memberinya dampaknya cewek perkasa. Otot dimana-mana." Ujar Riri.

Luki menggeleng.

"Kamu keliru, pengolahan tubuh iblis surgawi pada ras manusia dampaknya tidak sejelas ras lain. Dia akan terlihat berotot besar kalau dia mengaktifkannya dalam mode penuh, jadi tidak mempengaruhi penampilannya."

"Syukurlah kalau begitu." Kata Riri lega.

"Sudah kering." Richie melambaikan tangan dan api tungku padam.

Setengah jam berlalu, Mila akhirnya membuka matanya. Perlahan rasa hangat yang menjalar di tubuhnya semakin panas dan kacau.

Arrgghhhh... !!!

Mila yang masih diselimuti cahaya keemasan mengeliat gelisah.

"42 titik meridiannya terbuka." Richie menyentuh dagunya dengan senyum puas.

"Seperti yang diharapkan."

"Sekarang dia berada di level 6 tahap awal. Dia sungguh tidak terduga." Luki menambahkan.

"Dia melompat beberapa tingkat lagi."

" Kamu harus lihat, itu murid siapa?!." Kata Richie bangga yang dibalas dengusan oleh Luki.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!