"Lakukan hal-hal sulit selagi mudah dan lakukan hal-hal besar saat hal itu masih kecil."
...****************...
"Wah... makanannya berlimpah." Cade antusias mengambil posisi duduk di depan sepiring daging tumis.
"Ayo.... Mila kemari!."
Riri menarik Mila duduk bersama di dekat Cade.
"Mari kita makan!." Seru Jack memberi komando.
Secara serempak mereka memasukkan makanan ke mulut mereka.
Ughhh...
"Eri! makanan ini... !!."
Dengan mata terbeliak. Riri menuding Eri. Wajah yang lain tidak lebih baik. Cade bahkan langsung meminum dua gelas air berturut-turut.
" Taraaa.... !!."
"Eliana!."
"Peri Eliana!."
"Terimakasih sudah menyambutku!."
Wajah Eliana berseri mendengar namanya diteriakkan.
"Lihat! aku menyiapkan makanan untuk kalian!." Eliana merentangkan tangan.
"Aku pagi buta pergi berburu. Sudah lama tidak berburu jadi aku membunuh banyak n
binatang spiritual."
Eliana menghampiri Mila.
"Ini binatang spiritual level 4, aku bikin spesial untuk kamu."
"Aku?." Mila menunjuk dirinya sendiri.
"Kenapa?."
"Karena kamulah dermawanku."
Mila memiringkan kepalanya dengan bingung.
"Aku tidak ingat pernah membantumu."
"Waktu kamu datang kesini, auramu menarikku keluar dari istana emasku."
"Istana emas? istana emas di kamarku?."
Eliana mengangguk.
"Itu senjata suci tahap awal tapi mengalami kerusakan di pertempuran besar seribu tahun lalu dan semakin menurun karena tidak diperbaiki dan aku sebagai rohnya juga terluka parah dan spiritualku bocor membuatnya semakin menurun menjadi senjata spiritual tingkat atas."
"Auramu memberiku spirit khusus yang bisa memperbaiki akar rohku jadi aku mengenalimu tapi kamu malah pingsan." Eliana mengangkat bahunya.
"Sekarang aku di sini untuk membalas jasa titik lihat ini aku membuatkan masakan spesial untukmu." Eliana menyodorkan semangkok daging yang dipenuhi lumuran cabe.
"Ini daging binatang ayam hutan level empat sangat baik untuk penyerapan spiritualmu."
"Kurasa aku akan pingsan lagi kalau memakan daging ayam itu".
Batin Mila tidak menyembunyikan wajah paniknya.
"Mila! Richie memintamu pergi lebih awal hari ini." Sentak Luki dan langsung menarik Mila dan membawanya terbang ke goa Richie.
"Kalian datang terlalu cepat hari ini." Sambut Richie.
"Oh.... muridku tersayang kamu sudah berada di manusia spiritual level 5 sekarang. Seingatku kamu pulang masih di level 4 tahap atas." Seru pria berkulut gandum itu dengan takjub.
"Kurasa bakatmu tidak buruk!."
Richie menoleh ke Luki.
"Bantu aku mengawasinya berlatih, aku mau menyiapkan sesuatu."
Richie keluar goa dan menuju gunung wilayah Yoman.
"Yoman! keluar!." Teriaknya dari mulut goa. Dia sebenarnya ingin menerobos masuk tapi dia mendengar suara wanita.
"Ular mesum itu hibernasi mulu bareng betina." Sungutnya.
"Tidak bisakah kamu datang diwaktu yang tepat?."Yoman balas meraung.
Buk!
Satu pukulan mengenai wajah Yoman.
"Richie! kamu cari mati! apa maksudmu ini?." Pria dengan sisik hijau di dahinya itu murka.
"Lima ratus tahun yang lalu kamu pernah mengatakan kalau aku menang duel denganmu, kamu akan memberiku hal berharga." Kata Richie tenang dan sibuk menata rambut hitamnya.
"Lima ratus tahun lalu?! siapa yang masih mengingat hal konyol itu?." Yoman memegangi pipinya yang perih.
"Lagipula, duel itu berlaku untuk masa itu."
"Kamu kalah! berikan aku darah demon yang kamu simpan!."
"Darah demon! Richie! kamu ingin merampokku?!."Yoman berteriak marah.
"Aku hanya mengambil hadiahku."
Yoman melotot.
"Hadiah pantatmu!."
Richie bersedekap.
"Betinamu masih menunggu di dalam. Jangan menunda waktu."
"Aku tidak akan memberikanmu! bermimpi saja!."
Yoman berbalik ingin masuk ke goanya.
"Yoman! kamu kasi aku darah demon atau ekor keduamu patah." Richie mengadang Yoman tepat dibibir goa.
" Kamu.... ! beraninya kamu mengancamku!." Yoman dengan enggan mengeluarkan botol perak dari cincinnya.
" Ambil ini! enyahlah! kucing jelek!."
"Terimakasih cacing gatal!."
Richie terbang kembali ke goanya. Sekilas melihat Mila serius mendengar intruksi Luki.
"Richie mengajarkanmu jurus binatang pembunuhmu dan kamu berhasil menguasainya. Semakin banyak latihan, gerakanmu akan semakin mantap dan kokoh."
'Aku akan mengajarkanmu gerakan kaki cepat, namanya seribu langkah menuju langit. Ada lima set gerakan."
" Set pertama, gerakan mengelak dari pertarungan jarak dekat."
Luki bergerak mempraktekkan gerakan.
"Set kedua, gerakan menghindar dari pertarungan jarak menengah."
"Set ketiga untuk menjaga jarak aman saat sedang bertarung. Ada saatnya kita bertarung dengan orang yang memiliki keahlian bertarung jarak dekat, dengan begitu kita harus menjaga jarak aman tetapi gerakan ini memungkinkan kita bergerak cepat untuk menyelipkan pukulan jarak dekat dan kembali menjauh."
Mila serius mendengar penjelasan dan mengamati gerakan yang dipraktekkan Luki. Bagaimanapun, ini gerakan menyelamatkan hidup.
"Set ke empat dibagi dua jenis, pertama ini adalah gerakan melingkar mengelilingi musuh dengan cara yang sangat cepat sehingga sulit diikuti pandangan mata. Kedua gerakan membentuk segitiga. Gerakan ini akan terlihat si pengguna memiliki dua klon padahal kamu hanya satu orang saja tapi karena kamu berpindah dengan sangat cepat kamu terlihat klon."
"Set terakhir adalah langkah cepat berjalan pertikal. Ada tiga hal penting dalam gerakan ini. Jurus meringankan tubuh, kelincahan kaki dan energi spiritual yang besar "
Mila mengulangi semua intruksi Luki sampai lupa waktu.
"Kalian masih berlatih?." Riri dan Cade muncul di halaman latihan Richie.
"Kami datang membawa makan siang." Cade cepat menata makanan diatas meja batu di bawah pohon.
"Begitu baik."
Richie yang datang melihat Luki melatih Mila mengambil tempat di kepala meja dengan antusias. Meskipun lapar, Mila masih trauma dengan rasa sarapan pagi ini. Kalau bukan Joan yang baik hati menyelipkan buah di tangannya, dia mungkin akan memuntahkan isi perutnya.
" Mila! makan! tubuhmu perlu nutrisi untuk terus mengolah spiritual." Richie memanggil muridnya itu.
Uggghhh...
Suapan pertama Richie berhasil membuat wajahnya bengkok.
"Cade! kamu mau membunuhku?!."Richie membanting makanannya ke tanah.
"Baik! aku akan membuatmu jadi kelinci panggang!."
Cade bersembunyi dibelakang Luki.
"Tidak! aku tidak..... ."Cafe tergagap dengan suara gemetar.
" Itu masakan Eliana. Kamu juga makan tadi pagi."
Luki berbicara, dia mengeluarkan sebongkah daging.
"Cade, masak ini saja di dapur Richie."
"Aku akan membantu "Ujar Mila pergi bersama Cade dan Riri.
"Eliana sudah bisa keluar dari istana itu?."
Luki mengangguk mendengar pertanyaan Richie.
"Berkat energi spiritual Mila yang diserap olehnya, dia bisa memulihkan kembali inti energinya."
"Bagaimana mungkin?." Richie mengerutkan kening.
"Eliana mengenali Mila sejak awal Mila datang dan membuat Mila pingsan selama 3 hari waktu itu." Cerita Luki.
"Mungkin karena merasakan aura master pada Mila." Tebak Richie.
Luki menggeleng.
"Katanya, itu aura master pertamanya Eliana."
"Master pertamanya?."Richie berguman.
"Kaisar emas dari ratusan tahun lalu hanya memperbaikinya. Siapa yang menciptakannya, kita tidak tahu dan Eliana sendiri juga samar-samar. Tapi, aura itu memang tersimpan dalam tubuh istana emas dan sangat kuat."
"Dulu master menebaknya kalau pencipta istana emas mungkin sudah mencapai dewa spiritual atau tahap awal abadi."Kata Luki.
"Pencipta istana emas harusnya dari jutaan tahun silam. Namun, baru kali ini Eliana merasakan auranya dari Mila."
"He... he.... he... kurasa muridku akan memberiku banyak kejutan." Ujar Richie senang.
"Sudah dua ratus tahun, aku akhirnya merasakan lagi masakannya yang mengerikan." Dia tidak lupa mengeluhkan makanan yang baru saja dimakannya.
Tak lama, Cade selesai memasak, kelimanya makan dengan harmonis.
" Nanti kita masak disini saja sebelum kembali ke rumah."Usul Cade.
"Ayo ... pergi berburu sore nanti." Sambut Riri.
"Mila, kamu juga ikut berburu jadi kamu bisa mendapat pengalaman bertarung secara langsung."Ucap Richie
" Aku juga mau masuk ke hutan mencari herbal."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments