4 Keluarga Besar Di Kota Cempa Dao

"Kakek!."

Peter menerobos ruang keluarga Dimana Penatua Patau bersama Patara dan tetua pertama keluarga Patau.

"Bagaimana? apa kalian berhasil membelinya?."Tanya Patara tidak sabar.

"Kami membelinya paman."

"Dimana kedua pamanmu? ayahmu juga tadi keluar, apa kalian bertemu?." Penatua Patau bertanya melihat selain pengawal, ketiga anaknya tidak kembali.

"Ayah pergi ke rumah walikota, Paman keempat dan kedua masih membicarakan bisnis."Pengawal yang pulang bersama Peter menceritakan masalah nona kedua walikota.

"Sepertinya, akan ada kejadian."Penatua Patau mendesah.

"Lihat ini!." Peter mengeluarkan dua biawak badak. Membuat orang diruangan melotot gembira.

" Ha... ha... ha... Ini benar-benar nyata. Terakhir kali aku melihatnya 30 tahun lalu dilelang, beberapa waktu lalu, biawak Badak muncul lagi hanya keluarga bangsawan yang berhasil mendapatkannya."

"Ya, 30 tahun lalu, aku cuma mencicipi beberapa potong. Sekarang aku akan makan dengan puas."

"Kakek, kamu tidak bisa serakah. Takut tubuhmu tidak bisa menerimanya." Parezh dan Padra datang.

"Kalian cucu sialan! beraninya mengganggu kesenanganku." Meski terdengar memarahi, penatua Patau justru terkekeh.

"Peter membuat kakek sangat senang kali ini." Padra menggoda adik sepupunya itu.

"Iya. Peter membawa berkah lagi untuk kita." Nenek Patau muncul bersama para wanita di kediaman Patau.

"Lihat! kakek kalian tersenyum sampai bodoh." Semua orang yang hadir tertawa kecuali Pandu yang datang bersama ibunya.

"Kalian sudah disini?." Patara menyambut tetua kedua dan ketiga.

"Luar biasa!."Kedua terkesiap gembira.

"Sangat bagus memberikan generasi muda daging spiritual langka seperti ini."

"Kalian menangani pengelupasannya. Nanti aku dan tetua pertama menangani pelepasan tulang "Kakek Patau membagi tugas.

"Patara akan mengatur penyimpanan bersama ibunya. Wanita lain bisa menyiapkan pengolahan untuk makan bersama besok."

"Kata senior Cade, darahnya bisa dijadikan pil esensi. Kumpulkan saja dalam botol giok kemudian segel." Ujar Peter. Patara mengangguk.

"Kata paman kedua, minta penjaga teratas dan kakak pertama ke rumah lelang untuk membantu menjaga keamanan." Kata Peter lagi.

"Sepertinya tuan Luki ini membawa barang bagus."

"Hmmmm... kudengar itu hanya bulu beruang merah salah satunya. Aku tidak tahu kenapa bulu beruang menjadi sangat mahal?." Peter berguman.

"Bodoh, itu binatang iblis Gian hebat dari dunia atas, bisa muncul di domain ini bahkan di kota ini sudah sangat luar biasa." Patara berkata dengan serius.

"Bagaimana dengan inti api moster, aju sappu', 10 biawak badak level 6, 5 biawak badak level 7, coki ala' level 5, tungku kayu Dewata, jimat spiritual serangan es tingkat Warrior.... ." semua orang dalam ruangan menjadi hening mendengar penuturan Petet.

"Sepertinya masih ada tapi aku lupa." Peter menggaruk kepalanya karena jengkel tidak mengingat dengan benar. Penatua Patau nyaris jatuh dari kursinya.

"Penatua pertama dan dua penjaga rahasia tertinggi, pergilah dengan Parezh." Patara yang sadar cepat menyerukan nama itu.

"Penatua kedua tolong perketat penjagaan."

" Kakek, paman, aku juga ingin pergi melihat-lihat, bisakah?."Tanya Peter.

"Tidak. Nanti kamu akan menghalangi mereka." Patara langsung menolak permintaan keponakannya itu.

"Biarkan saja dia pergi. ayah. Nanti dia kembali dengan Padra."

"Kalau begitu, bawa penjaga rahasia bersama kalian. Juga utus penjaga rahasia menjemput anak ketiga di rumah walikota."

Dikeluarga Jasper

Jaswin menyerahkan dua biawak badak di depan ayahnya.

"Ini kubeli tujuh ratus ribu emas. Ini menguras separuh tabunganku."

"Ini hanya dua binatang aneh, kenapa begitu mahal?."Jusman, adik bungsu Jaswin berkata dengan nada mengejek.

"Diam!."

"Bodoh!."

Penatua Jasper dan Jaswan membentak bersamaan.

"Tidak punya pengetahuan dan kemampuan hanya masalah waktu kamu akan membawa masalah untuk keluarga kita."

"Ayah.... ."

"Kakakmu benar! Kalau kamu terus seperti ini, satu hari kamu akan membawa bencana kedalam keluarga."

 Jasper sudah mendengar seluruh cerita direstoran Lunra'. Jusman ini versi tua dari tuan muda keluarga Morgan. Arogan dan bodoh.

"Tetua ketiga, bawa dia ke aula leluhur. Jangan biarkan di pergi tanpa ijinku."Perintah Penatua Jasper.

"Tuan Luki ingin menyewa ruang medis." Jaswin mengeluarkan inti api.

"Ini sebagai pembayarannya dimuka, Inti api berumur 50 tahun yang dipadatkan moster kuno."

"Bagaimana ini dikatakan pembayaran dimuka? ini sangat murah hati. Kalau kita mendapatkan inti api ini dilelang, mungkin butuh puluhan juta."

"Adik ketiga, kamu bertanggungjawab atas pengaturan tuan Luki."

Jaswin menceritakan tentang nona muda kedua yang diselamatkan Luki dan tujuannya menyewa kamar medis.

"Sepertinya akan ada perubahan di kota."Penatua Jasper mengelus janggutnya.

"Ayah, kali ini kamu harus mendisiplinkan Jusman, dia sudah tiga puluh tahun tapi belum tahu bersikap dan bertindak. Jangan biarkan dia terlalu dekat dengan keluarga Morgan."Kata Jaswan dengan tegas.

"Tentu. Aku juga menduga itu."

"Kurasa kita harus berterimakasih pada tuan muda keluarga Patau itu, kalau bukan dia mengambil hati nona Mila, kita tidak akan melakukan trangsaksi menguntungkan dengan mereka."

"Aku akan mengutus tetua kedua kesana."

Jaswin mengeluarkan setengah daging coki ala' tanpa memberikan kulit dan tulangnya.

"Mungkin mereka akan bekerjasama dengan kita dimasa depan."Mata penatua Jasper berbinar.

"Nak, kamu melakukan kerja keras hari ini."

"Iya, nih. Aku akan membuat persiapan ruang medis. Ayah dan kakak mengurus ini."

"Ayah, inti api itu, biarkan Jaswin memilikinya untuk memperbaiki inti energinya yang rusak. Kita akan mendapat hak baik di masa depan bila Jaswin berhubungan baik dengan tuan Luki itu."

Penatua Jasper agak enggan.

"Diantara adik-adikku, Jaswin yang memiliki temperamen baik, pintar dan bijak. Lebih baik memberinya banyak tanggungjawab dimasa depan.Untuk daging coki ala' itu, ayah bisa menyimpannya sendiri, gunakan perlahan, mungkin ayah bisa menerobos dengan energi spiritual di dalamnya."

Raut muka penatua Jasper tampak baik.

Dikeluarga Marwin.

"Penatua ketiga, apa keponakanku benar telah ditemukan?." nyonya kedua datang tergopoh-gopoh menyambut Melista dan penatua ketiga saat memasuki ruang pertemuan.

"Benar nyonya, keponakan anda beruntung bertemu tuan Luki dijalan mendapat perawatan juga."

"Aku menjadi tenang kalau begitu."

Istri dari adik walikota adalah adik kandung istri dari tuan kedua keluarga Marwin.

"Tentang Biawak Badak, apa kalian bisa membelinya?." Penatua kedua bertanya tidak sabar.

"Kami membelinya, enam ratus ribu emas." Penatua ketiga mengeluarkan dua biawak badak utuh.

"Sangat bagus."

"Kakek, aku meminta inti spiritual biawak badak ini, ya." Pinta Melista.

"Adik, kita mendapatkan trangsaksi ini karena jasa anda, kami tidak akan berebut denganmu." Mona, anak dari putera pertama menyahut disertai anggukan setuju dari para kaum muda keluarga Marwin.

"Itu benar, kami dapat makan daging biawak ini saja sudah cukup bagi kami untuk meningkatkan energi spiritual kami."Putera ketiga menambahkan.

"Tuan Luki ingin menyewa properti dan juga mencari hunian yang baik. Ini uang mukanya." Penatua ketiga mengeluarkan kotak yang dijaga ketat sejak tadi.

"Aku merasakan energi spiritual yang sangat kaya dan aura mendominasi dari barang didalamnya. Aku tidak berani membukanya dijalan kalau-kalau mengundang perhatian orang lain."

Penatua Marwin mengambil benda itu dan membukanya sekaligus.

"Ajusappu'!." mereka yang mendengarnya juga terkesiap. Ini kayu moster tingkat atas yang bisa ditempa menjadi senjata ilahi.

"Kirim penjaga rahasia ke rumah dagang keluarga Patau untuk membantu berjaga-jaga. Bahkan kalau kita tidak membantu, setidaknya menunjukkan niat baik kita."Perintah penatua Marwin.

Dia menyerahkan kotak itu pada anak pertamanya.

"Simpan di tempat pusaka dan segel. Kita mungkin bisa membangkitkan keluarga Marwin dengan benda itu."

"Anak kedua, biarkan tuan Luki itu menyewa rumah dekat kediaman kita."

"Tuan, kita memiliki bagian dari coki ala' disini sebagai niat baik tuan Luki."

"Hari ini pasti hari baik karena kita mendapat banyak hal baik."

Penatua Marwin terbahak bahagia.

Kediaman keluarga Morgan.

Saat tiga keluarga lainnya bersuka ria, ruang keluarga Morgan tegang.

"Lihat anak tirimu! dia menyinggung orang penting dan merugikan kita. Tiga keluarga besar mendapat manfaat tapi kita hanya menjadi penonton."

Penatua keluarga Morgan menggebrak meja.

"Ini hanya binatang iblis tingkat rendah, kita bisa mendapatkan barang bagus dipelelangan besok."

Anak ketiga membujuk.

"Kamu punya kemampuan?!."Penatua Morgan mendengus.

"Karena mereka memperlakukan barang berharga begitu murah, aku ingin tahu seberapa hebat dia. Kirim penjaga rahasia untuk mengujinya." Tandas penatua Morgan.

Kedatangan Luki dan lainnya, membuat keempat keluarga besar di kota Cempa Dao membuat persiapan dan pengaturan Masing-masing.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!