"Cara terbaik untuk meramal masa depan dengan menciptakannya."
...****************...
"Aarrrgghhhh.... ."Mila menjerit kesakitan.
"Apa yang terjadi? perutku sakit sekali seolah ditikam dan ditarik keluar. Tubuhku sangat panas, organku seperti terbakar."
Mila bergulat dengan pikirannya. Keringat dingin membasahi tubuhnya.
Di depan pintu goa, Richie berdiri menatap penuh semangat pada Mila yang terus berteriak kesakitan.
" Bocah, kamu benar-benar memiliki inti emas energi." Dia perlahan mendekat. Mengangkat salah satu cakarnya, cahaya ungu memancar kearah Mila.
"Ini memang sakit, nak. kamu harus berjuang." Richie terus mentransfer energinya kearah Mila yang mulai mengendurkan kerutan alisnya karena ada energi yang menenangkan hawa panas yang mengamuk meski tidak menghilangkan rasa sakit secara menyeluruh.
"Setelah ini, sesuatu luar biasa akan tumbuh dalam tubuhmu."
Dua jam penderitaan, rasa sakit dan panas di tubuh Mila berangsur-angsur menghilang.
"Guru!." Mila terkesiap melihat kehadiran macan putih di belakangnya.
"Dia membantuku menangani rasa sakit barusan." Guman Mila.
"Panggil Richie saja." Macan putih segera berubah jadi pria gagah dan duduk di kursi batu dekat tempat Mila.
"Kamu berhasil membentuk Inti emas energi."
"Inti energi?bukannya itu harus di level 4 manusia spiritual? kurasa aku baru level tiga manusia spiritual tahap menengah." Mila bingung.
"Memang benar pembentukan inti energi biasanya saat pendekar berada di tingkat manusia spiritual level empat tapi selalu ada pengecualian untuk bakat unik dan para genius. Kamu bukan hanya membentuk inti energi di level 3, inti energimu juga spesial, itu inti emas." Richie menjelaskan dengan nada bangga.
"Apa yang spesial dari inti emas?."
"Inti energi itu fungsinya untuk menampung energi spiritual yang sudah dibentuk di dalam tubuh kita sebagai cadangan energi untuk mengolah spiritual seperti menggunakan jurus, melakukan teknik formasi, dan segala hal yang membutuhkan energi spiritual. Inti emas memiliki kemampuan daya simpan energi lebih besar dari inti energi spiritual pada umumnya."
"Setelah kamu menyelesaikan tahap manusia spiritual, tubuhmu nanti memurnikan energi spiritual yang dominan diserap tubuh. semakin sedikit energi elemen tubuh seseorang semakin baik karena mudah dipadatkan dan dikontrol."
"Elemen spiritual alam bisa diserap tubuh spiritual adalah elemen tanah, kayu, api, angin. air dan petir."
"Kalau memiliki elemen api, inti emas akan membantumu memurnikan sebelum menyimpannya. Jadi energi spiritual apimu lebih ganas dari elemen api pada umumnya."
"Kalau kamu memiliki elemen kayu, dengan energi spiritual yang dimurnikan inti emas. kayu bisa sekuat baja, bisa juga sangat lentur."
"Dengan kata lain, elemen spiritual kita yang sudah dimurnikan bisa melampaui sifat dasar elemen itu sendiri." Kata Mila.
"Tepat sekali. Pemurnian elemen spiritual bisa dilakukan saat kita sudah dilevel tertentu. Bisa dengan bantuan senjata atau alat khusus. Bisa juga dengan pil atau ramuan tapi itu punya batasan tertentu. Berbeda dengan pemilik inti emas, elemen spiritualnya dimurnikan secara alami dan tanpa harus menanggung efek samping."
"Mengerti." Mila mengangguk.
"Kamu mendapat hal baik dalam tubuhmu, sangat disayangkan kalau tidak diolah sempurna dan menyia-nyiakan potensi." Richie berubah ke kembali menjadi macan Hitam. Mila merasakan firasat buruk dari kata-kata Richie.
"Kita pindah tempat berlatih." Berjalan ke dinding goa bagian dalam dengan satu ketukan dinding goa terbelah terbuka.
Padang rumput segera menyambut mereka.
"Sekarang kamu berlari." Perintahnya kemudian.
"Serius?! ini panas terik!."
"Nak, aku pernah membaca kalau inti emas terbentuk dari energi spiritual nebula. Jadi lari 20 putaran. Cepat!."
Selama dua minggu ini, Mila mengolah spiritual dia latihan ini. Setiap pagi dia akan membaca berbagai kitab pengetahuan dasar, siangnya dia berlari 20 putaran sebelum berlatih jurus beladiri dasar.
Setiap sore, Luki dan Joan menjemputnya. Kemudian Riri dan Eri bergantian membawanya berendam di kolam spiritual.
"Kamu terlihat sangat lelah." Kata Riri mengamati Mila yang telentang tak berdaya.
"Hmmm... badanku sakit sekali."Bahkan untuk berbicara, Mila merasa tidak punya tenaga. Kalau saja dia tidak berendam di air spiritual, mungkin dia tidak sanggup mengangkat jarinya.
"Pelatihan seperti apa yang kamu lakukan?."
"Richie membimbingku melatih kitab Dua belas binatang pembunuh."
"Ini adalah jurus sederhana yang kasar tapi sangat cepat dan setiap gerakannya memang membunuh. Ini jurus dari paviliun mata elang dunia Domain atas." Riri menjelaskan.
"Bahkan pembunuh perempuan dari paviliun mata elang tidak ada yang menerapkannya karena gerakannya sangat kasar."
"Pembunuh?." Mata Mila yang mulai redup menyala kembali.
"Apa Richie seorang pembunuh? kalau aku menggunakan jurus ini, bukannya aku nanti dikira seorang pembunuh?."
"Kalau itu lima ratus tahun lalu, kamu pasti akan dikejar untuk dibunuh kalau orang tahu kamu anggota mata elang. Tapi sekarang, orang-orang mencari sisa anggota mata elang untuk berterima kasih. Pendiri mata elang adalah senior Richie. Dia sama sekali bukan anggota mata elang."
Mila mengelus dadanya.
"Akhirnya aku bisa tidur dengan tenang." Usai mengatakan itu, saudara dengkuran terdengar.
"Sudah tidur?". Riri berkata tak percaya.
"Ah... kamu semakin sulit diajak mengobrol."
Riri yang berbaring di samping Mila kembali duduk tegak. Sekarang kamu sudah di level 4 tahap puncak. Sudah saatnya makan pil dari peri." Riri mengeluarkan botol pil dari cincin penyimpanannya.
"Sebaiknya aku memberimu pil saat tidur, ini sangat pahit kalau kamu mengambilnya saat sadar itu akan penuh drama."
Terakhir kali Mila diberi pil pemulihan oleh Eri, dia membuat keributan mencari buah manis sambil menangis.
Alis Mila merajut ketika pil itu cair di mulutnya, gelisah dan seperti mendapat mimpi buruk.
Riri mengeluarkan sebotol madu
" Aku hanya bisa memberimu ini." Dia menetes beberapa tetes madu ke mulut Mila.
" Sepertinya aman."Mila kembali mendengkur dengan damai.
Wwuusss
Baru juga Riri memejamkan mata, energi bergejolak disisinya.
"Apa anak ini akan menerobos saat tidur?."
Riri kembali duduk mengamati Mila yang berjuang menyerap energi yang gila-gilaan menuju tubuhnya.
"Inti emas memang luar biasa, dia bisa menarik spiritual alam dari berbagai arah."
Riri bersila dan ikut bersemedi menyerap spiritual yang bocor dari tubuh Mila.
Eri dan Joan ikut terbangun mendengar keributan dari kamar Riri dan Mila.
"Sepertinya Mila menerobos."Bisik Eri.
"Kurasa begitu, dia naik dua tingkat. Tadi aku menjemputnya dia masih level 4 tahap puncak, sekarang level 5 tahap menengah."
"Kemampuannya cukup mengerikan." Kata Eri lagi.
Kletak... kletak.... kletak... !!
Wazzzzz....
Istana emas diatas meja kecil di kamar itu bergerak-gerak, membesar dan memenuhi permukaan meja.
"Ahhhh..... ." Cahaya emas melesat keluar membentuk gadis kecil yang hampir menyamai tinggi Riri.
"Aku benar-benar bisa meninggalkan istana dan inti energi penuh."
Gadis kecil itu menari-nari.
"Peri Istana!."
Seru Eri dan Joan.
"Kamu sudah pulih?."
"Belum sepenuhnya, setidaknya hidupku tidak terikat seratus persen di istana sekarang. Inti energiku juga sudah terisi penuh."Eliana, si peri Istana memandang Mila yang nyenyak.
"Sepertinya anak ini benar-benar keturunan tuan pertamaku. Darah master memang tidak bisa dianggap remeh. Aku sudah lupa bagaimana wajahnya tapi aku selalu ingat bahwa dia master tak terkalahkan yang pernah aku kenal."
Eliana menunjuk dahi Mila, menembakkan cahaya ke dahinya.
"Rupanya dia juga berhasil membentuk inti emas." Eliana tersenyum puas.
"Aku menantikan gebrakan yang akan kamu buat, genius."
"Baiklah, aku kembali ke istanaku dan akan keluar besok pagi. Aku akan memasak untuk kalian sebagai ungkapan kegembiraanku." Eliana kembali menjadi sinar emas dan masuk ke istana diatas meja.
Wajah Eri dan Joan penuh teror.
"Kurasa kita memiliki kerepotan lain."Ucap Eri lirih.
"Aku ingin mencari persediaan makanan sendiri."Joan pergi.
"Aku ingin meminta Loi tua membuat beberapa pil obat." Eri juga terbang ke hutan tempat Loi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments