Bab 5 Mahkluk Ganteng

Aku berjalan menyusuri lorong menuju tempat parkiran. Dari kejauhan aku mencari keberadaan mobil Ka Rini, mobil warna pink yang ternyata belum terlihat.

"Kamu pulang dijemput siapa Ris? "

"Dijemput Ka Rini, Zi.. ".

" Sudah ada Ka Rininya? "

"Hmmm... Sepertinya belum".

" Sudah ngasih tahu belum kalau kita tiga hari ini pulang cepat? "

"Ya ampun Zi, aku lupa bilang ke Ka Rini kalau pulang cepat" Jawabku sambil menepuk jidad.

"Kita duduk di taman dulu saja yuk Zi, sambil aku menghubungi kaka".

" Hayuuuu... "

"Tenang saja, aku temenin kamu deh Ris, sampai kamu dijemput'.

" Alhamdulillah, Terima kasih ya Zi".

"Iya sama-sama, kita kan bestie, masa aku tega ninggalin kamu sendirian disekolah".

Riska hanya tersenyum mendengar jawaban sahabatnya.

Mereka pun menuju taman dan memilih duduk di bangku taman dekat dengan kolam ikan. Riska mencoba menghubungi Ka Rini, ternyata tidak diangkat, karena tidak diangkat Riska mencoba mengirimkan pesan ke Ka Rini.

💬 Ka, aku lupa ngabarin kalau aku tiga hari ini pulang cepat. Ini aku sudah bubar sekolah dan menunggu kaka di taman sekolah.

Tidak lama kemudian Ka Rini membalas pesan Riska.

💬Ya ampun de, tunggu sebentar ya kaka masih dikelas bentar lagi juga udahan kok.

💬ok, siap ka. Nanti kabarin ya kalau sudah beres dan mau jemput aku.

💬siapppp

Di sekolah kami diperbolehkan membawa handphone dengan catatan saat pembelajaran berlangsung, handphone harus dinon aktifkan. Setelah berkirim pesan dengan kaka, aku memasukan kembali handphone ku ke dalam tas.

Selama aku berkirim pesan, aku perhatikan Zia sibuk mengamati kumpulan siswa yang baru saja selesai berdiskusi, entah apa yang sedang mereka diskusikan. Melihatku sudah memasukan handphone ku, Tiba-tiba Zia berkata

"Ris, mereka sepertinya kaka-kaka OSIS ya, karena mereka memakai name tag panitia".

" Hmmm... Emangnya kenapa Zi? "

"Kamu sih sibuk nge WA kakamu, diantara mereka tadi ada mahkluk ganteng loh Ris, MasyaAllah ganteng buangettt, sempurna kalau kata aku mah". Zia mengatakan itu semua sambil terkekeh.

" Ooooh.... Emang kenapa kalau ganteng? " Tanyaku.

"Ya Ampun Ris, kamu juga pasti bakal nga berkedip kalau liat tuh mahkluk".

" Huzz.... Istighfar Zi, jaga pandangan".

"Ehhh iya astaghfirullah, ehh tapi kan mubazir juga kan Ris kalau nga dilihat, gratis ini".

" Terserah kamu aja deh Zi, aku laper nih, ke kantin yu".

"Hayuuu".

Kantin tidak terlalu ramai mungkin karena sebagian murid sudah pada pulang. Satu persatu aku amati jajanan yang dijual dikantin ini.

"Seblak jeletot, asiiik nih Zi".

" Mi ayam Kang Eman"

"Es teh, soto mie, cilok, es jeruk, jus, hadduh Zii, enak semua nih sepertinya" .

"Jadinya mau pesan apa sih Ris? "

"Mie ayam saja deh sama air mineral, kamu pesan apa Zi? "

"Hmmm... Engga deh aku masih kenyang soalnya tadi sarapannya banyak banget! "

"Seriuss?? "

"Iya beneran".

" Ya sudah, aku pesan dulu ya Zi".

Selang beberapa menit datanglah mie ayam dan air mineral pesananku.

"Terima kasih ya pa" Ucapku kepada abang yang mengantarkan pesananku.

"Sama-sama neng".

Karena masih panas, aku aduk - aduk dulu mienya. Sudah tercium wangi khas mie ayam.

" MasyaAllah Zi, sepertinya enak deh, yakin nga mau pesan? "

" Ehhh iya ya, belum dimakan saja sudah enak wanginya apa lagi rasanya ya Ris, aku boleh cobain dikit nga Ris? '

"Boleh donk.. Niiih".

Aku geser mangkoknya ke arah Zia. Zia pun mulai mencobanya, berawal satu huapan.

" Enak Ris, mienya enak topping ayamnya banyak dan kerasa banget bumbu rempahnya, lagi ya.. "

"Iya silahkan".

Berlanjut dua huapan, tiga huapan, sengaja aku diamkan saja, sepertinya emang Zia lapar. Aku sambil senyum-senyum menatap Zia makan. Dan ternyata yang ditatap sadar.

" Ya Ampun Ris, aku khilaf, abis enak, niih dikit lagi masih ada buat kamu". Zia berkata sambil terkekeh.

"Tadi katanya nga lapar? "

"Tadi sih emang nga lapar, tapi gara-gara mie ayam ini menggoda, ya jadi lapar nih perut".

" Laaah kok nyalahin mienya? " Celetuk ku sambil tersenyum mendengar jawaban dari Zia.

"Lahhh yang pesan siapa yang makan siapa, sudah kamu habisin saja Zi, aku juga sudah kenyang kok liatin kamu makan".

" Ihhh Ris aku jadi malu, hehehhe... Aku pesenin lagi saja ya buat kamu? "

"Nga usah Zi, takut kaka nanti keburu datang".

" Sebentar ya Zi, aku mau bayar dulu".

Setelah membayar aku kembali ke Zia, ketika aku meneguk air mineral Zia membisikan sesuatu.

"Ris, kayaknya kaka-kaka yang duduk disana ngelirik-ngelirik melulu deh ke arah kita".

" Ah Masa sih? ".

" Coba aja kamu buktikan sendiri Ris".

Karena penasaran akupun melihat ke arah yang Zia katakan tadi. Ternyata benar mereka sesekali mencuri pandang ke arah kami sambil senyum -senyum. Aku pun merasa risih jadinya dan mengajak Zia untuk keluar dari kantin.

"Eh tapi Ris, diantara mereka ada mahkluk ganteng yang tadi ditaman".

" Terus emangnya kenapa Zi? "

"Apa ini tandanya jodoh ya, hari ini ketemu mahkluk ganteng itu sampai dua kali? "

"Kamu tuh ya Zi, sekolah aja dulu yang benar sampai tamat, udah mikirin jodoh aja. "

Zia pun terkekeh mendengar celetukan ku.

Disudut kantin yang lain, ada empat sekawan yang dimaksud Zia tadi. Mereka adalah Reza, Eka, Ardi dan Rais, murid kelas 3. Mereka sedang berdiskusi untuk kegiatan besok, ketika Riska dan Zia masuk kantin, Eka langsung terpesona dan takjub dengan apa yang dilihatnya, yaitu gadis cantik, kulit wajahnya yang putih bersih , lesung pipit yang nampak ketika tersenyum dan hidung yang mancung serta bulu mata yang lentik , tidak hanya cantik wajah tetapi juga hatinya.

"Guys.... Ada cewek kinclong, ini mah lebih kinclong dari sabun pencuci piring". Kata Eka.

Langsung Reza, Ardi dan Rais melihat ke arah yang dimaksud, dan masing-masing langsung mengeluarkan komentarnya.

" bidadari surga? ' kata Ardi.

"Pacar solehah ini mah judulnya". Kata Rais.

Sedangkan Reza, ketika menatap Riska langsung mengucapkan kata " Cantik".

Riska melangkahkan kakinya dengan sangat terburu-buru karena ia merasa risih diliatin terus menerus dan Zia pun mengikuti langkah sahabatnya. Saat melewati meja Reza dan kawan-kawan, Tiba-tiba Rais berkata dengan percaya dirinya "Assalamu'alaikum Ukhti". Sambil memasang wajah sok coolnya.

Karena mendengar ada yang mengucapkan salam kepadanya, secara otomatis Riska dan Zia pun menjawab ucapan salam tersebut., karena mereka berdua paham bahwa menjawab salam hukumnya adalah wajib, segera saat mendengarkan salam.

"Waalaikumsalam.. Maaf kami permisi dulu".

Riska dan Zia langsung melanjutkan langkahnya.

Empat sekawan tersebut seperti tersihir melihat Riska. Reza berbicara dalam hatinya " Siapa ya dia... ? " Walaupun sebenarnya gadis berjilbab bukan termasuk kategori gadis idamannya, tapi entah kenapa saat melihat Riska hatinya dibuat penasaran. Disaat lagi sibuk dengan pemikirannya sendiri, Tiba-tiba munculah Tasya yang membuyarkan lamunan Reza

Terpopuler

Comments

Katulampa

Katulampa

mahluk ganteng😅

2023-12-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Riska
2 Bab 2 Miss Detail & Miss Slowly
3 Bab 3 Zia
4 Bab 4 Kelas 1-4
5 Bab 5 Mahkluk Ganteng
6 Bab 6 Di jemput Ka Rini
7 Bab 7 Reza
8 Bab 8 Makan Siang Bersama
9 Bab 9 Kunjungan Ustadz Farhad
10 Bab 10 Eskul Days
11 Bab 11 Menguntit
12 Bab 12 Curiga
13 Bab 13 Main Ke Rumah Riska
14 Bab 14 Kajian Ummi Ida
15 Bab 15 Calon Menantu Idaman
16 Bab 16 Salon Tante Rahma
17 Bab 17 Riska vs Reza
18 Bab 18 Rezeki Tidak Akan Tertukar
19 Bab 19 Ikhlas
20 Bab 20 Suka Dalam Diam
21 Bab 21 Menambah Daftar Nilai Kekaguman
22 Bab 22 Mading
23 Bab 23 Klapetart
24 Bab 24 Judul Untuk Lomba Mading
25 Bab 25 Menahan Marah
26 Bab 26 Surprise
27 Bab 27 Kaka Sepupu
28 Bab 28 Maaf
29 Bab 29 Panti Asuhan
30 Bab 30 Lomba Mading
31 Bab 31 Ka Rina Sakit
32 Bab 32 Janji Tasya
33 Bab 33 Villa
34 Bab 34 Api Unggun
35 Bab 35 Afif
36 Bab 36 Patah Hati
37 Bab 37 Dokter Cinta
38 Bab 38 Nasihat Eka
39 Bab 39 Pahala
40 Bab 40 Rina dan Aimar
41 Bab 41 Kunjungan Aimar
42 Bab 42 Acara Lamaran
43 Bab 43 Baju Koko
44 Bab 44 Tekad
45 Bab 45 Butik Marwah
46 Bab 46 Takdir
47 Bab 47 Kebersamaan
48 Bab 48 Omah Souvenir
49 Bab 49 Latihan Terakhir
50 Bab 50 Lomba Olimpiade Matematika
51 Bab 51 Pernikahan dan Wisuda Rina
52 Bab 52 Hidayah
53 Bab 53 Perubahan Keluarga Dimas Hartawan
54 Bab 54 Pa Gito
55 Bab 55 Zodiak
56 Bab 56 Jatuh Cinta Tanpa Sadar
57 Bab 57 Untuk Calon Makmumku
58 Bab 58 Perpisahan Sekolah
59 Bab 59 Guru Terfavorit
60 Bab 60 ReKa Tour and Travel
61 Bab 61 Mendaftar Umroh
62 Bab 62 Makkah
63 Bab 63 Doa
64 Bab 64 Madinah
65 Bab 65 Sahabat Sesurga
66 Bab 66 BUCIN
67 Bab 67 Mengandung Bawang
68 Bab 68 Nembak
69 Bab 69 Melamar Riska
70 Bab 70 Pelangkah
71 Bab 71 Jaga Kesehatan
72 Bab 72 Kelelahan
73 Bab 73 Men Sana In Corpore Sano
74 Bab 74 Pernikahan Reza & Riska - Ending
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Bab 1 Riska
2
Bab 2 Miss Detail & Miss Slowly
3
Bab 3 Zia
4
Bab 4 Kelas 1-4
5
Bab 5 Mahkluk Ganteng
6
Bab 6 Di jemput Ka Rini
7
Bab 7 Reza
8
Bab 8 Makan Siang Bersama
9
Bab 9 Kunjungan Ustadz Farhad
10
Bab 10 Eskul Days
11
Bab 11 Menguntit
12
Bab 12 Curiga
13
Bab 13 Main Ke Rumah Riska
14
Bab 14 Kajian Ummi Ida
15
Bab 15 Calon Menantu Idaman
16
Bab 16 Salon Tante Rahma
17
Bab 17 Riska vs Reza
18
Bab 18 Rezeki Tidak Akan Tertukar
19
Bab 19 Ikhlas
20
Bab 20 Suka Dalam Diam
21
Bab 21 Menambah Daftar Nilai Kekaguman
22
Bab 22 Mading
23
Bab 23 Klapetart
24
Bab 24 Judul Untuk Lomba Mading
25
Bab 25 Menahan Marah
26
Bab 26 Surprise
27
Bab 27 Kaka Sepupu
28
Bab 28 Maaf
29
Bab 29 Panti Asuhan
30
Bab 30 Lomba Mading
31
Bab 31 Ka Rina Sakit
32
Bab 32 Janji Tasya
33
Bab 33 Villa
34
Bab 34 Api Unggun
35
Bab 35 Afif
36
Bab 36 Patah Hati
37
Bab 37 Dokter Cinta
38
Bab 38 Nasihat Eka
39
Bab 39 Pahala
40
Bab 40 Rina dan Aimar
41
Bab 41 Kunjungan Aimar
42
Bab 42 Acara Lamaran
43
Bab 43 Baju Koko
44
Bab 44 Tekad
45
Bab 45 Butik Marwah
46
Bab 46 Takdir
47
Bab 47 Kebersamaan
48
Bab 48 Omah Souvenir
49
Bab 49 Latihan Terakhir
50
Bab 50 Lomba Olimpiade Matematika
51
Bab 51 Pernikahan dan Wisuda Rina
52
Bab 52 Hidayah
53
Bab 53 Perubahan Keluarga Dimas Hartawan
54
Bab 54 Pa Gito
55
Bab 55 Zodiak
56
Bab 56 Jatuh Cinta Tanpa Sadar
57
Bab 57 Untuk Calon Makmumku
58
Bab 58 Perpisahan Sekolah
59
Bab 59 Guru Terfavorit
60
Bab 60 ReKa Tour and Travel
61
Bab 61 Mendaftar Umroh
62
Bab 62 Makkah
63
Bab 63 Doa
64
Bab 64 Madinah
65
Bab 65 Sahabat Sesurga
66
Bab 66 BUCIN
67
Bab 67 Mengandung Bawang
68
Bab 68 Nembak
69
Bab 69 Melamar Riska
70
Bab 70 Pelangkah
71
Bab 71 Jaga Kesehatan
72
Bab 72 Kelelahan
73
Bab 73 Men Sana In Corpore Sano
74
Bab 74 Pernikahan Reza & Riska - Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!