"Mari kita mulai, aku harap kita bisa bersama menjaga keturunan kita, dan ilmu yang kita berikan akan berguna di hidupnya kelak". jawab Datuk Kurnia.
flashback off.
"Anak ku sayang, berhati-hati lah jaga dirimu di sana. Ingat, jangan melakukan hal yang tidak baik di mana bumi di pijak, di situ langit di junjung". pesan mama Rianti sebelum ia terbang menuju kota S, tempat nanti ia akan kuliah kedokteran.
Tidak perlu waktu lama Ria sampai di Asrama putri tempat dia akan tinggal di sana, asrama khusus kedokteran yang memang di sediakan oleh pihak kampus.
Rianti di bimbing menuju ke kamar yang akan di tempatinya oleh bapak penjaga asrama, sepertinya beliau adalah perantau dari kota lain.
"Silahkan masuk neng, ini kamar untuk eneng". ucap penjaga asrama itu.
"Panggil Ria saja mang". ucap Rianti.
"oh nama Eneng teh Ria, nama saya Indra. biasa di panggil mang indra". tanya nya.
"iya mang, Rianti biasa di panggil Ria, terimakasih mang sudah mengantarkan saya sampai depan kamar". ujar Rianti.
"Sami-sami neng, di kamar ini Eneng ada yang temenin. namanya neng Lula, tapi tadi dia sedang keluar". jelas mang Indra.
"Baik mang,saya masuk nya menunggu teman sekamar saya datang saja. gak enak masuk gak ada dia nya". Ria menjelaskan.
"Ya udah gak apa-apa neng,mamang izin ke Luar dulu ya neng, maaf gak bisa nemenin. gak ada yang jagain depan". ia pun pamit.
Rianti duduk di atas kopernya sendiri sambil menunggu teman sekamar nya kembali sambil main handphone.
Tiba-tiba lewat lah seorang pria seperti nya bukan orang Indonesia, lebih seperti orang eropa dengan mata biru dan rambut pirangnya.
Rianti sempat bingung, kenapa ada Pria di asrama wanita. apakah dia anak dari yang punya asrama sampai bisa bebas berkeliaran.
Namun Rianti yang awalnya bingung sekarang faham, kenapa ada laki-laki yang bisa berkeliaran keluar masuk di tempat ini. karena baru saja laki-laki itu menembus dinding.
Rianti pun tertawa melihat hantu Laki-laki itu, "Heemm sudah jadi begitu saja, Masih bisa saja mes*m. dasar cowok". ucap Rianti sambil melihat ke arah handphone nya agar pria itu tidak menyadari kalau Ria sedang menertawakan nya.
"Hai, maaf ya, kamu sudah lama menunggu ya, Aku Lula teman sekamar mu, salam kenal". ucap wanita yang baru saja datang menyapa Ria.
"Hai aku Rianti, panggil saja aku Ria, salam kenal juga". jawab nya.
"Ayo masuk, di sini 1 kamar untuk 2 orang. akhirnya aku memiliki teman juga, kemarin aku tidur selalu sendirian". keluh Lula.
"Kau sudah datang ke sini dari kapan?". tanya Ria.
"1 Minggu yang lalu, aku datang lebih awal karena ingin sekalian jalan-jalan di kota ini. kamu dari kota mana Ria?". tanya Lula.
"Aku dari kota S, provinsi Kalimant*n". jawab Ria.
"Waw jauh juga sampai dari luar pulau". ucap Lula.
"Yah mau bagaimana lagi, di daerah asalku tidak ada fakultas kedokteran". Ria menjelaskan.
"Tapi tidak apa, dengan begini kita bertemu satu sama lain kan, aku harap kita bisa menjadi teman baik Ria. jika kamu perlu bantuan kamu bisa meminta nya dari ku". Lula Sanga senang bertemu dengan Ria.
"Baiklah, kamu juga ya. jika ingin meminta tolong. jangan sungkan-sungkan, jika aku bisa membantu. akan aku bantu". ujar Ria.
"Baiklah, semua barang sudah beres di susun di tempat nya, sebaiknya kita istirahat Ria, besok kita jalan-jalan di sekitar kampus agar bisa lebih mengenal kampus kita. heehh lama sekali kita baru bisa memulai pelajaran baru".. keluh Lula.
"Bukan kah 1 Minggu lagi kita akan memulai mata kuliah kita?". Ria bertanya.
"Ya tetap saja lama, aku tidak sabar ingin melihat senior-senior kita di sini hehehehe". Lula tertawa.
Ria juga ikut tertawa, namun tiba-tiba Dia terdiam melihat seseorang sedang memperhatikan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments