Saya tidak tahu kalau itu harus di ganti dan di pasang lagi.
pagi hari setelah pulang bekerja ayah Rianti langsung ke rumah mertua'nya begitu tahu dari tetangga anak dan istrinya pulang ke rumah orang tuanya, padahal mereka tidak sedang ada masalah, kenapa tiba-tiba mereka pergi dari rumah.
"Sebelum 40 hari bayimu, lebih baik kalian di sini saja, Jangan pulang dulu. Abah akan menyelidiki Rumah mu, kenapa dia sampai bisa masuk ke dalam". ucap kakek Darma pada ibu Rianti anak nya.
tapi sebelum dia berangkat ayah Rianti baru saja tiba di rumahnya dengan Ter engah-engah. "Assalamualaikum Abah, mama Rianti ada di rumah Abah bukan?". tanyanya bingung.
"Waalaikumsalam. iya ada di dalam, masuk lah dulu. istirahat lah, kamu baru pulang bekerja bukan?". tanya kakek Darma.
"iya bah" ayah Rianti pun masuk dan bertemu dengan istri dan anak nya yang sedang duduk di ruang tengah.
(Zaman dulu belum ada handphone,jadi masih tidak bisa menghubungi secara langsung).
Abah Darma menunda keberangkatan nya ke rumah anak dan menantu nya untuk memeriksa ke adaan di sana.
"Kemarin Lastri tetangga kita yang orang Jawa meninggal Mah". ucap ayah Rianti pada istrinya.di depan Abah Darma,
"Innalilahi wainnailaihi rojiun, kapan yah?". tanya mama Rianti.
"katanya kemarin siang dan langsung di kuburkan sore hari sebelum magrib. ayah sudah berangkat kerja sore, jadi sepertinya tidak mendengar pengumuman di masjid". Jawab ayah Rianti.
"Mah, kakak yang tadi malam ada di luar, lagi liat Ria sama Dede bayi, dari tadi nangis gak mau diem, katanya pengen masuk tapi di marahin Ama nenek yang baju item di sebelah". bisik Rianti pelan pada ibunya tapi masih terdengar oleh ayah dan juga kakek nya Abah Darma.
"Nenek baju hitam?, kamu yakin Ria, bukan Nenek baju kuning?" tanya kakek Darma.
"Nenek yang baju putih duduk-duduk saja di depan teras kita kek, Ria sudah menyuruh nya masuk tapi dia tidak mau". jawab Ria pada kakek nya.
"ya sudah, Ria masuk saja ke dalam ya, sama nenek di kamar. Kakek mau bicara sama ayah dan mama mu". Rianti pun masuk ke dalam.
"Umur Rianti sudah 5 tahun, dia sudah lancar bicara, sekarang semua yang tak terlihat akan lebih mendekat padanya, entah untuk sekedar mengganggu atau meminta Tolong. anak mu jauh lebih spesial dari Abah nak, dia sudah mampu berkomunikasi dengan Datuk kuning, jelmaan Datuk buaya putih dari keluarga Abah. yang selalu menjaga keturunan nya dari bahaya, tapi Abah tidak tahu siapa Datuk berbaju hitam yang juga ikut menjaganya, Nak coba kau jemput orang tua mu kemari. ada yang Abah mau tanyakan". pemerintah Abah Darma pada menantu nya.
"Baik bah, saya berangkat sekarang untuk menjemput Mamak dan Abah di rumah, saya pamit assalamualaikum". ucap ayah Rianti pamit.
sebelum berangkat Abah Darma berpesan "Nak, jika nanti di jalan kamu bertemu perempuan yang ingin minta tumpangan entah tua atau muda, jangan di bawa ya, bukan kita jahat. tapi mereka bukan manusia".
"Baik bah". kemudian ayah Rianti pun menaiki mobil nya yang memang di simpan di tempat mertuanya. kerena di sebrang tempat keluarga Rianti tinggal adalah perusahaan yang di sekitarnya memang di bangun rumah untuk yang sudah berkeluarga, Asrama untuk para karyawan yang belum menikah, dan juga memang masih banyak hutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Hilma Abubakar
ceritanya sprtinya menarik nih.
2025-03-13
1
your boss
nitip jejak dlu kalau ada waktu baca lagi
2023-10-08
3
vall
mampir kak di cerita dibalik dinding makasih 🙏
2023-08-23
0