Akan pamali jika mereka melanggar tradisi itu. mereka bisa saja celaka karena secara tidak langsung sedang menggunjing kan keturunan nya.
Malam hari, saat semua orang berkumpul di ruang keluarga, Rianti yang sedan membaca buku tentang kedokteran di minta untuk mendengarkan apa yang ingin Abah Darma jelaskan.
"Ria, sekarang kau sudah dewasa. kau pasti sudah bisa menilai mana yang baik, dan mana yang buruk. kau sudah kembali bisa melihat Datuk tadi siang, apakah kau baik-baik saja?". tanya nya pada Rianti.
"Maksudnya apa kek, kembali melihat Datuk?, bukan kah Datuk bilang ia sudah kembali ke sini hingga ia berada di rumah ini?". ucap Rianti bingung.
karena memang saat pergi dulu Datuk pamit kepada nya. saat semua sudah waktunya, ia akan kembali.
Tapi waktu itu ia masih terlalu kecil untuk tahu jika Datuk yang selama ini bersama nya bukan manusia.
"Hanya kau yang bisa melihat Datuk Ria".jelas mamanya pelan.
Rianti mengerut kan keningnya, Rianti sudah besar untuk faham apa semua ini. hanya saja ia masih tidak mengerti, kenapa ia baru sekarang bisa melihat Datuk lagi.
"Mama, kenapa baru sekarang Ria bisa melihat Datuk lagi,bkemana beliau selama ini?". tanya Ria.
"Beliau tidak kemana-mana, ia selalu bersama mu cu, hanya saja kamu sempat tidak bisa melihat keberadaan mereka. karena dulu kami sepakat untuk tutup mata batin mu,
kami tidak ingin ada makhluk lain tahu jika kamu bisa melihat kehadiran mereka. kami tidak ingin kamu ketakutan". jelas Abah Darma.
"Sekarang sudah sampai saatnya mata batin mu terbuka kembali, Datuk siapa yang kamu lihat sekarang?". tanya Abah Darma memastikan.
"Beliau ingin di panggil Datuk kuning kek, apakah ada Datuk lain di dekat saya?" tanya Rianti.
"Ya nak, ada Datuk dari keluarga ayah yang juga menjagamu. Datuk intan, beliau selalu menggunakan kebaya hitam,apakah kau juga melihat keberadaan beliau sekarang". tanya ayah Rianti.
"Belum yah, beliau belum muncul". Jawab Rianti.
"Jika saatnya beliau muncul, kau jangan terkejut Lia, dan Lagi mata batin mu sudah terbuka, mungkin kau juga nanti bisa melihat makhluk-makhluk yang tak kasat mata di tempat lain.
Jangan tunjukkan kalau kau bisa melihat mereka, ayah tidak ingin kamu menjadi tertekan jika mereka tahu kamu bisa melihat keberadaan nya". ucap ayah Rianti menjelaskan.
"Baiklah, malam sudah larut. sebaiknya kita pergi tidur dan ber istirahat". ucap Abah Darma. dan semua pun pergi ke kamar yang sudah biasa mereka tempati.
Keesokan harinya, ketika sore hari tiba masanya Rianti sekeluarga menginap ke rumah nenek Barlian dan kakek Herman, orang tua dari ayah Rianti.
Mereka berjalan menggunakan mobil, dan benar saja. sepanjang perjalanan, Rianti melihat banyak sekali Roh yang bergentayangan.
Ada yang berbentuk manusia, ada yang berbentuk hewan. dari yang biasa saja, sampai membuat Rianti sedikit takut, banyak sekali orang yang membawa kepalanya sendiri berjalan tak tentu arah.
"Mereka korban kerusuh*n dulu cu, mereka tidak bisa pergi karena jasad mereka yang tak tau di mana sekarang". ucap Datuk kuning yang ternyata dari tadi sudah berada di kursi tengah duduk di samping Ria. Ria mengangguk faham.
"Gunakan suara batin mu, jika ingin berbicara dengan Datuk ya cu, kami bisa mendengar itu semua, akan menjadi gunjingan jika kau berbicara langsung kepada kami jika ada yang melihat kau berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata". Datuk kuning menjelaskan sambil mengelus pundak Rianti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Ulla Hullasoh
dengan baca ini saya jd tau adat istiadat daerah sana. trims ya thor
2025-03-22
0
La Rue
ceritanya bagus
2023-08-15
2