20. Kamus Bahasa Wanita

Sejujurnya, Ustadz Amar juga tidak mengerti kenapa dia bisa semarah itu hanya karena Syahla diantar pulang oleh kakak tingkatnya. Padahal, biasanya dirinya adalah orang yang berpikir rasional dan tidak langsung bertindak hanya berdasarkan perasaannya semata. Apalagi, kali ini memang benar salahnya. Saat Syahla menelpon, dirinya sedang asyik memeriksa hasil test mahasiswanya dan ponselnya dalam keadaan silent. Barulah setelah adzan maghrib terdengar, dia menyadari istrinya belum pulang dan buru-buru pergi menyusul meski sudah terlambat.

Ragu-ragu, Ustadz Amar berdiri di depan pintu kamar Syahla. Mengetuk pintu pelan-pelan.

"Hm," jawab Syahla dari dalam kamarnya.

"Maaf, saya tadi marah-marah sama kamu. Kamu sudah makan?"

"Hm,"

"Sudah sholat maghrib?"

"Hm,"

Ustadz Amar mengangguk-anggukkan kepalanya. "Saya tadi beli roti bakar. Kamu mau?"

"Nggak,"

"Kalau gitu, saya habiskan ya?"

Hening sejenak. Beberapa saat kemudian, Syahla kembali menjawab dengan satu kata andalannya. "Hm,"

Ustadz Amar menyadari istrinya benar-benar marah. Akhirnya menyerah dan memilih memakan roti bakarnya sendirian.

Di dalam kamar, Syahla memainkan jari-jarinya di atas keyboard dengan tidak fokus. Bau roti bakar tercium dari arah dapur. Membuat ia menelan ludah. Dia sebenarnya ingin menjawab 'mau' saat tadi Ustadz Amar bertanya. Tapi, ya gengsi lah!

Pada akhirnya, Syahla baru keluar dari kamar setelah jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Dengan langkah berjinjit, ia berjalan menuju dapur.

Syahla membuka kotak kue di atas meja dan melotot karena sudah tidak ada apa-apa di dalam sana.

"Kosong?" seru Syahla shock. Dia membuka kotak yang lain dan isinya sama, tidak apa apa-apa di dalamnya.

"Kenapa?" Ustadz Amar yang sedang bersantai di dalam kamar membuka pintu saat mendengar suara dari arah dapur.

Syahla langsung menatap suaminya marah. "Roti bakarnya Om Suami habisin?"

Ustadz Amar menganggukkan kepalanya bingung. "Iya, kan tadi Istri bilang nggak mau,"

"Dasar nggak peka!" ucap Syahla kesal. "Kalau saya bilang nggak mau itu bukan berarti nggak mau beneran!"

"Hah? Gimana?" Ustadz Amar bertanya kebingungan.

"Dah, ah! Males!" Syahla menghentakkan kakinya dan kembali masuk ke dalam kamar, meniggalkan Ustadz Amar yang masih menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sepertinya, Ustadz Amar harus mulai mempelajari kamus bahasa wanita sekarang.

...----------------...

Paginya, Syahla pergi ke kampus dengan tangan penuh. Ia membawa laptop hari ini untuk menyelesaikan tugas presentasi sekaligus membuat artikel hasil wawancara kemarin. Melihat Syahla yang repot dengan buku-bukunya, Ustadz Amar menawarkan diri.

"Sini, biar saya bawakan sampai ke kelas,"

"Jangan," tolak Syahla mentah-mentah. "Nanti teman-teman pada ribut."

"Memang kamu bisa bawa semuanya?"

"Bisa," jawab Syahla yakin. Saat kakinya melangkah keluar dari mobil, salah satu bukunya terjatuh. Syahla berusaha meraih dengan satu tangan, tapi buku yang lain malah ikut terjatuh semua.

"Duh," Syahla berjongkok dan memunguti bukunya satu persatu. Sebuah tangan kemudian terulur membantunya.

"Banyak banget bukunya Dek Lala,"

Syahla melihat ke asal suara dan terlihat Kak Rama sudah berjongkok di depannya sambil tersenyum. "Kenapa sih bawa buku banyak banget?"

"Buat ngerjain tugas Kak," Syahla menjawab sambil menerima uluran buku dari Kak Rama. "Makasih ya Kak."

"Sama-sama. Oh, halo Pak Amar,"

Syahla serta merta menoleh ke belakang dan mendapati suaminya sudah menatap mereka tajam.

"Eh, saya sudah telat nih. Saya pergi dulu ya," Tanpa memperdulikan kedua lelaki itu, Syahla langsung bergegas menuju ke kelas sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ditinggalkan oleh Syahla, dua laki-laki itu saling bertatapan dalam diam.

"Anda itu memang tipe Om yang posesif sama keponakannya ya," ujar Kak Rama memulai peperangan.

Ustadz Amar tersenyum miring. "Saya berbuat seperti itu untuk mencegah dia berhubungan dengan laki-laki tak bertanggungjawab,"

"Maksud Anda, saya tidak bertanggungjawab?"

"Loh, memangnya saya ada bilang kalau laki-laki itu kamu?" Ustadz Amar melangkahkan kakinya mendekati Kak Rama. "Tapi bagus sih kalau kamu sadar,"

Kalah telak. Kak Rama hanya sanggup terdiam sambil memandangi Ustadz Amar yang masuk ke mobil dan meninggalkannya sendirian.

"Sial!" umpatnya dengan tangan terkepal.

...----------------...

Selesai kelas, Syahla segera melangkahkan kaki menuju ruangan Persma. Dia tersenyum senang saat mendapati Kak Anne sedang duduk bersama para anggota perempuan yang lain.

"Halo," sapa Syahla ramah. Tapi rupanya tanggapan orang-orang tidak seperti yang ia harapkan. Mereka hanya melihat sekilas ke arah Syahla lalu kembali melanjutkan obrolan mereka.

Syahla merasa canggung sejenak. Ia maklum karena mereka memang baru kenal beberapa hari. Tanpa pikir panjang, ia langsung menghampiri Kak Anne.

"Kak, kan kata Kak Rama kemarin kita disuruh bikin artikel. Kakak hari ini sibuk nggak?"

Kak Anne tampak memutar bola matanya sebelum beranjak dari kursi. "Sorry, Gue hari ini sibuk."

"Oh, kalau gitu, Kak Anne kapan bisanya?"

"Nggak tahu, ntar kalau udah nggak sibuk."

Syahla merasa perkataan Kak Anne terdengar ketus. Tapi ia segera menghilangkan pikiran jelek itu.

"Yaudah, nanti kalau udah nggak sibuk, Kak Anne chat aku ya."

Kak Anne menganggukkan kepala kemudian segera keluar dari ruangan. Para mahasiswi yang sebelumnya mengelilingi Kak Anne juga ikut keluar. Syahla ditinggalkan sendirian di dalam sana.

Syahla menghela napas perlahan. Mungkin Kak Anne lagi ada masalah, batin Syahla berusaha berpikir positif.

...----------------...

"Dari tadi sibuk terus di depan laptop ngapain sih?" Tegur Anggika saat mereka sedang makan siang di kantin. Syahla memalingkan wajahnya sejenak menatap Anggika dan mengucapkan terimakasih karena sudah diambilkan mi ayam pesanannya.

"Biasa, ngejar deadline.." jawab Syahla masih dengan mata menatap layar laptop.

"Udah, berhenti dulu deh, makan dulu baru diterusin," ucap Anggika saat melihat Syahla yang mencoba memakan mi ayam sambil terus mengetik. Setiap satu kali suapan, Syahla kembali fokus menarikan jari-jemarinya di atas keyboard laptop.

"Nanggung," Jawab Syahla beralasan. Anggika akhirnya hanya menggeleng-gelengkan kepala dan membiarkan temannya itu melakukan apa yang dia suka.

"Makan dulu, baru nanti diteruskan lagi," ucapan yang sama kali ini tidak berasal dari Anggika, karena suara yang terdengar seperti suara laki-laki. Syahla dan Anggika reflek menoleh ke asal suara, dan terkejut melihat kedatangan seorang laki-laki tampan di samping mereka.

"Om Su—eh, Pak Amar?" Syahla tergagap. Ustadz Amar meletakkan mangkok bakso dari tangannya ke atas meja, kemudian duduk di samping Syahla dengan santainya.

"Makan dulu," ulang Ustadz Amar.

"Tapi, tugasnya—"

"Satu.."

Syahla menghela napas pasrah. Hitung-hitungan siaLan itu kembali membuatnya terintimidasi.

"Dua.." Ustadz Amar melanjutkan hitungannya saat melihat Syahla tidak kunjung menutup laptopnya. Syahla yang langsung mengerti tatapan suaminya segera menurut dan mematikan layar laptop.

"Masukin ke tas," perintah Ustadz Amar lagi. Syahla berdecak sebal, tapi segera memasukkan laptopnya ke dalam tas.

"Makan,"

Meski sambil bersungut-sungut, Syahla memakan mi ayamnya dalam diam. Anggika yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam dan ikut memakan mi ayamnya saja. Entah kenapa, aura dosen muda itu benar-benar bisa mengintimidasi siapapun yang berada di dekatnya.

Terpopuler

Comments

Nifatul Masruro Hikari Masaru

Nifatul Masruro Hikari Masaru

hitungan nya sampai 2 doang nih

2025-03-17

0

ati putri

ati putri

🤣🤣🤣semangat hitungan om suami

2025-03-14

0

Rahma Inayah

Rahma Inayah

lanjut thor

2025-03-04

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kena Hukuman
2 2. Partner Of Crime
3 3. Munafik!
4 4. Penyelamat
5 5. Pulang Ke Rumah
6 6. Menikah?
7 7. Ayo Menikah!
8 8. Sah!
9 9. Pindah ke Apartemen
10 10. Om Suami
11 11. Masuk Organisasi
12 12. Alergi
13 13. 'Suami Tidak Pernah Marah Pada Istri'
14 14. Dia Om Saya!
15 15. Kedatangan Keluarga Syahla
16 16. Istri Yang Sempurna
17 17. Naik Kereta Gantung
18 18. Gosip
19 19. Diantar Kak Rama
20 20. Kamus Bahasa Wanita
21 21. Toxic
22 22. Ngelabrak!
23 23. Sakit Tipes
24 24. Saya Kan Pasien!
25 25. Kak Anne Hamil
26 26. Adegan Romantis
27 27. Ready! Action!
28 28. Kalau Saya Suka Kamu, Gimana?
29 29. Malu Banget!
30 30. Bertemu Kak Anne
31 31. Saya Nggak Akan Cemburu
32 32. Om Suami Selingkuh?
33 33. Mama Mertua
34 34. Saya Cemburu!
35 35. Seratus Hari Pernikahan
36 36. Sakit?
37 37. Masakan Syahla
38 38. Saya Suaminya Syahla
39 39. Kak Rama Menyerah
40 40. Pulang Ke Rumah Mertua
41 41. Bulek
42 42. Masa Lalu Bulek
43 43. Pergi Ke Al-Raudhah
44 44. Apa Istimewanya Suamimu?
45 45. Penyelesaian Yang Sederhana
46 46. Rumah Ternyaman
47 47. Kembali ke Jakarta
48 48. Mas Sayang
49 49. Badai (1)
50 50. Badai (2)
51 51. Istri Anda yang Menggoda Saya
52 52. Hari Esok Akan Lebih Baik
53 53. Maafkan Saya
54 54. Tidak Ada Bukti
55 55. Konferensi Pers
56 56. Pengakuan Kak Rama
57 57. Cucu yang Dibanggakan
58 58. Pengakuan Kak Anne
59 59. Diculik?
60 60. Kabur!
61 61. Tertangkap
62 62. Damai
63 63. Bersiap Untuk Berpisah
64 64. Ustadz Amar Pergi
65 65. Harapan
66 66. Selamat Ulang Tahun
67 Pengumuman-Pengumuman
68 67. Orang-orang baru
69 68. Kunci Sebuah Hubungan
70 69. Sayang Jangan Marah-Marah
71 70. Intropeksi
72 71. Aku Sudah Menikah
73 72. Rencana Naik Gunung
74 73. Naik Gunung
75 74. Puncak
76 75. Turun Gunung
77 76. Mas Suami Pulang
78 77. Tamu Tak Diundang
79 78. Aku Bapaknya!
80 79. Semoga Selamat Sampai Tujuan
81 80. Kedatangan Dasha
82 81. Menjemput Suami
83 82. Kita Cerai
84 83. Pulang
85 84. Jaga Jarak
86 85. Hamil?
87 86. Boleh Duduk Di Sini?
88 87. Keputusan Besar
89 88. Anything For You
90 89. Aku Gendut!
91 90. Tanda-tanda Melahirkan
92 91. Lahir!
93 92. Muhammad Khalid Ibnu Ammar
94 93. Keluarga Bahagia
95 94. Happy Ending
96 Novel baru
97 Permaisuri Pengganti
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Kena Hukuman
2
2. Partner Of Crime
3
3. Munafik!
4
4. Penyelamat
5
5. Pulang Ke Rumah
6
6. Menikah?
7
7. Ayo Menikah!
8
8. Sah!
9
9. Pindah ke Apartemen
10
10. Om Suami
11
11. Masuk Organisasi
12
12. Alergi
13
13. 'Suami Tidak Pernah Marah Pada Istri'
14
14. Dia Om Saya!
15
15. Kedatangan Keluarga Syahla
16
16. Istri Yang Sempurna
17
17. Naik Kereta Gantung
18
18. Gosip
19
19. Diantar Kak Rama
20
20. Kamus Bahasa Wanita
21
21. Toxic
22
22. Ngelabrak!
23
23. Sakit Tipes
24
24. Saya Kan Pasien!
25
25. Kak Anne Hamil
26
26. Adegan Romantis
27
27. Ready! Action!
28
28. Kalau Saya Suka Kamu, Gimana?
29
29. Malu Banget!
30
30. Bertemu Kak Anne
31
31. Saya Nggak Akan Cemburu
32
32. Om Suami Selingkuh?
33
33. Mama Mertua
34
34. Saya Cemburu!
35
35. Seratus Hari Pernikahan
36
36. Sakit?
37
37. Masakan Syahla
38
38. Saya Suaminya Syahla
39
39. Kak Rama Menyerah
40
40. Pulang Ke Rumah Mertua
41
41. Bulek
42
42. Masa Lalu Bulek
43
43. Pergi Ke Al-Raudhah
44
44. Apa Istimewanya Suamimu?
45
45. Penyelesaian Yang Sederhana
46
46. Rumah Ternyaman
47
47. Kembali ke Jakarta
48
48. Mas Sayang
49
49. Badai (1)
50
50. Badai (2)
51
51. Istri Anda yang Menggoda Saya
52
52. Hari Esok Akan Lebih Baik
53
53. Maafkan Saya
54
54. Tidak Ada Bukti
55
55. Konferensi Pers
56
56. Pengakuan Kak Rama
57
57. Cucu yang Dibanggakan
58
58. Pengakuan Kak Anne
59
59. Diculik?
60
60. Kabur!
61
61. Tertangkap
62
62. Damai
63
63. Bersiap Untuk Berpisah
64
64. Ustadz Amar Pergi
65
65. Harapan
66
66. Selamat Ulang Tahun
67
Pengumuman-Pengumuman
68
67. Orang-orang baru
69
68. Kunci Sebuah Hubungan
70
69. Sayang Jangan Marah-Marah
71
70. Intropeksi
72
71. Aku Sudah Menikah
73
72. Rencana Naik Gunung
74
73. Naik Gunung
75
74. Puncak
76
75. Turun Gunung
77
76. Mas Suami Pulang
78
77. Tamu Tak Diundang
79
78. Aku Bapaknya!
80
79. Semoga Selamat Sampai Tujuan
81
80. Kedatangan Dasha
82
81. Menjemput Suami
83
82. Kita Cerai
84
83. Pulang
85
84. Jaga Jarak
86
85. Hamil?
87
86. Boleh Duduk Di Sini?
88
87. Keputusan Besar
89
88. Anything For You
90
89. Aku Gendut!
91
90. Tanda-tanda Melahirkan
92
91. Lahir!
93
92. Muhammad Khalid Ibnu Ammar
94
93. Keluarga Bahagia
95
94. Happy Ending
96
Novel baru
97
Permaisuri Pengganti

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!