12. Alergi

Sambil terengah-engah, Syahla menarik paksa Ustadz Amar masuk ke dalam mobil.

"Kenapa sih?" Ustadz Amar merasa heran. "Seperti dikejar-kejar setan saja,"

"Ini jauh lebih mengerikan daripada setan," Syahla tampak menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada yang memperhatikan mereka. Setelah dirasa aman, ia menghembuskan napas lega.

"Om Suami ngapain sih jemput saya di depan Fakultas segala? Kalau kelihatan orang lain bagaimana?"

"Loh? Apa masalahnya kalau dilihat orang lain? Kita kan tinggal bilang kalau kita sudah menikah,"

"Justru itu masalahnya!" tukas Syahla gregetan. "Jangan sampai mereka tahu kalau kita suami istri,"

Ustadz Amar menggelengkan kepala tidak mengerti. "Kenapa begitu?"

Syahla menarik napas dalam-dalam. "Om Suami, denger ya. Kita kan sekarang sedang kerja dan belajar di satu universitas yang sama. Otomatis hubungan kita di kampus itu adalah dosen dan mahasiswi. Nggak etis dong, kalau ada seorang dosen yang menikah sama mahasiswinya sendiri?"

Ustadz Amar menganggukkan kepalanya. "Oke, saya paham. Mungkin orang-orang bisa berpikir demikian kalau saya dan kamu bertemu dalam jurusan yang sama, atau paling tidak, saya mengajar di kelas kamu dan itu berpengaruh dengan nilai-nilai kamu. Masalahnya, saya kan ada di Fakultas MIPA, dan kamu di Sastra. Jadi, seharusnya tidak masalah."

"Tapi, memangnya Om Suami nggak risih jadi bahan gosip setiap hari? Nanti setiap saya atau sampeyan lewat, mereka pasti berbisik-bisik di belakang kita."

"Kenapa kamu khawatir sekali dengan pendapat orang lain?" Ustadz Amar menoleh ke arah istri kecilnya yang bersungut-sungut.

Syahla ganti menatap tajam suaminya. "Memang sampeyan tidak?"

"Tidak kok," Ustadz Amar menghidupkan mesin mobilnya. "Saya tidak masalah dengan itu. Saya dari dulu sudah terbiasa dibicarakan dari belakang, terutama dari para santri yang sering kena hukuman."

Pandangan Ustadz Amar tampak menyindir Syahla, yang membuat gadis itu mendengus dongkol.

"Kita mau kemana sih, ini? Saya masih mau ngerjain tugas di perpus," ujar Syahla mulai bete.

"Makan. Tadi pagi belum sempat sarapan kan?"

"Nggak lapar," Syahla merasa gengsi, padahal perutnya sudah keroncongan dari tadi. Masuk kelas pagi yang diajar oleh seorang guru killer tentu menguras otak dan membuat perut lapar.

Ustadz Amar hanya tersenyum. Ia kemudian melajukan mobilnya menuju sebuah restoran seafood.

...----------------...

"Mau udang asam manis, udang goreng, sama udang bakar madunya satu." Syahla menunjukkan buku menu pada pelayan yang mencatat pesannya. Dia sama sekali lupa kalau tadi sudah mengaku 'nggak lapar' pada suaminya.

Ustadz Amar hanya bisa menahan tawanya. Perkataan Gus Sahil benar. Kalau Syahla marah, cara membujuknya cuma satu. Bawa saja ke restoran seafood dan berikan udang yang banyak. Ustadz Amar menerapkan cara itu dan ternyata efeknya benar-benar jitu.

"Baik, ada lagi?" Mbak pelayan ganti mengalihkan pandangan pada Ustadz Amar.

"Oh, saya pilih gurame bakar saja," jawab Ustadz Amar. "Untuk minumannya es jeruk ya."

"Baik. Silahkan ditunggu," Pelayan itu kemudian berlalu pergi untuk menyiapkan pesanan.

Mata Syahla terlihat berbinar-binar. Tidak sabar menunggu pesanannya datang.

Lima belas menit kemudian, makanan mereka sudah tersaji di atas meja. Syahla langsung melahap satu persatu makanannya, kemudian menghela napas senang karena rasa udang yang menyapa lidahnya.

"Om Suami nggak mau coba udang goreng? Ini enak loh. Apalagi udang asam manisnya, beuhh! Cobain deh! Rugi tahu nggak makan udang seenak ini!"

"Tidak usah Syahla, terimakasih. Sebenarnya saya nggak bisa makan udang karena—heup!" Tanpa menunggu Ustadz Amar menyelesaikan perkataannya, Syahla langsung menyuapkan satu udang goreng ke mulut suaminya.

"Enak kan?" Tanya Syahla dengan raut tidak berdosa.

Terpaksa, Ustadz Amar menelan suapan Syahla. Beberapa saat kemudian, rasa gatal mulai menguasai tubuhnya.

"Loh, Om Suami, kenapa matanya bengkak begitu?" Syahla mulai menyadari perubahan pada wajah Ustadz Amar. Kelopak mata, hidung dan bibir Ustadz Amar terlihat membengkak seperti disengat tawon.

"Saya alergi udang, Syahla." Ustadz Amar menjawab sembari kedua tangannya sibuk menggaruk-garuk bagian tubuhnya yang gatal.

"Yaampun! Kenapa nggak bilang dari tadi, sih?"

"Saya sudah mau bilang, tapi kamu malah menyuapi saya!"

"Aduh, aduh, gimana dong?" Syahla panik, buru-buru menghampiri Ustadz Amar. "Ayo cepetan ke rumah sakit!"

"Memangnya kamu bisa menyetir mobil saya?"

Syahla menggaruk-garuk tengkuknya bingung. "Nggak bisa."

Ustadz Amar menghela napas berat. "Yasudah, biar saya yang nyetir."

"Eh, memangnya nggak papa? Om Suami masih kuat?"

Tentu saja tidak. Karena ketika beranjak dari duduknya, kepala Ustadz Amar mulai pusing dan napasnya sesak.

"Saya panggil ojol saja deh!" ucap Syahla kemudian. Ia segera membuka handphonenya dan memesan dari aplikasi ojek online.

Beberapa menit kemudian, sebuah mobil datang. Dengan dibantu beberapa pelayan restoran, Syahla memasukkan Ustadz Amar ke dalam mobil dan melaju cepat ke rumah sakit.

Untunglah, dokter bertindak cepat. Ustadz Amar hanya disuruh istirahat sebentar sampai alerginya membaik.

"Lain kali, jangan pernah makan udang lagi. Mungkin sekarang hanya gatal-gatal dan bengkak saja. Tapi, untuk kasus yang lebih parah, bisa terjadi pembengkakan jantung dan saluran pernapasan. Sebisa mungkin, pihak keluarga menjaga juga pola makan pasien. Oh ya, adek ini siapanya pasien ya?"

Syahla gelagapan mendengar pertanyaan dari dokter. "Ee.. saya.."

"Adik saya dok," Ustadz Amar yang menjawab. "Saya sudah boleh pulang kan? Saya masih ada kelas setelah ini,"

Syahla benar-benar terkejut dengan jawaban Ustadz Amar. Tidak menyangka lelaki itu akan memperkenalkannya sebagai adik, bukan sebagai istri.

Sembari mengikuti Ustadz Amar di belakang, Syahla menggigit bibirnya ragu-ragu. Ada rasa bersalah dan tidak enak hati karena sudah membohongi dokter itu, meskipun sebenarnya Ustadz Amar lah yang berbohong.

"Kok, Om Suami bohong sih sama dokter tadi?" tanya Syahla saat mereka menunggu ojol di depan rumah sakit.

Ustadz Amar melihat Syahla dengan tatapan heran. "Bukannya kamu sendiri yang mau menutupi hubungan kita?"

"Iya sih.." Syahla memainkan jari jemarinya. "Tapi saya nggak nyangka saja kalau seorang Ustadz Amar bisa berbohong,"

"Saya melakukan ini karena sepertinya kamu belum mau mengakui saya sebagai suami," Ustadz Amar memandang ke jalan raya saat berbicara. "Mungkin saya masih punya banyak kekurangan yang membuat kamu enggan mengakui saya. Tapi, saya akan berusaha yang terbaik untuk menjadi seorang suami yang akan kamu banggakan ke semua orang."

Ustadz Amar menatap Syahla dalam-dalam. "Selama itu, tolong jangan tinggalkan saya, dan tetap berada di sisi saya sampai kapanpun."

Syahla termenung. Selama menjadi istri Ustadz Amar, ia belum pernah mendengar perkataan seserius ini dari suaminya.

"Ustadz, saya—"

"Mobilnya sudah datang, ayo masuk. Katanya kamu masih mau ngerjain tugas," Ustadz Amar seperti sengaja mengalihkan pembicaraan, segera masuk ke dalam mobil yang dipesan Syahla. Syahla juga tidak berkata apa-apa lagi, ia mengikuti suaminya masuk ke dalam mobil.

Di sepanjang perjalanan pun, Ustadz Amar tidak banyak berbicara. Dan entah kenapa, sebuah perasaan aneh menyergap Syahla, membuatnya merasa bersalah.

Terpopuler

Comments

bhunshin

bhunshin

suami aku alergi kepiting dia bisa matanya membengkak 🤣🤣🤣 klo aku alergi kerang hijau bisa bikin sesak nafas😂

2025-03-01

0

Rahma Inayah

Rahma Inayah

nah sekrng om suami sdh tau klu alergi udang JD utk kedpnmya hrs inget jgn di kasih udang lgi

2025-03-03

0

nobita

nobita

begitu pengertian nya Amar pada istri kecilnya

2025-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kena Hukuman
2 2. Partner Of Crime
3 3. Munafik!
4 4. Penyelamat
5 5. Pulang Ke Rumah
6 6. Menikah?
7 7. Ayo Menikah!
8 8. Sah!
9 9. Pindah ke Apartemen
10 10. Om Suami
11 11. Masuk Organisasi
12 12. Alergi
13 13. 'Suami Tidak Pernah Marah Pada Istri'
14 14. Dia Om Saya!
15 15. Kedatangan Keluarga Syahla
16 16. Istri Yang Sempurna
17 17. Naik Kereta Gantung
18 18. Gosip
19 19. Diantar Kak Rama
20 20. Kamus Bahasa Wanita
21 21. Toxic
22 22. Ngelabrak!
23 23. Sakit Tipes
24 24. Saya Kan Pasien!
25 25. Kak Anne Hamil
26 26. Adegan Romantis
27 27. Ready! Action!
28 28. Kalau Saya Suka Kamu, Gimana?
29 29. Malu Banget!
30 30. Bertemu Kak Anne
31 31. Saya Nggak Akan Cemburu
32 32. Om Suami Selingkuh?
33 33. Mama Mertua
34 34. Saya Cemburu!
35 35. Seratus Hari Pernikahan
36 36. Sakit?
37 37. Masakan Syahla
38 38. Saya Suaminya Syahla
39 39. Kak Rama Menyerah
40 40. Pulang Ke Rumah Mertua
41 41. Bulek
42 42. Masa Lalu Bulek
43 43. Pergi Ke Al-Raudhah
44 44. Apa Istimewanya Suamimu?
45 45. Penyelesaian Yang Sederhana
46 46. Rumah Ternyaman
47 47. Kembali ke Jakarta
48 48. Mas Sayang
49 49. Badai (1)
50 50. Badai (2)
51 51. Istri Anda yang Menggoda Saya
52 52. Hari Esok Akan Lebih Baik
53 53. Maafkan Saya
54 54. Tidak Ada Bukti
55 55. Konferensi Pers
56 56. Pengakuan Kak Rama
57 57. Cucu yang Dibanggakan
58 58. Pengakuan Kak Anne
59 59. Diculik?
60 60. Kabur!
61 61. Tertangkap
62 62. Damai
63 63. Bersiap Untuk Berpisah
64 64. Ustadz Amar Pergi
65 65. Harapan
66 66. Selamat Ulang Tahun
67 Pengumuman-Pengumuman
68 67. Orang-orang baru
69 68. Kunci Sebuah Hubungan
70 69. Sayang Jangan Marah-Marah
71 70. Intropeksi
72 71. Aku Sudah Menikah
73 72. Rencana Naik Gunung
74 73. Naik Gunung
75 74. Puncak
76 75. Turun Gunung
77 76. Mas Suami Pulang
78 77. Tamu Tak Diundang
79 78. Aku Bapaknya!
80 79. Semoga Selamat Sampai Tujuan
81 80. Kedatangan Dasha
82 81. Menjemput Suami
83 82. Kita Cerai
84 83. Pulang
85 84. Jaga Jarak
86 85. Hamil?
87 86. Boleh Duduk Di Sini?
88 87. Keputusan Besar
89 88. Anything For You
90 89. Aku Gendut!
91 90. Tanda-tanda Melahirkan
92 91. Lahir!
93 92. Muhammad Khalid Ibnu Ammar
94 93. Keluarga Bahagia
95 94. Happy Ending
96 Novel baru
97 Permaisuri Pengganti
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Kena Hukuman
2
2. Partner Of Crime
3
3. Munafik!
4
4. Penyelamat
5
5. Pulang Ke Rumah
6
6. Menikah?
7
7. Ayo Menikah!
8
8. Sah!
9
9. Pindah ke Apartemen
10
10. Om Suami
11
11. Masuk Organisasi
12
12. Alergi
13
13. 'Suami Tidak Pernah Marah Pada Istri'
14
14. Dia Om Saya!
15
15. Kedatangan Keluarga Syahla
16
16. Istri Yang Sempurna
17
17. Naik Kereta Gantung
18
18. Gosip
19
19. Diantar Kak Rama
20
20. Kamus Bahasa Wanita
21
21. Toxic
22
22. Ngelabrak!
23
23. Sakit Tipes
24
24. Saya Kan Pasien!
25
25. Kak Anne Hamil
26
26. Adegan Romantis
27
27. Ready! Action!
28
28. Kalau Saya Suka Kamu, Gimana?
29
29. Malu Banget!
30
30. Bertemu Kak Anne
31
31. Saya Nggak Akan Cemburu
32
32. Om Suami Selingkuh?
33
33. Mama Mertua
34
34. Saya Cemburu!
35
35. Seratus Hari Pernikahan
36
36. Sakit?
37
37. Masakan Syahla
38
38. Saya Suaminya Syahla
39
39. Kak Rama Menyerah
40
40. Pulang Ke Rumah Mertua
41
41. Bulek
42
42. Masa Lalu Bulek
43
43. Pergi Ke Al-Raudhah
44
44. Apa Istimewanya Suamimu?
45
45. Penyelesaian Yang Sederhana
46
46. Rumah Ternyaman
47
47. Kembali ke Jakarta
48
48. Mas Sayang
49
49. Badai (1)
50
50. Badai (2)
51
51. Istri Anda yang Menggoda Saya
52
52. Hari Esok Akan Lebih Baik
53
53. Maafkan Saya
54
54. Tidak Ada Bukti
55
55. Konferensi Pers
56
56. Pengakuan Kak Rama
57
57. Cucu yang Dibanggakan
58
58. Pengakuan Kak Anne
59
59. Diculik?
60
60. Kabur!
61
61. Tertangkap
62
62. Damai
63
63. Bersiap Untuk Berpisah
64
64. Ustadz Amar Pergi
65
65. Harapan
66
66. Selamat Ulang Tahun
67
Pengumuman-Pengumuman
68
67. Orang-orang baru
69
68. Kunci Sebuah Hubungan
70
69. Sayang Jangan Marah-Marah
71
70. Intropeksi
72
71. Aku Sudah Menikah
73
72. Rencana Naik Gunung
74
73. Naik Gunung
75
74. Puncak
76
75. Turun Gunung
77
76. Mas Suami Pulang
78
77. Tamu Tak Diundang
79
78. Aku Bapaknya!
80
79. Semoga Selamat Sampai Tujuan
81
80. Kedatangan Dasha
82
81. Menjemput Suami
83
82. Kita Cerai
84
83. Pulang
85
84. Jaga Jarak
86
85. Hamil?
87
86. Boleh Duduk Di Sini?
88
87. Keputusan Besar
89
88. Anything For You
90
89. Aku Gendut!
91
90. Tanda-tanda Melahirkan
92
91. Lahir!
93
92. Muhammad Khalid Ibnu Ammar
94
93. Keluarga Bahagia
95
94. Happy Ending
96
Novel baru
97
Permaisuri Pengganti

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!