18. Gosip

"Harus banget ya, pulangnya malam-malam begini?" Syahla mengantarkan keluarganya sampai di depan pintu rumah. "Nggak bisa besok saja?"

"Jadwal penerbangan kami malam ini La," Gus Sahil yang menjawab. "Lagian besok Mas sudah sibuk."

"Dih, sok sibuk banget." Syahla mencibir. "Nggak kasian apa Aisha lagi enak-enak tidur diajak pergi?"

"Nggak papa dek. Aisha sudah biasa kok. Lagipula biasanya kalau ada acara di luar kota kita perginya juga malam-malam," kali ini Hafsa angkat bicara.

"Tapi kan aku masih kangen sama kalian," Syahla memeluk uminya dengan tidak rela. "Nanti Umi bakalan kesini lagi kan?"

"Pasti dong," Umi Zahra mencium pipi kanan dan kiri putrinya. "Belajar yang bener. Biar cepat lulus!"

"Doakan ya Umi.." Syahla ganti mencium pipi ibundanya.

Beberapa saat kemudian, taksi online pesanan mereka datang. Syahla melambaikan tangannya dengan air mata mengalir membasahi pipi.

"Sudah yuk, masuk," ajak Ustadz Amar setelah mobil taksi itu menghilang dari pandangan.

Sambil sesenggukan, Syahla mengikuti suaminya masuk ke dalam rumah. Ia kemudian mengernyitkan dahi ketika Ustadz Amar masuk ke dalam kamarnya.

"Eh, eh, ngapain masuk ke kamar saya?"

"Mau mandi," jawab Ustadz Amar santai.

"Kan mandinya bisa di kamar Om Suami sendiri?"

"Baju saya kan di lemari kamu semua Syahla," Ustadz Amar menoleh sebentar sebelum masuk ke kamar mandi. "Sudah keburu gerah."

Syahla hanya bisa menghela napas. "Nanti bajunya langsung dipindahin semua ya, saya mau ngerjain tugas!"

"Oke!" jawab Ustadz Amar setengah berteriak, sudah masuk ke kamar mandi.

Selama beberapa menit, Syahla tampak fokus mengerjakan tugasnya di atas ranjang. Ia mengetik dengan penuh semangat. Sesekali membaca buku referensi yang sudah ia pinjam di perpustakaan.

Pintu kamar mandi terbuka. Mau tidak mau, tatapan Syahla langsung menuju ke arah kamar mandi. Alangkah terkejutnya ia melihat suaminya keluar hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.

"Om Suami!" teriak Syahla sambil menutup matanya dengan kedua tangan. "Apa-apaan sih? Kenapa nggak pakai baju?"

"Kan bajunya ada di lemari," Ustadz Amar tampak selow saja menjawab. Tanpa memperdulikan Syahla, Ustadz Amar mulai membuka handuknya.

"Akhhhh!" Syahla sebenarnya tidak melihat apa-apa, tapi teriakannya sudah sangat heboh. Masih dengan tangan menutup kedua matanya, ia berlari keluar kamar dengan terburu-buru.

"Hati-hati! Nanti jatuh!" teriak Ustadz Amar dari dalam kamar.

...----------------...

Esoknya, mereka sudah kembali disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Sebelum masuk kelas, Syahla terlebih dulu menuju gedung UKM sambil menenteng tas laptop milik Kak Rama. Seperti janjinya pada Ustadz Amar, dia akan segera mengembalikan benda itu ke pemiliknya.

Sampai di depan ruangan Persma, tampak Kak Rama, Kak Anne, dan dua anggota yang lain sedang mengobrol di sana. Syahla menghampiri mereka sambil tersenyum ramah.

"Pagi Kak Anne, Kak Rama, Kak Hasan, Widya.." Syahla menyapa satu persatu orang di sana.

"Hai," Kak Rama menjawab sapaannya dengan senyum lebar. "Apa kabar Dek Lala?"

"Alhamdulillah baik Kak. Oh iya, ini, saya mau kembalikan laptop kakak, sekalian mau mengucapkan terimakasih." Syahla menyerahkan laptop itu kepada Kak Rama.

"Loh, memangnya tugas Dek Lala udah selesai? Kayanya baru pinjam dua hari yang lalu deh,"

"Sudah Kak. Saya sudah ada laptop lain,"

"Yah, traktirannya sudah nggak berlaku lagi dong," canda Kak Rama.

"Eh, kalau itu masih Kak. Nanti kapan-kapan saya traktir, sama yang lain juga."

"Beneran?" Kak Anne berbinar-binar. "Gue tunggu loh, ya!"

"Siap Kak!" Syahla menganggukkan kepalanya.

"Oh iya," Kak Rama tampak teringat sesuatu. "Soal wawancara sama Pak Amar.."

Syahla menahan napasnya saat nama itu disebut. Waduh, apalagi nih?

"..kayanya kita nggak bisa lanjutin deh,"

Syahla menghela napas lega. Berbeda halnya dengan anggota lain yang tampak heran.

"Loh, kenapa Ram? Kan Gue udah bikin daftar pertanyaannya," protes Kak Anne.

"Soalnya.." Kak Rama tampak melirik Syahla. "Pak Amar itu kan oomnya Lala,"

"Hah? Yang bener?" ketiga orang itu tampak terkejut. "Serius La? Kok Lo nggak ngomong sama kita?"

"Ee.." Syahla mencoba merangkai kata-kata yang tepat.

"Ya Lala pasti malu lah kalau ngomong langsung," sahut Kak Rama. "Makanya Gua udah bikin rencana baru. Ada mahasiswa yang kemarin baru dapet juara satu lomba debat nasional. Gue udah hubungi dia dan dia mau diwawancara. Jadi ntar sore kita bisa langsung eksekusi ke rumahnya,"

Syahla dan yang lain menganggukkan kepalanya. Sebagai ketua organisasi, Kak Rama memang sangat cekatan dalam bekerja.

"Oh ya, ntar sore Lu free nggak, Dek Lala?" Kak Rama beralih menatap Syahla.

"Saya?" Syahla tampak berpikir sejenak. "Kalau sore sih, free Kak. Tapi kalau sampai malem, saya harus ngerjain tugas."

"Nggak bakal sampai malem kok. Jadi ntar Dek Lala ikut ya,"

"Hah?" tidak hanya Syahla, Kak Anne yang mendengar ucapan Kak Rama juga merasa heran.

"Ee.. Saya kan masih baru Kak. Apa nggak malah ngerepotin?"

"Nggak kok," geleng Kak Rama. "Justru karena anak baru makanya harus sering-sering ikut kegiatan. Biar bisa,"

"Oh.." Syahla menganggukkan kepalanya. "Terus, nanti yang berangkat siapa aja?"

"Biasanya berdua cukup sih. Cuma, karena Dek Lala masih baru, jadi Anne juga ikut."

Kak Anne tampak menunjukkan raut tidak senang, tapi hanya sementara karena setelah itu dia tersenyum lagi. "Nanti sore kita tunggu di sini ya La,"

"Oke Kak," Syahla menganggukkan kepalanya menurut.

...----------------...

Kuliah pertama Syahla hari ini dimulai pukul 10:30, maka ia pergi dulu ke perpustakaan sambil menunggu waktu yang telah ditentukan. Sepuluh menit sebelum kelas dimulai, Syahla keluar dari perpustakaan dan berjalan menuju ke kelas.

Sesampainya di kelas, dia menyadari tatapan orang-orang tertuju padanya. Ada gosip apa lagi, nih? Kak Rama lagi? Ia membatin.

"Sini," Anggika melambaikan tangan dan menunjuk kursi kosong di sampingnya. Syahla segera mendudukkan pantatnya di sana.

"Ada apa sih?" Syahla mulai risih karena tatapan orang-orang semakin lekat padanya.

"Oh, Gue tadi denger gosip kalau Lo itu keponakannya dosen ganteng di Fakultas sebelah," Anggika menjawab sambil mengeluarkan buku-bukunya.

"Hah? Gosipnya udah sampai sini?" Syahla terkaget-kaget. Bukannya mereka baru membicarakan hal itu tadi pagi di depan para anggota Persma saja? Kenapa kabarnya menyebar begitu cepat?

"Emangnya itu bener?" Anggika merasa penasaran setelah mendengar respon Syahla.

Dengan ragu-ragu, Syahla menganggukkan kepalanya.

"Serius?!" Bukan Anggika, yang menyahut malah gadis di belakangnya. "Kamu beneran keponakannya Pak Amar?"

Suara gadis itu terlalu keras sampai-sampai seluruh isi kelas mendengar. Seperti yang ditakutkan Syahla, para gadis langsung mendekatinya dengan agresif.

"Eh, eh, Gue titip salam dong!"

"Om Lo udah punya istri belum? Kenalin ke Gue dong!"

"Boleh minta nomornya nggak?"

Wajah Anggika sudah merah padam menahan marah. "Berisik kalian semua! Bubar sana!"

Para gadis tampak mundur perlahan. Lagi-lagi menampakkan wajah tidak suka pada Anggika. Padahal Anggika sudah pernah memarahi mereka karena hal serupa, tapi tetap saja gadis-gadis itu tidak ada kapoknya. Syahla sendiri sudah menutup wajahnya frustasi. Kacau sudah! Kali ini kebohongannya sudah menyebar ke seluruh kampus!

Terpopuler

Comments

Rahma Inayah

Rahma Inayah

klu mau tau om suami sdh PNY istri ..

2025-03-04

0

◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾

◡̈⃝︎➤N୧⃝🆖LU⃝SI✰◡̈⃝︎👾

ya om kesayangannya dek Lala

2023-09-06

3

lihat semua
Episodes
1 1. Kena Hukuman
2 2. Partner Of Crime
3 3. Munafik!
4 4. Penyelamat
5 5. Pulang Ke Rumah
6 6. Menikah?
7 7. Ayo Menikah!
8 8. Sah!
9 9. Pindah ke Apartemen
10 10. Om Suami
11 11. Masuk Organisasi
12 12. Alergi
13 13. 'Suami Tidak Pernah Marah Pada Istri'
14 14. Dia Om Saya!
15 15. Kedatangan Keluarga Syahla
16 16. Istri Yang Sempurna
17 17. Naik Kereta Gantung
18 18. Gosip
19 19. Diantar Kak Rama
20 20. Kamus Bahasa Wanita
21 21. Toxic
22 22. Ngelabrak!
23 23. Sakit Tipes
24 24. Saya Kan Pasien!
25 25. Kak Anne Hamil
26 26. Adegan Romantis
27 27. Ready! Action!
28 28. Kalau Saya Suka Kamu, Gimana?
29 29. Malu Banget!
30 30. Bertemu Kak Anne
31 31. Saya Nggak Akan Cemburu
32 32. Om Suami Selingkuh?
33 33. Mama Mertua
34 34. Saya Cemburu!
35 35. Seratus Hari Pernikahan
36 36. Sakit?
37 37. Masakan Syahla
38 38. Saya Suaminya Syahla
39 39. Kak Rama Menyerah
40 40. Pulang Ke Rumah Mertua
41 41. Bulek
42 42. Masa Lalu Bulek
43 43. Pergi Ke Al-Raudhah
44 44. Apa Istimewanya Suamimu?
45 45. Penyelesaian Yang Sederhana
46 46. Rumah Ternyaman
47 47. Kembali ke Jakarta
48 48. Mas Sayang
49 49. Badai (1)
50 50. Badai (2)
51 51. Istri Anda yang Menggoda Saya
52 52. Hari Esok Akan Lebih Baik
53 53. Maafkan Saya
54 54. Tidak Ada Bukti
55 55. Konferensi Pers
56 56. Pengakuan Kak Rama
57 57. Cucu yang Dibanggakan
58 58. Pengakuan Kak Anne
59 59. Diculik?
60 60. Kabur!
61 61. Tertangkap
62 62. Damai
63 63. Bersiap Untuk Berpisah
64 64. Ustadz Amar Pergi
65 65. Harapan
66 66. Selamat Ulang Tahun
67 Pengumuman-Pengumuman
68 67. Orang-orang baru
69 68. Kunci Sebuah Hubungan
70 69. Sayang Jangan Marah-Marah
71 70. Intropeksi
72 71. Aku Sudah Menikah
73 72. Rencana Naik Gunung
74 73. Naik Gunung
75 74. Puncak
76 75. Turun Gunung
77 76. Mas Suami Pulang
78 77. Tamu Tak Diundang
79 78. Aku Bapaknya!
80 79. Semoga Selamat Sampai Tujuan
81 80. Kedatangan Dasha
82 81. Menjemput Suami
83 82. Kita Cerai
84 83. Pulang
85 84. Jaga Jarak
86 85. Hamil?
87 86. Boleh Duduk Di Sini?
88 87. Keputusan Besar
89 88. Anything For You
90 89. Aku Gendut!
91 90. Tanda-tanda Melahirkan
92 91. Lahir!
93 92. Muhammad Khalid Ibnu Ammar
94 93. Keluarga Bahagia
95 94. Happy Ending
96 Novel baru
97 Permaisuri Pengganti
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Kena Hukuman
2
2. Partner Of Crime
3
3. Munafik!
4
4. Penyelamat
5
5. Pulang Ke Rumah
6
6. Menikah?
7
7. Ayo Menikah!
8
8. Sah!
9
9. Pindah ke Apartemen
10
10. Om Suami
11
11. Masuk Organisasi
12
12. Alergi
13
13. 'Suami Tidak Pernah Marah Pada Istri'
14
14. Dia Om Saya!
15
15. Kedatangan Keluarga Syahla
16
16. Istri Yang Sempurna
17
17. Naik Kereta Gantung
18
18. Gosip
19
19. Diantar Kak Rama
20
20. Kamus Bahasa Wanita
21
21. Toxic
22
22. Ngelabrak!
23
23. Sakit Tipes
24
24. Saya Kan Pasien!
25
25. Kak Anne Hamil
26
26. Adegan Romantis
27
27. Ready! Action!
28
28. Kalau Saya Suka Kamu, Gimana?
29
29. Malu Banget!
30
30. Bertemu Kak Anne
31
31. Saya Nggak Akan Cemburu
32
32. Om Suami Selingkuh?
33
33. Mama Mertua
34
34. Saya Cemburu!
35
35. Seratus Hari Pernikahan
36
36. Sakit?
37
37. Masakan Syahla
38
38. Saya Suaminya Syahla
39
39. Kak Rama Menyerah
40
40. Pulang Ke Rumah Mertua
41
41. Bulek
42
42. Masa Lalu Bulek
43
43. Pergi Ke Al-Raudhah
44
44. Apa Istimewanya Suamimu?
45
45. Penyelesaian Yang Sederhana
46
46. Rumah Ternyaman
47
47. Kembali ke Jakarta
48
48. Mas Sayang
49
49. Badai (1)
50
50. Badai (2)
51
51. Istri Anda yang Menggoda Saya
52
52. Hari Esok Akan Lebih Baik
53
53. Maafkan Saya
54
54. Tidak Ada Bukti
55
55. Konferensi Pers
56
56. Pengakuan Kak Rama
57
57. Cucu yang Dibanggakan
58
58. Pengakuan Kak Anne
59
59. Diculik?
60
60. Kabur!
61
61. Tertangkap
62
62. Damai
63
63. Bersiap Untuk Berpisah
64
64. Ustadz Amar Pergi
65
65. Harapan
66
66. Selamat Ulang Tahun
67
Pengumuman-Pengumuman
68
67. Orang-orang baru
69
68. Kunci Sebuah Hubungan
70
69. Sayang Jangan Marah-Marah
71
70. Intropeksi
72
71. Aku Sudah Menikah
73
72. Rencana Naik Gunung
74
73. Naik Gunung
75
74. Puncak
76
75. Turun Gunung
77
76. Mas Suami Pulang
78
77. Tamu Tak Diundang
79
78. Aku Bapaknya!
80
79. Semoga Selamat Sampai Tujuan
81
80. Kedatangan Dasha
82
81. Menjemput Suami
83
82. Kita Cerai
84
83. Pulang
85
84. Jaga Jarak
86
85. Hamil?
87
86. Boleh Duduk Di Sini?
88
87. Keputusan Besar
89
88. Anything For You
90
89. Aku Gendut!
91
90. Tanda-tanda Melahirkan
92
91. Lahir!
93
92. Muhammad Khalid Ibnu Ammar
94
93. Keluarga Bahagia
95
94. Happy Ending
96
Novel baru
97
Permaisuri Pengganti

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!