Pingsan selama 2 hari, Raziel pun terbangun. Tatapan nya masih sama seperti sebelumnya. menatap kosong namun tajam. Ketika dia hendak turun dari tempat tidur kayu usang tersebut, si Kakek tua datang dengan membawa cangkir kayu berisikan ramuan. "Ini ramuan untuk menenangkan mu. Amarah tidak akan menyelesaikan persoalan" Ujar kakek itu. Raziel tetap diam tanpa ekspresi. Sekilas, si kakek melihat pola huruf "X" di tangan kiri Raziel. Pola itu terlihat sangat pekat, memanjang dari bahu hingga ujung jarinya. Si Kakek hanya tersenyum kecil. "Ya sudah ini aku tinggalkan disini. Kalau kau lapar, dibelakang sudah aku siapkan ubi rebus" ujar kakek tersebut sembari pergi keluar rumah. Raziel tetap diam tanpa menunjukkan ekspresi apapun.
Dia menatap cangkir kayu itu, lalu meminum ramuan di dalam cangkir kayu itu.....
"Dug...dug..!!! Dug... dug.!!!" Jantung nya terasa berdebar debar. Sebuah perasaan seperti ada yang mau keluar dari dalam dirinya. Mencoba menahannya sekuat tenaga, Raziel pun berteriak "Aarrrggghhhhhhh.....!!!" Raungan nya terdengar keluar rumah. Si kakek dengan cemas berlari masuk kedalam rumah. Dia melihat pola "X" ditangan kiri Raziel mengeluarkan sinar tipis berwarna emas....
Lalu dia melihat cangkir kayu nya sudah kosong. "Oh.... kamu sudah minum ramuannya" ujar si kakek santai. "Tidak apa-apa. Itu efek samping nya. Ramuan itu menekan seluruh bentuk energi negatif dalam tubuh" Ujarnya lagi. Secara tiba-tiba, tangan kiri Raziel meraih leher kakek itu dan mencengkeram nya. "Siapa kau" ujar Raziel. Matanya berubah membentuk pola api. "Ra... tidak kusangka bisa melihat Ra dalam wujud manusia" ujar kakek tersebut. Ya, Raziel kini dalam pengaruh Ra. Ra mengambil alih tubuh manusia Raziel. Menguatkan cengkeraman nya di leher kakek tersebut, Ra menggeram "Siapa kau"
Secara mengejutkan, si kakek tangan kiri Ra yang sedang mencengkeram leher kakek itu tiba-tiba menggenggam kosong tangan nya sendiri. Si kakek muncul memasuki rumah....
Ra semakin menunjukkan amarah nya. Mengangkat tangan kanannya, Rebellion Paradox sudah berada ditangan kanannya. Sesaat ketika dia hendak mengayunkan pedangnya, seluruh ruangan tiba tiba berhenti bergerak. Si kakek berjalan pelan mendekat ke arah Ra yang merasuki Raziel, mengambil pedang nya lalu mundur beberapa langkah. Setelah itu, ruangan tiba-tiba bergerak kembali ke keadaan normal. "Pedang yang sangat berbahaya" Ujar kakek tersebut. Ra semakin tersulut amarah nya. Mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah si kakek, Ra seakan akan mau menembakkan gelombang kejut dari telapak tangannya. Si kakek yang menyadari hal ini kemudian menunjukkan sebuah tato di punggung nya. Aksi si kakek menghentikan Ra. Ra menatap tato si kakek dan diam tanpa ekspresi. "Benar Ra. Aku adalah tabib terakhir dari suku Dinar. Kami suku Dinar sudah bersumpah untuk melayani Ra, beserta seluruh keturunannya" Ujar si kakek. Perlahan-lahan, Ra kembali tertidur di tubuh Raziel yang mengembalikan Raziel ke tubuh nya. "Huh... nyaris saja. Kalau tadi jadi, mau tinggal dimana aku" ujar si kakek. Raziel yang baru tersadar setelah Ra mengambil alih pikiran nya hanya diam tanpa ekspresi.
"Anak muda, aku tau siapa kau. The Last Descendant" ujar kakek itu. "Ayo ikut aku" ujar kakek tersebut. Dengan ragu, Raziel mengikuti kakek tersebut keluar rumah. Begitu keluar rumah, Raziel mengamati sekeliling nya. Hanya hutan yang dipenuhi oleh pohon pohon besar. Raziel hanya diam. "Ayo kearah sini" ujar kakek itu. Raziel mengikuti si kakek dari belakang. Beberapa saat kemudian, mereka tiba di sebuah tempat mirip seperti tempat pemujaan. "Sekarang kau berdiri ditengah" ujar kakek tersebut menunjuk ke arah tempat pemujaan. Raziel mengikuti arahan si kakek dan berdiri ditengah tengah tempat pemujaan tersebut. "Baiklah, ayo kita mulai" ujar kakek tersebut. Raziel bingung apa maksudnya dengan "mulai" tersebut. Si kakek duduk bersila kira kira berjarak 3 meter dari tempat Raziel berdiri. Mengarahkan tangan kanannya kedepan si kakek berteriak "Kai....." sebuah sinar merah keluar dari telapak tangan kakek tersebut mengarah tepat ke jantung Raziel. Sesaat setelah sinar merah itu masuk ke tubuh Raziel, Raziel berteriak dengan sangat keras "Arggggghhhhh.......!!!" Perlahan-lahan sinar merah itu mulai menyelimuti tubuh Raziel hingga akhirnya seluruh tubuh Raziel diselimuti oleh sinar merah telapak tangan si kakek. Kemudian, pola huruf "X" di tangan kiri Raziel seperti hidup dan mengeluarkan asap. Lama-lama, asap tersebut semakin pekat. Yang disusul oleh sebuah bayangan hitam keluar dari tubuh Raziel, yang kemudian menyatu dengan asap dari pola huruf "X" yang perlahan-lahan menghilang dari tangan kiri Raziel. Kini bayangan tersebut telah membentuk sebuah sosok. Sesosok Iblis dengan badan tegap, tubuhnya diselimuti oleh api berwarna hitam pekat yang terlihat membakar seluruh tubuhnya. Matanya berwarna merah hanya menyisakan sedikit titik hitam. Aura yang sangat mengerikan terpancar dari tubuh sosok tersebut. Di punggung nya terlihat 2 buah pedang katana. Raziel kaget melihat sosok yang keluar dari tubuhnya tersebut. Si kakek hanya tersenyum "Dia adalah sisi Iblis Ra" ujar si kakek. "Sangat kuat. Jauh lebih kuat dari wujud Ra yang kau tahu selama ini" sambung si kakek. "Tapi jauh lebih lemah darimu" tambahnya.
"Terlahir dari rasa benci, dendam, dan amarah. Sisi Iblis Ra inilah yang sangat ditakuti oleh seluruh orang" tambah si kakek. Raziel hanya terdiam tanpa ekspresi. Sesaat kemudian, si kakek menghentikan aksinya. Sosok itu pun kembali ke tubuh Raziel, lalu pola huruf "X" ditangan Raziel muncul kembali. Raziel hanya melihati tangan kirinya yang mengeluarkan pola huruf "X" tersebut.
..........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments