Beberapa jam kemudian, Raziel tersadar dari pingsannya. Perlahan-lahan dia bangkit berdiri dan melihat sekeliling. "Ini di kuil" ujarnya dalam hati. Dia berbalik, dan melihat tubuh Gina dan kedua orang tua Gina yang terbujur kaku. Seketika air mata nya mengalir. Dengan perasaan yang bercampur aduk, dia menguburkan Gina dan kedua orang tua Gina di dalam Kuil tersebut. Hatinya diselimuti amarah, dendam, kesedihan yang bercampur aduk menjadi satu. Berlutut didepan kuburan Gina dan kedua orang tua Gina yang dia kuburkan didalam Kuil, Raziel bersumpah dengan suara berat "A...aku akan membalas mereka".....
................
Di Kuil Klan Hyorin
"Sensei...!! Apa hal tersebut tidak berlebihan"? ujar Renji kepada Iori. " Tidak. Kau tenang saja. Semakin dia dipenuhi dendam dan amarah, kekuatan Ra yang ada dalam tubuhnya akan tertutup" balas Iori sambil berjalan meninggalkan Iori. "Baiklah Sensei..!! Saya akan bermeditasi menunggu misi dari Sensei..!!" ujar Renji...
"Hmmm" jawab Iori singkat.
............
Desa Amber
Raziel berjalan dengan pandangan kosong. Langkah nya terhenti melihat desa yang sebelumnya ramai, ceria, sejuk sekarang rata menjadi abu. Kebencian dan dendam dalam hatinya semakin menumpuk. Perlahan-lahan, sebuah pola berbentuk huruf "X" muncul di bahu kirinya yang terus memanjang. Pola tersebut terlihat jelas melintang membentuk huruf "X" dari bahu hingga ujung jarinya. Raziel yang tidak menyadari munculnya pola ini ditangan kirinya masih berkecamuk dengan amarah dan dendam didalam hatinya. Hatinya begitu hancur. Setelah kehilangan Morina, dia harus kehilangan orang orang yang dulu sempat memberinya warna setelah kehilangan Morina. Kini dia hanya seorang diri. Penuh dendam dan amarah. Menyarungkan pedangnya di punggung nya, dia berjalan pergi meninggalkan desa Amber dan menuju ke arah Utara Kuil Klan Hyorin.
......
Kuil Klan Hyorin
"Aku bisa merasakannya. Penuh amarah, penuh dendam, penuh kebencian, dan aura yang sangat menakutkan" ujar Iori seraya bangkit berdiri dari singgasana nya. Dia berjalan dengan tongkatnya menemui Renji. "Bersiap lah. Sepertinya kita tidak memerlukan kontrak dengannya" Ujar Iori kepada Renji. "Maaf Sensei. Saya tidak mengerti maksud Sensei" balas Renji. "Kita telah membangkitkan sisi Iblis Ra. Sisi Iblis Ra jauh lebih kuat daripada Teknik Terlarang yang digunakan anak itu" Iori berbalik dan meninggalkan Renji. Renji mengangguk mengerti. Lalu beranjak ke ruangan nya seakan akan dia tahu apa yang harus dia persiapkan dan dia lakukan.
......... ...
Ditengah perjalanan menuju Kuil Klan Hyorin, Raziel bertemu 4 Ninja. Dilihat dari pakaian Ninja mereka, mereka merupakan Ninja eks Klan Shino yang sudah dihancurkan oleh Raziel. Mereka mencoba menghadang Raziel. Belum sempat mereka melakukan serangan, sebuah ayunan pedang dari Raziel mengeluarkan kilatan api yang langsung membuat ke 4 Ninja tersebut berubah menjadi abu. Pola huruf "X" memanjang di tangan kiri Raziel semakin bertambah hitam pekat tepat setelah dia memusnahkan ke 4 Ninja tersebut. Tanpa ekspresi, Raziel melanjutkan perjalanan nya... Berjalan tanpa henti, Raziel seperti mayat hidup. Tanpa ada rasa lelah setelah berjalan 2 hari tanpa henti, belum makan, bahkan istirahat juga tidak. Pandangan nya kosong tapi tajam terus menatap ke arah depan. Sesekali mulutnya mengeluarkan suara "Ma.... ti" Beberapa saat kemudian, dia bertemu pedagang di sebuah perbatasan desa. Pedagang tersebut melihat kondisi Raziel yang begitu memprihatinkan. Wajah pucat, berjalan dengan pandangan yang kosong. "Hei anak muda. Apa yang terjadi denganmu"? ujar pedagang itu. Raziel tidak menjawab. Dia tetap berjalan meninggalkan pedagang itu. "Huh dasar anak muda aneh" ketus pedagang tersebut....
.........
Setelah berjalan tanpa henti selama 5 hari Raziel terjatuh dan pingsan.
Keesokan harinya dia terbangun disebuah rumah gubuk. Disebelahnya sedang duduk kakek tua yang sedang merebus ramuan obat untuk diminum oleh Raziel. "Kau sudah siuman" ucap kakek tua itu. Raziel tidak menjawab. "Ayo diminum dulu" sambung kakek itu. Raziel tetap diam. "Ayo ini diminum dulu." paksa kakek itu. Dia pun mengambil cangkir kayu yg berisi ramuan obat tersebut. Sesaat sebelum meminun ramuan itu, tragedi kematian Morina, dan kejadian desa Amber muncul dalam benaknya. Raziel tiba-tiba berteriak histeris "Argggggghhhhhhh.....!!!!!" Cangkir kayu yang dia pegang terjatuh menumpahkan ramuan obat dari cangkir tersebut. Si kakek tiba-tiba terkejut melihat Raziel yang tiba-tiba histeris. Dengan cepat dia lalu memukul leher Raziel "Plak....!!"
Raziel pun terjatuh dan pingsan.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments