"Ra...." Suara itu terdengar sangat berat. "500 tahun yang lalu kita berakhir dengan kekalahan"
"Ya... kupastikan hari ini aku pasti mengirimkan mu ke neraka" balas Ra.
Reyes yang sudah berubah bentuk menjadi Dewa Air Suijin pun mengeluarkan pedang dari mulut naganya. Ra melihat pedang itu dan sekilas bayangan masa lalu terlintas dipikiran Ra. "Itu adalah Magnificent" gumam Ra dalam hati. "Satu-satunya pedang yang mampu membuatku terluka" sambungnya.
Mengarahkan pedang nya tepat ke arah Ra, Suijin pun melompat dengan kecepatan tinggi "Daizen.... hakkei...!!!".... Ra langsung melangkah mundur dan bergerak memutar menghindari serangan Suijin. Dengan segera membalas serangan Suijin " Teknik Kabut, Tarian bunga Api" dengan posisi membelakangi Suijin, Ra bergerak memutar dan menyilangkan pedang nya kearah leher Suijin.
Trang.....!!! Suijin menangkis nya dengan pedang nya... Tidak berhenti sampai disitu, Ra kemudian bergerak maju mengarahkan Rebellion Paradox ditangan kirinya menghujam ke arah kanan tubuh Suijin.... Terasa Rebellion seperti melewati angin. Secara mendadak Suijin sudah berada menjauh beberapa kaki dari posisi nya semula. Ra kebingungan "Perasaan ku, Rebellion mengenainya. Bagaimana mungkin?" belum sempat berpikir Suijin langsung maju menghunuskan pedang nya ke arah bahu kanan Ra.... "Zlebbb.....!!!" Pedang Suijin tertanam di Bahu kanan Ra, sesaat kemudian dengan cepat Suijin sudah berpindah menjauh beberapa langkah dari posisi Ra. Meninggalkan Ra yang masih bertanya-tanya. Darah keluar dari bahu kanan bentuk tengkorak Ra. Terpaku, Ra kemudian mengangkat kedua pedangnya "Baiklah. Mungkin aku akan mencobanya" Ujarnya dalam hati....
Memposisikan pedangnya membentuk silang, Ra bersiap melesat... "Teknik Api, Tarian Kematian" Ra melesat dengan kecepatan tinggi, yang bila dilihat seperti tembakan api yang melesat.....
"Shiiingggg...!!!!" Suara itu terdengar sangat nyaring. Air dipinggiran sungai Efres pun beriak riak mengeluarkan gelombang yang besar, efek dari gelombang kejut serangan Ra.....
"Krakkkk.....!!" tanduk disebelah kiri kepala Suijin tergores dan retak. Suijin kaget tapi masih bisa memposisikan diri dengan tenang. Ra tersenyum melihat retakan di tanduk Suijin. "Seperti yang kuduga" ujar Ra dalam hati. Tidak menunggu lama, Ra kembali berbalik dan berlari ke arah Suijin, air di pinggiran sungai Efres pun kembali terhempas akibat gelombang pergerakan Ra "Teknik Kabut, Tarian Bunga Lili" 1 Pedang diarahkan kedepan, dan 1 pedang diarahkan kebelakang, Ra bergerak berputar dan mengeluarkan pusaran api yang mengarah langsung ke Suijin. Dengan tenang Suijin mengangkat pedangnya dan mengarahkan ujung pedang nya ke arah serangan Ra. "Oura.... Mugen" Kilat biru keluar dari ujung pedang Suijin.
"Bumm...!!" Benturan itu menghasilkan ledakan besar. Ra terpental beberapa kaki kebelakang, sedangkan Suijin masih tetap berdiri di posisi nya. Ra bangkit berdiri namun dia terkejut. Rudra yang diposisikan didepan, telah patah menyisakan setengah pedang. "Maafkan aku Ziel. Aku merusak Rudra" Ujarnya dalam hati. Dia menjatuhkan pedang patah itu ketanah, dan, memindahkan, Rebellion ke tangan kanannya. "Seperti yang kupikirkan. Magnificent bukan lah pedang sembarangan" ujarnya lagi dalam hati. Ra bersiap dengan satu pedang, dari kejauhan Suijin telah memposisikan pedang nya dalam posisi menyerang.... Berlari ke arah Ra, dia melesat "Oura... Hakkei...!!!" Ujung pedang tersebut mengarah tepat ke tengah-tengah tubuh tengkorak Ra. Dengan pedangnya, Ra menahan serangan itu. "Ha.......!!!" Ujung pedang Suijin mengeluarkan gelombang kejut, menembakkan nya menembus pedang dan tubuh tengkorak Ra. Ra pun terkena serangan itu dengan telak. Kehilangan keseimbangan lalu terjatuh....
Suijin pun mundur beberapa langkah dan membelakangi Ra, namun tubuh tengkorak Ra mengeluarkan cahaya hitam. Suijin tersadar bahwa Ra masih punya Teknik Terlarang. Segera dia berbalik dan hendak menikam Ra, namun 1 tangan Ra menangkap pedangnya. "Suijin... Time to home" Ujar Ra. Suijin mundur beberapa langkah. Tubuh Ra dalam mode sempurna dengan mata bersinar merah, membentuk pola api, api hitam pekat yang mengelilingi tubuhnya. Rebellion Paradox yang dipegang oleh Ra pun berubah menjadi hitam dengan aura api berwarna hitam disekelilingnya. "Teknik Terlarang" Ujar Suijin dalam hati.... Belum sempat wujud sempurna Ra melancarkan serangan, Suijin merobek tangannya. Dengan darahnya dia membuat pola ditanah. "Oura.... Kai...!!!"........
" Busssshhhhh...!! " Sebuah gerbang raksasa muncul dari tanah.
Ra melihat gerbang tersebut dan tertawa. "Suijin, segel ini tidak dapat menghentikan ku" yap... Suijin berniat menyegel Ra. Perlahan-lahan Ra mendekati Suijin....
"Nin.... Zakke.... Ao.... Aka...." Mengarahkan tangannya ke Ra, Suijin pun berteriak "Hiken.....!!!!"
Gerbang raksasa tersebut bergerak ke arah Ra. Semakin dekat, semakin dekat dan semakin dekat. Setelah sampai pada jarak beberapa meter saja, gerbang tersebut terbuka mengeluarkan angin yang sangat kuat yang menyedot apapun didepannya...
Ra hanya tersenyum kecil. Tanpa berkata-kata dia mengayunkan Rebellion Paradox ke arah gerbang raksasa itu.
"Wussshhhhhh......." Api besar keluar dari pedang Ra menghantam gerbang raksasa tersebut. Gerbang tersebut rubuh dengan seketika.
Suijin terkejut melihat nya.
Ditengah tengah keterkejutan nya, Ra melesat ke arah Suijin dan mengarahkan pedangnya "Blindfold Paradox"......
Suijin sempat menangkis serangan Ra, namun serangan tersebut menembus membelah pedangnya menjadi dua, dan menembus tubuh Suijin. " Ternyata pedang yang diberikan anak perempuan Morina itu bukan pedang biasa" ucap Ra sambil memandangi Rebellions Paradox.
Suijin yang terkena serangan Ra perlahan-lahan berubah menjadi batu. Ra membalik tubuhnya mengarahkan pedangnya ke tubuh batu Suijin "Aka" cahaya merah keluar dari ujung pedang Ra, menembakkan gelombang api yang langsung menghantam tubuh batu Suijin.
"Kraakkk.....!!!!" "Bummmmm.....!!!" Tubuh batu Suijin mengeluarkan cahaya biru, lalu meledak berkeping-keping.......
Wujud sempurna Ra tersenyum. Berangsur-angsur kembali ketubuh asli Raziel, lalu pingsan...
.......
........
.........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments