Morina masih tertegun melihat hasil dari pertarungan Raziel dan Dion. Dion, Sang Nomor 1 di Klan The Mist harus musnah menjadi abu akibat Teknik Terlarang yang digunakan oleh Raziel. Ketakutan merambah ditubuh Morina. Melihat Raziel yang sekarang dengan tubuh tengkorak yang diselimuti oleh api, membuat Morina tertegun. "Ra.... Ra.... Raziel...!!" Perlahan, sosok tengkorak yang diselimuti oleh api itu kembali ke bentuk aslinya. Tubuh Raziel. Raziel pun tersungkur lemah. Seluruh badannya terasa sakit. Tulang-tulang nya berderit. Dari dalam tubuhnya Raziel mendengar suara "Hungry....." Suara itu terus bergema dikepalanya. Mata Raziel kembali ke kondisi normal, dan perlahan suara itu pun menghilang. Raziel pun bangkit berdiri, dan melihat luka yang ada di bahu kanannya, dan, diperutnya telah pulih. "Mungkin ini efek dari kekuatan Ra yang aku bangkitkan tadi" gumamnya dalam hati. Belum sempat beristirahat, pintu ruangan Shin terbuka. 12 bayangan disertai kabut tebal menyerang ke arah Raziel. "Twelve Spears...!!" Untungnya Raziel berhasil, menghindari serangan itu. Sesosok kakek tua, berpakaian Ninja keluar dari ruangan itu, bersama dengan 12 bayangan yang dikelilingi oleh kabut. Ya, dia adalah Shin, sang guru. "Aku sudah menduga hari ini akan tiba. Hari dimana aku sendiri yang akan membunuh keturunan terakhir dari Atar. Dengan begini, aku bisa menaklukkan Ra, dan menggunakan kekuatannya untuk menguasai dunia nyata dan dunia arwah." "Ternyata rencana mu seperti itu. Menghabisi seluruh keturunan Atar, agar Ra tidak dapat bereinkarnasi ke tubuh manusia keturunan Atar. Lalu kau memanfaatkan hal itu untuk menggunakan Ra demi kepentingan pribadi mu" Teriak Morina. "Aku akan membunuhmu Shin. Demi seluruh keturunan Atar yang sudah bantai." Teriak Raziel. "Hahahaha....!!! Anak kecil seperti kalian bisa apa? Kau... seharusnya dulu aku langsung membunuh mu." Ucap Shin. "Higanbana" mata Raziel berubah menjadi merah kembali dengan pola api di tengah, lalu melompat dan melesat ke arah Shin. "Rudra...!!!" Seketika Rudra berubah menjadi pedang yang dikelilingi oleh api di seluruh bilahnya. "Teknik Api. Tarian Bunga Lili.....!!!" Raziel menyerang langsung ke arah Shin, dan menancapkan pedangnya tepat di jantung Shin. Dengan senyuman sinis Shin memandang Raziel yang masih memegang pedang nya "Is that all ?" Shin kemudian memegang tangan Raziel lalu menahannya. Dengan tangan kirinya, Shin mencabut pedangnya dan hendak menghunuskan nya ke jantung Raziel. "Teknik Kabut, Putaran Awan Api" Morina menggunakan teknik tingkat tinggi nya dan menyelamatkan Raziel tepat sebelum pedang Shin menghujam ke jantung Raziel. "Hehehe... boleh juga anak anak ini" Shin tersenyum. "Na..... " hanya itu yang keluar dari mulut Raziel. "Teknik Kabut, 6 Pilar. Gelombang kematian" Shin dengan tiba melancarkan serangan yang diikuti oleh ke 6 bayangan didepannya tepat ke arah Raziel yang tidak sempat bereaksi karna masih tertegun dengan Morina. "Teknik Kabut, Tarian Putri Api" Morina dengan cepat berbalik, ke arah Raziel dan menghalangi Shin yang menyerang ke arah Raziel. "Zlebbbb" Darah segar mengalir dari tubuh Morina dan menciprati muka Raziel. Morina terkena serangan telak dari Shin dan 6 bayangan nya. "Na...... Na...... Mo.... Ri.... Na.....!!!" Raziel berteriak sejadi-jadinya. Shin tersenyum "1 down, 1 to go. Kau selanjutnya"...
Raziel tidak menghiraukan perkataan Shin. Dia memeluk tubuh Morina, "Na, kenapa? Kenapa Na?" Dengan suara terputus putus "a...aaa....aaaku, su.. sudah berjan....ji, untuk.....menjaga...mu, adik... kecil...ku" "Na, aku mohon jangan tinggalkan aku Na. Aku tidak punya siapa-siapa lagi Na" Teriak Raziel. "Ukhhh....." Morina mengambil pedang nya "Be..rikan Ag...ni" Raziel lalu mengambil pedangnya Agni. "Yin... Han...Zahn" setelah mengucapkan kata kata ini, Morina menggabungkan Agni dan pedangnya. Kedua pedang tersebut melebur menjadi 1. Menciptakan sebuah pedang hitam dengan pola api di bilahnya. "Se...karang mere...ka sudah ber...satu. Na...ma mere...ka ada...lah RE... BE... LLION PA... RA... DOX. De...ngan begini..... legenda..... telah terpenuhi".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Akbar Cahya Putra
Amat menghibur, tarik napas setelah baca 😍
2023-07-24
1