sekembalinya para Ninja Shino ke markas mereka, tepatnya sebelah utara pegunungan Andam, mereka melaporkan hal yang dialaminya kepimpinan tertinggi mereka Aaron. "Jadi dia mengatakan kalau dia adalah A Raziel" "Benar ketua, dia juga berpesan, desa itu sekarang dibawah perlindungan dia. Kalau sampai kita mengganggu desa itu lagi, dia menyatakan perang dengan Shino". " Anak kemarin sore, jangan berpikir setelah berhasil membunuh Shin, dia bisa seenaknya didunia bawah. Dia sudah menginjak injak harga diriku. Ayo ikut aku".....
Disisi lain, aksi Raziel menuai pujian dari penduduk desa. Mereka merayakan nya dengan jamuan makan yang sangat mewah. Sambil tersenyum Raziel berbicara dalam hati "Na, lihat lah kebahagiaan orang orang ini. Kuharap kau juga melihat mereka Na". Ditengah lamunan, Gina datang dan menepuk pundaknya. " Hayo.... mikirin kakak Morina ya..?" Raziel tersenyum. "Menurut Gina, kak Na lagi apa sekarang ya?" "Mungkin kak Morina lagi liatin kak Ziel makan yang banyak". Raziel pun tersenyum mendengar jawaban polos anak ini. " Itulah kehidupan. Ada yang datang dan, ada yang pergi" Ibu Gina tiba tiba datang dan duduk disebelah Raziel. "Mungkin diantara satu bintang itu, Neng Morina lagi memperhatikan nak Ziel". Raziel tak merespon. Dia mengangkat kepalanya dan memperhatikan bintang bintang di langit. " Akan kupenuhi janji kita Na" ucapnya dalam hati....
Ditengah tengah acara, sekumpulan Ninja datang dan menyerang penduduk desa. Suasana yang tadinya bersuka ria, berubah menjadi ketakutan dan teriakan. Raziel dengan sigap berlari kearah keributan dan melihat satu, dua, lima, sembilan, lima belas Ninja Shino sedang membakar rumah penduduk. "Rudra....!!! Thousands Sword" Serangan Raziel tepat menghantam 5 dari Ninja tersebut. "Shino...!! Dengan begini, kontrak dengan Shino kubuka...!!!" ucap Raziel. Dalam dunia bawah, jika salah satu pihak membuka kontrak terhadap pihak lain, maka pihak lain harus memenuhi kontrak tersebut. Yang artinya mereka akan berperang. "Ketua sudah membuka duluan kontrak dengan mu, Raziel" mereka melemparkan amplop ke arah Raziel. Raziel mengambil amplop tersebut dan membukanya. "Lembah Alley, saat matahari terbenam. 3 hari dari sekarang." Ini isi kontrak yang harus disepakati oleh Raziel. "Gina...... " dari jauh terdengar suara orang tua Gina memanggil. "Tolong Gina..." Raziel berlari ke arah orang tua Gina. "Dimana Gina?" "Mereka membawanya" Raziel mengepalkan tangannya. Dia tau, kalau dia mencoba menyelamatkan Gina, itu sama saja dengan melanggar kontrak. Arti nya kesempatan untuk menyelamatkan Gina sudah tidak ada. "Pak, Bu, tenang saja. Aku janji akan membawa pulang Gina. Meskipun nyawaku taruhannya." "Pak kepala desa, sekarang bantu warga untuk berbenah. Betulin yang rusak. Sampai 3 hari kedepan saya tidak bisa membantu" "Baiklah Ziel"....
Di sisi lain, Aaron yang menangkap Gina menempatkan Gina diruangan tahanan khusus. "Kau akan menjadi tiket ku menghabisi anak kemarin sore itu. Dan Ra, akan jatuh ditanganku" ucapnya sambil tertawa. "Lepaskan aku. Lepaskan. Kak Ziel pasti datang menjemput aku. Lepaskan"......
Kembali ke desa, Raziel mengambil 3 buah dupa, dan duduk bersila di batu besar dipinggir danau. Dia bermeditasi untuk menenangkan dirinya dan menentukan rencananya. Samar-samar terdengar suara Morina "Kekuatan Aaron berasal dari mata kirinya yang tertutup" Ya, perawakan Aaron yaitu laki laki tinggi besar. Dengan badan tambun, brewokan, dan ikat kepala yang menutupi mata kirinya.....
Dihari kedua meditasi nya, perlahan suara Ra muncul "Bangkitkan aku, jika kau kesulitan. Aku tidak akan meninggalkan mu" Suara 20 orang yang menggema menjadi satu itu menandakan bahwa Ra siap bertempur membantu Raziel melawan Aaron.....
Keesokan harinya, tepatnya hari ke 3 sesuai dengan kontrak, Raziel pun mulai menyiapkan segala rencananya. Setelah berpamitan dengan kepala desa, dia menemui orang tua Gina "Doakan saya Pak, Bu" lalu dia beranjak pergi ke arah barat. Tujuan nya lembah Alley.....
Beberapa jam kemudian akhirnya sampai lah dia di lembah Alley. Dari jauh dia sudah melihat Aaron, dan disebelah nya ada Gina.
"kakak....Lepasin, Kak Ziel udah jemput aku".
"Hmmm seperti nya mereka ingin membunuhku dengan kekuatan penuh" gumamnya dalam hati.
Ketika dia memasuki lembah Alley, sebuah shuriken melayang kearahnya. Dengan santainya dia menghindar. Dia pun terkejut karena yang melempar shuriken adalah Shawn. Ninja nomor 1 dari Klan Shino, yang masuk daftar 10 Assassin paling berbahaya didunia. "Sialan, kenapa tidak terpikir olehku. Seharusnya aku menyadari nya. Yang kulawan ini adalah The Big Four. Terlambat untuk mundur" gerutunya dalam hati.
Sesaat kemudian, Raziel melemparkan tasnya kedepan kakinya, dan membuka tas itu. Dia mengenakan pakaian Ninja Klan Mist tapi sedikit berbeda. penutup wajah nya, terdapat lambang The Mist yang sudah digaris dengan pedang. Menandakan bahwa dia bukan milik The Mist lagi.
"Hai anak kecil, bagaimana caranya kau menyelamatkan anak ini" teriak Aaron dari kejauhan. Selesai mengenakan seluruh perlengkapan nya, Raziel berdiri dan menjawab, Aaron dengan tenang "Pertama tama, aku akan membunuh orang nomor 1 mu, lalu pasukanmu, dan terakhir kau. Atau mungkin saja, aku langsung menghabisi mu tua bangka" "Jangan bercanda. Meskipun kau membuat gempar dunia bawah dengan menghancurkan Shin dan The Mist, setidaknya kau perlu pasukan melawan kami" ucap Shawn. "hahaha" Raziel tertawa kecil. "Justru aku tidak bercanda. Melawan sekumpulan orang lemah seperti kalian, Aku sendiri sudah lebih dari cukup.... "
.............
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
【Full】Fairy Tail
Jangan nggak baca, sayang banget
2023-07-25
1
Yuzuru03
Pesonanya ga bisa ditahan! ✨
2023-07-25
1