Wujud asli Ra perlahan menghilang. Mengembalikan tubuh asli Raziel kebentuk aslinya. "The Last Descendant. Kau akan menjadi Sang Pemimpin" Suara tersebut perlahan menghilang dari kepala Raziel. Raziel memandangi tubuh kaku Morina, lalu membopongnya untuk dimakamkan. Diatas kuil tua tempat Raziel dan Morina menguak rahasia kejam The Mist, di pegunungan inilah Raziel memakamkan Morina. "Na, janji kita untuk menjadi Assassin nomor 1 didunia akan kupenuhi. Terimakasih untuk semuanya Na. Aku tidak akan pernah melupakan mu. Kau yang terbaik yang pernah aku miliki, Na... " sambil menahan tangis, Raziel melangkah pergi meninggalkan makam Morina. "The Mist sudah hancur. Cepat atau lambat berita ini pasti akan tersebar didunia bawah. Aku akan menjadi target The Big Four" gumam Raziel. "Sebaiknya aku ke Selatan. Masih ada beberapa orang yang aku kenal sewaktu menjalankan misi disana" Raziel pun melangkahkan kakinya, ke arah selatan. Setelah berjalan kurang lebih 3 hari, diapun sampai di sebuah desa kecil yang sangat asri. Hamparan padang rumput hijau, danau yang biru dan udara yang sejuk menyambut kedatangan nya. "Ziel....." terdengar dari jauh teriakan seorang gadis berkulit putih, berperawakan manis, dengan rambut lurus dan tidak terlalu tinggi. "Dia lagi" Raziel tersenyum sinis. "hampir 2 tahun Ziel kamu tidak kemari." "eh iya, aku sibuk" balas Raziel. "Ayo ayo ayo kerumah. Biar aku panggilkan papa mama dan kepala desa kalau Ziel datang" "Ya" balas Raziel singkat. Nama gadis ini adalah Gina. Sesampainya dirumah Gina, Raziel tidak langsung masuk. Dia hanya melihat, sekelilingnya sambil memandang ke arah gunung. "Na, seandainya kamu disini. Ini indah Na" gumamnya dalam hati. Selang beberapa saat Raziel dikagetkan dengan kedatangan orangtua Gina dan Kepala Desa. "Nak kenapa tidak menunggu didalam?" "Masih mengagumi suasana disini Pak" balas Raziel. "Ayo Ayo masuk. Biar ibu masakkan makanan kesukaan kamu Ziel" "Aduh bu, aku kesini hanya sebentar". " Kalau kamu, menolak, Ibu marah loh. Setidaknya menginap lah beberapa hari" "Ba.. baik bu" balas Raziel. "Gina...!" "Ya pa", "Kamu ke desa sebelah, belikan papa madu ya" "okaydesu" Gina berlari keluar. "Kami turut berdukacita atas kejadian yang menimpa nyonya Morina Tuan Raziel" tiba tiba kepala desa berbicara. "Eh.... secepat itukah berita nya tersebar" Raziel bertanya dalam hati. Dia memandang kosong kearah kepala desa. "Tidak perlu bingung, kami para tetua desa sudah mendengar hal ini." "Darimana informasi nya?" "Hanya kabar burung" sambung kepala desa. Keruntuhan The Mist merupakan aib bagi dunia bawah. "The Mist Runtuh. The Big Four sudah tidak efektif Ziel." "Ya aku tau. Aku juga sudah memikirkan nya." "Lalu apa rencana mu selanjutnya?" sambil berjalan keluar rumah, Raziel memandangi pegunungan desa tersebut. "Pernah dengar kisah The Lone Wolf?" Kepala desa tersedak mendengar perkataan Raziel. "Jangan-jangan?" "ya, aku akan memanjat ke puncak, tanpa Klan" Balas Raziel sambil tersenyum. "Ada janji yang harus aku tepati buat Morina. Meskipun aku sendiri akan menjadi target". sambungnya.
"Makanan siap" disusul dengan kedatangan Gina yang membawa madu pesanan ayahnya. Mereka semua pun makan sambil bercerita dan tertawa. "Na, seandainya kamu disini, pasti kamu juga bisa merasakan kehangatan ini Na" ucap Raziel dalam hati.
Menjelang malam, suasana pedesaan sudah mulai sepi. Penduduk desa sudah mulai memasuki rumah masing-masing dan bersiap untuk beristirahat.
Raziel yang masih terjaga pun bermeditasi, samar-samar mendengar suara Ra "Aku siap membantumu kepuncak" Dia pun mengakhiri meditasi nya dan tertidur.
............
...........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Hoa xương rồng
Abis baca cerita ini, bikin aku merasa percaya sama cinta lagi. Terima kasih banget thor!
2023-07-25
1