Dengan tubuh penuh darah, laki laki berpostur tinggi tegap itu berdiri menghadap kearah tungku perapian. Bekas luka dimata sebelah kanannya menandakan bahwa dia adalah si Nomor Satu Dunia Bawah "Renji si Pembunuh Naga". Dibelakangnya ada kakek tua dengan jenggot putih sedang memandangi nya. "Sudah selesai." ucapnya. "Sensei" ucap Renji sembari menundukkan kepalanya. Kakek tua itu adalah pemimpin Klan Hyorin "Iori sang Iblis"
"500 Tahun yang lalu, aku pernah mengalahkan Ra, jadi kau tidak perlu khawatir Renji" ucap Iori.
"Kau cukup habisi wadahnya. Sisanya serahkan padaku" sambungnya. "Sensei" jawab Renji sambil menundukkan kepalanya.
"Untuk kontrak dengannya, aku yang atur" ujar Iori.
"Sensei" balas Renji
..........
Didesa Amber
Raziel yang tengah berbaring dikagetkan dengan Gina yang langsung melompat ke tempat tidurnya. "Kakak.....!!"
"Loh kamu darimana"
"abis dari dapur sama ibu"
"Kok bau" goda Raziel
"ibu..... kata kakak aku bau" teriak Gina
"hahahaha" terdengar suara ibu Gina tertawa dari arah dapur.
"Hemmmm... kakak mau ke danau dulu. kamu ikut"? " Nggak mau...!! Tadi kakak ngatain aku bau" ujar Gina ketus. Dia pun beranjak dari tempat tidur dan melangkah keluar rumah menuju danau.
Sesampainya di danau, langkahnya terhenti. Dia menatap kosong ke arah danau......
"Na, apa kabar..? Aku sudah sejauh ini Na. Sekarang Rudra sudah pergi. Hanya tinggal Rebellions Paradox peninggalan mu yang tersisa Na. Aku yakin, kamu juga memperhatikan aku dari atas sana." Ujarnya dalam hati.....
Beberapa saat kemudian..... "BUMMM....!!!!"
Terdengar suara ledakan yang sangat keras dari desa Amber. Seketika kepulan asap hitam menyelubungi langit desa Amber. Seluruh penduduk desa lari tunggang langgang berteriak histeris. Dari kejauhan samar-samar terlihat seorang Ninja dengan pakaian Ninja berwarna putih dan ikat kepala berwarna merah dengan lambang kristal es sedang berdiri memegang dua buah pedang, yang penuh darah.
Raziel yang melihat hal ini dari jauh pun segera melesat berlari kearah desa.... Langkahnya terhenti tepat didepan Ninja tersebut. "Ka... Kau...!!!". Ninja tersebut memandang Raziel dengan tatapan tajam. Bersiap hendak menyerang, tepat sebelum dia hendak melesat, Iori datang. "Jangan. Ini diluar rencanaku" Ujarnya.
"Ayo pergi" Sambung Iori kembali. Mereka pun menghilang bersama dengan kepulan asap hitam didesa tersebut. Raziel yang kebingungan dan panik pun berlari kerumah orang tua Gina. "Dimana mereka" ujarnya. Lalu dia berlari kebelakang rumah dan langkah nya terhenti melihat Ayah Gina, Ibu Gina dan Gina yang sudah terbujur kaku dengan luka bekas sayatan di leher mereka. Air mata mengalir dari sudut mata Raziel. Perlahan dia mendekati Gina dan kedua orang tua nya lalu berlutut menangis dengan keras...!!!
Meluapkan seluruh emosinya, tubuhnya tiba tiba berubah menjadi wujud Ra yang sempurna, dengan mata merah membentuk pola api, Wujud tengkorak tersebut diselimuti aura api berwarna hitam disekelilingnya....
Ra memandangi tubuh Gina dan kedua orang tuanya yang sudah tak bernyawa. Memalingkan wajahnya, lalu dia berjalan ke arah danau. Sesampainya di danau, Ra mengangkat tangan kanannya. Seketika itu juga, Rebellion Paradox terbang dari reruntuhan rumah Gina tepat ke genggaman tangan Ra. Diayunkannya pedangnya kearah danau. Pedang tersebut mengeluarkan kilatan api yang sangat panas. Menguapkan seluruh air yang ada dalam danau. Danau desa Amber kering seketika dengan satu ayunan pedang dari wujud Ra.
Wujud Ra tersebut berjalan kembali kearah desa. Desa sudah hancur terbakar. Tidak ada satupun yang selamat dari kejadian penyerangan tersebut. Wujud Ra pun mengerang penuh amarah. Tatapan penuh dendam terpancar dari matanya yang berpola api tersebut.
Mengangkat pedangnya dang mengarahkannya ke langit, wujud Ra tersebut berteriak "Aaarggghhhhhhh"....!!!
Seketika terjadi gelombang angin yang sangat kuat. Burung burung yang ada di hutan pegunungan berterbangan. Tempat Ra berpijak membentuk sebuah kawah besar dengan retakan yang sangat besar disekelilingnya. Wujud Ra tersebut mengarahkan pedangnya tepat ke arah gunung disebelah danau Amber yang sudah mengering. Sesaat kemudian, ujung pedang tersebut mengeluarkan cahaya merah yang melesat ke arah gunung tersebut. "BUMMMM" Gunung tersebut meledak. Melemparkan pecahan pecahan batu kecil disekitarnya. Wujud Ra tersebut berjalan ke arah tubuh Gina dan kedua orang tua nya terletak. Dengan perlahan, Ra mengangkat tubuh mungil Gina yang sudah tak bernyawa ke arah Kuil terbengkalai didekat desa Amber tersebut. Begitu juga dengan tubuh kedua orang tua Gina. Diletakkan oleh wujud Ra ketiga tubuh tersebut saling berbaris. Sesaat setelahnya, wujud itu kembali ke wujud manusia Raziel, lalu terjatuh dan pingsan....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments