Keesokan harinya, Raziel yang sudah bangun pun bergegas ke tepi danau. Dia lalu duduk dipinggir danau hingga sore hari tanpa makan sedikitpun. Sebelum pulang, dia pun bergumam dalam hati "Na... bantu aku ya" sambil tersenyum dia melangkah pulang.
Sesampainya dirumah Gina, dia langsung mengambil tas perlengkapan nya dan berpamitan dengan kedua orang tua Gina. "Saya berangkat dulu Pak, Bu"
"Kembali lah dengan selamat" ucap ayah Gina
"Aku tidak tau" balasnya.
Lalu Raziel pun beranjak pergi ke arah utara menuju sungai Efres.
......
Dipinggir sungai Efres
"Kau hanya perlu fokus dengan pertarungan mu. Sisanya aku yang mengurus" ucap Reyes kepada Herman
"Baik master"
.....
Dari kejauhan terlihat pasukan Klan Unohana jatuh satu persatu...
"Dia datang" ucap Herman
"Bersiaplah" sambung Reyes...
tepat menuruni jalan setapak sungai Efres, Raziel pun berhenti. Dia melihat Herman dan laki-laki tua yang sudah bungkuk dengan tongkat kayu ditangan kanannya.
"Kontrak dipenuhi" teriak Raziel. Dia melemparkan gulungan kertas kedepan Herman. "Kontrak dipenuhi" sambung Herman sembari melemparkan gulungan kertas ke arah yang sama. Raziel berjongkok membuka tasnya, dan mengenakan Pakaian Ninja The Mist dengan ciri khas khusus, lambang The Mist yang digores. Herman juga bersiap.
"wushh......... "
Udara pinggir sungai yang memasuki malam hari terasa dingin....
Suasana hening....
"Oura....!!! Mugen..!!" Herman memulai serangan pertama. Air disungai Efres mengikuti Herman dari belakang yang membentuk Naga. Dia melesat ke arah Raziel dengan cepat. "Higanbana" Mata Raziel berubah menjadi Merah dengan pola Api hitam ditengahnya. "Teknik Kabut. Tarian bunga Api" Raziel pun melesat ke arah Herman.
"Bummmm....!!!"
Suara dentuman terdengar. Menyisakan asap tebal yang mengepul dititik benturan.
Belum sempat bereaksi, Air yang berbentuk naga kembali menyerang ke arah asap tebal itu....
"Swing......!!!" Terdengar suara besi beradu...
Asap tebal hasil dari benturan perlahan menghilang. Terlihat Raziel tengah menahan Naga Air tersebut dengan Pedang Rudra nya.....
"Arggghhhhhhhh...!!!!!" "Teknik Kabut, Thousands Sword"..... Raziel mengarahkan Pedang Rebellion yang dia pegang dengan tangan kirinya ke arah Naga Air tersebut. Air yang menyerupai Naga itu hancur dan membuat daerah pertempuran seperti hujan sesaat....
"Teknik Air, Tornado" belum sempat bernafas, terdengar Herman kembali menyerang Raziel. Kali ini dia menggunakan Pedang nya yang berubah bentuk menjadi Air, membentuk pusaran tornado, lalu mengarahkan nya tepat ke Raziel. Dengan posisi menyilangkan kedua pedangnya di dada, Raziel langsung melesat ke arah air tornado tersebut "Teknik Api, Tarian kematian" .....
"Swing.....!!!!" Terdengar suara pedang membelah tornado tersebut.
Raziel yang masih dalam Teknik Api, kembali melesat langsung ke arah Herman dan mengarahkan Rudra tepat ke dada Herman "Wolf's Sing"........
Jleb.......!!!! Dada Herman terkena serangan Raziel. Darah segar keluar dari luka tersebut sesaat setelah Raziel mencabut pedang nya.
"Huh.... Huh.... Huh" Suara Herman, terdengar terengah-engah....
"Tidak kusangka aku akan menggunakan nya"
Herman mengarahkan tangannya keluka nya, lalu menempelkan darah ditangannya ke pedangnya.
"Oura....Kai..."
Seketika tubuh Herman berubah menjadi sosok Naga berwarna biru tapi berbadan manusia.
"A... aa... apa ini" ucap Raziel dalam hati
"Water Blast".....!!! Sosok Naga berbadan manusia tersebut menyemburkan bola bola air kristal ke arah Raziel.....
Terkena bola bola air kristal tersebut, Raziel terpukul mundur beberapa langkah dan terduduk. Darah segar keluar dari mulutnya. " Masih belum" ucap nya seraya tersenyum...
Raziel berdiri, meluruskan kedua, pedangnya searah dengan Herman. "Teknik Api, Tarian Bunga Lili".....!!!! Raziel berlari dengan kecepatan tinggi kearah Herman, sesaat hendak menghunuskan pedang nya, Herman menggigit kedua pedang Raziel tepat diujung pedang nya. Raziel pun terkejut melihat kejadian ini dan berusaha menarik pedangnya. Gigitan Herman yang begitu kuat membuat Raziel tidak bisa menarik pedangnya. Herman meletakkan telapak tangannya ke dada Raziel "Oura.... Daizen....!!!".... Sebuah cahaya biru keluar dari telapak tangan Herman dan meledak tepat di dada Raziel. Raziel pun terpental sangat jauh menghantam sebuah batu besar.
"Bruakkkkk"......
"Ukhh uhuk...!!!" Raziel memuntahkan darah segar....
Perlahan dengan kesulitan dia bangkit. Dengan pandangan berkunang kunang, dia melihat Herman sudah kembali melesat ke arahnya. Tidak sempat bereaksi "Oura.... Hakkei...!!!!" Tangan Herman mengeluarkan sinar biru dan menghantam tepat dikepala Raziel. Raziel terdiam, kehilangan kesadaran, lalu terjatuh.
Dalam keadaan setengah sadar, dia melihat sosok Morina dari kejauhan "Bangun. Belum saatnya"
Raziel tersadar....
Perlahan dia bangkit.... mengusapkan darah ditelapak tangannya ke wajahnya...
"Ra, keluarlah".....
Tubuh Raziel berubah menjadi tengkorak yang diselimuti oleh Api berwarna merah pekat. "Ha...ha... ha" hanya ini yang terdengar dari wujud Ra. Ra melihat Naga bertubuh manusia tersebut, lalu tersenyum "Hungry...." Perlahan-lahan, Ra berjalan mendekati Herman, Herman yang sudah bersiap-siap tanpa ragu melancarkan serangan "Oura.... Hakkei...!!" telak serangan ini mengenai kepala tengkorak Ra....
Terlihat Ra masih berdiri tegak, menggoyang goyang kan kepala tengkorak nya kiri dan kanan. "Is... That.... All....?" ucap Ra. Herman pun tidak mempercayai kejadian ini. Belum sempat Herman bereaksi, Ra melesat ke arah Herman, "Thousands Orbiting Sword"..... Serangan ini pun tidak sempat dihindari oleh Herman. Tubuh manusia berkepala Naga Herman terbelah menjadi dua, lalu perlahan-lahan musnah terbakar.
"Herman.......!!!" dari kejauhan suara Reyes terdengar. Dia tidak sempat bereaksi untuk menyelamatkan murid kesayangan nya....
Dipenuhi dengan amarah, tubuh tua dan bungkuk Reyes berubah menjadi tinggi dan besar. Kakinya kuat menyerupai kaki Naga, tangannya berubah menjadi cakar Naga. Kepalanya menyerupai Naga dengan 2 buah tanduk besar. dan tubuhnya memunculkan 2 bekas luka gores besar melintang di dadanya....dikelilingi oleh asap putih dia menatap Ra.
......
"Suijin......!!!" ucap Ra ketika melihat makhluk tersebut....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments