Raziel tertegun dan tidak mempercayai apa yang dia dengar dari Morina. "Kau jangan sembarangan Na, mereka mendapatkan aku ketika ada perampok yang membunuh keluarga ku. Tidak mungkin mereka berbuat seperti itu" Tanpa banyak tanya, Morina kembali menarik tangan Raziel dan membawanya ke daerah terpencil di sudut pegunungan itu. Ditempat ini terdapat kuil yang disegel. "Ayo masuk" ucap Morina. Dengan kebingungan Raziel berkata "Tempat apa ini? Kok aku nggak tau ada tempat ini disini?" "Udah ayok ikut. Akan kutunjukkan sesuatu." Raziel mengangguk. "Pertama-tama, aku butuh darahmu." Raziel yang bingung pun semakin bingung. "Darah? Darah apa?" Morina menunjukkan segel kontrak yang terletak di pintu kuil. "Letakkan sedikit darahmu diatas segel kontrak itu, maka segel kuil ini akan terbuka. Tenang aja, lukanya pasti sembuh sendiri kok kayak tadi." Ucap Morina dengan nada mengejek. Raziel pun hanya mengangguk mengikuti Morina. Dengan sayatan kecil, luka ditelapak kanan Raziel mengeluarkan darah, lalu ditempelkab, di segel kontrak tersebut. Selang beberapa saat, segel kontrak tersebut mengeluarkan cahaya, lalu menghancurkan segel kontrak tersebut. Bersamaan dengan sembuhnya luka sayatan di telapak kanan Raziel. "Ini bukti kalau Ra ada didalammu. Karna hanya mereka yang dipilih oleh Ra, yang mampu menghancurkan segel kontrak kuil ini." Dengan wajah polos Raziel bertanya "Emang ada apa didalam Na?" Morina tidak menjawab. Hanya tersenyum lalu masuk ke kuil yang disusul oleh Raziel. Didalam kuil, terdapat sebuah meja yang terbuat dari batu yang ditengah tengahnya terdapat lambang Suku Atar. Lambang berbentuk Tengkorak dengan Api. "Nah ini dia, ayo sini. Seharusnya ini kunci untuk membuka sejarah Suku mu." Ucap Morina. "Pakai darah lagi?" sambung Raziel. "Tidak perlu. Letakkan saja tanganmu diatas lambang itu" Raziel menuruti Morina dan meletakkan tangannya di atas lambang tersebut. Tidak lama kemudian, sebuah tangga tepat dibawah meja batu tersebut muncul dari bawah. Tangga tersebut mengarah keruangan bawah tanah dari kuil tersebut. "Ayo Ziel. Kita kebawah". Raziel mengangguk. Menuruni tangga yang melingkar, mereka masuk ke ruangan bawah tanah kuil tersebut yang dimana terdapat 1 buah peti yang berada didasar, ditengah-tengah ruangan bawah tanah tersebut. "Ayo buka Ziel." Raziel perlahan mendekati peti tersebut lalu membukanya. "Buku Na?" "Itu bukan Buku. Itu Kitab Ra, dan seluruh Garis Keturunan Suku Atar. Dan tragedi yang menimpa Suku Atar 20 Tahun yang silam ada di Kitab itu" Ucap Morina. "Coba kamu buka halaman terakhir. Seharusnya dituliskan nama mu di Kitab ini." Raziel pun membalik halaman Kitab tersebut, dan melihat sebuah nama. A-RAZIEL begitulah yang tertulis di Kitab tersebut. Raziel tidak dapat mempercayai matanya sendiri. Dia kehabisan akal sehat. Lalu dengan gagap bertanya kepada Morina "Na, drmn kamu bisa tau semua ini?" "Aku lah salah satu anggota yang dibawa Klan ini ketika menculikmu. Kejadian itu, 20 tahun yang lalu, aku berumur 10 tahun, tapi kemampuan bertarung ku sudah setara dengan 20 orang dewasa. Hal ini lah yang membuat Shin, guru kita membawa ku dalam misi penculikanmu." Mendengar hal ini, Raziel lantas meraih pedang nya dan hendak menyerang Morina, "Kau pembunuh....!!!! Kenapa kau bunuh keluarga ku...!!!!" Morina menghindar dan sambil terus menenangkan Raziel. "Justru sebaliknya. Aku pernah kehilangan adik laki-laki. Aku tidak mau kehilangan kamu lagi Ziel. si tua Shin waktu itu hendak menghabisi mu. Dia takut Ra yang sudah masuk ketubuhmu akan menghalangi dia untuk menguasai dunia ini. Aku lah orang yang menghalangi agar dia tidak menghabisi mu Ziel." Setelah meluapkan emosinya, Raziel menangis dan terduduk mendengar semua ini. Morina datang dan duduk tepat disebelah Raziel sambil mengusap kepalanya. "Aku tidak akan meninggalkan mu. Aku bersumpah".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments