Pagi harinya Serin hendak memastikan suara aneh yang selalu ia dengar dan dia bertanya pada bibi Marie tentang suara aneh tersebut.
"Bi apa bibi pernah mendengar suara suara aneh di villa ini?" Tanya Serin sambil mengoleskan selai di rotinya.
"Suara aneh? Tidak pernah nona" Jawab bibi Marie.
"Tapi aku terus mendengar suara suara aneh di sini." Ujar Serin langsung melahap rotinya.
"Mungkin nona Serin sedang lelah saat itu jadi berhalusinasi." Jawab bibi Marie
"Tidak bibi, villa ini benar benar horor! Aku ingin cepat cepat pergi ke Seoul"
Serin mengambil handphonenya ia hendak memberitahukan hal ini pada teman teman namun ia berpikir lagi mungkin ia akan di ledekin gila, frustrasi karena belum bisa move on dari Lucas.
"Lebih baik aku bersiap siap saja. Aku akan kembali ke Seoul hari ini juga" guman Serin.
Serin langsung pergi ke kamarnya di lantai dua, ia duduk di meja rias untuk merias wajah tipis tipis aja. Seorang Choi Serin tidak bisa keluar tanpa makeup sedikitpun.
Mau kemana dia sudah rapih seperti itu?
Serin kembali mendengar suara itu sayup sayup saat dirinya sedang memakai bedak di pipi chubby nya. Seperti biasa Serin mengabaikan suara, meskipun bulu agak merinding.
Padahal menurut saya, kamu sudah sangat cantik loh.
Serin membulatkan matanya kaget, bergidik geli sendiri bisa bisa ia merasa berdebar debar pada suara aneh yang memuji dirinya.
"Oke mari kita pulang ke Seoul!" Seru Serin di depan cermin dengan pakaian blouse putih dan celana hitam panjang di tambah blazer hitam membuat Serin tampak sederhana namun tetap terpancar aura cantiknya.
Serin mengambil tas kecilnya yang berisikan handphone dan dompetnya lalu membuka pintu kamarnya.
"Mari lupakan semuanya dan kembali jalani aktivitas" ucap Serin menyemangati diri sendiri.
Saya akan ikut!
Serin terpekik kaget mendengar ucapan itu tanpa sadar ia pun menjawabnya.
"TIDAK BOLEH"
Serin memejamkan matanya takut. Bodoh bodoh kenapa ia bisa bisanya menjawab suara gaib itu. Konon katanya jika seorang bisa mendengarkan atau melihat hantu dia akan selalu di ikuti terus oleh hantu tersebut.
Kamu bisa dengar saya?
Serin menutup kedua telinganya." Tidak! Aku tidak dengar, aku tidak dengar"
Serin terburu buru meninggal kamarnya namun suara itu terdengar kembali.
Jika kamu tidak mendengar saya? Mana mungkin kamu bisa menjawab perkataan saya seperti itu.
Serin membalikkan tubuhnya ia berjalan masuk kembali ke kamarnya dengan wajah yang ketakutan. Tapi ia sudah bertekad untuk mengetahui siapa sebenarnya suara yang selalu bergema di telinganya.
Serin menarik nafas dalam."ku mohon hantu yang terhormat jangan ganggu aku lagi please." Teriak Serin.
Dari balik tiran jendelanya munculla sosok pria yang menyeramkan tubuhnya di penuhi oleh darah, wajahnya hancur sebelah. Sosok itu terdiam di pojokan jendela sementara Serin melotot kaget ketakutan di depan pintu kamarnya. Ini adalah pertama kalinya Serin melihat sosok hantu yang sangat mengerikan.
"AAAAAA" Serin hendak berlari tapi kakinya terasa sangat berat untuk melangkah.
Saya tau pasti kamu ketakutan melihat wujud asli saya.
Deg.
Serin tersadar akan suara sosok itu, perlahan Serin membuka matanya yang tertutup oleh keduanya tangannya. Dengan tatapan takut Serin memerhatikan sosok itu dengan intens terlihat seperti seorang pria yang ia kenal.
"Jeha itu kamu?" Tanya Serin.
Reaksi sosok menyeramkan itu di luar nalar. Dia mulai bersimpuh di lantai sambil menangis. Serin menghampirinya kemudian berjongkok di hadapannya. "Kamu benar benar Jeha kan?" Tanya Serin.
"Saya sangat senang, akhirnya kamu bisa melihat saya lagi. Maafkan saya membuat kamu takut dengan wajah saya" ujarnya masih di banjiri air matanya di wajahnya.
"Aku takut banget karena ini adalah pengalaman pertamaku. Tapi aku tau kalau itu adalah kamu Jeha, dari tatapanmu memandangi aku itu berbeda. Jadi selama ini kamu itu hantu?" Tanya Serin penasaran.
Jeha mengangguk kepalanya. "Saya sangat senang pertama kali bisa bertemu dengan kamu di Puncak Gunung. Saya pikir kamu adalah gadis yang ingin bunuh diri di Gunung"
"Hahaha.. kau pikir aku akan bunuh diri gara gara di selingkuhi oleh si Lucas?" Dengus Serin kesal.
Jeha mengubah posisi duduk menjadi menyilang." Kamu marah, saya mengikuti kamu ke sini?" Tanyanya khawatir.
"Tidak, aku hanya terkejut saja. Mana mungkin aku bisa marah padamu yang sudah menolongku waktu tersesat saat mendaki gunung" ujar Serin yang mengurangi rasa takutnya. Sebenarnya Serin masih takut karena wujud Jeha kali ini sangat menyeramkan.
"Saya sangat senang mendengarnya! Tapi saya merasa sangat buruk dengan wajah saya" Jeha memegangi wajah yang hancur itu.
"Jeha kamu ngomong apa sih! Wajahmu itu sangat tampan seperti idol K-Pop. Tidak kalah jauh dari Renjun kok" Serin memberi semangat.
"Benarkah saya tampan?"
"Iya waktu kita bertemu di Puncak Gunung, kau sangat tampan sekali"
Wajah dan tubuh Jeha seketika berubah menjadi tampan. Wujudnya sama seperti waktu pertama kali Serin bertemu dengannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments