Serin segera bangkit berdiri meskipun kakinya masih terasa sangat perih. Namun ia tetap melanjutkan perjalanannya dengan penuh semangat, Sebuah gapura berlumut yang hampir hancur menyambut dirinya. Dia atasnya tertulis Taman Nasional Halla, di sebuah pohon besar tak jauh dari gapura tertempel papan bertuliskan 'POS 1' tanpa keterangan namanya.
"Akhirnya aku sampai di pos 1. Aku akan istirahat sebentar" Gumam Serin berjalan menuju pos itu. Lalu duduk di sana.
"Aku minum dulu" Serin mengambil botol minum yang berada di samping tasnya.
GLEK!
"Ahhhh... Segar"
Gadis ini benar benar payah sekali!
"Tunggu kenapa tiba-tiba aku merasa merinding ya? Mana aku sendirian lagi" Serin menengok kesana kesini memastikan memang dirinya sendirian di tengah hutan pegunungan.
Seketika bulu kudunya merinding, hatinya menjadi gelisah tak karuan. Lalu Serin dengan cepat meninggalkan pos 1 tersebut dan melanjutkan mendaki. Karena perjalanannya masih jauh untuk mencapai puncak dia harus melewati lima pos.
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 siang matahari bersinar cerah namun menjadi redup karena tertutup pohon pohon besar yang berdaun rindang.
"Aku harus cepat cepat sampai ke puncak" Serin melangkah kakinya dengan cepat sambil menbaca peta rute.
Saya harus mengikuti gadis itu.
Setelah langit mulai menjelang sore hari akhirnya Serin sampai di puncak gunung. Ia sangat menikmati pemandangan indah di sore hari, dengan senja yang menyinari puncak gunung itu. Sungguh keindahan yang luar biasa.
"Akhirnya aku sampai juga" ujar Serin menghela nafas lega.
"Aku harus foto pemandangan di sini sangat indah" Serin mengambil handphonenya lalu memotret pemandangan di gunung itu.
CEKREK!
Setelah puas berfoto Serin duduk di bawah pohon yang cukup rindang untuk berteduh, lalu ia menyandarkan tubuhnya ke pohon tersebut.
"AAAAAAAAAA" teriak Serin Mengelegar.
"LUCAS **** YOU!" Serin mengacuhkan jari tengahnya.
"SOOMIN ADIK JAHANAM!"
Kenapa semuanya jadi seperti ini...
Padahal aku sangat mencintaimu Lucas, kita sudah lama bersama..
Kenapa kalian tega melakukan perselingkuhan di belakangku??
Serin yang tiba tiba ambruk dalam tangisan, melawan rasa sesak di dada membayangkan perbuatan yang telah kekasihnya lakukan padanya.
Serin mengacak acak rambutnya, dia sangat frustrasi sekali.
Sialan! Pria bajingan!
Kalian semua brengsek!
"Bagaimana jika orang orang bilang Serin yang di campakkan oleh kekasih yang berselingkuh dengan adiknya sendiri. Aku pasti akan terlibat skandal besar hiks.. hiks.." Isak tangisnya.
"Tidak tidak! Aku tidak mau itu terjadi! Karir ku tidak boleh hancur" Serin menggelengkan kepalanya.
"AAAAAA hiks.. hiks..."
Serin menangis dengan sangat kencang, kali ini benar benar bisa meluapkan masalah tanpa ada beban mengingat dirinya adalah seorang idol K-Pop.
I say **** it when I feel it
‘Cause no one’s keeping tally,
I do what I want with who I like
I ain’t gon’ conceal it
While you talkin’ all that ****
I’ll be gettin’ mine, gettin’ mine
Serin menyanyikan sebuah lagu dalam Isak tangisnya.
Jangan nangis! Cengeng banget sih..
Kaya anak kecil!
"DIAMLAH! Kau tidak tau rasanya di selingkuhi oleh adik sendiri" bentaknya sembari menghapus air matanya.
"Tunggu suara siapa tadi?" Serin tersadar ia langsung bangkit berdiri. Melihat sekitar memastikan memang ada orang yang bicara padanya.
Namun hasil nihil tidak ada siapa siapa selain dirinya sendiri.
"Mungkin aku terlalu larut dalam kesedihan. Jadi berhalusinasi" ujarnya pada dirinya sendiri.
"Sebaiknya aku cepat kembali" Serin melihat ke arah langit yang mulai gelap.
...______...
Hari sudah sangat gelap namun Serin masih berada di jalur pendakian untuk turun. Ia sudah mulai merasa kesusahan mengatur nafasnya karena jalannya yang sangat curam. Tapi ia harus segera turun dari gunung karena hari semakin malam dan keadaan di sini cukup menyeramkan bagi Serin yang mendaki sendirian.
"Ternyata kalau di malam hari sangat menyeramkan" Serin berjalan sambil menoleh kekanan kekiri.
"Aku harus cepat" Serin melangkah kakinya dengan cepat, tanpa sadar ia terpeleset. Tubuhnya terguling guling di tanah turunan.
BRUK
"AKHHH"
Serin tersungkur di tanah, tubuhnya sangat kotor karena tanah yang becek.
"Sial bajuku kotor semua" gumam Serin sambil mengusap usap bajunya yang terkena tanah.
"Akh, kakiku sepertinya terkilir. Sakit sekali..." Lirihnya.
Setelah merasa cukup bersih, Serin langsung beranjak berdiri dengan kaki sedikit pincang lalu ia melihat sekeliling hutan tempat ia terjatuh tadi.
"Tunggu ini dimana? Sepertinya aku terperosok jauh dari jalur pendakian akibat terjatuh tadi"
Bulu kuduk Serin langsung merinding seketika. Ia langsung dengan cepat membaca peta pendakian untuk mencari jalan keluar.
Serin tetap berjalan dengan kaki yang pincang akibat terkilir menelusuri hutan hutan yang ada di gunung tersebut lalu angin sepoi-sepoi membelai kulitnya, membuat rambut hitamnya berkibar indah.
"Sakit sekali.. tas ku juga sangat berat" lirihnya lagi.
Namun Serin tetap berusaha berjalan, suara suara daun bergesekkan akibat ulah angin di malam hari membuat suasana semakin mencekam. Di tambah lagi suara burung gagak yang berkicau di hutan, serasa memasuki dunia lain bagi Serin. Gadis itu terus berjalan lurus sesuai arah peta yang ia pegang itu.
Serin merasa dirinya tersesat, hawa dingin pun menusuk sampai ketulang tulangnya."Dingin sekali disini" seru Serin yang tersadar berada di tengah hutan.
Matanya langsung mendongak kaget melihat sekitar pohon pohon menjulang tinggi di tengah gelapnya malam.
"Sangat menyeramkan" Serin berlarian dengan cepat.
Setelah merasa lelah Serin berhenti berlari nafasnya langsung terengah-engah.
"Gawat aku benar benar tersesat. Bagaimana ini?" Gumamnya dengan wajah panik.
"Tunggu aku akan menelepon teman temanku" Serin membuka tas kecilnya mencari handphonenya.
"Kok ga ada"
Serin teringat kalau ia meninggal handphone saat berada di puncak gunung tadi karena ia terlalu larut dalam kesedihannya.
"Sial, bagaimana ini?"
"Aku nggak akan rela jika mati di gunung ini! Bagaimana dengan hartaku? Pasti akan di ambil alih oleh Soomin"
Belok ke kanan untuk menuju ke jalur pendakian!
Tunggu suara apa itu? Aku tidak boleh mengikuti Suara aneh yang tiba tiba muncul di tengah hutan begini.. Konon katanya suara itu bisa menyesatkan para pendaki
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments