Bab 8

Capek, lelah

Itulah kata yang cocok untuk menggambarkan keadaan Serin kali ini. Kakinya sangat lelah telah berjalan selama berjam-jam terlebih lagi tas bawaannya yang sangat berat. Namun, Jeha tetap saja tidak peka dengan keadaan Serin.

"Jeha aku sangat lelah sekali. Bisakah kita beristirahat, hari juga sudah mulai gelap" ujar Serin dengan nafas terengah-engah.

"Disana ada pos 5 mari kita beristirahat di sana"

"Ayo"

"Lariiiii!"

Serin berlari sekuat tenaga yang tersisa karena ia ingin cepat cepat sampai ke Pos 5 untuk beristirahat.

"Semangat!"

Serin tersentak kala tangan seseorang menariknya berlari, saat ia sadar ternyata itu Jeha. Serin spontan melepas tangan.

"Nanti kamu bisa terjatuh lagi!"

"Aku ingin cepat cepat sampai ke pos 5 untuk beristirahat. Karena tas ini sangat berat sekali" Serin memperlihatkan tas yang ada di pundaknya.

"Kalau gitu tinggalkan saja tas itu di sini"

"Mana bisa! Ini semua isinya adalah cadangan makananku.. huhu, dasar tidak peka" decak Serin kesal berjalan mendahului Jeha.

Sesampainya di Pos 5 Serin langsung melempar tas beratnya itu lalu ia duduk sambil merebahkan kakinya sementara Jeha duduk menjauh di pojok sudut.

Sepertinya dia marah gara gara aku mengatakan dia tidak peka. Tapi memang betul toh dia cowok yang tidak peka-- batin Serin menatap Jeha sinis.

"Andai ada Renjun di sini. Dia pasti akan membantuku membawakan tas yang berat itu! Mungkin dia juga akan mengendongku" Seru Serin menyindir Jeha.

"Seharusnya aku mendaki gunung bersamanya"

"Kamu dari tadi ngoceh terus, nggak capek?"

"Aku sedang mengeluh tentang nasib burukku ini"

"Saya minta maaf karena saya tidak bisa membantu kamu seperti Renjun."

Astaga apa Jeha sadar dari aku nyindir dia-- batin Serin khawatir.

"Tapi saya akan membantu kamu untuk keluar dari sini dan saya akan selalu berada di sisi kamu"

"Iya iya santai saja hehehe.. lagi pula aku adalah gadis yang kuat"

Jeha tersenyum tipis mendengar perkataan dari Serin.

"Jeha apakah kau tidak ingin makan sesuatu? Atau minum gitu?" Serin membuka tasnya lalu mengeluarkan beberapa makanan dan minuman.

"Tidak. Saya sudah tidak bisa makan lagi"

"Tunggu apakah kau sakit?"

Kemudian Serin menempelkan tangannya pada dahi Jeha. Namun suhu tubuh Jeha benar benar sangat dingin sekali.

Blush.

"Jeha suhu tubuhmu sangat dingin!" Serin dengan cepat mengambil sebuah selimut dari dalam tasnya lalu menyelimuti tubuh Jeha.

"Jeha maafkan aku. Ini semua gara gara aku memintamu membantuku" Serin menunjukkan kepalanya merasa bersalah.

"Jangan khawatir. Saya baik baik saja" kata Jeha tersenyum tipis.

"Jeha aku janji saat turun dari gunung nanti, aku akan membawamu ke rumah sakit" kekeh Serin bersemangat.

Serin menatap wajah Jeha sambil tersenyum. Tapi kalau di pikir pikir Jeha sangatlah tampan untuk seorang warga desa yang tinggal di gunung dia terlalu tampan.

Jeha yang tersadar sedang di tatap oleh Serin lalu berkata." Kenapa kamu menatap saya terus?"

"Jeha benar benar sangat tampan. Dengan wajah seperti itu kau bisa menjadi idol K-Pop yang terkenal" ujar Serin santai.

"Kata orangtua saya. Saya ini memang sudah tampan dari lahir"

"Dih pede banget" sungut Serin memalingkan wajahnya.

"Cepat tidur! Apa perlu aku nyanyikan lagu tidur untuk kamu" tawa kecil Jeha.

"Nggak usah udah gede aku" kekeh Serin langsung berbaring di samping Jeha yang sedang duduk.

Jeha lalu mengambil selimut yang menyelimuti tubuhnya dan memberikannya pada Serin yang sedang terbaring di sampingnya.

"Cepat pakai ini! Nanti kamu kedinginan!" Titah Jeha Khawatir.

"Tapi..." Serin menolaknya.

Jeha langsung menyelimuti tubuh Serin dengan selimut tersebut.

"Kamu lebih membutuhkannya dari pada saya" mengingat Serin hanya mempunyai satu selimut.

"Baik aku tidur duluan ya"

Serin langsung menarik selimutnya dan membungkus tubuhnya rapat rapat karena udara di hutan ini sangatlah dingin.

"Selamat tidur Serin cantik"

Serin yang masih belum tidur, ia hanya memejamkan matanya saja. Seketika pipinya langsung merona memerah mendengar kata kata yang terucap oleh Jeha. Jantungnya berdetak tidak karuan.

"Astaga gila! Masa iya sih aku suka sama pria desa.. Seorang Choi Serin masa iya sih?--- batin Serin

________

Pagi harinya di penginapan Gunung Halla, Renjun telah bersiap siap bersama dengan tim pencari untuk mendaki gunung. Karena hingga detik ini Serin belum juga di temukan

"Jennie, Soora, Aeri tetaplah di sini! Aku akan ikut mencari Serin" Ujar Renjun yang sudah rapih.

"Iya, aku yakin Serin pasti ketemu" Seru Jennie memberikan semangat.

"Iya aku selalu berdoa agar Serin cepat di temukan" Ujar Soora dengan mata berkaca-kaca.

"Ingat Renjun kamu juga harus berhati hati! Jangan sampai berpisah dengan tim pencari" titah Aeri dengan wajah Khawatir.

"Aku juga akan ikut mencari Serin" Ujar Lucas yang tiba tiba datang.

Dia sudah bersiap mengenakan pakaian mendaki. Sementara Soomin mengikutinya dari belakang.

"Untuk apa kamu ikut mencari Serin! Serin menghilang itu semua gara gara perbuatan busukmu!" decak Renjun dengan nada emosi.

"Aku ingin bertanggung jawab atas kesalahan yang aku berbuat pada Serin" lirih Lucas dengan wajah merasa bersalah.

"Renjun, biarlah dia ikut mencari sendiri" bujuk Aeri.

"Benar tuh! Toh dia di sini juga nggak ada gunanya" ketus Jennie.

"Jangan mulut ya Jen!!" Teriak Lucas.

"APA! MAU AJAK RIBUT HAH!"

"Sudah kalian jangan ribut!" Teriak Aeri menghentikan pertengkaran Jennie dan Lucas.

"Iya lebih baik kita cepat cepat mencari Serin. Kasihan Serin pasti dia ketakutan sendiri di tengah hutan?" Lirih Soora.

"Aeri kamu paling dewasa disini, kamu juga seorang leader. Tolong jaga Soomin dari nenek lampir." Pinta Lucas melirik kearah Jennie.

"Dasar bajingan! Bisa bisanya masih khawatir pada Si Pelakor di saat seperti ini" teriak Jennie.

"Udah Jen." Pinta Soora menenangkan Jennie.

"Baiklah. Cepat kalian temukan Serin" Jawab Aeri.

Renjun, Lucas dan bersama Tim pencari pergi mendaki gunung halla menuju puncaknya untuk mencari keberadaan Serin.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!