Bab 2

Pulau Jeju dijuluki Samdado, "Pulau yang Berlimpah dengan Tiga Hal" yaitu, bebatuan, wanita dan angin. Karena memiliki keindahan alam dan kebudayaan yang unik, Pulau Jeju adalah salah satu objek wisata paling terkenal di Korea.

Di malam ini hembusan angin sangat dingin di pulau Jeju. Di tambah lagi tetesan air hujan yang menguyur daerah itu. Membuat orang orang di sana mencari kehangatan di malam hari yang gelap itu.

Terlihat seorang lelaki dan perempuan sedang menikmati aroma teh di kamar tidur pribadi mereka. Dia adalah Lucas kekasih dari Serin dan Soomin adiknya Serin.

Soomin menyeruput secangkir teh sambil menonton film kesukaan mereka berdua.

"Oppa, apa aku sangat mencintaimu."ujar Soomin menyandarkan kepalanya di bahu Lucas.

"Aku juga sangat mencintaimu, Soomin" Lucas mengusap lembut rambut gadis yang ada disamping bahunya itu.

"Bohong, Oppa lebih memilih kakakku dibandingkan aku" Soomin mengangkat kepala, berdecak kesal.

"Soomin aku perlu kakakmu untuk membantuku dalam promosi produk dari perusahaanku" ujar Lucas.

"Kau harus mengerti ya" ujarnya tersenyum nakal menatap Soomin.

"Baiklah kita bisa tetap berhubungan seperti ini"

Ujung bibir Lucas tersenyum saat mendengar perkataan yang terucap dari mulut mungil Soomin.

"Soomin kau sangat cantik sekali" ucap Lucas melirik tubuh Soomin.

Penampilan Soomin malam ini memang sangat seksi menggunakan lingerie berwarna merah menyala membuat jantung Lucas berdebar debar. Telunjuk panjangnya dengan ringan mengangkat dagu Soomin. Lucas sedikit menundukkan wajahnya untuk menatap mata Soomin dari dekat.

Dan....

Cup.💋💋

Cup.💋💋

...______________...

Di perjalanan menuju bandara internasional Incheon. Serin menatap terus layar handphonenya itu, berharap pesannya di balas oleh Lucas.

Namun nihil, bahkan pesan tak kunjung di baca olehnya.

Apa aku telepon saja ya? Tapi gimana jika aku menganggunya?

Bodo amat!

Serin menelepon Lucas namun nomor teleponnya tidak aktif sama sekali. Lalu Serin mencoba menelepon adiknya Soomin.

"Maaf nomor yang anda tujuan tidak dapat dihubungi silahkan menghubungi beberapa saat lagi"

"Sial kenapa mereka berdua tidak bisa di hubungi" Guman Serin khawatir.

"Pak cepat sedikit ya, saya buru buru" pinta Serin.

"Baik nona"

...________...

Sesampainya di bandara internasional Incheon, Serin yang masih berada di dalam mobilnya melihat ke sekeliling bandara yang nampak cukup sepi baginya. Karena ia masih mengenakan gaun hitam saat hadir di acara MMA.

Dengan siap, Serin langsung memakai topi hitam dan masker untuk menutupi wajah serta sebuah blazer hitam yang menutupi gaunnya itu.

Dengan cepat Serin keluar dari mobil dan menuju loket pembelian tiket pesawat untuk penerbangan ke pulau Jeju.

"Mbak tiket pesawat untuk penerbangan ke pulau Jeju ada untuk jam berapa?" Tanya Serin.

"20 menit lagi pesawat akan berangkat ke pulau Jeju" Jawab penjaga loket.

"Baik saya mau!"

"Atas nama siapa? Bisa tunjukkan kartu identitas?"

Serin memberikan kartu tanda pengenal kepada penjaga loket itu. Penjaga itu membacanya dengan teliti.

Choi Serin, bukankah dia idol K-Pop yang terkenal itu?--- batin si penjaga.

"Ini tiketnya" Serin menggunakan Blackcard miliknya.

Dengan cepat Serin berjalan menuju pesawat penerbangannya ke pulau Jeju.

✈️✈️✈️

Sekitar beberapa jam kemudian sering sampai di bandara pulau Jeju. Kemudian ia menelepon tim nya untuk menjemput dirinya yang ada di bandara.

Serin di pulau Jeju juga mempunyai sebuah villa untuk tempat berlibur bersama dengan keluarga besar.

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya mobil jemputan Serin datang. Ia langsung bergegas naik dan menuju ke arah villa milik Lucas. Tepat pukul 1.00 malam Serin sampai di depan villa milik kekasihnya itu.

Dengan perasaan gugup Serin masuk kedalam villa itu. Dia berdiri di depan pintu masuknya lalu berniat untuk meneleponnya terlebih dahulu.

Tut..

Tut..

Namun nihil handphonenya tidak dapat dihubungi.

"Baiklah aku akan masuk saja" Guman Serin yang memecet sandi pintu masuk villa itu.

Ya Serin tau sandi pintu villa itu, karena pernah di beritahu oleh Lucas.

KREK

Serin membuka pintu perlahan, dia melihat sepasang sepatu heels berwarna merah tergeletak sembarangan di lantai.

"Serin berpikir positif, mungkin saja itu milik mamahnya Lucas" guman Serin lanjut menelusuri villa tersebut.

Serin menaiki anak tangga menuju lantai dua villa tersebut. Saat Serin menelusuri tiap lorong ruang itu terdengar suara seorang wanita dan pria di ruangan ujung.

Dengan perasaan cemas, takut Serin membuka perlahan pintu kamar tersebut. Ia mengintip sedikit terlihat seorang gadis dan pria tanpa mengenakan busana sehelai pun sedang asik bermain di atas ranjang tidurnya.

Ini tidak mungkin!

Serin membalikkan tubuh, menyandar ketembok. "Tidak mungkin, kekasihku berselingkuh dengan adikku sendiri" ujar Serin perlahan meneteskan airmatanya.

"Beraninya mereka berbuat seperti itu di belakangku" lirihnya lagi tak tertahan.

Serin yang memergoki kekasihnya bercinta dengan adik kandungnya sendiri.

Sakit hati, merasa di khianati semua berkumpul menjadi satu menjadi luka yang menyakitkan di dalam hati Serin. Belum lagi orang orang akan menghujatnya karena dia adalah seorang idol K-Pop. Berkata..

kasihan sekali di campakkan oleh kekasihnya...

kasihan sekali di tikungan oleh adiknya sendiri...

Tidak tidak itu tidak boleh terjadi..

BRUK!

Serin menendang pintu kamar tersebut hingga membuat Soomin dan Lucas tersentak kaget.

"Kakak?" Kaget Soomin melihat wajah Serin.

"Serin kenapa kau ada di sini?" Tanya Lucas dengan wajah panik.

"DASAR PRIA BRENGSEK!!" Teriak Serin mengelegar.

Serin dengan wajah marah langsung menghampiri Soomin dan Lucas yang berada di atas ranjang tidur. Tubuhnya yang tanpa busan langsung di balut dengan selimut.

"Aku tidak menyangka kalian akan melakukan perselingkuhan di belakangku!" Pekik Serin.

"Serin aku bisa jelaskan semuanya padamu" Lucas hendak berdiri dengan tubuh telanjangnya itu.

"HENTIKAN! JANGAN BERDIRI!"

"Aku tidak ingin melihat milikmu yang menjijikan itu" Serin memalingkan wajahnya. Ia segera melangkah kakinya keluar dari kamar tersebut.

Lucas langsung membalut bagian bawah tubuhnya dengan selimut. Lalu mengejar Serin yang hendak pergi, ia memeluk erat dari belakang.

"Serin maafkan aku" lirih Lucas berbisik di telinga Serin sambil memeluknya dari belakang.

Serin memberontak menepis pelukan dari Lucas." Aku putus sekarang juga denganmu!"

"TIDAK!"

"AKU TIDAK MAU!!"

"Aku tidak bisa hidup tanpamu Serin" lirih Lucas memohon pada Serin.

PLAK!

Sebuah tamparan melayang di pipinya Lucas. Meninggalkan sebuah warna merah di bagian pipi kanannya.

"Hentikan omongan kosongmu itu! Aku ga Sudi bersama denganmu lagi" Teriak Serin Seraya meninggalkan kamar tersebut.

Lucas langsung tersungkur lemas di lantai saat mendapati dirinya telah putus dengan Serin. Ia tidak bisa menerima! Baginya Serin adalah alat untuk membuat perusahaan menjadi maju karena icon sebagai seorang idol K-Pop yang terkenal.

"SIALAN!"

"Kenapa dia bisa datang kesini!" Umpatan kesal Lucas sambil mengacak acak rambut. Frustrasi.

"Oppa?" Panggil lembut dari Soomin.

Soomin memakai kembali pakaiannya yang berserakan di lantai lalu menghampiri Lucas yang dudu di lantai dalam keadaan kacau.

"Oppa aku akan membantumu menbujuk kakak ku agar bisa menerimamu kembali" ujar Soomin seraya memeluk erat Lucas.

Lucas membalas pelukan dari Soomin."Terimakasih Soomin kamu memang wanita terbaik yang ku miliki"

"Iya"

Sementara itu dengan wajah marah, emosi yang meluap luap. Serin keluar dari villa milik Lucas lalu menuju mobil miliknya.

Ia masuk kedalam mobilnya dan memacu dengan kecepatan tinggi. Ia menangis sambil mengendarai mobilnya di tengah gelap malam dan dingin angin di pulau Jeju.

"BAJING!"

Serin terus memacu mobilnya dengan sangat kencang sampai akhir ia sampai ke villa miliknya yang berada di pulau Jeju juga.

Pagi harinya yang cerah di tambah dengan kicauan burung yang merdu. Ini benar benar suasana yang sangat menenangkan untuk menikmati hari libur di pulau Jeju.

Tapi tidak bagi Serin yang terbangun dari tidurnya dengan keadaan yang sangat kacau. Matanya bengkak akibat menangis terus menerus semalam. Kemudian ia terdiam cukup lama di depan jendela villa sambil menatap pemandangan gunung halla yang terlihat dari villa nya.

"Astaga aku pasti tampak sangat buruk dan jelek sekali. Bahkan aku masih menggunakan gaun ini" guman Serin pada dirinya sendiri.

Kemudian Serin memutuskan untuk pergi mandi dan Sarapan. Lalu pergi ke balkon villanya, dia duduk di sana sambil menikmati pemandangan gunung halla. Yang Ia lakukan hanyalah melamun dengan sepasang earphone yang menyumbat telinganya, tersambung ke handphonenya.

Aku harus bisa melupakan Lucas.

Suara kicau burung terdengar sangat keras di sekitar villa, Serin menaikkan volume pada earphonenya agar suara burung tersamarkan.

Sedikit lagi..

Pas..

Let's kill this love!

Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah.

Rum, pum, pum, pum, pum, pum.

Let's kill this love!

Rum, pum, pum, pum, pum, pum.

Serin berdiri dari duduknya ia langsung bernyanyi keras.

"MARI BUNUH LUCAS"

"YEAH, YEAH, RUM, PUM, PUM!

"KILL THIS SOOMIN!"

Teriak menggelegar Serin membuat burung burung di sekitar villa berterbangan ketakutan mendengar nyanyian dari Serin yang Frustrasi putus cinta.

Aduh capek..

"Aku butuh healing buat melupakan Lucas bajingan itu" Gumannya melihat ke arah gunung halla.

Terbesit sebuah ide di dalam pikirannya.

"Aku akan mendaki gunung halla saja" ujar Serin tersenyum senang.

"Sudah lama sekali aku tidak mendaki gunung, terakhir kali waktu usia 16 tahun."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!