Bab 17

Pagi harinya Serin bangun dari tidurnya, kedua matanya sembab karena puas menangis mendengar cerita sedihnya Jeha."AAAAAA wajahku jelek sekali" heboh Serin sambil bercermin.

Di samping ranjang tidurnya ada Jeha yang sudah duduk santai disana."kamu tampak sangat menggemaskan" ujarnya tertawa meledek.

"Ketawa aja terus" dengus Serin kesal dengan wajah sembab. Jeha semakin tertawa, mendengar gerutunya Serin.

"Coba basuh dengan air, terus langsung mandi" usul Jeha.

Tring.

Suara notifikasi handphone Serin berdering. Ia langsung buru buru mengambil handphonenya yang berada di atas meja. Terdapat sebuah pesan dari Renjun, Serin langsung membalasnya.

...WhatsApp...

Serin bagaimana keadaanmu?

Renjun.

^^^Aku sehat, aku juga sangat menikmati hari liburku di sini.^^^

^^^Serin.^^^

Bagus. Cepat pulang ke Seoul aku merindukanmu.

Renjun.

^^^Aku juga kangen bertemu denganmu.^^^

^^^Serin.^^^

"Harus banget kamu membalas pesan dari dia dulu?" Kesal Jeha melihat Serin sibuk dengan handphone.

"Ini dari Renjun, aku harus membalasnya" ujar Serin tersenyum saat membaca chat dari Renjun.

"Terus aja pelototi tuh handphone!"

"Iya iya aku mandi! Awas jangan intip!" Titah Serin menunjuk wajah Jeha lalu menaruh handphonenya di meja.

"Iya nggak akan. Sudah sana!" Balas Jeha mengangguk lalu dia menoleh kearah handphone Serin yang masih menyala.

Jeha melihat pesan dari Renjun, Xiaojun, Lucas dan Manajer Lee di layar handphone Serin.

"Ngapain pria itu masih ngechat Serin?"

"Astaga banyak sekali orang orang yang menyukai Serin, saya merasa minder"

Serin mengambil handuknya dan pakaian yang akan di kenakan nanti. Lalu melirik kebelakang menatap Jeha dengan mengepalkan tangannya. " Awas ngintip!" Ancaman Serin. Jeha membuang wajahnya dengan tersenyum tipis melihat tingkah Serin.

Jeha menatap jengah. Kemudian ia membaringkan tubuhnya di ranjang tidurnya Serin. Tiba tiba terdengar suara panggilan dari handphone Serin, Jeha yang penasaran langsung melihat.

"Ngapain sih dia, masih ganggu hidupnya Serin?"

Sementara Serin lagi asik mandi sambil bernyanyi berteriak teriak." Sial-sialnya ku bertemu dengan cinta semu.Tertipu tutur dan caramu. Seolah cintaiku

PUAS KAU CURANGI AKU!"

Setelah selesai mandi Serin langsung keluar dari kamar mandinya dan melanjutkan nyanyian nya.

Bagaimana dengan aku terlanjur mencintaimu? (Cintaimu)

Yang datang beri harapan, lalu pergi dan menghilang

Tak terpikirkan olehmu, hatiku hancur kar'namu

Tanpa sedikit alasan, pergi tanpa berpamitan

Takkan kut'rima cinta sesaatmu

Jeha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Serin.

"Serin, Serin" panggil Jeha.

"Kenapa? Suaraku sangat merdu ya?" Ujar Serin menoleh kearah Jeha dengan senyuman percaya diri.

"Sepertinya lagu itu cocok untukmu dan Lucas?" Jawab Jeha santai.

Deg.

"Jeha! Sekali ngomong langsung ngena banget ke hati" dengus Serin kesal. Raut wajahnya rada sensi kalau berkaitan dengan Lucas.

"Maafkan saya" lirihnya menunduk.

"Iya iya aku tuh belum bisa move on! Puas." Balas Serin.

"Kamu harus bisa melupakan dia! Karena dia bukanlah pria yang baik buat kamu!"

"Ish, minggir minggir sana! Jangan tiduran di ranjangku" usir Serin.

"Nggak ganggu juga. Emang kamu mau tidur lagi?" Kekeh Jeha yang masih terbaring di ranjang tidur Serin.

"Awas. Aku mau beresin!" Sahut Serin.

"Tumben banget, biasanya juga bibi Marie yang beresin" Jawab Jeha santai.

"Nyebelin banget ihh" Serin langsung duduk di meja rias sambil mengecek handphonenya. Dia melihat panggilan tak terjawab dari Lucas dan beberapa char dari Xiaojun dan manajer Lee.

"Ngapain si bajingan ini nelepon?" Gumam Serin menatap layar handphonenya hendak memanggilnya kembali.

"Nggak usah di telepon balik! Katanya mau move on" kata Jeha meledek.

"Ish, siapa juga yang mau telepon balik" sahut Serin.

Serin kembali menaruh handphonenya lalu ia mulai menyisir rambut hitam panjangnya. Dan tidak lupa ia memakai skincare untuk perawatan wajahnya.

PAK!

Serin memukuk pelan wajah menggunakan serum di telapak tangannya.

"Cewek itu ribet ya? Banyak banget perawatannya" tanya Jeha langsung bangun dari tidurnya dan menatap kearah Serin.

Refleks Serin menoleh kearah Jeha. "Aku harus perawatan biar kelihatan cantik. Terus aku bisa berkencan dengan banyak pria tampan" Serin tertawa.

Setelah selesai memakai skincare Serin langsung meraih handphonenya yang berada di meja. Ia tersenyum saat menonton drama yang di mainkan oleh Renjun.

"Sedang melihat apa sih? Kok senyum senyum sendiri" tanya Jeha.

"Lihat ini" Serin menunjukkan layar handphonenya pada Jeha.

"Nggak keliatan"

Serin langsung beranjak dari duduknya dan pindah ke samping Jeha yang sedang duduk di pinggiran ranjang.

"Aktingnya Renjun sangat bagus! Aku jadi ingin bermain drama dengannya" ujar Serin berbinar binar, wajah Jeha lesu seketika.

"Saya kalah sepertinya dengan Renjun. Dia sangat hebat" lesunya.

"Kamu juga pasti sangat hebat waktu jadi trainer dulu" hibur Serin.

"Saya memang sangat hebat plus sangat tampan. Semua orang memuji saya waktu itu" Jeha tersenyum senang.

"Jangan sedih, Renjun memang hebat dalam berakting. Tapi Jeha ku yang terbaik" Serin mengacuhkan kedua jempolnya.

"Kamu orang yang bisa menghibur saya"

"Yaudah, aku mau sarapan dulu ya. Kamu mau tetap di sini atau ikut aku?" Tanya Serin beranjak dari duduknya.

"Saya mau menemani kamu sarapan."

Serin melangkah kakinya turun menuju ruang makan di ikuti oleh Jeha.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!