Markas Yakuza Takara Hutan Okutama Jepang
Luke berjalan meninggalkan ruang tahanan itu dengan diikuti Hidetoshi, YangYang, Akito dan Tama.
"Luke, bukannya kamu terlalu melunak dengan mereka? Kita sudah menangkap nya, lalu kamu kirim keluarganya kemari? Mereka akan tinggal dimana?" protes Hidetoshi.
"Bukankah rumah yang dipakai keluarga nya Alessandro kosong?" balas Luke. "Mereka semua kan sudah mokat. Oom, Tante dan sepupunya si manusia Spidol yang dikirim kemari. Taruh disana kan beres !"
"Luke, dua dari tiga anggota keluarga Moretti disana mati bunuh diri karena tidak tahan tinggal disana..." ucap Hidetoshi lagi.
Luke menghentikan langkahnya lalu berbalik dan menyeringai jahat. "Mau semodern jaman seperti apa, hantu itu abadi di dunia selama Tuhan belum membuka portal elu mau ke neraka atau surga ke arwah-arwah penasaran itu."
Semua anak buahnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tapi memang rumah disana angker. Kesimpulan, hukumannya antara manusiawi dan tidak itu beti kawan, alias beda tipis.
***
Rumah Keluarga Al Jordan Bianchi Tokyo
Rin menyambut kedatangan suaminya dengan senyum terkembang dan seperti biasa, Luke mencium bibir istrinya.
"Anak-anak sudah pada tidur?" tanya Luke yang memang datang lewat tengah malam. Luke tidak heran jika Rin masih menunggu dirinya karena sudah menjadi kebiasaannya sejak awal menikah.
"Sudah. Oh Yakuza freezer, besok anak-anak pergi sore hari pesawat nya" ucap Rin.
"Tadi siapa yang datang?" tanya Luke yang melihat ada tas pink disana.
"Raihanun dan Raiden... Itu tas dari Raihanun buat dibawa oleh Shohei."
"Apa isinya?" tanya Luke penasaran.
"Cat wajah, cat air dan cat minyak. Entah apa yang direncanakan Raihanun dan Shohei. Mereka kan terkadang punya dunianya sendiri..." jawab Rin.
Luke lalu membuka tas pink itu dan melihat berbagai perlengkapan untuk melukis. "Memangnya Shohei bisa melukis? Nulis aja ampun jeleknya !"
Rin cekikikan. "Mana aku tahu, Luke. Biarin saja. Mungkin jadi alat untuk menyamar saat mengintai kan bisa."
Luke menutup kembali tas pink itu. "Tapi tas nya jangan pink juga.. Ampun deh!"
"Biarin saja. Shohei kan pede bawa tas pink begitu."
"Si Dendeng kemari? Merusak apalagi, Rin?" tanya Luke yang sudah hapal keponakannya satu itu memang tangannya terlalu ajaib merusaknya.
"Gelas satu, piring satu... " kekeh Rin yang sudah maklum.
"Total berapa sudah yang pecah?"
"Masing-masing sepuluh, Luke..."
"Sampai selusin, ganti semua pakai alat makan krompyang !" sungut Luke kesal.
"Stainless, Luke sayang..."
"Iya. Macam di rumahnya !"
Rin cekikikan.
***
Bandara Narita Jepang Keesokan Sorenya
Sore ini Luke, Rin, Yukihiro, Hidetoshi, Akito dan YangYang mengantarkan Hyde, Vicenzo, Shohei, Shaun dan JJ ke Turin. Rin menarik putra sulungnya dan mengajaknya berdoa berdua saja. Kebiasaan Rin setiap anak-anaknya hendak ujian, bertanding atau pergi jauh, wanita Jepang itu selalu mengajak berdoa secara pribadi.
"Memang kamu mau menyamar menjadi pelukis, Shohei?" tanya Luke yang melihat asisten putranya memasukkan tas pink itu ke dalam duffle bag yang akan masuk bagasi.
"Maybe, Luke-san. Kan bagus kalau penyamaran aku tidak ketahuan?" cengir Shohei.
"Memangnya tidak ada warna lain apa?" goda Hidetoshi.
"Jangan warna lain dong, biar mengingat kan aku pada Nyunyun-chan..." jawab Shohei dengan wajah sok imut.
"Kalau tidak ingat kamu dan Nyunyun macam Oom dan keponakan, melihat mukamu itu macam Oom-oom pedofil !" sungut Luke sebal.
"Oh Tuhanku, aku tidak serendah itu..." ucap Shohei berdrama membuat semuanya sebal.
Suara pemberitahuan bahwa para penumpang pesawat ITA Airways untuk masuk ke ruang boarding membuat semua orang berpandangan.
Luke memeluk putra sulungnya. "Jangan sampai mati kamu..." bisik Luke karena tahu bagaimana bahayanya misi putra dan keponakannya.
"Nggak otousan. Aku ada Oom Dante, Oom Antonio, Raul, Alano... Kami akan kembali ke Tokyo dengan selamat." Hyde menatap ayahnya yang meskipun dingin di hadapan orang lain, tapi aslinya sangat hangat ke keluarganya.
"Shohei, jaga Hyde dengan nyawamu !" pesan Luke ke pria berdarah Hongkong itu.
"Tentu saja."
"JJ, jaga Hyde dan Vic" ucap Luke ke pria yang sama dinginnya dengan Nobu.
"Haik, Luke-san" jawab JJ.
Rin memeluk Hyde lalu Vicenzo bergantian. "Hati-hati kalian berdua. Oke?" Wanita cantik itu menatap serius ke dua pria muda di hadapannya.
"Siap tante" jawab Vicenzo.
"Of course Okasan" jawab Hyde sambil mencium pipi ibunya. "Yuki..."
"Jaga rumah dan okasan. Ya" jawab Yukihiro dingin seperti biasanya.
Setelah itu semuanya berpamitan ke para anggota Yakuza Takara lainnya. Dan sore itu, kelima orang anggota keluarga Bianchi terbang menuju Turin, Italia.
"Luke..." panggil Hidetoshi.
"Ada apa?"
"Gundik Carlo yang di Bari, tewas di sebuah danau. Mobilnya lepas kendali dan terjun ke dalam danau..." lapor Hidetoshi membuat Luke dan Rin saling berpandangan.
"Kamu dapat info dari siapa?"
"Alexis Accardi. Dari asistennya, Alejandro Fernandez."
Rin menatap cemas. "Luke..."
"Tidak apa, Rin. Dante dan Antonio pasti akan melindungi anak-anak kita yang juga anak-anak mereka."
Yukihiro menoleh ke arah Akito yang tampak cemas. Bagaimana pun Hyde sudah seperti saudaranya sendiri.
"Daijoubu, Akito-senpai. ( tidak apa-apa, kak Akito ). Niichan akan pulang ke Tokyo dengan selamat" jawab Yukihiro sambil menepuk bahu dokter itu.
"Kamu benar Yuki-chan. Aku harus optimis" jawab Akito. Yukihiro mengangguk.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 25 08 23 )
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Di rmh ku jg gitu😁
2025-02-17
1
Nuril sofiyati
waaahh si dendeng ini yg cocok jd visualnya... yaitu daddy namu
2023-08-04
1
heidiy
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak bacanya
2023-08-01
1