Perjalanan dari Turin ke Tokyo
Vicenzo mempelajari semua berkas yang diberikan oleh mantan pengawal Simone Ferrara yang memperlihatkan arsip dan tujuan keluarga Ferrara membuat kacau Turin. Mereka adalah orang keluarga lama Turin yang diasingkan keluarga lama lainnya seperti Bianchi, Mancini dan Esposito.
Saat Leia kecelakaan jauh sebelum menikah dengan Dante, dua keluarga itu, Esposito dan Ferrara, sempat dicurigai sebagai pelakunya tapi bukan. ( Baca The Bianchis edisi Leia Bianchi ).
Vicenzo pun mencari tahu arsip keluarga besarnya terutama tentang kedua orangtuanya dan memang keluarga Esposito dan Ferrara memiliki kebun anggur yang kwalitas nya dibawah keluarga Bianchi dan Mancini. Apalagi sekarang pasaran harga anggur Italia dikuasai oleh keluarga Mancini Bianchi ditambah support keluarga de Luca dari Sisilia dan Esposito yang akhirnya ikut merger dengan keluarga Mancini.
Dante dan Antonio berusaha agar harga wine dan anggur Italia tetap bisa stabil dan bersaing dengan anggur serta wine produksi Perancis apalagi China juga masuk dalam liga harga dan rasa. Keluarga yang jadi ipar itu pun mempertahankan kwalitas dan rasa wine mereka namun semua itu menjadi kacau saat keluarga Ferrara ingin agar mereka bisa menjual wine dengan harga lebih murah agar lekas laris. Dante menolak ide itu karena tidak menghargai semua kerja keras para petani dan pabrik yang tetap mempertahankan old style nya.
Permintaan keluarga Ferrara juga ditentang oleh keluarga Esposito yang tidak mau mengalami kerugian karena perkebunan mereka tidak seluas dan sebagus kebun milik keluarga Mancini dan Bianchi. Para keluarga lainnya tampak curiga mengapa tiba-tiba keluarga Ferrara ingin merusak harga apalagi anggur Turin sekarang sedang bagus-bagusnya.
Belum sempat Dante dan Antonio mengetahui latar belakang mereka berulah, Dante dan Sergio mengalami kecelakaan. Semua orang menuduh keluarga Ferrara yang dibantah oleh pemimpin keluarga Simone Ferrara. Dua bulan pasca kecelakaan Dante dan Sergio, semua keluarga Ferrara pindah dari Turin ke Siena.
Kebun anggur keluarga Ferrara hanya dikelola oleh pegawainya dengan pengawasan mandor kepercayaan keluarga itu.
Shaun melirik ke arah Vicenzo yang serius membaca file di iPad nya. "Zo..."
"Yes Shaun."
"Kita menginap dimana?"
"Rumah Opa. Yang sangat Jepang itu."
"Apa si badut disana?"
Vicenzo menoleh ke arah Shaun yang duduk di sebelah nya. Mereka naik pesawat Japan Airlines di kelas bisnis. Vicenzo menolak menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Mancini maupun Bianchi.
"Shohei maksud mu?" kekeh Vicenzo.
"Siapa lagi?" jawab Shaun.
"Well, kamu ga betah sama dia?"
"Seriously, Zo, dia itu tipikal pengawal tidak jelas ! Semuanya tidak bisa dianggap serius! Dengar usia aku dan Shohei hanya selisih setahun, tua dia. Tapi kelakuan lebih macam anak kecil dibandingkan kamu!" gerutu Shaun sebal.
Vicenzo tertawa. "Tidak hanya kamu yang sebal, tapi Hyde juga. Lebih malahan. Hanya saja jika Hyde dalam kesulitan, Shohei bisa diandalkan."
"Aku pusing Zo..." gumam Shaun manyun.
Vicenzo hanya tersenyum smirk.
***
Bandara Narita Jepang
Hyde dan Shohei sudah tiba di bandara Narita untuk menjemput Vicenzo dan Shaun. Hyde dan Vicenzo adalah sepupu kandung karena ayah dan ibu mereka saudara kembar. Vicenzo adalah anak tunggal sedangkan Hyde memiliki adik yang selisihnya cukup jauh, tujuh tahun, bernama Yukihiro.
"Are they arrive yet?" tanya Shohei ke Hyde.
"Mada ( belum )" jawab Hyde cuek sambil membuka ponselnya menunggu jadwal sidang skripsinya. Hyde kuliah di almamater otousannya, Tokyo University atau Todai mengambil jurusan komputer matematika. Oomnya, Shinichi Park, sudah merayu keponakannya untuk mengambil fisika tapi Hyde malas bertemu dengan Oomnya yang menjadi dosen disana.
"Are they arrive yet?" ulang Shohei.
"Mada !"
"Are they arrive yet?"
"Mada Mada Dane ( belum, masih lama )!" bentak Hyde kesal.
"Kalau masih lama, kenapa kita datang kepagian? Kan rugi aku tidak bisa nonton rerunnya konser L'arc-en-ciel..." gerutu Shohei dengan wajah polos membuat Hyde rasanya ingin menendang terbang tangan kanannya yang lebih menjurus tangan kiri yang sering unfaedah.
"Rugi...rugi... Dua seringgit dua seringgit..." ucap Shohei sambil lalu. Hyde harus menahan emosinya karena dia tidak mau ayahnya datang gara-gara gegeran di bandara akibat dia kesal dengan asistennya.
"Lama-lama gue matiin WiFi semuanya dan jam sinyal ponsel khusus buat Shohei !" umpat Hyde.
Tak lama, pesawat yang membawa Vicenzo dan Shaun pun mendarat membuat Shohei tersenyum lebar. "Sampai sampai sampai..."
"Urusai ( berisik )!" bentak Hyde.
"Hyde-chan, janganlah marah-marah, nanti cepat tua. Lihat tuh, ada kerutan di dalam lubang hidung" jawab Shohei lempeng.
Hyde menyesal tidak membawa pedang kendonya untuk mengetok kepala Shohei.
Tak lama Vicenzo dan Shaun keluar dengan menyeret koper mereka dan disambut Hyde dan Shohei.
"Akhirnya kumpul lagi ya Shaun the sheep" senyum Shohei.
"Ketemu lagi helm !" balas Shaun sebal.
Shohei terbahak karena memang ada merk helm Shoei yang sering dipelesetkan mirip dengan namanya.
Vicenzo dan Hyde mengacuhkan keributan kedua asisten mereka.
"Kamu nggak bawa senjata kan?" tanya Hyde.
"Nggak. Kata padre tinggal minta sama kamu dan kata Madre jangan pakai pedang Kendo milik Yuki" jawab Vicenzo sambil memasukkan kopernya ke dalam mobil Range Rover Hyde.
"Kamu tahu, orang itu sudah kami awasi dan ada sesuatu yang kamu harus tahu." Hyde menatap Vicenzo serius. "Kita tidak ke rumah Opa, tapi ke mansion Al Jordan."
"Memang ada apa Hyde?" tanya Vicenzo penasaran.
"Kamu akan tahu nanti." Hyde membuka pintu penumpang dan naik ke dalam mobilnya.
***
Mansion Al Jordan - Bianchi
Vicenzo selalu senang berada di mansion milik keluarganya yang tenang meskipun berada di tengah kota Tokyo. Mungkin ini rumah terbesar ke dua puluh di Tokyo yang masih ada. Mansion ini dibangun oleh Hiroshi Al Jordan, opa buyut Vicenzo dan Hyde yang tetap dipertahankan hingga sekarang meskipun sudah mengalami renovasi beberapa kali. ( Baca You're The Only One )
"Millenium Falcon Opa masih ada?" kekeh Vicenzo yang melihat Lego pesawat Star Wars yang disimpan dalam kotak kaca.
"Masihlah ! Perjuangan itu" kekeh Hyde. "Minum apa Vic?"
"Sake ?"
Hyde menoleh. "Seriously."
Vicenzo tertawa. "Apa saja asalkan dingin dan non alkohol. Bisa diamuk Madre masih pagi sudah minum." Putra Dante Mancini itu pun duduk di sofa.
Vicenzo Bianchi Mancini
Hyde datang membawa dua botol sparkling soda dan memberikan pada Vicenzo satu. Tak lama seorang pelayan datang membawakan camilan untuk mereka berdua.
"So, apa yang ingin kamu perlihatkan padaku?" tanya Vicenzo setelah mereka hanya berdua di ruang tengah.
Hyde memberikan iPadnya. "Buka folder JJ."
Vicenzo pun mengklik folder itu dan melihat apa isinya. Rahangnya mengeras dan mata nya berkilat marah.
"Figlio di puttana ( Son of the b*** )!" umpat Vicenzo.
"Yeah, kutu kampret !" balas Hyde. "Sekarang, apa yang akan kamu lakukan?"
"Picchialo a morte ( menghajarnya sampai mati )!" jawab Vicenzo dingin.
***
Visualnya Shaun Bruno asisten nya Vicenzo
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 24 08 23 )
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Jd ingat ama Madhava😁
2025-02-12
1
Ita Xiaomi
Benar2x menguji segalanya 😁
2025-02-12
1
🍭ͪ ͩ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ꍏꋪꀤ_💜❄
madadut😅😅😅😅
2024-10-05
1