Tokyo Jepang
Hyde langsung menghubungi anak buahnya yang sudah mengikuti Vicenzo dan Shaun untuk membantu sepupunya itu. Sementara itu, Vicenzo dan Shaun bersiap mengikuti taksi yang dipakai dua Polizia Italia itu diatas motornya.
"Shaun, jangan terlalu mencolok. Kita culik dengan tenang" ucap Vicenzo dari helmnya.
"Yup" jawab Shaun.
Keduanya masih tetap duduk diatas motor masing-masing menunggu sampai dua Polizia itu mendapatkan taksi.
"Yang pendek namanya Emilio Carsini sedangkan yang tinggi namanya Carlo Berzonni. Emilio duda anak satu, perempuan, kuliah di Universitas Milano sedangkan Carlo, punya istri di Turin dan kekasih di Bari. Punya anak haram dari kekasihnya yang lain..."
"Tunggu Hyde ! Si Carlo ini punya istri di Turin, kekasih di Bari terus punya anak dari kekasih lainnya? Kota mana tuh?" potong Vicenzo yang pusing mendengar penjelasan sepupunya.
"Perugia."
Vicenzo menepuk helmnya. "Oh my God ! Terus selain itu apa lagi?"
"Masih aku cari Zo."
"Hyde, mereka bergerak. Aku dan Shaun mengikuti mereka." Vicenzo mulai menyalakan motornya.
"Hati-hati. Oh nanti ada mobil Alphard mengikuti kamu dengan nomor 99-87. Isinya anak buahku yang sudah siap acara penculikan. Langsung dibawa ke Okutama dan aku bersama Shohei si soang whisperer kesana malam ini. JJ biar disini dan mengawasi Michael Ferrara" ucap Hyde yang juga bersiap-siap bersama Shohei menuju Okutama.
"Oke. Aku berangkat dulu. Mereka sudah masuk taksi." Vicenzo lalu menjalankan motornya bersama dengan Shaun.
***
Taksi yang membawa dua anggota Polizia Italia itu ke sebuah hotel khas Jepang di daerah distrik merah, Kabuchiko. Vicenzo dan Shaun melihat keduanya masuk hotel lalu melihat mobil milik Yakuza Takara berhenti di belakang motor mereka berdua.
Vicenzo menoleh ke arah mobil itu dan memberikan kode agar mereka semua turun. Dari dalam mobil itu, turunlah empat orang dengan wajah dingin dan semua orang tahu aura mereka aura Yakuza.
"Mancini-san, saya Keita. Apa tugas saya?" tanya pria berwajah dingin itu ke Vicenzo.
"Masuk. Cari tahu kamar berapa. Kita buat mereka mabuk baru kita bawa" perintah Vicenzo.
"Haik." Keita memanggil salah satu dari tiga orang yang dibawanya untuk masuk ke dalam hotel itu.
"Zo, kenapa kamu tidak masuk? Kan kamu sudah cukup umur" tanya Shaun tanpa melepaskan helmnya, hanya kacanya saja yang dibuka.
"Aku memang sudah cukup umur tapi bukan berarti aku mau turun macam Opa aku yang main hajar di hotel merah hingga ditangkap polisi..." jawab Vicenzo. ( Baca The Bianchis episode Joey Bianchi ).
"Wajahmu akan ketahuan bukan?" kekeh Shaun.
"Nah tuh tahu."
"Zo, aku sudah perjalanan ke Okutama dengan Shohei. Kalian dimana?" tanya Hyde dari mic helmnya.
"Kabuchiko" jawab Vicenzo.
"Eh buset ! Kamu masuk?" tanya Hyde.
"Ya nggak lah ! Gila apa aku masuk ! Keita dan anak buahmu yang masuk." Vicenzo melihat Keita dan rekannya sudah membawa Carlo dan Emilio dalam kondisi mabuk. "Keita sudah membawa keduanya. Kita segera ke Okutama, Hyde. Kirimkan GPS nya di helmku."
"On it. JJ, kirimkan arah ke markas Okutama!" perintah Hyde ke JJ.
"Sent !" jawab JJ. "Ke helm Vicenzo-san dan Shaun."
Vicenzo melihat dua orang pria Italia itu dimasukkan ke dalam mobil Alphard hitam lalu dirinya menutup helmya yang sudah terlihat dari kacanya GPS ke arah markas milik keluarga Takara.
"Kita ke Okutama !" ucap Vicenzo ke earpiece masing-masing anak buah Hyde.
Dua motor Ducati hitam dan satu mobil Alphard pun pergi meninggalkan distrik yang dikenal area merah Tokyo.
***
Hutan Okutama Jepang
Dua motor Ducati dan mobil Alphard itu pun masuk ke dalam jalan setapak yang sedikit tersembunyi menuju ke sebuah bangunan yang sedikit masuk ke dalam hutan itu. Suasana seram dan membuat merinding, terasa jelas ditambah gelapnya sepanjang jalan tanpa ada penerangan yang jelas plus pohon-pohon yang tinggi - tinggi, semakin membuat creepy.
"Ini kalau Opa Bima ada, bisa jantungan" kekeh Vicenzo saat teringat lebaran tahun lalu semua generasi berkumpul di Dubai dan menonton video aib masing-masing generasi. Dan aib Bima menjerit kencang saat di hutan Sandy part satu dan dua, membuat para cucunya tertawa durjana.
( Baca The Story of Three Brothers )
Akibatnya Bima dan musuh bebuyutan sejak jaman SMA, Hoshi Reeves berdebat seru membuat ramai suasana. Alsaki Baskara, cucu Bima dan Kaivan Reeves, cucu Hoshi sampai harus memisahkan kedua opanya yang gelut tidak jelas sementara Arkananta dan Valentino yang notabene anak Bima dan Hoshi, hanya menikmati ice cream, membiarkan dua musuh itu berseteru.
Vicenzo tertawa kecil mengingat bagaimana rusuhnya keluarga besarnya tanpa mengingat siapa mereka, umur dan encok. Kalau sudah menistakan, mana ingat kamu seorang dokter, pengusaha, pengacara, atau pun keluarga ningrat.
"Kamu nggak kesambet kan Zo? Cekikikan sendiri..." ujar Hyde di earpiece Vicenzo.
"Hyde, ingat tahun kemarin kumpul keluarga? Opa Bima gelut sama Opa Hoshi gara-gara aib dibuka?"
"Hutan Sandy?" Hyde langsung terbahak. "Jangan kepikiran bawa opa Bima kemari ya ! Bisa digantung Oma Arimbi aku nanti, bikin opa jantungan !"
Vicenzo terbahak. "Alamat kita yang digantung opa Hoshi. Soalnya cuma Opa Hoshi yang boleh usil sama Opa Bima. Kita nggak boleh !"
"Kacau mereka berdua tuh ! Kamu sampai mana?"
"Depan gerbang."
Tak lama pintu gerbang besar itu terbuka dan rombongan Vicenzo pun masuk. Mereka pun memarkirkan motor dan mobilnya. Tampak Hyde dan Shohei sudah menunggu disana begitu juga YangYang bersama dengan anak buah Yakuza Takara.
"Beneran kalian culik?" tanya YangYang saat melihat Keita dan tiga anak buahnya membawa Carlo dan Emilio.
"Lha masa bohongan Oom YangYang?" cengir Vicenzo sambil mengacak-acak rambutnya yang agak lembab akibat memakai helm.
YangYang menggelengkan kepalanya. "Yuk ke tengah..."
Semuanya pun masuk ke dalam area tengah markas besar itu dengan nuansa Jepang kuno. Lampu yang dipasang cukup terang hingga bisa terlihat dengan jelas. Suara kecipak air pun terdengar tanda para piranha pun sudah merasakan akan ada daging segar.
Kedua orang itu pun didudukkan di dua kursi dengan kondisi tangan diborgol ke belakang dan kakinya diikat dengan palstic tie kencang.
"Guyur mereka berdua !" perintah YangYang ke Nobu dan Keita.
Dua pengawal itu pun mengguyur Carlo dan Emilio dengan seember air dingin membuat keduanya terbangun. Obat bius yang diberikan Keita memang memiliki efek seperti orang mabuk, tapi langsung hilang jika diguyur air dingin apalagi ditambah es batu.
Carlo dan Emilio pun terbangun dan keduanya terkejut saat mereka tahu berada di tempat asing yang dipenuhi oleh orang Jepang. Carlo dan Emilio tahu, mereka berada di daerah kekuasaan Yakuza.
"Ciao Ufficiale. Ricordati di me ( Halo pak polisi. Ingat aku )?" tanya Vicenzo sambil menghampiri dua orang polisi itu.
Carlo dan Emilio tampak tidak mengenali Vicenzo. "Chi sei ( Kamu siapa )?" tanya Carlo.
"Vincenzo Bianchi Mancini, figlio di Dante Mancini ( Vicenzo Bianchi Mancini, putra Dante Mancini )" seringai Vicenzo.
Kedua Polizia itu langsung memucat.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 25 08 23 )
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Yuli Budi
jd pinisirin 🤔
2023-07-18
1
Ratna Florenzi
nah loh terciduk ya kalian berdua...siap² jdi santapan piranha
2023-07-18
1
wonder mom
keren ish. vincenzo. bru nama lho y. udh pasi2. lha klo dicium piranha piye?
2023-07-18
1