Markas Yakuza Takara di Akihabara Tokyo Jepang
Luke menatap Hyde yang datang dari kampus dan menunggu jawaban putranya.
"Well? Bagaimana?" tanya Luke.
"Lulus. A+" senyum Hyde.
"That's my son. So, kapan wisuda?" Luke merasa lega putranya sudah selesai kuliahnya jadi kalau mau acara aneh-aneh, dia tidak akan melarang.
"Aku ambil Maret." Hyde maju sidang skripsi di bulan Juli.
"Banyak waktu yang bisa kamu selesaikan di Turin. Jangan ragu minta tolong Oom - Oom kamu yang ada di Italia. Otousan tahu, Polizia Turin sedang tidak bisa dipercaya tapi yakinlah, pasti ada orang yang beraliran lurus disana" ucap Luke. "Selain Shohei, kamu bawa JJ ke Turin. Biar Nobu dan Keita membantu kamu disini."
"Haik, otousan."
"Kamu ke rumah sakit sana. Laporan sama Okasan."
***
Hyde dan Shohei kini berada di rumah sakit tempat Rin bekerja sebagai ahli gizi. Kedua pria itu pun berjalan dengan santainya menuju ruang kerja wanita yang sudah melahirkan Hyde dan Yukihiro.
"Aku rasa kita harus minta formula b*m cat dari Nyunyun-chan" ujar Shohei.
"Buat apa b*m cat?" Hyde melirik ke arah asistennya.
"Buat seru-seruan aja..." jawab Shohei asal. "Kan lucu kalau pas kita gelut kena cat warna warni macam di India ..."
"Festival Holi maksud mu?"
"Apalagi kalau berpendar... Bisa ketahuan dimana."
Hyde tampak termenung. Boleh juga ide si badut satu ini.
"Hyde-chan, kita tidak tahu di Turin seperti apa sekarang dan jika nanti kita mengejar orang, tampaknya lebih pas kita kasih bubuk warna atau cat yang tidak bisa hilang lama tapi bisa kita deteksi... Tidak perlu peralatan canggih...cuma alat sensornya, tapi dengan bahan tidak mahal..."
"Shohei, bagaimana kalau itu digabungkan dengan GPS yang bakalan kita bawa dan pasti di Turin juga ada. Alano dan Raul kan juga punya stok... Gak usah jauh-jauh, Vic juga punya."
"Badan berpendar GPS terpancar..." gumam Shohei membuat Hyde mengerenyitkan alisnya.
"Kamu tidak sedang berpantun kan Badut?"
"Lho memang kenapa kalau aku berpantun?"
"Kamu tuh ..." Hyde menghentikan ucapannya saat pintu ruang kerja Rin terbuka. Tampak ibunya yang cantik khas Jepang, menatap wajahnya.
"Bagaimana?" tanya Rin.
"A+."
Rin langsung memeluk putra sulungnya. "Selamat sayangku. Ayo masuk..."
Shohei mengikuti ibu dan anak itu ke dalam ruang kerja Rin yang selalu harum lavender. S
"Bianchi-san, kenapa selalu harum lavender?" tanya Shohei.
"Begini, Shohei. Aku setiap hari ke dapur untuk memeriksa semua makanan hari itu termasuk mencicipi untuk pasien khusus. Dan aku butuh sesuatu yang menghilang bau masakan di hidung. Aku tidak mau kopi jadi lavender atau Lilac" jawab Rin sambil merangkul lengan Hyde. "Ayo ceritakan pada okasan bagaimana tadi?"
***
Markas Yakuza Takara di Hutan Okutama Jepang
"Hyde-san sudah lulus, Mancini-san" lapor Nobu.
Vicenzo yang sedang mempelajari berkas dari Emilio menatap ke arah salah satu pengawal Hyde. "Hyde lulus? Dapat apa?"
"A+. Tampaknya Suma cumlaude nanti" jawab Nobu.
"Kapan wisuda?"
"Menurut Shohei-chan, Maret tahun depan."
Vicenzo menoleh ke arah Shaun. "Cukup lah waktunya buat gegeran di Turin. Kita selesai, Hyde bisa pulang buat wisuda."
"Aku rasa cukup Zo. Apalagi di Turin juga masih ada Alano dan Raul sampai bulan Agustus akhir" jawab Shaun.
"Aku sih sudah minta Oom Sergio menyiapkan segala sesuatunya di rumah. Alano dan Raul juga sudah siap kok. Tapi memang belum boleh nyetir mobil, tapi motor sudah."
"Zo, Turin lebih enak kalau naik motor. Aku sudah minta sama Peter untuk menyiapkan Ducati buat Hyde dan si badut."
Nobu hanya tersenyum smirk mendengar panggilan Shohei.
"Motor done. Satelit done." Vicenzo memeriksa list yang harus diaktifkan selama di Turin.
"Mancini-san, satelit Jang?" tanya Nobu.
"Iyalah ! Punya Oma dan Oom saingan sama NSA, kenapa nggak dimanfaatkan?" jawab Vicenzo cuek.
***
Ruang Tahanan Markas Yakuza Takara di Okutama
"Jadi selain narkoba, apalagi?" tanya Vicenzo ke Emilio dan Carlo.
"Hanya narkoba. Kalau soal wanita panggilan, kami tidak tahu..." jawab Carlo.
"Aku tidak perduli dengan prostitusi. Mau dibasmi pun selama ada pria yang membutuhkan pelampiasan di sel@ngk@ng@n, sampai kapan pun tidak akan berhenti. Bukankah itu perilaku paling tua di muka bumi." Vicenzo menatap dingin ke arah dua orang paruh baya itu. "Narkoba nya apa saja? Masih mentah harus diekstrak? Diletakkan dimana? Botol anggur? Buah anggur beku?"
"Paling mudah di botol anggur kosong, Signor Mancini" jawab Emilio.
"Botol anggur kosong biasanya kita pecahkan semua hingga halus dan kita recycle lagi menjadi botol... Paling mudah saat pembuatan dengan dimasukkan bubuk narkoba dan tinggal dipanaskan..." gumam Vicenzo dengan tampak berpikir keras. "Keluarga Ferrara punya pabrik botol sendiri... Daaammnnn..."
"Kami tahu keluarga Bianchi dan Mancini memiliki pabrik botol sendiri jadi akan sulit masuk kesana karena kalian sangat ketat dalam prosesnya jadi mereka mendekati keluarga Ferrara..." ucap Carlo.
Vicenzo mengusap wajahnya. Di keluarganya ada syarat yang dilarang keras dilanggar. Pertama, jangan pernah melawan ibumu dengan alasan apapun. Kedua, tidak boleh mendekati zinah, narkoba dan miras meskipun yang terakhir terkadang para orang tua minum hanya untuk formalitas. Ketiga, jangan pernah memupuk rasa serakah dan iri dengki kepada saudara sendiri tapi kalau menistakan, wajib.
"Baik Signor Emilio, Signor Carlo. Terima kasih atas infonya. Akan saya pikirkan langkah selanjutnya agar anda tidak dikejar oleh kartel Brazil." Vicenzo pun berdiri dan berjalan meninggalkan ruang tahanan itu.
***
"Di botol anggur?" tanya Dante saat Vicenzo menelponnya via panggilan video.
"Di botol anggur Padre. Mereka mencampur kan narkoba disana dan jika dipanaskan, akan keluar liquid narkoba dan setelah proses penyaringan, penyulingan dan pengeringan... Jadilah bubuk k0kain dan her0in..." terang Vicenzo.
Dante menatap Leia yang duduk di sebelahnya. "Leia, tampaknya hantu 25 tahun yang lalu masih mengikuti kita..."
"Apakah hanya Keluarga Ferrara yang diajak bersekutu, Vic? Esposito?" Leia menatap putra tunggalnya.
"Keluarga Esposito tidak ikutan Madre, sebab mereka kan jadi ikut terangkat kwalitas anggurnya setelah ikut aliansi kita. Aku sudah menyelidiki dari semua berkas yang disimpan Emilio."
"Vic, padre dan Madre melindungi kamu dari belakang ... Semuanya padre serahkan padamu. Tapi ingat pesan Padre. Jangan gegabah, pelan tapi penuh perhitungan hingga membuat mereka lengah baru kalian hantam. Paham?" Dante menatap lembut ke Vicenzo.
"Paham Padre."
"Hyde sudah selesai sidang skripsi? Dapat apa?" tanya Leia.
"A+."
Leia tersenyum. "Sampai nggak bagus, bikin malu saja nanti."
"Kamu sudah koordinasi dengan Alano dan Raul?" tanya Dante.
"Sudah padre."
Dante dan Leia mengangguk. "Kami tunggu disini boy."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Yuli Budi
iya padre madre
2023-07-27
1
ellyana imutz
dr jaman dante-leia bujang narkoba jd musuh abadi demi cuan menghalalkn segala cara ...smg ini gegeran turin jilid sekian untuk terakhir x ny....
2023-07-27
2
Kaylaa
yuhuiii...persiapan...gegeran akan dimulai 😁😁
2023-07-27
1