Apartemen yang disewa Hyde
JJ menyalakan semua kamera CCTV yang sudah dipasang oleh Shohei namun dirinya melihat ada satu yang terpasang tidak pas.
"Shohei, ini tidak kelihatan apapun" ucap JJ saat menunjukkan salah satu kamera yang tidak menyala. "Kamu bisa balik lagi kesana?"
"WHAAAATTTT?" Shohei yang sedang minum, langsung tersedak. "Kenapa tidak kamu saja, tuyul !"
"Hei, yang pasang tadi siapa coba?" balas JJ kalem.
Hyde yang melihat keributan antara dua anak buahnya, menatap Shohei dengan tatapan memohon. "Nih, bawa pan ( roti )buat mengalihkan perhatian para soang." Hyde memberikan satu kantong berisikan roti jepang itu.
"Hyde-chan... You can't be serious..." Wajah Shohei tampak memelas.
"Memang mukaku sedang bercanda?! Ayo sana!"
"Tega kalian... Akan aku balas di Dojo!" sungut Shohei sambil mengambil kantong berisikan pan. Pria itu pun menuju rumah tempat Michael Ferrara tinggal.
Hyde dan JJ melihat bagaimana Shohei mengendap-endap kembali ke tembok rumah itu. "Tapi apa memang rusak kah CCTV yang di kamar Michael?" tanya Hyde.
"Tampaknya memang rusak, boss. Kita nanti tidak mendapatkan apa-apa dari kamar Michael sebab semua data tampaknya ada di kamar dia."
Hyde dan JJ melihat Shohei sudah memanjat tembok rumah.
"Damn it! Kutu busuk ! Semua perkutuan !" omel Shohei. "Sudah kamu off kan JJ?"
"Sudah. Kecuali soang..."
"Brengseeekkk!" umpat Shohei membuat Hyde dan JJ tertawa.
"Shohei kamu kirim lagi ke rumah itu?" tanya Vicenzo dari earpiece nya.
"Kamera yang di kamar Michael rusak jadi harus diganti" jawab Hyde.
"Hati-hati dengan soang" sambung Shaun sambil tertawa kecil.
"Shut up Domba !" balas Shohei. Pria itu berhasil masuk ke halaman belakang dan tidak melihat para soang. Secepat kilat Shohei berlari dan masuk ke dalam rumah.
"Wuuuiiiihhhh selamat..." ucap JJ takjub.
"Hebat..." gumam Hyde.
"Lha para soang kemana?" tanya Vicenzo sambil tetap mengawasi layar tv.
"Tidur kekenyangan!" balas Shohei judes membuat Vicenzo terbahak.
Shohei pun bergegas masuk ke dalam kamar Michael Ferrara lalu mengganti CCTV yang dipasangnya dengan yang baru. "Bagaimana? Sudah bisa?" tanya Shohei ke JJ.
"Sudah. Dan sekarang, kamu segera pergi ! Soang-soang itu nampak berjalan-jalan didekat kolam samping.
"Damn it !" umpat Shohei sambil bergegas keluar. Shohei menggeser pelan pintu belakang rumah dan dirinya berjalan keluar dengan menutup kembali pintunya.
"Hati-hati Shohei ..." ucap Hyde.
Shohei berjalan pelan-pelan tapi tiba-tiba...
HONK! HONK ! HONK !
Shohei melotot. "Kampreeett!" teriaknya sambil berlari menuju tembok tempat talinya berada. Namun Shohei kalah cepat hingga salah satu soang berhasil menyosor betis pria itu saat sedang berusaha naik ke tembok. Seekor soang terbang untuk menyosor kaki Shohei. "Addduuuhhh!" teriak nya.
"Kamu tidak apa-apa Shohei?" Hyde dan JJ tidak menyangka akhirnya soang itu berhasil menyosor asisten Hyde tersebut.
"Boleh kah aku tembak ?! Aku buat Peking bumbu merah ala Hongkong !" teriak Shohei yang sudah duduk diatas tembok sambil menodongkan pistol ke arah soang yang ribut.
"Jangan! Lempar saja pan kamu." Hyde takut mereka ketahuan jika ada soang yang mati.
"Keadaan aman Shohei. Tampaknya karena ini liburan, jadi banyak rumah kosong." JJ memeriksa jalan sekitar.
Shohei yang sedang melepaskan tali tambang pun segera berlari menuju apartemen karena dirinya merasa sakit di area betis kanan nya. Meskipun sudah mengenakan celana jeans, tetap saja sosoran soang itu membuatnya senut-senut.
Hyde dan JJ menoleh saat Shohei datang dengan muka merah padam akibat marah.
"Besok aku sembelih mereka semua !" ucap Shohei kesal.
"Di bufet kecil itu ada semua obat-obatan. Ambil saja salep untuk memar betismu" cengir JJ durjana. "Akhirnya dapat juga gambar Shohei dikejar dan disosor soang."
"JJ ! AWAS KAU !!!"
***
Restauran Italia milik Benigno Moretti
"Jadi dua orang itu Polizia Italia?" tanya Benigno sambil melihat interaksi Michael Ferrara dengan dua orang yang dibilang oleh Vicenzo adalah polisi Italia.
"Iya Nonno. Makanya aku bingung kenapa Michael Ferrara kabur ke Tokyo?"
"Karena Jepang tidak ada perjanjian ekstradisi dengan Italia. Setahu opa sih begitu" jawab Benigno. "Selama kamu tinggal disini mematuhi peraturan negara Jepang, membayar pajak dan tidak melakukan tindakan kejahatan serius, kamu tidak bakalan di deportasi."
"Apakah itu pengalaman Nonno selama tinggal disini?" tanya Vicenzo.
"Nonno tinggal disini sudah tiga puluh tahun jadi sudah paham kehidupan disini, Enzo."
"Kalau Nonno jadi aku, apa yang akan Nonno lakukan?" Vicenzo menatap Benigno serius.
"Boy, Nonno sudah lama tidak ikutan macam Padremu atau Oom kamu tapi jika kamu bertanya seperti itu, kamu kejar dua orang Polizia itu dan kamu cari tahu alasan di balik semuanya ! Kalau perlu, celucuti semua masa lalu, keluarga dan kamu ancam dia di Empang milik Luke. Setidaknya kamu akan lebih puas jika kamu sudah maju selangkah dari mereka."
"Maksud Nonno?"
"Cari tahu detail soal mereka berdua, kalau sudah tahu, hubungi anak buahmu di Turin, Fai quello che devi fare, do what you have to do ( lakukan apa yang harus kamu lakukan )!" seringai Benigno yang membuat Vicenzo teringat Oomnya Alessandro dan sepupunya Asher kalau sudah menyeringai jahat.
"Sebelum kamu maju perang, cari tahu kelemahan musuh kamu. Oke, mungkin kamu sudah mendapatkan Michael Ferrara tapi kamu tidak tahu sebelumnya kalau dua Polizia Italia itu terlibat kalau Hyde tidak mencari tahu. Enzo, Nonno memang sudah lama tidak terjun dunia Oom Ale dan Oom Raffa mu tapi Nonno jauh lebih berpengalaman..." Benigno merangkul Vicenzo. "Nonno setuju kalau kamu melakukan vendetta karena bisa saja Dante dan Sergio tewas saat itu bukan?"
Vicenzo mengangguk. "Nonno tidak tahu bagaimana perasaan aku melihat Padre dan Uncle Sergio terbaring di ruang ICU, Madre yang tidak pernah menangis... Setiap hari menangisi Padre. Bagaimana Padre dan Uncle Sergio harus berjuang lagi untuk bisa berjalan, butuh waktu lama kembali sehat seperti biasanya... Akulah saksinya Nonno !"
"Mio nipote ( cucu lelakiku ), bersabar lah. Pelan-pelan... Apalagi jika memang berhubungan dengan Kartel Brazil. Kalian berhadapan dengan kelompok yang dikenal tidak takut membunuh meskipun bukan di negaranya sendiri."
Vicenzo mengangguk.
"Jika kamu membutuhkan nasehat dari pria Italia tua ini, datanglah kemari Enzo. Karena Nonno tahu, Opamu pasti lebih memilih lempar ke Empang piranha, tanya belakangan..."
Vicenzo terbahak. "Nonnoooo..."
"Bukankah Asher begitu? Nonno mendapatkan cerita dari Tante Sakuramu kalau cucuku satu itu sangat suka berkelahi di sekolah .. Ampun deh ..." keluh Benigno.
"Well, Asher mengikuti jejak Oom Ale dan Tante Sakura bukan? Panasan."
"Zo, dua Polizia itu pergi. Kita ikuti siapa? Ferrara atau dua Polizia itu?" tanya Shaun membuat Vicenzo kembali fokus.
"Dua Polizia itu! Kita bawa ke Okutama ! Hyde..."
"Anak buahku akan aku suruh siap-siap!" jawab Hyde.
Vicenzo memeluk Benigno. "Grazie, Nonno."
"Anytime Enzo. Stai attento ( berhati-hatilah )" ucap Benigno.
"Always Nonno. Always..." Vicenzo pun bergegas keluar dari ruang kerja Benigno.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
wonder mom
spt.nya ferara salah cari musuh dwh. 7th gen main manis. elegant. tp ttp mematikan. matilah dgn elegant sebelum mati memalukan
2023-07-18
1
🍭ͪ ͩ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ꍏꋪꀤ_💜❄
aib baru nih🤣🤣🤣🤣🤣
saatnya interogasi
2023-07-17
1
Ratna Florenzi
bakalan jadi aib seumur hidup nih buat sohei...kaya aib pak Bima yg jejeritan di hutan sandy 🤣🤣🤣
2023-07-17
1