Rumah Sewa Michael Ferrara
Shohei masuk ke dalam rumah yang menurutnya lebih berantakan daripada ruang ganti baju anak-anak Yakuza sehabis latihan. Pria itu melihat ada tiga kamar tidur disana dengan dua kamar mandi.
"Blueprint nya benar JJ. Aku masuk ke kamar utama." Shohei pun masuk ke dalam dan mulai memasang CCTV kancing itu di lukisan yang langsung menirukan warna dasar hingga tidak terlihat.
Shohei menyempatkan diri memeriksa semua barang disana dan menemukan beberapa foto yang merupakan foto Dante, Antonio, Alessandro dan Michel diatas meja kerja. Keempat mafia Italia yang menjadi ipar itu, diberikan tanda target.
Oooohhh shllllltttt! Mereka mengincar keluarga Italia.
"Keluarga Ferrara mau membunuh keempat Oom aku?" ucap Hyde di earpiece Shohei yang memakai body cam hingga terlihat semuanya.
"Tampaknya begitu Hyde-chan. Mereka ingin menjadi yang utama di Italia" jawab Shohei yang mengembalikan seperti awal.
Pria itu lalu ke dua kamar lainnya dan memasang CCTV disana. Tidak lupa di ruang tamu, ruang tengah dan dapur. Shohei juga melihat ada beberapa senjata disana dan tiba-tiba terlintas ide jahil.
"Kamu mau ngapain?" tanya Hyde melihat Shohei membawa senjata-senjata itu di tempat-tempat yang kemungkinan besar tidak terpikirkan untuk dicari.
"Hyde, ini senjata automatis semua. Lihat ! Aku hanya membuat mereka bingung kalau kita menyerang mereka" jawab Shohei sambil membuka pintu lemari bawah tempat pipa cuci piring dan menyembunyikan dua senjata di sana. Setelahnya dia menuju ruang laundry dan menyembunyikan di balik mesin cuci, lalu menuju kamar tidur utama dan menyembunyikan di balik tumpukan tas serta koper.
"Total ada 12 senjata disana dan aku tidak tahu mereka mendapatkan dari mana" ucap JJ yang selama mengawasi memang tidak melihat senjata apapun.
"Mereka membawanya memakai tas lah JJ. Mana nampak kau? Gila apa bawa senjata terang-terangan!" gerutu Shohei yang merasa sudah memasang semua peralatan disana.
"Dah, kamu keluar! Hati-hati betismu!" pesan Hyde yang melihat Shohei menggeser pintu belakang.
"Sapiiii ! Sapiiii ! Aku mending bertemu Belgian Malinois atau German Shepherd sekalian dari pada soang !" umpat Shohei.
Hyde dan JJ hanya tersenyum mendengar Omelan pria itu. Dilihatnya Shohei sudah keluar dari rumah dan berjalan perlahan untuk menuju tembok belakang dimana tali tambang nya sudah terpasang disana.
"Hati-hati Shohei..." ucap JJ.
"Tidak usah kamu bilang, ini juga hati-hati monyong !" gerutu Shohei yang berjalan pelan-pelan sambil mengawasi sekitarnya.
Saat dirinya sudah berada di tengah-tengah halaman belakang, tiba-tiba...
HONK ! HONK ! HONK !
"BRENGSEEEKKK!" umpat Shohei. Pria itu pun bergegas berlari menuju tali tambang bertepatan dengan soang itu mengejar Shohei.
Shohei memegang tali tambang dan menaiki tembok. Shohei berhasil naik ke atas tembok dan betisnya nyaris menjadi korban seekor soang. Pria Hongkong itu harus mengatur nafasnya yang memburu sedangkan di telinganya terdengar suara tawa Durjana.
"Sayang banget betismu selamat ! Bukankah sangat hilarious kalau benar-benar kena sosor !" gelak Hyde tanpa ada rasa kasihan sedikit pun.
"Kampreeett kalian semua !" umpat Shohei sambil turun dari pohon willow tanpa melupakan tali tambang yang dia ikatkan. Pria itu pun bergegas kembali ke apartemen dengan sedikit berlari. Beruntung tidak ada orang yang melihatnya karena area itu memang tidak terlalu banyak orang tinggal disana.
"Betis Shohei masih aman?" tanya Vicenzo dari earpiece semua orang.
"Masih Zo. Sayang ya?" gelak Hyde.
"Sayang sekali... Padahal aku bertaruh dengan Shaun, Shohei tidak selamat ! Alamat aku harus mentraktir dia sake dan sushi..." omel Vicenzo.
"Dasar mafia dan Yakuza lucknut semua !" teriak Shohei.
***
Restauran Milik Benigno Moretti
Shaun masuk ke dalam restauran itu dengan bersikap sebagai pengunjung sedangkan Vicenzo memilih lewat pintu belakang. Putra Dante Mancini itu sudah menghubungi Benigno yang berada di restauran dan mengijinkan cucunya itu masuk.
"Enzo!" senyum pria paruh baya itu bahagia melihat Vicenzo.
"Nonno ( kakek ) Ben" senyum Vicenzo sambil memeluk Benigno.
"Bagaimana kedua orang tua kamu? Sayang nonno dan nonna ( opa dan Oma ) kamu sedang di Jakarta ya" senyum Benigno sambil menggandeng Vicenzo menuju ruang kerjanya.
"Syukurlah Padre dan Madre sehat, dan sekarang sedang berusaha membuat adik aku ..."
Benigno tertawa terbahak-bahak. "Dasar ! So, apakah kamu sering bertemu Ashley dan Asher ?"
"Kadang-kadang kalau Padre ada acara ke Milan."
Benigno mengajak Vicenzo duduk. Baginya semua keponakan dari putra dan menantunya adalah cucunya juga. "Ashley dan Asher serius ya jadi model butik Morr. Dasar Alessandro, anak-anaknya pun dimanfaatkan!"
"Tapi double A cocok kok Nonno, macam Burberry bukan?"
"Jangan samakan dengan brand itu, Enzo ! Morr itu jauh lebih bagus dari barang Inggris itu !" sungut Benigno.
"Nonna bagaimana Nonno ? Sehat?" tanya Vicenzo sambil melihat layar monitor dari CCTV di ruang kerja Benigno.
"Nonna mu baik-baik saja. Hanya saja kan dia tidak bisa pergi jauh-jauh ke Milan sekarang karena kakinya sudah tidak kuat berjalan jauh .... Kamu mengawasi apa Zo?" Benigno melihat pria tampan itu tampak tidak fokus diajak bicara.
"Nonno, apakah nonno mengenal pria itu?" tanya Vicenzo sambil menunjuk ke arah Michael Ferrara yang sedang memesan makanan.
"Tidak terlalu... Karena nonno baru melihat dua kali ini. Memang siapa itu Enzo?"
"Aku mencurigai pria ini adalah orang yang bertanggung jawab atas percobaan pembunuhan Padre."
Benigno melongo. "Serius kamu?" Vicenzo mengangguk. "Bagaimana kamu tahu?"
Vicenzo menceritakan bagaimana dirinya sejak Dante dan Sergio kecelakaan, berusaha mencari tahu dan berniat untuk melakukan vendetta.
"Astagaaaa Enzo ! Lima belas tahun kamu berusaha... " Benigno mengusap kepalanya. "Il Ragazzo ( young man ), Boy, jangan terlalu terburu-buru..."
"Nonno, asal nonno tahu, dua anggota kepolisian Italia yang menyelidiki kasus kecelakaan Padre, datang ke Tokyo ! Selama ini kami tidak bisa menemukan Michael Ferrara yang diduga bertanggungjawab atas semua kekacauan dan dendam aku !"
"Zo, tapi mengapa keluarga Ferrara ingin mengacaukan Turin dan harga wine ?! Nonno tidak habis pikir ! Dimana rasa kebangsaan nya?" Bagi Benigno, keluarga Sakura adalah keluarga besar nya juga.
"Hasil penyelidikan Hyde dan anak buahnya serta aku, sepertinya kartel Brazil ikut terlibat..."
Benigno melotot. "Kartel Brazil? Tapi... Mengapa Zo?"
"Itu yang aku belum tahu alasan dibalik semua ini..." Suara Vicenzo terhenti ketika melihat dua orang anggota Polizia Italia datang dan langsung menuju meja Michael Ferrara. Mereka tampak saling berpelukan erat.
"Zo, kamu lihat apa yang aku lihat?" tanya Shaun dari earpiece nya.
"Yup. Dan aku ingin membawanya ke Okutama detik ini juga !" ucap Vicenzo geram.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 28 08 23 )
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
wonder mom
sll d pihak berkepentingan vesar dibalik kasus yg tak terkuak. klo sdh smp titik tu bukan cm adu strat yg dibutuhkan. tp jg adu sabar. uji nyali sabar. siapa yg lbh sabar tu lah pemenang sejatinya
2023-07-17
2
Yuli Budi
ho kan nanggung bingit mbk. pinisirin 🤔🤔
2023-07-15
1
ellyana imutz
demi jd org no 1 d turin menghalal kn segala cara ..michel ferrara slh cari lawan...blm tau klo singa pratomo mengaum hbs sudah jd santapan piaraan si Hitam yakuza
2023-07-15
1