Mansion Al Jordan - Bianchi Tokyo Jepang
"Zo, sabar dulu. Ada baiknya, kita tangkap dua orang Polizia itu. Kita bawa ke markas hutan terus kita cecar disana. Setidaknya Empang dekat lah..." seringai Hyde.
"Maksudmu Okutama?" tanya Vicenzo.
"Yup." Hyde menatap serius ke sepupunya.
Karena Vicenzo dan Hyde adalah cucu dan cicit laki-laki keluarga Takara, mereka berhak tahu markas terpencil milik keluarga Takara yang terletak di hutan Okutama sejak mereka berusia 18 tahun. Nanti saat Yukihiro berusia sama dengan Hyde, dia pun akan diberitahukan lokasinya. Menurut tradisi keluarga Takara turun temurun, hanya anak laki-laki yang berhak tahu dimana tempatnya. ( Baca Jayde and Wira Stories ).
"Kapan akan kita lakukan?" tanya Vicenzo.
"Aku tunggu kabar dari JJ. Kapan kedua orang itu datang dan aku persiapkan semuanya."
"Apakah Oom Luke tahu?"
"Otousan tahu, Opa juga tahu tapi mereka paham kenapa kamu melakukannya. So, kita persiapkan dulu semuanya, baru kita bertindak. Oke?" Hyde menatap serius ke Vicenzo. "Aku tahu kamu sudah menunggu 15 tahun, Zo. Tapi tidak ada salahnya kamu menunggu satu hari lagi kan?"
"Baiklah. Sekarang, kita ke rumah opa atau gimana?" tanya Vicenzo.
"Kalau kamu cari Opa dan Oma, mereka tidak ada di Tokyo."
Vicenzo menatap Hyde bingung. "Kemana mereka?"
"Jakarta. Kan hari ulang tahunnya Opa Hoshi. Para tetua kumpul di Jakarta jadi kita bisa bebas disini."
"Berapa lama?"
"Bisa jadi hampir sebulan. Katanya mau nostalgia di Jakarta seperti jaman Opa Hoshi menikah dengan Oma Rina. Biarin saja. Kapan lagi bisa kumpul-kumpul kan mumpung sehat" jawab Hyde.
Vicenzo mengangguk. Generasi kelima memang rutin untuk bisa bertemu semuanya, selama masih mampu perjalanan jauh. Dan sudah pasti tidak jauh-jauh dari acara nostalgia dan menistakan satu sama lain. Bisa dikatakan sebagai mood booster dan obat tetap sehat jiwa raga.
***
"Kalian mau kemana?"
Seorang bocah berusia 12 tahun menatap dingin ke arah dua orang yang sedang bersiap-siap hendak pergi.
"Ke rumah Opa. Kamu mau ikut?" Hyde menatap bocah yang wajahnya lebih dingin darinya.
"Nggak. Males! Disini saja." Bocah itu pun menghampiri Vicenzo. "Jadi mau vendetta kamu mas?"
"Jadi."
Bocah tadi hanya mengangguk. "Jangan mati ! Bisa berabe !" ujarnya membuat Vicenzo melongo.
"Oh my God ! Yuki !" Hyde menepuk jidatnya.
"Iyalah. Kalau dia mokat, Mancini gadha penerusnya. Berabe kan?" sahut Yukihiro dengan nada cueknya.
Vicenzo menggelengkan kepalanya. "Benar-benar anak Yakuza kamu. Yakin kamu bukan titisan Opa Shiki Matsumoto?" ( asisten Takeshi Takara, baca The Bianchis ).
"Tidak usah dibuktikan aku anak Yakuza atau nggak kan mas?" jawab Yukihiro yang baru saja masuk SMP.
"Iya deh! Bisa lama debat sama kamu." Vicenzo akhirnya mengalah. Entah kenapa sepupunya yang di Tokyo dan New York hobinya debat dan ngeyel meskipun masih kecil.
"Okasan pulang jam berapa Onii-san?" tanya Yuki.
"Jam empat sore. Kamu makan saja dulu. Okasan kan ada meeting di rumah sakit" jawab Hyde.
Rin Ichigo kembali bekerja di rumah sakit sebagai kepala ahli gizi setelah sempat berhenti lama. Kepala rumah sakit tempat Rin bekerja dulu menawarkan pekerjaan kepadanya dan Luke mengijinkan istrinya bekerja Karena anak - anak sudah besar dan Luke tidak mau mengekang keahlian istrinya.
Bukan uang yang dicari Rin tapi menyalurkan passion dan kecintaanya ke dunia gizi para pasien. Karena alasan itulah, Luke mengijinkan istrinya bekerja apalagi jam kerjanya jelas, pukul delapan pagi hingga jam dua siang. Rin akan pulang terlambat jika ada rapat staff atau pertemuan bulanan.
"Oke. Kalian sudah makan siang?" tanya Yukihiro.
"Sudah lah. Dah kamu ganti baju, sholat asar terus makan dulu. Otousan pulang malam kemarin soalnya ada pertemuan di markas" ucap Hyde ke adiknya yang selisihnya agak jauh.
Yukihiro pun mengangguk lalu menjabat tangan Vicenzo. "Welcome to Tokyo."
Kakak sepupunya hanya tersenyum smirk. "Tadaima ( aku pulang )."
Visualnya Yukihiro Bianchi dewasa
***
Shaun Bruno menatap Shohei Kawaguchi dengan wajah sebal yang tidak ditutupi nya. Bagaimana tidak, pengawal Hyde itu asyik nonton acara anime tanpa henti sambil ngemil sushi roll.
"Heh helm ! Nggak ada acara lain apa?" protes Shaun yang bosan melihat anime klasik One Piece.
"Nope. Lihat domba, jurusnya Roronoa Zoro. Itu bisa dipraktekkan saat bertemu dengan musuh. Oh kamu mau pakai katana atau pistol? Kata Hyde-chan, bebas milih senjata apa saja asal jangan ambil yang ada nama 'Yukihiro's Stuff'." Shohei menoleh ke arah pria Italia itu.
"Gampang lah. Aku menunggu apa rencana Enzo."
"Kamu manggil Vicenzo itu Enzo?! Kirain Vic ..." gumam Shohei.
"Vic atau Zo biasa aku panggil tapi kalau menyebutkan ke orang lain, aku biasa bilang Enzo" jawab Shaun sambil meminum teh oolong.
"Boys !" panggil Hyde yang datang ke dapur tempat para pengawalnya menunggu disana.
"Gimana Hyde-chan?" tanya Shohei.
"Malam ini kita ke apartemen tempat JJ disana. Shaun, ambil senjata yang kamu mau tapi jangan..."
"Yang ada tulisannya 'Yukihiro's Stuff' kan? Done !" senyum Shaun.
"Good. Kita ke markas dulu untuk menyusun rencana dan kamu Shohei, berhenti nonton One Piece !" Hyde menatap tajam ke asistennya yang tampak tidak perhatian karena asyik nonton televisi.
***
Markas Yakuza Takara Tokyo Jepang
Luke memeluk Vicenzo yang datang bersama Hyde, Shohei dan Shaun. Begitu juga dengan Hidetoshi, Tama dan YangYang, kepercayaan Luke yang sudah ikut lama dengan pria itu, menyambut hangat salah satu pewaris Takara. Namun Vicenzo sudah bilang terang-terangan tidak akan mengambil Yakuza Takara dari Hyde karena dia sudah memilih keluarga Mancini.
Keluarga Bianchi Turin akan dipegang Alano, putra Antonio Bianchi dan Savrinadeya McCloud. Raul Accardi yang akan menjadi partner Alano di perusahaan wine Bianchi bahkan dia akan mengambil pendidikan sommelier di Amerika sekalian kuliah.
"Dante gimana kabar?" tanya Luke sambil menatap keponakannya.
"Mau buat adik aku" jawab Vicenzo cuek.
"Dasar !" umpat Luke yang tahu bagaimana iparnya itu ke saudara kembarnya.
"Otousan, nanti malam aku dan Vic bersama Shohei dan Shaun akan ke apartemen JJ. Kami akan mengamati dari sana" ucap Hyde.
"Buat rencana matang bersama anak-anak, jangan sampai gegeran dengan polisi Jepang kalau kamu mau membawa pergi Polizia Italia" ucap Luke tegas.
"Yup."
"Vic, Shaun, ambil senjata disana. Terserah kamu mau ambil apa" ucap Luke sambil membuka pintu besi di ruang kerjanya.
Vicenzo tersenyum lebar melihat koleksi senjata Oomnya.
"Jangan punya Yuki ya!" celetuk Hidetoshi. "Kamu tidak tahu bagaimana ngamuknya si bontot kalau senjatanya ada yang pakai."
Dasar Yakuza!
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️ ( revised 24 08 23 )
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Nuril sofiyati
wow.... si anak Daegu.... kulkas 7 pintu
2023-07-12
1
ellyana imutz
mkn mlm Q d temani mas yuki...suer juk adem kabeh.....eeh g slh DNA kn...yuki bnr ank e luke to..tp jaile bin gesrek e mcm mas shin yow
2023-07-12
1
Aii Inzaghi1601
daebak.. visual yuki suami halu ku.. Suga BTS
2023-07-12
1