"Tuan duke bisakah aku meminta izin keluar? Karena aku ingin jalan-jalan keluar ke alun-alun kota dan aku juga ingin mengetahui anak kecil yang pernah aku tolong,"
"Anda pasti tidak membiarkan aku keluar diam-diam dan tanpa seorang pengawal jadi bisa ya," ucap Luna dengan tatapan serius dan berbinar-binar membuat seisi ruangan kerja itu menjadi hening dalam sekejap
"Tidak itu tetap tidak bisa," ucap sang duke dengan tatapan yang dingin dan cepat tanpa berpikir dua kali
Pagi hari sebelum Luna ingin pergi ke alun-alun kota, Luna langsung di datangi kepala pelayan yang menyampaikan kalau Luna di larang keluar dari mansion untuk sebulan. Luna langsung terdiam sebelum mulai bertingkah ketika mendengarkan ucapan yang tidak terduga, padahal dia sedang memikirkan alasan yang tepat untuk keluar dari mansion hari ini setelah menerima surat dari guild informasi.
Layar sistem muncul memberikan Luna sebuah misi untuk pergi ke guild informasi, hadiah yang di dapatkan seorang pengawal yang setia dan kegagalan mendapatkan hukuman sifat kekanak-kanakan, salah satu alur di dalam game di percepat dan bertunangan dengan pemeran utama, Luna yang melihat hukuman dari layar sistem merasa sangat-sangat muak karena misinya semua bisa membuatnya menuju kematian. Luna kemudian mengecek fitur shop di layar tipisnya untuk melihat ada benda apa yang bisa dia beli untuk bisa dia gunakan untuk keluar dari mansion, pada saat membuka fitur shop di layar betapa terkejutnya Luna dengan harga yang di luar nalar.
'Kamu pikir aku sultan yang kaya raya, harga tidak masuk akal orang gila mana yang akan membelinya,'
'Butuh misi sampai aku tua aku rasa untuk bisa membeli item di sana,'
'Inilah pentingnya untukku mengetahui kalau kenyataan masuk ke dalam dunia isekai atau fantasi tidak seindah itu,' ucap Luna di dalam hatinya dengan menggigit bibirnya sendiri karena dia sendiri sangat menderita saat ini gara-gara dewa yang salah menghitung karmanya dan malah memberikan sistem sialan sebagai kompensasi
Itulah yang terjadi beberapa jam yang lalu sebelum Luna berada di ruangan duke saat ini, sang duke terlihat sangat dingin setelah mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh Luna. Luna juga bingung bagaimana supaya dia bisa keluar dari mansion sekarang, karena duke adalah sosok tiran berhati es dan jika diibaratkan dengan gunung es dan obor api pandangan Luna saat ini dengan sosok duke di depannya.
Dari belakang duke, Villette menulis sebuah tulisan dan menunjukkan kepada Luna dari belakang duke.
'Nona, mau saya bantu izin keluar dari mansion? Cukup panggil papa kepada tuan dan bilang pergi dengan saya dengan seorang pengawal khusus maka anda akan dapat izin dengan mudah,"
Luna yang membaca tulisan itu hanya bisa menatap dengan ekspresi tidak percaya kepada Villette yang menulis itu di atas kertas, mengingat kemarin Villette pernah di pukul oleh duke karena menceritakan aib duke yang menjaga Luna, tetapi terlihat dia sama sekali tidak ada jeranya.
'Kenapa laki-laki sinting ini tampan dan di anggap orang paling setia ya di game otome?'
'Apakah mereka tidak menuliskan kalau kewarasan karakter adalah yang paling utama ditambah lagi kenapa aku harus mengucapkan kata-kata itu?' ucap Luna di dalam hatinya menatap ke arah atas kepala duke ditambah lagi jika dia harus pergi dengan Villette maka dia akan sulit untuk pergi ke guild informasi
Villette orang yang cerdas dan juga tidak bisa di tipu oleh karena itu sekarang dia harus membuat keputusan yang tepat supaya tidak terkena hukuman triple dari sistem. Luna mau tidak mau mengikuti langkah-langkah dari asisten yang tidak bisa dia percaya itu dengan helaan nafas panjang, Luna tersenyum ke arah duke dan mulai meminta izin.
"Papa, apakah aku tidak boleh keluar jalan-jalan ke alun-alun kota? Kali ini aku berjanji kalau aku akan pergi dengan pengawal dan kalau papa tidak percaya juga aku akan mengajak kakak Villette untuk ikut,"
"Jika aku terluka atau lecet, papa bisa menghukumnya sebab dia yang harus melindungi aku," ucap Luna dengan tatapan mata seperti anak anjing dan jari kelingking dari tangan kecil Luna yang di ulurkan untuk membuat janji
Sang duke yang melihat Luna begitu menggemaskan dengan cepat duke setuju dan sang duke langsung menatap ke arah Villette yang berada di belakangnya dengan tatapan isyarat untuk menjaga putri kecilnya dengan benar, jika masih ingin hidup sampai dengan besok.
"Baiklah kamu boleh pergi pastikan kamu selalu di dekat Villette dan aku tidak pernah merasa keberatan jika kamu ingin memanggilku papa,"
"Karena aku adalah ayahmu, walaupun aku bukan ayah kandungmu," ucap sang duke yang tangannya bergerak ke arah Luna sedangkan Luna menutup matanya karena takut jika dia akan di pukuli tetapi ternyata sang duke mengelus-elus kepalanya
Luna bisa merasakan kehangatan tangan dari duke yang mengelus kepalanya dengan begitu baik selayaknya seorang orang tua kepada anaknya, Luna merasa betapa bagusnya jika sosok itu adalah ayah kandungnya, tetapi dia harus tau batasan dia bisa mati kalau dia terlalu banyak bersikap manja. Sedangkan Villette sedang berusaha menahan tawa ketika melihat betapa menggemaskan sang nona yang tidak pernah lagi terlihat mengucapkan kata-kata itu tiba-tiba berbicara seperti itu.
Tidak berapa lama, seorang laki-laki yang cukup tinggi dan gagah menggunakan pakaian biasa, namun dengan sebuah pedang yang bentuknya tidak asing untuk Luna membuat Luna ingat kalau dia adalah pengawal yang pernah memenggal kepala seorang kesatria yang pernah menodongkan pedang ke arah leher Luna.
"Nona, nama saya Dion saya adalah kesatria yang akan mengawal anda dan tuan Villette," ucap sang kesatria dengan berlutut menghormat kepada Luna yang ada di depannya
"Dion, kamu tidak perlu terlalu formal karena kita akan keluar sebagai rakyat biasa dan nona jangan lupa memanggil saya kakak lagi,"
"Seperti yang anda lakukan di dalam ruangan tadi," ucap Villette dengan seringai jahil dan memberikan kedipan mata sebelah kepada Luna membuat Luna ingin memukul laki-laki berkacamata yang begitu menyebalkan saat ini
Luna, Villette dan Dion keluar dari gerbang mansion yang menyebabkan misi Luna selesai dan Luna mendapatkan hadiah seorang pengawal yang setia. Villette memutuskan untuk menggendong Luna karena dia khawatir kalau tubuh Luna yang kecil nantinya terombang-ambing oleh lautan manusia mengingat dia adalah anak kecil dan jumlah orang di alun-alun kota di pagi hari sangat ramai, tetapi Luna malah merasa rencananya untuk kabur dari keduanya gagal.
'Sekarang bagaimana caraku pergi ke guild informasi?'
'Apakah aku harus mengatakan kepada Villette dan Dion?'
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments