Dua hari setelah Luna berbicara mengenai kelas yang dia ambil dengan Villette, Luna hari ini akan kedatangan guru mata pelajaran umum dan satu guru etika yang akan mendidiknya, Semua orang yang mengajari Luna adalah guru-guru terbaik pilihan dari akademi dan lulusan.
"Akhirnya, pendidikanku di dunia ini dimulai,"
"Rasanya mendebarkan karena harus belajar hal-hal rofan dari game, tetapi kematian muda itu tidak mendebarkan," gumam Luna yang duduk minum teh di kamar sendirian
Tidak lama setelah Luna bergumam terdengar suara ketukan pintu yang membuatnya harus bangkit dari kursi dan melihat sosok yang datang ke kamarnya, langkah kaki kecil Luna yang berjalan ke arah pintu dan membuka pintu yang besar membuat sosok yang menunggunya dibalik pintu, merasa kalau sang nona sangat menggemaskan, tetapi itu tidak cukup untuk membuat hati sosok dibalik pintu itu tersentuh atau memberikan hatinya untuk Luna sepenuhnya.
"Nona, selamat pagi,"
"Saya datang untuk memberi tau kalau guru-guru nona telah menunggu di ruangan kerja duke,"
"Jadi, apakah anda ingin langsung ke ruangan duke?" ucap sosok laki-laki berkacamata yang saat ini telah berada di depan Luna senyuman lembut
Luna yang melihat sosok laki-laki yang dia kenali berada di depan depannya sangat bersinar dan lembut merasakan hatinya di sucikan oleh senyuman itu. Luna yang malah tenggelam ke dalam lamunannya setelah melihat sosok laki-laki berkacamata itu.
"Nona, anda sering melamun sendiri seperti ini membuat saya sangat khawatir dengan keadaan anda," ucap sosok laki-laki itu dengan posisi kedua lutut yang ditekuk dan tumpuan tubuh terletak pada telapak kaki supaya nonanya tidak mendongak ke atas untuk menatapnya
"Ah, itu aku tidak apa-apa,"
"Ayo Villette kita pergi ke ruangan kerja duke," ucap Luna yang dengan tangan kecilnya langsung menggenggam tangan Villette dengan senyuman lembut
Tanpa izin dari Luna, Villette malah menggendong Luna ke dalam pelukannya, membuat Luna kebingungan dengan yang dilakukan oleh sosok laki-laki itu tiba-tiba, karena dia berpikir untuk berjalan dengan Villette sang asisten.
"Maafkan aku, tiba-tiba melakukannya nona tetapi akan lebih cepat jika saya yang menggendong nona," ucap Villette dengan senyuman lembut membuat Luna merasakan keberuntungan bisa di gendong oleh sosok laki-laki yang tampan
Luna di gendong oleh Villette hingga masuk ke dalam ruangan kerja duke yang di sana telah hadir beberapa guru duduk di kursi menunggu sang murid yang akan mereka berikan pendidikan. Ada beberapa wajah yang pernah Luna lihat di dalam game otome sebagai guru akademi, dia tidak menyangka akan dibimbing langsung oleh orang-orang seperti itu. Luna kemudian memberikan isyarat kepada Villette untuk menurunkan dirinya, karena dia ingin memberikan salam kepada mereka yang datang dan kepada sosok duke dengan cepat Luna langsung di turunkan oleh Villette.
"Saya memberikan hormat kepada duke Arley,"
"Saya juga memberikan hormat dan ucapan selamat datang kepada para guru, karena telah jauh-jauh hari ini datang hanya untuk memberikan aku pembelajaran," ucap Luna dengan tatapan serius sambil menunduk hormat kepada orang-orang yang duduk di kursi di depannya
Semua orang yang akan menjadi guru Luna dan tinggal selama dua sampai tiga tahun penuh untuk mengajarkan Luna terkejut, karena sang gadis itu berbeda dari rumor yang mereka dengarkan mengenai seorang gadis yang ternyata sangat sopan dan ramah. Semua orang tau tentang rumor mengenai Luna yang hanya seorang anak angkat keluarga duke yang tidak memiliki sopan santun yang baik dan bahkan sangat buruk sekali kepada orang-orang terutama kepada pelayannya, orang-orang tentu akan menganggap Luna hanya anak seorang rendahan hingga perilakunya buruk, tetapi di depan mereka saat ini memangnya siapa kalau bukan putri yang di rumorkan tidak ada tingkah yang nakal ataupun berperilaku kekanak-kanakan.
"Nona muda Arley, mohon kerja samanya mulai sekarang," ucap salah seorang guru dengan senyuman dan memberikan hormat kepada Luna dijawab dengan anggukan dan penghormatan
Setelah satu jam berlalu mereka berbincang-bincang di ruangan Duke, Luna langsung di izinkan untuk memulai pendidikannya. Masing-masing mata pelajaran yang di ajarkan oleh para guru adalah dua jam, waktu istirahat hanya di jam makan siang, dan waktu istirahat satu jam sebelum makan malam bersama hingga besok pagi.
Luna menjalankan pembelajaran dengan lancar dari mata pelajaran sejarah sampai dengan mata pelajaran ekonomi yang membahas tentang awal uang terbentuk dan sebagainya yang berhubungan dengan uang, mata pelajaran dua sebelum terakhir itu sungguh membuat Luna sangat berbinar-binar dan menghayati dengan baik setiap penjelasan dari sang guru berikan hingga akhirnya mata pelajaran terakhir tiba dan sang guru mau tidak mau harus menutup pembelajaran, mengingat guru etika adalah bukan orang yang bisa di ajak bernegosiasi.
"Nona Luna, sekarang kita akan mempelajari etika minum teh, karena terlihat tidak ada kesalahan yang kamu perbuat dari memberikan hormat tadi di ruang tamu," ucap sang guru etika dengan senyuman ramah
Luna menganggap awalnya memang guru ini baik kepadanya, tetapi dugaannya salah besar karena sang guru etika menyuruh dirinya untuk belajar menuangkan teh ke dalam cangkir dan meminum teh yang telah di tuangkan.
"Nona, telah saya katakan berulang kali kalau posisi tangan anda salah,"
"Sudut dalam memegang cangkir teh adalah empat puluh lima derajat dan kepala anda harus tegak lurus menatap ke arah depan," ucap sang guru sambil mencambuk lengan tangan Luna yang memegang cangkir teh dengan teh panas yang penuh di dalam cangkir kadang hingga tumpah teh dari cangkir teh yang dia pegang dengan tangan kecilnya karena terlalu berat
Berulang kali Luna telah membenarkan posisinya tangannya masih saja salah dimata sang guru etika tangannya hingga banyak bekas luka di lengan, tetapi berkat dengan pakaiannya yang menutupi lengan maka itu cukup untuk menutupi luka di tangannya.
'Guru etika ini sebenarnya menginginkan apa? Kenapa posisiku di anggap salah terus?'
'Perlukah aku membuat penggaris bujur untuk mengukur posisi derajatnya?' ucap Luna di dalam hati dengan perasaan kesal dan emosi tapi dengan wajah yang senyuman
Sistem tiba-tiba muncul memberikan sebuah notifikasi misi baru untuk Luna misi kali ini ada mencari tau wajah atau sifat asli dari guru etikanya sekarang hingga di usir dari kediaman duke Arley, hadiah yang Luna dapatkan jika berhasil adalah melihat poin rasa suka dan benci serta poin reputasi batas waktu penyelesaian misinya adalah satu minggu dua hari. Luna yang melihat misi kali ini merasa sangat setuju dengan sistem.
'Untuk kali ini aku setuju dengan cara sistem,'
'Aku pastikan guru etika itu di keluarkan dari mansion ini,'
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments