Bab 9 Guru Etika

Luna berusaha sebaik mungkin mencari perhatian dari sosok laki-laki yang dingin kepadanya, walaupun sudah tertolak satu kali dirinya dari sosok laki-laki itu. Luna tetap berusaha bahkan sampai jam tidur tiba, dia datang dengan alasan tidur bersama langsung di tolak oleh sosok laki-laki itu hingga satu malam berlalu dan pagi hari telah tiba.

Sebuah layar sistem muncul di depan Luna tepat pada saat bangun tidur, notifikasi dengan layar merah dan tulisan gagal menjalankan misi. Hukuman yang diberikan oleh sistem adalah selama satu hari bersikap selayaknya anak-anak di jalankan, Luna yang melihat kegagalan misinya yang belum pernah di gagalkan olehnya merasa sangat kesal dan ingin memukul sistem sialan itu.

"Ini jelas bukan kesalahanku kenapa aku yang harus menerima hukuman yang tidak masuk akal ini,"

"Dia sendiri yang tidak ingin menjalin pertemanan denganku," gumam Luna dengan tatapan kesal

Layar sistem tiba-tiba muncul dan membalas ucapan Luna dengan tulisan hidup itu harus penuh perjuangan, walaupun kamu di berikan kesempatan hidup enak. Luna langsung terdiam setelah membaca tulisan yang tertulis di layar tipis itu dan layar tipis itu tiba-tiba muncul dengan sebuah notifikasi lagi. Kalau Luna mengeluh dia akan membuat hukuman yang dia terima bertambah satu hari, nyali Luna untuk mendemo kepada sistem langsung menciut karena tidak berani melakukannya padahal niatnya untuk mendemo tadi sudah berkumpul di dalam hatinya.

Tidak lama itu, terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan ketika dia membuka pintu Luna terkejut dengan kehadiran sosok laki-laki berkacamata dan rambut panjang dengan seorang anak laki-laki yang berada di sebelahnya.

"Ada apa Villette datang ke kamarku pagi-pagi sekali? Apakah kamu tidak tau kalau gadis masih harus bersiap?" tanya Luna dengan tatapan penasaran dan sedikit kesal karena sosok laki-laki yang menolak pertemanan dengan dirinya ada di sebelah Villette dan dia yang baru saja bangun tidur

'Sialan, kenapa cara bicaraku yang kesal kepada seseorang terlihat sangat jelas? Ditambah lagi tingkahku seperti anak-anak, sepertinya itu karena hukumannya sudah mulai berjalan,' ucap Luna di dalam hatinya sambil menatap kedua orang yang ada di depannya

"Nona, kami tidak keberatan untuk menunggu anda bersiap dan juga Duke yang meminta saya langsung untuk menjemput anda, jadi saya bisa menunggu anda di sini," ucap Villette dengan senyuman ke arah sosok gadis yang lebih pendek darinya

Luna setelah mendengarkan ucapan dari Villette, tidak bisaa lagi menghindar dan memutuskan untuk menutup pintu kemudian bersiap-siap dengan cepat, di luar pintu sambil menunggu Luna kedua laki-laki itu saling menatap kemudian Villette akhirnya memulai percakapan lebih dulu.

"Kamu sepertinya sangat bersikap menjauh dari Nona Luna? Apakah kamu tidak bisa akur dengan dirinya? Atau terjadi sesuatu di antara kalian berdua?" ucap Villette dengan tatapan penasaran dan menyidik ke arah laki-laki yang berada di sebelahnya

"Ini bukan urusanmu yang hanya seorang asisten, kamu seharusnya tau kalau hal seperti ini tidak layak untuk berbicara dengan seorang bangsawan sepertiku," ucap sosok laki-laki itu dengan tatapan dingin dan tajam ke arah Villette

hanya di jawab dengan seringaian

Setengah jam telah berlalu, akhirnya Luna selesai berpakaian dan rapi. Villette yang melihat Luna bersiap dengan rapi, tetapi tidak melihat adanya pelayan yang mendadani memutuskan untuk bertanya.

"Nona, anda tidak terlihat memiliki pelayan yang mengurus, tetapi bagaimana bisa begitu cepat berpakaian dan rapi?"

"Dan sepertinya para pelayan mengabaikan anda, sepertinya para pelayan meremehkan seorang anak dari keluarga Duke Arley,"

Ucapan dari Villette dengan tatapan dingin yang tiba-tiba, membuat tubuh Luna yang memiliki sifat kekanak-kanakan yang berasal dari hukuman langsung ketakutan dan sedikit ketakutan.

"Nona, maafkan saya karena berubah dengan tiba-tiba tetapi bukan berarti saya tidak menyukai nona," ucap sang pelayan dengan tatapan khawatir langsung menenangkan Luna dengan cara menggendongnya ke dalam pelukan

Laki-laki yang berada di samping Villette, menatap Luna seperti sangat aneh dan berbeda dari rumor yang beredar di kalangan masyarakat dengan para pelayan yang berada di mansion keluarga mengetahui rumor itu. Tidak terlihat seperti gadis yang kejam menyiksa para pelayan dan tidak juga seperti gadis manja yang menginginkan sesuatu tambahannya dia tidak lagi di lirik oleh Luna, setelah satu hari penuh Luna mencoba mengajaknya berbicara dan di tolak.

Merasa ada yang kurang tetapi sosok laki-laki itu tidak mengetahuinya membuatnya menyingkirkan cepat-cepat perasaan bimbang yang aneh itu.

Sesampainya di ruangan makan, Luna melihat sosok perempuan yang tidak asing itu adalah guru etika yang mengajarkan Luna etika duduk di kursi yang berada di sebelahnya dengan seenaknya, padahal kursi itu harusnya di duduki oleh istri Duke atau putri Duke, tetapi istri Duke telah lama meninggal jadi posisi itu seharusnya menjadi milik Luna. Tetapi karena Luna adalah orang yang bukan bangsawan dan sadar diri dia memutuskan untuk sedikit menjauh.

'Aku baru ingat kalau hari ini aku memiliki pelajaran dari guru etika,'

'Ini akan sangat menyebalkan, apalagi harus bertemu dengannya sebelum mata pelajaran etika dimulai dan lagi aku sedang menjalankan hukuman dari sistem,'

'Sedikit kewarasanku sedang di ambil oleh sistem jadinya aku kemungkinan akan bersikap berlebihan,' ucap Luna di dalam hatinya dengan tatapan lelah memandang makanan di depannya rasanya berat untuknya makan ketika membayangkan betapa beratnya hidupnya saat masih kecil seperti sekarang

"Luna, kenapa kamu tidak makan? Apakah makanannya kurang enak atau tidak sesuai dengan seleramu?" tanya sang Duke dengan wajah dingin membuat Luna terkejut dari lamunannya

"Tidak yang mulia Duke, aku hanya merasa sangat muak ketika makan dengsn seorang perempuan tidak tau malu di meja yang sama dan bahkan mengambil posisi dudukku yang seharusnya aku di sana," ucap Luna yang blak-blakan tanpa filter

'Matilah aku,'

'Bisa-bisanya aku berbicara seperti itu, secara blak-blakan di depan banyak orang di dalam ruangan yang memperhatikan,'

'Duke pasti akan semakin membenciku, kenapa bisa-bisanya sistem sialan ini memberikan hukuman yang semakin mengancam kehidupan,' ucap Luna di dalam hatinya dengan teriakan batin

"Luna, jalan mendekat ke arahku," ucap sang Duke yang membuat Luna langsung turun dari kursi yang tinggi dan berjalan ke arah Duke

Sang Duke langsung mengangkat Luna dan membuat Luna duduk di pangkuan Duke serta sang Duke yang menyuapi Luna makan, Luna yang di suapi hanya bisa membuka mulut dan makan.

'Eh? Apa yang sedang terjadi?'

'Kenapa tiba-tiba Duke yang menyuapiku makan?'

Episodes
1 Bab 1 Karakter Antagonis?
2 Bab 2 Aku Merasa Menyesal
3 Bab 3 Sang Duke Yang Dingin Dan Tidak Berperasaan
4 Bab 4 Villette Thesley
5 Bab 5 Guru
6 Bab 6 Bagaimana Bisa Dia Mendapatkan Hatinya
7 Bab 7 Kenapa Tidak Memanggilku Papa?
8 Bab 8 Aku Langsung Tertolak?
9 Bab 9 Guru Etika
10 Bab 10 Kamu Pasti Iri Bukan?
11 Bab 11 Putri Angkat Bukan Berarti Tidak Berharga
12 Bab 12 Rapat Pertemuan Pertama
13 Bab 13 Seorang Alchemist
14 Bab 14 Jalan-Jalan
15 Bab 15 Kamu Ingin Mati
16 Bab 16 Papa
17 Bab 17 Ceramah
18 Bab 18 Cukup Panggil Papa
19 Bab 19 Bisnis Baru
20 Bab 20 Awal Dari Mengubah Takdir Dan Hidup Sebagai Sendok Emas
21 Bab 21 Eh? Yang Benar Saja?
22 Bab 22 Ujian Masuk Akademi
23 Bab 23 Seperti Anak Kecil
24 Bab 24 Walaupun Kita Bukan Pasangan
25 Bab 25 Pelelangan Ilegal
26 Bab 26 Ini Mungkin Terakhir Kalinya Kita Bisa Bertemu
27 Bab 27 Kamu Adalah Teman Terbaik
28 Bab 28 Gadis Yang Menangis
29 Bab 29 Sapu Tangan
30 Bab 30 Dewan Kesiswaan
31 Bab 31 Siswa-Siswi Bermasalah
32 Bab 32 Kebetulan Sekali Kita Bertemu Di Tempat Ini
33 Bab 33 Mulai Saat Ini Perhatikan Aku
34 Bab 34 Tunanganku
35 Bab 35 Liburan Musim Dingin
36 Bab 36 Kilauan Dari Kekayaan
37 Bab 37 Sales
38 Bab 38 Kembalinya Putri Kandung Duke
39 Bab 39 Aku Harap Kamu Tau Diri
40 Bab 40 Kamu Bukan Pewaris Keluarga Duke Arley
41 Bab 41 Pertarungan Yang Tidak Adil
42 Bab 42 Raja Iblis
43 Bab 43 Aku Berjuang
44 Bab 44 Sistem Kekayaan Milik Antagonis End
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Bab 1 Karakter Antagonis?
2
Bab 2 Aku Merasa Menyesal
3
Bab 3 Sang Duke Yang Dingin Dan Tidak Berperasaan
4
Bab 4 Villette Thesley
5
Bab 5 Guru
6
Bab 6 Bagaimana Bisa Dia Mendapatkan Hatinya
7
Bab 7 Kenapa Tidak Memanggilku Papa?
8
Bab 8 Aku Langsung Tertolak?
9
Bab 9 Guru Etika
10
Bab 10 Kamu Pasti Iri Bukan?
11
Bab 11 Putri Angkat Bukan Berarti Tidak Berharga
12
Bab 12 Rapat Pertemuan Pertama
13
Bab 13 Seorang Alchemist
14
Bab 14 Jalan-Jalan
15
Bab 15 Kamu Ingin Mati
16
Bab 16 Papa
17
Bab 17 Ceramah
18
Bab 18 Cukup Panggil Papa
19
Bab 19 Bisnis Baru
20
Bab 20 Awal Dari Mengubah Takdir Dan Hidup Sebagai Sendok Emas
21
Bab 21 Eh? Yang Benar Saja?
22
Bab 22 Ujian Masuk Akademi
23
Bab 23 Seperti Anak Kecil
24
Bab 24 Walaupun Kita Bukan Pasangan
25
Bab 25 Pelelangan Ilegal
26
Bab 26 Ini Mungkin Terakhir Kalinya Kita Bisa Bertemu
27
Bab 27 Kamu Adalah Teman Terbaik
28
Bab 28 Gadis Yang Menangis
29
Bab 29 Sapu Tangan
30
Bab 30 Dewan Kesiswaan
31
Bab 31 Siswa-Siswi Bermasalah
32
Bab 32 Kebetulan Sekali Kita Bertemu Di Tempat Ini
33
Bab 33 Mulai Saat Ini Perhatikan Aku
34
Bab 34 Tunanganku
35
Bab 35 Liburan Musim Dingin
36
Bab 36 Kilauan Dari Kekayaan
37
Bab 37 Sales
38
Bab 38 Kembalinya Putri Kandung Duke
39
Bab 39 Aku Harap Kamu Tau Diri
40
Bab 40 Kamu Bukan Pewaris Keluarga Duke Arley
41
Bab 41 Pertarungan Yang Tidak Adil
42
Bab 42 Raja Iblis
43
Bab 43 Aku Berjuang
44
Bab 44 Sistem Kekayaan Milik Antagonis End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!