Luna berusaha sebaik mungkin mencari perhatian dari sosok laki-laki yang dingin kepadanya, walaupun sudah tertolak satu kali dirinya dari sosok laki-laki itu. Luna tetap berusaha bahkan sampai jam tidur tiba, dia datang dengan alasan tidur bersama langsung di tolak oleh sosok laki-laki itu hingga satu malam berlalu dan pagi hari telah tiba.
Sebuah layar sistem muncul di depan Luna tepat pada saat bangun tidur, notifikasi dengan layar merah dan tulisan gagal menjalankan misi. Hukuman yang diberikan oleh sistem adalah selama satu hari bersikap selayaknya anak-anak di jalankan, Luna yang melihat kegagalan misinya yang belum pernah di gagalkan olehnya merasa sangat kesal dan ingin memukul sistem sialan itu.
"Ini jelas bukan kesalahanku kenapa aku yang harus menerima hukuman yang tidak masuk akal ini,"
"Dia sendiri yang tidak ingin menjalin pertemanan denganku," gumam Luna dengan tatapan kesal
Layar sistem tiba-tiba muncul dan membalas ucapan Luna dengan tulisan hidup itu harus penuh perjuangan, walaupun kamu di berikan kesempatan hidup enak. Luna langsung terdiam setelah membaca tulisan yang tertulis di layar tipis itu dan layar tipis itu tiba-tiba muncul dengan sebuah notifikasi lagi. Kalau Luna mengeluh dia akan membuat hukuman yang dia terima bertambah satu hari, nyali Luna untuk mendemo kepada sistem langsung menciut karena tidak berani melakukannya padahal niatnya untuk mendemo tadi sudah berkumpul di dalam hatinya.
Tidak lama itu, terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan ketika dia membuka pintu Luna terkejut dengan kehadiran sosok laki-laki berkacamata dan rambut panjang dengan seorang anak laki-laki yang berada di sebelahnya.
"Ada apa Villette datang ke kamarku pagi-pagi sekali? Apakah kamu tidak tau kalau gadis masih harus bersiap?" tanya Luna dengan tatapan penasaran dan sedikit kesal karena sosok laki-laki yang menolak pertemanan dengan dirinya ada di sebelah Villette dan dia yang baru saja bangun tidur
'Sialan, kenapa cara bicaraku yang kesal kepada seseorang terlihat sangat jelas? Ditambah lagi tingkahku seperti anak-anak, sepertinya itu karena hukumannya sudah mulai berjalan,' ucap Luna di dalam hatinya sambil menatap kedua orang yang ada di depannya
"Nona, kami tidak keberatan untuk menunggu anda bersiap dan juga Duke yang meminta saya langsung untuk menjemput anda, jadi saya bisa menunggu anda di sini," ucap Villette dengan senyuman ke arah sosok gadis yang lebih pendek darinya
Luna setelah mendengarkan ucapan dari Villette, tidak bisaa lagi menghindar dan memutuskan untuk menutup pintu kemudian bersiap-siap dengan cepat, di luar pintu sambil menunggu Luna kedua laki-laki itu saling menatap kemudian Villette akhirnya memulai percakapan lebih dulu.
"Kamu sepertinya sangat bersikap menjauh dari Nona Luna? Apakah kamu tidak bisa akur dengan dirinya? Atau terjadi sesuatu di antara kalian berdua?" ucap Villette dengan tatapan penasaran dan menyidik ke arah laki-laki yang berada di sebelahnya
"Ini bukan urusanmu yang hanya seorang asisten, kamu seharusnya tau kalau hal seperti ini tidak layak untuk berbicara dengan seorang bangsawan sepertiku," ucap sosok laki-laki itu dengan tatapan dingin dan tajam ke arah Villette
hanya di jawab dengan seringaian
Setengah jam telah berlalu, akhirnya Luna selesai berpakaian dan rapi. Villette yang melihat Luna bersiap dengan rapi, tetapi tidak melihat adanya pelayan yang mendadani memutuskan untuk bertanya.
"Nona, anda tidak terlihat memiliki pelayan yang mengurus, tetapi bagaimana bisa begitu cepat berpakaian dan rapi?"
"Dan sepertinya para pelayan mengabaikan anda, sepertinya para pelayan meremehkan seorang anak dari keluarga Duke Arley,"
Ucapan dari Villette dengan tatapan dingin yang tiba-tiba, membuat tubuh Luna yang memiliki sifat kekanak-kanakan yang berasal dari hukuman langsung ketakutan dan sedikit ketakutan.
"Nona, maafkan saya karena berubah dengan tiba-tiba tetapi bukan berarti saya tidak menyukai nona," ucap sang pelayan dengan tatapan khawatir langsung menenangkan Luna dengan cara menggendongnya ke dalam pelukan
Laki-laki yang berada di samping Villette, menatap Luna seperti sangat aneh dan berbeda dari rumor yang beredar di kalangan masyarakat dengan para pelayan yang berada di mansion keluarga mengetahui rumor itu. Tidak terlihat seperti gadis yang kejam menyiksa para pelayan dan tidak juga seperti gadis manja yang menginginkan sesuatu tambahannya dia tidak lagi di lirik oleh Luna, setelah satu hari penuh Luna mencoba mengajaknya berbicara dan di tolak.
Merasa ada yang kurang tetapi sosok laki-laki itu tidak mengetahuinya membuatnya menyingkirkan cepat-cepat perasaan bimbang yang aneh itu.
Sesampainya di ruangan makan, Luna melihat sosok perempuan yang tidak asing itu adalah guru etika yang mengajarkan Luna etika duduk di kursi yang berada di sebelahnya dengan seenaknya, padahal kursi itu harusnya di duduki oleh istri Duke atau putri Duke, tetapi istri Duke telah lama meninggal jadi posisi itu seharusnya menjadi milik Luna. Tetapi karena Luna adalah orang yang bukan bangsawan dan sadar diri dia memutuskan untuk sedikit menjauh.
'Aku baru ingat kalau hari ini aku memiliki pelajaran dari guru etika,'
'Ini akan sangat menyebalkan, apalagi harus bertemu dengannya sebelum mata pelajaran etika dimulai dan lagi aku sedang menjalankan hukuman dari sistem,'
'Sedikit kewarasanku sedang di ambil oleh sistem jadinya aku kemungkinan akan bersikap berlebihan,' ucap Luna di dalam hatinya dengan tatapan lelah memandang makanan di depannya rasanya berat untuknya makan ketika membayangkan betapa beratnya hidupnya saat masih kecil seperti sekarang
"Luna, kenapa kamu tidak makan? Apakah makanannya kurang enak atau tidak sesuai dengan seleramu?" tanya sang Duke dengan wajah dingin membuat Luna terkejut dari lamunannya
"Tidak yang mulia Duke, aku hanya merasa sangat muak ketika makan dengsn seorang perempuan tidak tau malu di meja yang sama dan bahkan mengambil posisi dudukku yang seharusnya aku di sana," ucap Luna yang blak-blakan tanpa filter
'Matilah aku,'
'Bisa-bisanya aku berbicara seperti itu, secara blak-blakan di depan banyak orang di dalam ruangan yang memperhatikan,'
'Duke pasti akan semakin membenciku, kenapa bisa-bisanya sistem sialan ini memberikan hukuman yang semakin mengancam kehidupan,' ucap Luna di dalam hatinya dengan teriakan batin
"Luna, jalan mendekat ke arahku," ucap sang Duke yang membuat Luna langsung turun dari kursi yang tinggi dan berjalan ke arah Duke
Sang Duke langsung mengangkat Luna dan membuat Luna duduk di pangkuan Duke serta sang Duke yang menyuapi Luna makan, Luna yang di suapi hanya bisa membuka mulut dan makan.
'Eh? Apa yang sedang terjadi?'
'Kenapa tiba-tiba Duke yang menyuapiku makan?'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments