Luna tentu tidak langsung mengadu kepada duke kalau dia di lukai oleh guru etikanya, karena gurunya bisa saja menyangga ucapan Luna kalau dia sama sekali tidak serius untuk mendapatkan pendidikan di usia yang lebih awal, mengingat banyak rumor buruk kepada dirinya mungkin saja dia berpikir Luna sebenarnya hanya ingin bermain-main dengan nama keluarga Arley. Luna memutuskan untuk bertahan mengingat waktu yang diberikan oleh sistem adalah satu minggu, jadi dia memiliki kesempatan untuk mencari tau kelemahan sang guru etikanya itu.
Keesokan harinya Luna kembali mengikuti kelas pembelajaran, tetapi kelas pembelajaran hari ini yang dia pelajari adalah kelas yang berhubungan dengan skill yang dimiliki oleh Luna yaitu sihir, berpedang dan alchemist. Dengan bakat skill yang Luna dapatkan dari sistem maka Luna dapat dengan mudah bisa menarik guru yang melatih sihirnya, karena Luna memiliki mana yang cukup besar. Luna berhasil mengambil hati sang guru, otomatis itu masuk ke dalam hitungan misi .
"Nona, apakah anda tidak mau masuk ke menara sihir? Dengan bakat yang anda miliki,"
"Anda bisa menjadi orang yang sangat-sangat sukses, dan juga ini bisa dengan mudah membuat sang raja memberikan pengakuan," ucap sang guru sihir dengan tatapan berbinar-binar kepada bakat Luna yang luar biasa mengesampingkan rumor yang beredar tentang anak angkat duke yang bersikap kasar
Luna yang di tawarkan tentu langsung menolak dengan cepat, karena dia hanya ingin hidup santai dengan di kelilingi oleh harta bukan dengan di kelilingi petarungan, tesis dan penelitian. Sang guru tidak menyerah sambil mengajar, dia juga sambil membujuk Luna untuk ikut bergabung ke dalam menara shir sampai jam pelajaran itu habis di gantikan dengan guru berpedang.
"Nona, sebagai seorang kesatria kita tidak bisa langsung memegang pedang,"
"Karena seperti yang anda tau kalau pedang adalah senjata yang berat dan untuk mengangkat pedang yang berat dibutuhkan stamina,"
"Jadi nona, anda harus melatih tubuh fisik anda hingga anda menjadi sangat kuat, mulailah dengan keliling tempat pelatihan ini sebelas putaran," ucap sang guru berpedang dengan tegas
Luna yang mendengarkan arahan dari sang guru merasa ingin menangis karena dari awal gurunya menjelaskan sangat tidak jelas dan kemudian dia malah di suruh berlari, anak kecil di suruh berlari sebelas kali keliling lapangan latihan prajurit, menurut Luna itu sama sekali tidak wajar. Tapi apa boleh buat demi misinya dan hidup di umur panjang, dia tetap berusaha menjalankannya hingga akhirnya sebelas putaran akhirnya selesai dalam satu jam. Setelah itu dia di berikan satu jam kosong untuk beristirahat sampai jam pelajaran berakhir, Luna merasa seluruh tubuhnya tidak bisa di gerakkan memutuskan untuk izin tidak mengikuti pelajaran alchemist, sebagai gantinya dokter datang untuk memeriksa keadaannya Luna, betapa terkejutnya sang dokter tersebut memeriksa seluruh tubuh milik sang nona Luna, luka bekas cambukkan sang guru etika masih terlihat jelas di lengannya dan di kakinya, sang dokter sedikit terkejut, tetapi kemudian sang dokter malah berkomentar di luar nalar
"Nona, luka ini anda sepertinya terjadi bukan hari ini,"
"Apa yang terjadi nona? Saya tau anda suka menyiksa orang lain, tetapi anda tidak perlu sampai menjadi gila mencambuk diri anda sendiri nona," ucap sang dokter dengan jujur tanpa melakukan pemilihan kata membuat Luna merasa ingin memukulnya atau tidak merasakan sakitnya di cambuk
'Tidak heran Luna di dalam game sering sekali berucap kasar dan langsung menampar mulut orang-orang yang mencoba berbicara kepadanya,'
'Isi karakter game ini orang gila semua dan aku juga bukan seorang masokis yang begitu ingin merasakan sakit,' ucap Luna di dalam hatinya dengan senyuman yang di paksakan hingga terlihat sangat menyeramkan dengan wajah jahatnya
"Bisakah kamu tidak banyak bertanya dan menyelesaikan pemeriksaan?" ucap Luna dengan tatapan dingin dan tajam ke arah sosok dokter itu
Dokter yang merasakan tatapan tajam dari Luna langsung dengan cepat menyelesaikan pemeriksaan kesehatan Luna cepat di selesaikan oleh dokter, Luna akhirnya menghabiskan malamnya di dalam kamarnya. Di sisi lain seorang laki-laki berambut panjang dengan pita yang mengikat rambut panjang dan kacamata di dalam ruangan kerjanya memeriksa semua laporan mengenai pendidikan sang nona keluarga Arley.
"Dari guru sejarah sampai dengan guru berpedang yang mengajar sang nona hanya satu guru yang memberikan tanggapan negatif tentang pendidikan yang di ajarkan untuk nona guru etika,"
"Sisanya semuanya memberikan tanggapan yang sangat positif, dia benar-benar serius belajar dan tidak banyak menerima dari masa lalunya,"
"Tapi apa boleh buat karena aku yang memutuskan untuk mengawasinya berkembang lagi," ucap sosok laki-laki berkacamata berambut panjang itu dengan seringai
"Tuan, mau sampai kapan anda mengawasinya?" ucap sesosok laki-laki bertudung
"Kesalahan yang kita perbuat harus kita pertanggung jawabkan, walaupun dia hanya seorang manusia yang takdirnya di atur oleh pena bulu,"
"Tidak bisa kita jadikan main-main seperti boneka yang tidak memiliki nyawa ataupun hati," ucap sosok laki-laki berkacamata itu dengan seringai dan tatapan yang dingin ke arah jendela menatap bulan
Keesokan harinya di dalam ruangan kamar milik Luna, Luna terbangun dengan kebingungan merasa melihat mimpi yang aneh, tetapi dia tidak bisa terlalu mengingat siapa sosok yang ada di mimpinya dan keanehan apa yang berada di dalam mimpi. Pelayan mengantarkan air dan sarapan Luna seperti biasanya di kamar, seluruh badan Luna rasanya sangat sakit karena tidak pernah sekalipun dia berolahraga.
Layar tipis sistem tiba-tiba muncul memberikan notifikasi kalau dia telah mendapatkan hati seorang guru dan seorang asisten yang gila kerja dan sangat setia kepada sang Duke, tapi bukan berarti misinya telah selesai, karena masih ada dua guru lagi yang hatinya yang harus di buat Luna berada di pihaknya. Akan tetapi saat ini Luna sangat kebingungan dengan notifikasi dari sang sistem, karena dia tidak merasa melakukan apapun untuk menyogok atau juga selalu lengket kepada sang asisten Duke, jadi bagaimana bisa dia mendapatkan hatinya tanpa harus melakukan hal-hal seperti itu.
Luna berpikir dengan baik alasan sang asisten bisa dengan mudah di dapatkan hatinya sambil sarapan santai, karena dia tidak memiliki kelas hari ini di hari liburnya akibat dari badannya yang sakit habis melakukan lari sebelas putaran. Tapi tiba-tiba di saat yang sama sesosok laki-laki masuk setelah mengetuk pintu dan mendapat izin masuk dari Luna.
"Nona Luna, anda di panggil oleh Duke untuk datang ke ruangan,"
"Tentu saja jika anda tidak bisa berjalan saya akan menggendong anda,"
'Hah? Kenapa pemaksaan sekali,'
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
mami el
itu wajar apalagi kalau masih masih awal belajar pedang, sering baca manhwa action dan memang 99% yang baru belajar pedang harus melatih tubuh fisik dulu
2024-03-07
2