Keesokan harinya pada saat Luna terbangun dengan tatapan terkejut, karena tiba-tiba saja layar tipis sistem muncul dengan sebuah notifikasi kalau dua orang guru berhasil hatinya di ambil oleh Luna yang memutuskan kalau semua misinya berhasil. Luna yang melihat notifikasi itu hanya menatap dengan kebingungan, bagaimana bisa hanya dengan dua minggu dia menyelesaikan misi tersebut padahal rumornya guru-guru akademi terbaik itu hatinya paling sulit hatinya untuk di ambil atau di rebut.
"Eh? Apakah aku belum bangun dari tidur? Tidak mungkin begitu mudah mendapatkan hati dari para guru akademi yang katanya sangat ketat dalam mengajar," Gumam Luna yang menatap ke layar tipis di depannya dengan menggosokkan mata sampai menatap sangat dekat ke layar tipis itu dengan mata yang menyipit
Layar tipis yang mengetahui tingkah Luna membalas dengan tulisan yang cukup membuat Luna terdiam dan memeriksa hadiah yang dia dapatkan dari sistem tersebut.
"Skill alkimia,"
"Kalau aku ingat-ingat sepertinya aku telah berkali-kali aku telah tidak hadir di kelas alkimia,"
"Apakah gurunya akan membenci diriku? Karena bagaimanapun itu adalah kelas paling sulit untuk di pelajari bahkan sampai tidak banyak peminatnya,"
"Sebab sihir bisa melakukan segalanya," gumam Luna dengan perasaan bersalah karena bagaimanapun guru sihirnya sendiri yang pertama di ambil hatinya oleh Luna dengan memiliki jumlah energi sihir yang banyak di tubuh Luna
Luna juga mengingat dengan jelas guru sihirnya adalah guru yang paling heboh ketika melihat Luna memiliki bakat yang mungkin bisa berkembang menjadi lebih kuat lagi di masa depan. Setelah beberapa jam merenung sambil di siapkan oleh para pelayan, Luna akhirnya memutuskan untuk mengikuti kelas alkimia lebih dulu, dan jadwalnya hari ini akan dibuatnya sangat berbeda dibandingkan dengan biasanya.
Di tengah jalan Luna menuju ke kelas alkimia, dia tidak sengaja bertemu dengan sosok laki-laki yang cuek dan membuatnya terkena dalam hukuman sistem. Luna tentu hanya lewat dan tidak menyapa sosok laki-laki itu berbeda ketika dirinya memerlukan bantuan pada saat itu, tetapi saat ini Luna ingin mengabaikannya sebab sosok laki-laki itu sangat dingin dan menyebalkan mengingat dia juga adalah tokoh utama laki-laki di dalam game ini.
"Perubahan sifat perempuan apakah secepat itu? Biasanya para gadis bangsawan melekat denganku walaupun aku berucap buruk di depan mereka dan itu sangat menyulitkan,"
"Apakah dia mencoba mencari perhatian dengan cara menjual mahal? Sudahlah terserah apa yang ingin dia lakukan," gumam sosok laki-laki itu dengan tatapan kesal setelah dia menoleh dan melihat punggung Luna telah jauh melewati dirinya
"Tuan muda Howard, kenapa anda terlihat begitu depresi atau kecewa? Apakah terjadi sesuatu dengan anda?" ucap sesosok laki-laki berkacamata dengan rambut panjang yang terikat berada di belakang Ian dengan seringai
"Bukan urusan orang rendahan seperti dirimu dan berhenti menyeringai seperti orang gila," ucap sosok laki-laki itu dengan gugup dan ke arah Villette yang tiba-tiba ada di belakangnya kemudian pergi meninggalkan Villette sendirian
"Semakin unik perlahan-lahan berubah," ucap Villette dengan seringai menatap sosok laki-laki itu yang mulai berjalan menjauh dari Ian
Disisi lain Luna telah berada di depan pintu besar menuju ke sebuah ruangan tempat di mana guru alkimia berada, Luna perlahan-lahan mengetuk pintu dan menunggu pintu itu terbuka selama beberapa menit , tetapi karena tidak ada tanda-tanda pintu itu akan di buka. Luna dengan cepat masuk ke dalam ruangan tanpa menunggu lama, saat Luna melangkah masuk ke dalam ruangan terlihat sosok laki-laki berpakaian khas timur yang bermotif relung awan dan rambut panjang terbaring di atas lantai dengan bawah mata yang terlihat hitam dan wajah yang terlihat pucat seperti orang mati.
"Sejak kapan ada mayat di sini? Jangan bilang kalau mayat ini mati karena keracunan? Aku harus segera melaporkan kepada Villette untuk ke sini dan memeriksanya,"
"Walaupun begitu bukankah begitu sayang laki-laki yang terlihat muda ini mati, karena dia sangat tampan," ucap Luna yang sambil menatap sosok yang terbaring di lantai seperti mayat
"Aku tidak boleh bertindak sembrono untuk menyentuh mayat ini, nanti orang-orang mengira kalau aku yang membunuhnya," ucap lagi oleh Luna dengan sedikit cukup lantang dan mulai melangkah ke arah pintu untuk keluar dari ruangan itu
"Siapa yang mayat? Dan di mana pembunuhnya?" tanya sebuah suara yang serak dan lemah dengan tiba-tiba memegang kaki Luna yang baru satu langkah ingin melangkah keluar
"KYAAAAA.."
"MAYATNYA HIDUP KEMBALI..." teriak Luna yang terkejut langsung membuat semua orang langsung berbondong-bondong menuju ke asal suara teriakan
Semua orang langsung mengerumuni tempat itu termasuk Villette yang kebetulan lewat ke arah tersebut mendengarkan suara teriakan. Villette, menyelip untuk mengetahui kasus apa yang terjadi hingga terdapat suara teriakan.
"Nona, ada apa hingga anda berteriak?" tanya Villette yang membuat Luna langsung bersembunyi di belakang Villette karena takut dengan sosok laki-laki yang bangkit dari kematiannya
"Dia mayat yang bangun kembali padahal tadi jelas-jelas terlihat dia tidak bangun sama sekali," ucap Luna dengan gemetaran ketakutan sambil memegang pakaian milik Villette karena dia percaya dengan hantu
"Nona, tenang saja dia bukan orang mati,"
"Dia adalah guru mata pelajaran alchemist, dia seperti itu karena dia sering lembur untuk menyelesaikan penelitiannya,"
"Tidak perlu khawatir," ucap Villette yang sambil tersenyum mengelus-elus kepala Luna
Semua orang awalnya hanya penasaran dengan asal suara sekarang malah asik menonton Luna yang bisa di elus-elus kepalanya oleh seorang asisten Duke. Menurut mereka itu adalah hal yang langka terutama tentang sang nona yang terlihat menakutkan dibandingkan hantu ternyata seorang penakut kepada hantu.
"Nona, maafkan saya jika saya membuat anda terkejut, tetapi saya tetap seorang guru akademi yang mengajar jadi saya manusia," ucap sang guru dengan nada yang lemah dan bangkit dari permukaan lantai yang dingin itu
"Apakah kamu serius dia adalah guru yang akan mengajarkan aku alkimia? Dia tidak menipu dirimu bukan saat melakukan pendaftaran?"
"Maksudku jarang ada orang yang ingin mempelajari ilmu alkimia, tapi dia terlihat lemah walaupun masih muda," bisik Luna kepada Villette dengan curiga, namun bisikan itu terdengar kepada guru yang akan mengajarkan dirinya alkimia
Perasaan tertusuk tetapi tidak berwujud langsung di begitu terasa oleh sang guru yang telah dua kali di curiga, pertama sebagai orang mati sekarang di curigai sebagai seorang penipu.
"Saya sungguh seorang alchemist, saya tau saya terlihat lemah dan tidak meyakinkan,"
"Tapi tolong percaya saya,"
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments