"Villette, apakah sang Duke memanggilku untuk hal penting?"
"Jika tidak maka aku akan menyelesaikan sarapanku dulu, nanti aku akan datang bersama dengan pelayanku," ucap Luna dengan senyuman walaupun di dalam hatinya dia mengutuk
Luna tidak mungkin bisa menghindar dari sang Duke, karena dia tidak memiliki jadwal apapun hari ini untuk bisa menjauh dari sosok laki-laki itu.
"Tidak terlalu penting, tetapi tidak apa-apa saya akan menunggu anda sampai selesai sarapan, dan saya akan menggendong anda nanti sampai ke ruangan Duke dengan selamat," ucap Villette
dengan tatapan sedikit berbinar-binar dan bersemangat membuat Luna terdiam dan melanjutkan makannya
Luna tau akan sia-sia jika dia berdebat dengan sang asisten Duke yang terkenal selalu setia dan menepati janjinya jadi dia membiarkan Villette
menunggu di dekat pintu, sedangkan dia fokus kepada sarapannya. Semua pelayan yang berlalu-lalang melihat Villette di pintu merasa kalau sosok asisten itu telah di tindas oleh Luna secara diam-diam dan seketika rumor baru beredar di kalangan para pekerja mansion mengenai sang asisten yang menjadi korban penindasan.
Beberapa jam kemudian Luna menyelesaikan sarapannya dengan santai, Luna dengan cepat di gendong oleh Villette dan di bawa ke ruangan Duke dimana Duke telah seolah-olah menunggu di mata Luna padahal itu tidak mungkin menurutnya.
"Luna, aku telah dengar kamu izin dari kelas dan meminta libur karena seluruh tubuhmu sakit karena kamu berlari sebelas putaran lapangan latihan para knight? Apakah itu benar?" tanya sang Duke dengan tatapan serius dan menyidik ke arah Luna yang masih berada di dalam pelukan Villette
"Itu benar, maafkan aku jika aku terlihat bermain-main, tetapi aku juga tidak bisa memaksakan diri untuk berjalan ke ruangan tempat guruku menunggu nantinya,"
"Jadi aku foku-"
"Tidak, aku percaya dengan dirimu, karena aku telah menerima laporan dari guru-guru yang mengajarimu,"
"Kamu benar-benar serius mengambil pendidikan di usia yang sangat muda,"
"Bagus kamu tidak mempermalukan nama keluarga Duke Arley," sela sang Duke dengan tatapan yang serius
Luna yang mendengarkan ucapan dari sang Duke merasa sedikit sakit, tetapi dia ingat saat ini dia bukan lagi Luna di dalam game dan semua ini harus di lalui tanpa perasaan. Tetapi kenapa dia bisa merasakan sakit yang sangat menyakitkan ini.
'Ternyata dia ke sini hanya untuk membicarakan masalah itu, kenapa dia tidak memanggilku makan malam saja dan berbicara masalah itu, bukankah itu sama sekali tidak sulit,' ucap Luna di dalam hatinya dengan senyuman yang masih menunggu duke untuk menyuruhnya kembali ke ruangan kamarnya
"Luna, kamu tidak memiliki kegiatan bukan? Maka aku ingin membawamu melihat alun-alun kota tempat nantinya kamu akan menjadi pemimpin negeri ini," ucap sang duke dengan suara yang tegas tetapi terdengar lembut
Di saat yang bersamaan layar sistem muncul dengan notifikasi misi baru untuk Luna, Luna terkejut karena ada dua misi yang masih harus dia jalankan saja belum selesai, tetapi malah di mulai tambahan misi baru dan misi barunya seperti seolah-olah sengaja di berikan oleh sistem, setelah melihat misi yang ditunjukkan oleh sistem membuat Luna ingat sesuatu tentang salah satu alur di game mengenai Luna, kalau Luna memiliki sebuah penyakit yang hampir tidak bisa di sembuhkan dua tahun dari sekarang dan duke sama sekali tidak peduli dengan sakit itu hingga akhirnya seorang iblis datang dan menawarkan kontrak kepada Luna untuk tetap hidup, betapa mirisnya Luna di dalam game menurutnya sekarang.
Misi tetaplah misi Luna tetap harus menjalankannya, karena jika dia gagal hukumannya adalah menjadi tunangan pemeran utama yang akan membawanya kepada kematian dan jika dia berhasil dia akan mendapatkan hadiah dari sistem berupa artefak sihir mahal dan langka. Misi yang diberikan oleh sistem kepada Luna adalah satu hari menemani duke.
'Kenapa seorang bangsawan tingkat tinggi begitu santai? Dan apa-apaan sistem sialan ini harus memberikan misi kepadaku?' kutuk Luna di dalam hatinya dengan senyuman yang ramah dan mengangguk dengan setengah hati
"Baiklah, tuan duke saya akan bersiap dulu," ucap Luna yang memberikan kepada Duke kemudian keluar dari ruangan setelah mendapatkan isyarat di izinkan untuk keluar dari ruangan yang besar itu
Luna keluar dari ruangan tentunya di gendong oleh Villette sama seperti dia dibawa masuk ke dalam ruangan dari kamarnya. Baik Villette maupun Luna sama-sama tidak banyak berbicara berjalan di sekitar lorong menuju kamar Luna, sampai sebuah ucapan yang aneh keluar dari Villette.
"Nona, saya harap anda benar-benar menikmati kehidupan yang baru saja berputar untuk anda,"
"Walaupun anda di masa lalu menderita, tetapi tidak ada salahnya menerima sesuatu seperti itu."
Luna yang memikirkan ucapan dari Villette merasa ada yang aneh, tetapi dia tidak mengerti jadinya dia tidak terlalu memikirkannya dan mengganti pakaiannya ke pakaian yang nyaman dan berlengan panjang dan dress panjang supaya lukanya tidak terlihat. Setelah selesai dia di antar ke kereta kuda dengan duke yang telah menunggu dirinya, Villette dengan senyuman dan mengelap air matanya mengantarkan Luna ke pelukan duke seolah-olah terharu dengan keadaan antara hubungan ayah dan anak yang terbentuk.
Di dalam kereta kuda Luna dan sang duke saling tidak berbicara hingga suasana sangat canggung bahkan ketika sampai tanpa berbicara Luna berada di pelukan sang duke dan Luna juga tidak protes karena wajah laki-laki yang menggendongnya adalah laki-laki yang tampan, walaupun dia adalah ayahnya.
Sang duke membawa Luna berjalan ke sebuah butik pakaian yang menjadi tempat biasanya dia memesan pakaian, di sana duke memborong semua yang ada di butik tanpa banyak berpikir panjang membuat Luna merasa tidak heran dengan sosok orang yang memiliki kekuasaan, tidak begitu terasa hubungan ayah dan anak karena keduanya tidak saling berbicara hingga mereka datang ke sebuah toko manisan yang cukup terkenal membuat mata Luna berbinar-binar, karena walaupun dia pernah ke alun-alun kota dia tidak pernah datang ke toko manisan atau toko kue.
"Apakah kamu menyukai kuenya?" tanya sang duke yang melihat Luna berbinar-binar berbeda dengan keadaan Luna pada saat berada di ruangan kerjanya, kereta kuda dan saat berada di butik
Luna terlihat begitu santai dan menunjukkan banyak ekspresi kepada sang duke saat makan camilan manis itu membuat senyuman sang duke terlihat dengan jelas senang dengan Luna yang ceria. Tidak ada sosok ayah yang tidak bahagia ketika melihat putrinya bahagia walaupun hanya seorang putri angkat, tetapi mana mungkin Luna mengetahuinya ketika dia asyik jatuh ke dalam kue-kue yang manis.
"Aku menikmatinya,"
"Luna, kenapa kamu memanggilku tuan duke? Dan bukan papa seperti dulu?"
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments