Bab 7 Kenapa Tidak Memanggilku Papa?

"Villette, apakah sang Duke memanggilku untuk hal penting?"

"Jika tidak maka aku akan menyelesaikan sarapanku dulu, nanti aku akan datang bersama dengan pelayanku," ucap Luna dengan senyuman walaupun di dalam hatinya dia mengutuk

Luna tidak mungkin bisa menghindar dari sang Duke, karena dia tidak memiliki jadwal apapun hari ini untuk bisa menjauh dari sosok laki-laki itu.

"Tidak terlalu penting, tetapi tidak apa-apa saya akan menunggu anda sampai selesai sarapan, dan saya akan menggendong anda nanti sampai ke ruangan Duke dengan selamat," ucap Villette

dengan tatapan sedikit berbinar-binar dan bersemangat membuat Luna terdiam dan melanjutkan makannya

Luna tau akan sia-sia jika dia berdebat dengan sang asisten Duke yang terkenal selalu setia dan menepati janjinya jadi dia membiarkan Villette

menunggu di dekat pintu, sedangkan dia fokus kepada sarapannya. Semua pelayan yang berlalu-lalang melihat Villette di pintu merasa kalau sosok asisten itu telah di tindas oleh Luna secara diam-diam dan seketika rumor baru beredar di kalangan para pekerja mansion mengenai sang asisten yang menjadi korban penindasan.

Beberapa jam kemudian Luna menyelesaikan sarapannya dengan santai, Luna dengan cepat di gendong oleh Villette dan di bawa ke ruangan Duke dimana Duke telah seolah-olah menunggu di mata Luna padahal itu tidak mungkin menurutnya.

"Luna, aku telah dengar kamu izin dari kelas dan meminta libur karena seluruh tubuhmu sakit karena kamu berlari sebelas putaran lapangan latihan para knight? Apakah itu benar?" tanya sang Duke dengan tatapan serius dan menyidik ke arah Luna yang masih berada di dalam pelukan Villette

"Itu benar, maafkan aku jika aku terlihat bermain-main, tetapi aku juga tidak bisa memaksakan diri untuk berjalan ke ruangan tempat guruku menunggu nantinya,"

"Jadi aku foku-"

"Tidak, aku percaya dengan dirimu, karena aku telah menerima laporan dari guru-guru yang mengajarimu,"

"Kamu benar-benar serius mengambil pendidikan di usia yang sangat muda,"

"Bagus kamu tidak mempermalukan nama keluarga Duke Arley," sela sang Duke dengan tatapan yang serius

Luna yang mendengarkan ucapan dari sang Duke merasa sedikit sakit, tetapi dia ingat saat ini dia bukan lagi Luna di dalam game dan semua ini harus di lalui tanpa perasaan. Tetapi kenapa dia bisa merasakan sakit yang sangat menyakitkan ini.

'Ternyata dia ke sini hanya untuk membicarakan masalah itu, kenapa dia tidak memanggilku makan malam saja dan berbicara masalah itu, bukankah itu sama sekali tidak sulit,' ucap Luna di dalam hatinya dengan senyuman yang masih menunggu duke untuk menyuruhnya kembali ke ruangan kamarnya

"Luna, kamu tidak memiliki kegiatan bukan? Maka aku ingin membawamu melihat alun-alun kota tempat nantinya kamu akan menjadi pemimpin negeri ini," ucap sang duke dengan suara yang tegas tetapi terdengar lembut

Di saat yang bersamaan layar sistem muncul dengan notifikasi misi baru untuk Luna, Luna terkejut karena ada dua misi yang masih harus dia jalankan saja belum selesai, tetapi malah di mulai tambahan misi baru dan misi barunya seperti seolah-olah sengaja di berikan oleh sistem, setelah melihat misi yang ditunjukkan oleh sistem membuat Luna ingat sesuatu tentang salah satu alur di game mengenai Luna, kalau Luna memiliki sebuah penyakit yang hampir tidak bisa di sembuhkan dua tahun dari sekarang dan duke sama sekali tidak peduli dengan sakit itu hingga akhirnya seorang iblis datang dan menawarkan kontrak kepada Luna untuk tetap hidup, betapa mirisnya Luna di dalam game menurutnya sekarang.

Misi tetaplah misi Luna tetap harus menjalankannya, karena jika dia gagal hukumannya adalah menjadi tunangan pemeran utama yang akan membawanya kepada kematian dan jika dia berhasil dia akan mendapatkan hadiah dari sistem berupa artefak sihir mahal dan langka. Misi yang diberikan oleh sistem kepada Luna adalah satu hari menemani duke.

'Kenapa seorang bangsawan tingkat tinggi begitu santai? Dan apa-apaan sistem sialan ini harus memberikan misi kepadaku?' kutuk Luna di dalam hatinya dengan senyuman yang ramah dan mengangguk dengan setengah hati

"Baiklah, tuan duke saya akan bersiap dulu," ucap Luna yang memberikan kepada Duke kemudian keluar dari ruangan setelah mendapatkan isyarat di izinkan untuk keluar dari ruangan yang besar itu

Luna keluar dari ruangan tentunya di gendong oleh Villette sama seperti dia dibawa masuk ke dalam ruangan dari kamarnya. Baik Villette maupun Luna sama-sama tidak banyak berbicara berjalan di sekitar lorong menuju kamar Luna, sampai sebuah ucapan yang aneh keluar dari Villette.

"Nona, saya harap anda benar-benar menikmati kehidupan yang baru saja berputar untuk anda,"

"Walaupun anda di masa lalu menderita, tetapi tidak ada salahnya menerima sesuatu seperti itu."

Luna yang memikirkan ucapan dari Villette merasa ada yang aneh, tetapi dia tidak mengerti jadinya dia tidak terlalu memikirkannya dan mengganti pakaiannya ke pakaian yang nyaman dan berlengan panjang dan dress panjang supaya lukanya tidak terlihat. Setelah selesai dia di antar ke kereta kuda dengan duke yang telah menunggu dirinya, Villette dengan senyuman dan mengelap air matanya mengantarkan Luna ke pelukan duke seolah-olah terharu dengan keadaan antara hubungan ayah dan anak yang terbentuk.

Di dalam kereta kuda Luna dan sang duke saling tidak berbicara hingga suasana sangat canggung bahkan ketika sampai tanpa berbicara Luna berada di pelukan sang duke dan Luna juga tidak protes karena wajah laki-laki yang menggendongnya adalah laki-laki yang tampan, walaupun dia adalah ayahnya.

Sang duke membawa Luna berjalan ke sebuah butik pakaian yang menjadi tempat biasanya dia memesan pakaian, di sana duke memborong semua yang ada di butik tanpa banyak berpikir panjang membuat Luna merasa tidak heran dengan sosok orang yang memiliki kekuasaan, tidak begitu terasa hubungan ayah dan anak karena keduanya tidak saling berbicara hingga mereka datang ke sebuah toko manisan yang cukup terkenal membuat mata Luna berbinar-binar, karena walaupun dia pernah ke alun-alun kota dia tidak pernah datang ke toko manisan atau toko kue.

"Apakah kamu menyukai kuenya?" tanya sang duke yang melihat Luna berbinar-binar berbeda dengan keadaan Luna pada saat berada di ruangan kerjanya, kereta kuda dan saat berada di butik

Luna terlihat begitu santai dan menunjukkan banyak ekspresi kepada sang duke saat makan camilan manis itu membuat senyuman sang duke terlihat dengan jelas senang dengan Luna yang ceria. Tidak ada sosok ayah yang tidak bahagia ketika melihat putrinya bahagia walaupun hanya seorang putri angkat, tetapi mana mungkin Luna mengetahuinya ketika dia asyik jatuh ke dalam kue-kue yang manis.

"Aku menikmatinya,"

"Luna, kenapa kamu memanggilku tuan duke? Dan bukan papa seperti dulu?"

Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Episodes
1 Bab 1 Karakter Antagonis?
2 Bab 2 Aku Merasa Menyesal
3 Bab 3 Sang Duke Yang Dingin Dan Tidak Berperasaan
4 Bab 4 Villette Thesley
5 Bab 5 Guru
6 Bab 6 Bagaimana Bisa Dia Mendapatkan Hatinya
7 Bab 7 Kenapa Tidak Memanggilku Papa?
8 Bab 8 Aku Langsung Tertolak?
9 Bab 9 Guru Etika
10 Bab 10 Kamu Pasti Iri Bukan?
11 Bab 11 Putri Angkat Bukan Berarti Tidak Berharga
12 Bab 12 Rapat Pertemuan Pertama
13 Bab 13 Seorang Alchemist
14 Bab 14 Jalan-Jalan
15 Bab 15 Kamu Ingin Mati
16 Bab 16 Papa
17 Bab 17 Ceramah
18 Bab 18 Cukup Panggil Papa
19 Bab 19 Bisnis Baru
20 Bab 20 Awal Dari Mengubah Takdir Dan Hidup Sebagai Sendok Emas
21 Bab 21 Eh? Yang Benar Saja?
22 Bab 22 Ujian Masuk Akademi
23 Bab 23 Seperti Anak Kecil
24 Bab 24 Walaupun Kita Bukan Pasangan
25 Bab 25 Pelelangan Ilegal
26 Bab 26 Ini Mungkin Terakhir Kalinya Kita Bisa Bertemu
27 Bab 27 Kamu Adalah Teman Terbaik
28 Bab 28 Gadis Yang Menangis
29 Bab 29 Sapu Tangan
30 Bab 30 Dewan Kesiswaan
31 Bab 31 Siswa-Siswi Bermasalah
32 Bab 32 Kebetulan Sekali Kita Bertemu Di Tempat Ini
33 Bab 33 Mulai Saat Ini Perhatikan Aku
34 Bab 34 Tunanganku
35 Bab 35 Liburan Musim Dingin
36 Bab 36 Kilauan Dari Kekayaan
37 Bab 37 Sales
38 Bab 38 Kembalinya Putri Kandung Duke
39 Bab 39 Aku Harap Kamu Tau Diri
40 Bab 40 Kamu Bukan Pewaris Keluarga Duke Arley
41 Bab 41 Pertarungan Yang Tidak Adil
42 Bab 42 Raja Iblis
43 Bab 43 Aku Berjuang
44 Bab 44 Sistem Kekayaan Milik Antagonis End
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Bab 1 Karakter Antagonis?
2
Bab 2 Aku Merasa Menyesal
3
Bab 3 Sang Duke Yang Dingin Dan Tidak Berperasaan
4
Bab 4 Villette Thesley
5
Bab 5 Guru
6
Bab 6 Bagaimana Bisa Dia Mendapatkan Hatinya
7
Bab 7 Kenapa Tidak Memanggilku Papa?
8
Bab 8 Aku Langsung Tertolak?
9
Bab 9 Guru Etika
10
Bab 10 Kamu Pasti Iri Bukan?
11
Bab 11 Putri Angkat Bukan Berarti Tidak Berharga
12
Bab 12 Rapat Pertemuan Pertama
13
Bab 13 Seorang Alchemist
14
Bab 14 Jalan-Jalan
15
Bab 15 Kamu Ingin Mati
16
Bab 16 Papa
17
Bab 17 Ceramah
18
Bab 18 Cukup Panggil Papa
19
Bab 19 Bisnis Baru
20
Bab 20 Awal Dari Mengubah Takdir Dan Hidup Sebagai Sendok Emas
21
Bab 21 Eh? Yang Benar Saja?
22
Bab 22 Ujian Masuk Akademi
23
Bab 23 Seperti Anak Kecil
24
Bab 24 Walaupun Kita Bukan Pasangan
25
Bab 25 Pelelangan Ilegal
26
Bab 26 Ini Mungkin Terakhir Kalinya Kita Bisa Bertemu
27
Bab 27 Kamu Adalah Teman Terbaik
28
Bab 28 Gadis Yang Menangis
29
Bab 29 Sapu Tangan
30
Bab 30 Dewan Kesiswaan
31
Bab 31 Siswa-Siswi Bermasalah
32
Bab 32 Kebetulan Sekali Kita Bertemu Di Tempat Ini
33
Bab 33 Mulai Saat Ini Perhatikan Aku
34
Bab 34 Tunanganku
35
Bab 35 Liburan Musim Dingin
36
Bab 36 Kilauan Dari Kekayaan
37
Bab 37 Sales
38
Bab 38 Kembalinya Putri Kandung Duke
39
Bab 39 Aku Harap Kamu Tau Diri
40
Bab 40 Kamu Bukan Pewaris Keluarga Duke Arley
41
Bab 41 Pertarungan Yang Tidak Adil
42
Bab 42 Raja Iblis
43
Bab 43 Aku Berjuang
44
Bab 44 Sistem Kekayaan Milik Antagonis End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!