'Pikiran anak kecil benar-benar sangat mudah untuk di tebak,'
'Padahal dia mengatakan kalau tidak ingin ke alun-alun kota dan berhubungan dengan rakyat jelata, tetapi dia malah ikut denganku ketika aku berjalan sendirian,' ucap Luna di dalam hatinya dengan seringai bangga
Luna dan Ian berkeliling kota bersama berdua, di tempat itu Luna yang awalnya ingin pergi ke guild informasi menjadi mengurungkan niatnya sekarang karena dia sedang membawa suatu beban untuk menyelesaikan misinya. Luna mengajak Ian pergi ke beberapa makanan jalanan dan beberapa toko yang tidak pernah di lihat oleh Ian sama sekali. Pertama kalinya Ian melihat hal yang beraneka ragam dan unik di luar dinding bangunan yang tinggi dan mengisolasi dirinya, selama perjalanannya untuk sampai ke kediaman duke juga dia dilarang oleh pelayannya untuk menutup tirai jendela itu semua di katakan demi keamanan sang pewaris keluarga Earl yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan.
Ian yang di ajak melihat dunia luar merasakan banyak perasaan bersalah mengenai rakyat jelata yang di pandang rendah oleh matanya, dari mulai anak kecil yang berjuang menjual bunga dan orang yang berjuang dengan untuk hidup dengan makan makanan sisa atau bahkan tidak makan sama sekali, namun tetap memiliki insting untuk bertahan hidup di dunia ini.
Perjalanan Luna yang mengajak Ian keluar dari bangunan membuat Ian paham betapa mengerikannya pendidikan yang dia terima dari keluarganya yang sebenarnya membuatnya bukan untuk menjadi pemimpin yang baik tetapi menjadi pemimpin yang buruk, banyak orang yang sedang kesulitan di sini akan tetapi dia tidak mengetahuinya dan malah memandang rendah rakyat yang berjuang untuk hidup dan negeri ini.
"Jadi, aku rasa sudah sangat sore sekarang,"
"Kita harus pulang kembali ke mansion sebelum para pelayan dan penjaga curiga, kalau kita keluar dari mansion dan malah mencari kita untuk di hukum," ucap Luna yang menatap langit yang sudah berwarna jingga dengan matahari yang akan tenggelam sebentar lagi
"Terima kasih telah mengajakku berjalan-jalan di alun-alun kota dan maafkan aku karena aku bersikap dengan kasar kepadamu dan memanggil dirimu dengan sebutan kasar," ucap Ian yang tiba-tiba membuat Luna membelalakkan mata tidak percaya dengan sosok laki-laki di depannya yang tiba-tiba saja berubah sikapnya kepada dirinya
"Kenapa kamu hanya diam? Apakah itu ucapan yang tidak cukup? Harusnya kamu berterima kasih kepadaku karena telah mengucapkan kata-kata yang berharga dan hampir tidak pernah aku ucapkan kepada bangsawan lain," ucap Ian yang dengan kaku dan terbata-bata kepada Luna hanya di balas senyuman lembut dan menggeleng pelan oleh Luna
"Itu cukup, terima kasih juga ingin ikut denganku berkeliling,"
Tidak lama setelah Luna mengucapkan kata-kata itu, tidak jauh dari mereka berdua terdengar suara orang-orang ribut dan kerumunan orang yang berada di tengah-tengah alun-alun tersebut. Luna dan Ian yang penasaran pergi ke tempat itu untuk melihat apa yang terjadi di tempat itu, terlihat di sana seorang anak kecil dengan pakaian compang-camping yang di pukuli oleh seorang penjaga dan seorang anak kecil yang berpakaian cukup mewah di belakang penjaga itu berteriak dan memberikan perintah untuk memukul anak kecil yang berpakaian compang-camping. Luna yang melihat dengan tatapan miris ketika anak kecil itu di pukuli, tidak seharusnya seorang bangsawan memukul seorang rakyat terutama anak kecil, terlihat juga tidak ada satu pun dari kerumunan orang ingin menolong anak kecil yang di pukuli itu seolah-olah itu adalah tontonan yang bagus untuk mereka lihat. Tidak bisa Luna bayangkan kalau kejadian buruk itu terjadi kepada dirinya maka dia mungkin akan sangat menderita, tanpa berpikir lama Luna berjalan ke arah tengah-tengah orang itu.
"Lepaskan anak kecil yang kalian pukul itu dan minta maaf kepadanya," ucap Luna dengan tatapan dingin dan tajam ke arah kedua orang yang menindas anak laki-laki berpakaian compang-camping tersebut.
Semua diam dan masih menonton Luna yang maju ke depan yang sangat begitu berani kepada sosok anak laki-laki yang jelas-jelas terlihat seperti seorang anak yang berasal dari keluarga bangsawan, sedangkan Luna tidak gentar sedikit pun karena dia merasa itu adalah perbuatan yang seharusnya tidak dibenarkan terlepas dari kamu seorang rakyat biasa atau seorang bangsawan semuanya adalah seorang manusia yang sama.
"Rakyat jelata seperti dirimu kenapa ingin ikut campur urusan orang lain? Terlebih lagi kamu seorang perempuan ingin mencoba menjadi pahlawan lebih baik kamu pulang dan mempersiapkan diri untuk di nikahi,"
"Tapi kalau di lihat-lihat kamu lumayan untuk menjadi istriku," ucap sosok anak laki-laki berpakaian mewah itu membuat Luna menatap dengan tatapan kesal karena sosok laki-aki itu bertindak semena-mena dalam berbicara kepadanya
"Oh benarkah tuan?"
"Kalau begitu bolehkah saya berbicara dengan anda secara dekat," ucap Luna dengan senyuman yang emosi dan tangan terkepal berjalan ke arah sosok laki-laki itu
Mengingat Luna adalah seorang perempuan dan perempuan itu lemah maka Luna di izinkan untuk mendekat ke arah sosok laki-laki itu ketika jaraknya antara dia dan Luna tersisa sekitar lima puluh centimeter, maka Luna dengan cepat melayangkan pukulan ke arah wajah laki-laki itu hingga terlempar ke belakang dengan hidung yang berdarah di depan banyak rakyat yang menonton perilaku Luna yang terlihat tidak kenal takut dengan para bangsawan yang bisa menghukum mati siapa pun yang berani melakukan hal semacam itu.
"Kamu... kamu berani kepadaku yang merupakan seorang putra dan pewaris keluarga marques, seharusnya kamu bersyukur jika aku mengatakan ingin menikahi dirimu,"
"Bukan memukulku, tapi sepertinya kamu tidak kenal takut kalau begitu lihat saja keluargamu hancur dan memohon-mohon kepadaku," ucap laki-laki berpakaian mewah itu dengan tatapan yang sangat angkuh
Luna yang melihat tindakan kekanak-kanakan dan sangat menyebalkan yang dilakukan oleh laki-laki itu dengan cepat melayangkan pukulan lagi kepadanya, dua kali laki-laki itu terjatuh yang menyebabkan pengawalnya menodongkan pedang kepada Luna dan Luna hanya tersenyum melihat perilaku yang sangat lucu dilakukan oleh seorang knight yang mencoba melindungi bangsawan bukan melindungi seorang rakyat yang terluka.
"Kenapa kamu tertawa? Kamu ingin mati," ucap sang pengawal dengan kening yang berkerut dan ekspresi marah menekan pedang itu di leher Luna
Layar sistem tiba-tiba muncul menunjukkan jumlah hp atau darah yang di miliki Luna semakin menipis, karena pedang yang menusuk lehernya perlahan-lahan. Tiba-tiba kepala pengawal yang menusuk leher Luna dengan pedang terjatuh ke bawah dengan darah yang berhamburan, semua orang di sekitar ketakutan melihat itu, tetapi mereka juga penasaran dan di sisi lain Ian hanya bisa diam dan menatap khawatir, dia takut kalau dia ikut campur nyawa Luna akan lebih bahaya.
"Apa yang terjadi?"
"Sungguh sangat hebat ada orang yang berani berbicara dengan angkuh dan menodongkan pedang kepada seorang anak gadis hingga membuat darah gadis itu menetes,"
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments