Luna terbangun besok harinya dan melihat beberapa orang yang tertidur di dalam kamarnya di berbagai sudut ruangan. Dan di saat yang sama layar sistem muncul dan memberikan ucapan selamat kepada Luna, karena telah berhasil menyelesaikan misi yang telah di berikan untuknya, hadiah dengan cepat melalui sistem yang hanya berupa rasa suka pemeran utama laki-laki.
'Aku pergi ke alun-alun kota, hadiahnya benar-benar hanya ini,'
'Sistem bren***k bisa-bisanya sangat pelit kepadaku,' kutuk Luna di dalam hatinya dengan tangan yang terkepal kesal
Tidak lama kemudian terlihat sosok laki-laki yang terbangun dari tidurnya melihat Luna yang telah bangun, laki-laki itu langsung memeriksa tubuh Luna, seakan-akan takut kalau nyawanya akan menghilang jika dia tidak melakukan pemeriksaan kepada Luna sesegera mungkin.
"Nona, seluruh tubuh anda baik-baik saja sisanya hanya tinggal pemulihan,"
"Tapi, ini cukup aneh nona karena sihir suci tidak bisa mengobati luka nona, ini sangat langka atau bahkan hampir tidak pernah terjadi sebelumnya,"
"Bisanya alasan tidak bisa di obati mereka adalah iblis, tetapi itu sangat wajar jika luka milik iblis tidak bisa di obati,"
"Tapi anda adalah manusia, jadi tidak mungkin itu terjadi," ucap laki-laki itu sambil menulis resep obat untuk Luna yang ternyata itu membangunkan sesosok laki-laki yang tidak jauh dari tempat tidurnya menatap Luna dengan tatapan yang tajam
Luna langsung terdiam dan memikirkan penjelasan dari sang dokter yang mengobatinya tanpa menghiraukan sosok laki-laki yang terbangun karena Luna di periksa oleh seorang dokter, Luna juga penasaran siapa sosok ayah kandung dan ibu kandungnya hingga menelantarkan dirinya di panti asuhan, benarkan orang tuanya tidak sayang kepadanya. Akan tetapi tiba-tiba saja terdengar panggilan namanya berulang kali yang membuat Luna tersadar dari lamunan, dan kemudian menatap ke asal suara panggilan namanya yang berulang kali.
"Luna, bagaimana perasaanmu?" tanya sang duke dengan kening yang berkerut dan nada yang terdengar khawatir kepada Luna yang duduk di atas tempat tidur
"Aku sudah baik-baik saja terima kasih tuan Duke," ucap Luna dengan senyuman tipis
Sang Duke terkejut ketika mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh Luna telah berubah kembali seolah-olah ucapan papa hanya sebuah angin semata, karena berlalu begitu cepat seperti ilusi, tetapi dia tidak bisa banyak protes tentang Luna dia hanya ingin Luna pelan-pelan kembali seperti dulu. Tetapi saat ini dia ingin melakukan interogasi kepada putrinya, karena begitu mengkhawatirkan keluar sendirian secara diam-diam seperti itu.
"Luna, katakan padaku apakah kamu benar-benar keluar ke alun-alun kota dan kemudian ketahuan oleh Ian, jadinya kamu mengajak dia berjalan-jalan ikut denganmu?" tanya Duke dengan tatapan menyidik
"Itu benar, karena aku pikir dia mungkin tidak pernah melihat kota,"
"Diluar kota itu indah, jadi aku mengajaknya berkeliling kota," ucap Luna dengan tatapan sedikit polos dan kebingungan
Sang Duke tidak bisa marah kepada Luna, karena dia baru ingat dia tidak pernah memberi tau putrinya tentang tidak boleh keluar sendirian dan tidak menyangka juga kalau putrinya akan keluar melalui tembok berlubang yang di mansion yang tidak di sadari selama ini. Luna merasa tenang beberapa detik namun tiba-tiba Villette datang dan memberi tau kepada Duke untuk memarahi sang nona supaya hal bahaya seperti itu tidak terjadi.
'Ini kenapa aku sangat tidak menyukai Villette sama sekali, walaupun wajahnya terbilang cukup tampan tetapi entah kenapa semakin ke sini aku mengenal orang yang wajahnya tampan maka semakin dalam rasanya penyesalanku,'
'Ditambah lagi dia seorang pengadu dan suka memanas-manasi orang lain, aku menyesal hanya mencuci mata untuk melihat wajahnya,' ucap Luna di dalam hatinya dengan tatapan yang tajam dan senyuman kesal ke arah sosok laki-laki berkacamata di depannya
Luna di ceramahi oleh Duke selama beberapa jam di kamarnya hingga Luna melewatkan sarapan dan kelas, tetapi Duke telah mengatur untuk meliburkan kelasnya Luna hari ini mengingat leher Luna masih terluka dia hanya membiarkan Luna beristirahat. Luna hanya bisa duduk di sana mendengarkan ocehan sang ayah tanpa banyak menyangkal ataupun menyangga ucapan sang ayah.
Villette terlihat sangat puas ketika sang pewaris keluarga Duke selanjutnya di marahi dan diberikan pelajaran kehidupan oleh sang Duke, tetapi dia juga sedikit kesulitan untuk memberikan laporan karena Duke terus berbicara dengan sosok gadis yang duduk di atas tempat tidur itu.
Sang Duke sama sekali tidak bergerak keluar dari kamar dan menjaga Luna di tempat itu, hingga malam hari akhirnya Luna tertidur dan Duke kembali ke ruangan kerjanya untuk bekerja dan memberikan perintah kepada Villette untuk membuat peringatan kepada keluarga marques dengan membuat nyawa mereka terancam, karena dia tidak terima putrinya di lukai dengan berani seperti itu dan mengaku-ngaku kalau putrinya akan bertunangan dengan anak laki-laki yang tidak memiliki wajah estetika sama sekali.
Di sisi lain Luna terbangun di larut malam, karena mendengar suara ketukan dari arah pintu balkon kamarnya, jadinya Luna menuruni tempat tidurnya dan berjalan ke arah pintu balkon untuk melihat ada apa di sana. Luna terkejut dengan seekor burung kecil yang di kakinya ada sebuah kertas terikat, Luna membuka surat yang berada di kaki burung itu dan membaca isi surat yang datang kepadanya.
"Kenapa ada burung yang membawa surat di tengah malam seperti ini? Dan siapa yang mengirimkan aku surat," gumam Luna yang sambil membuka kertas kecil yang terikat itu
Luna terkejut dengan isi surat yang ada di dalamnya, isi dari surat itu berasal dari guild informasi yang memberi tau Luna mengenai perkembangan bisnis yang dia jalankan sekarang, karena di jual untuk rakyat biasa dan kalangan bangsawan keuntungan Luna dua kali lipat dan banyak bangsawan yang tertarik ikut berinvestasi dan untuk investasi yang di tawarkan Luna di minta untuk mengunjungi guild informasi jika memiliki waktu senggang.
"Aku ingat kalau aku tidak memberi tau identitas yang aku miliki dan aku tinggal dimana,"
"Tetapi dia cukup hebat bisa menemukan aku, memang sesuai yang di rumorkan di dalam gamenya kalau guild informasi adalah tempat yang paling menyeramkan, karena hampir bisa mengetahui segalanya," ucap Luna yang mengirimkan balasan kalau besok dia akan pergi ke tempat itu kali ini dengan izin pastinya dia akan keluar rumah
Di sisi lain di sebuah menara yang besar dan di sebuah kamar yang cukup berantakan tetapi mewah, sesosok laki-laki berkacamata dengan seringai di depan mejanya.
"Aku sangat menantikan bertemu dengannya lagi,"
"Tapi aku tidak benar-benar menyangka kalau itu adalah identitasnya,"
"Putri yang berdiri mawar darah,"
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
luke Michelle Williams
lanjut Thor
2023-07-17
1