Bab 17 Ceramah

Luna terbangun besok harinya dan melihat beberapa orang yang tertidur di dalam kamarnya di berbagai sudut ruangan. Dan di saat yang sama layar sistem muncul dan memberikan ucapan selamat kepada Luna, karena telah berhasil menyelesaikan misi yang telah di berikan untuknya, hadiah dengan cepat melalui sistem yang hanya berupa rasa suka pemeran utama laki-laki.

'Aku pergi ke alun-alun kota, hadiahnya benar-benar hanya ini,'

'Sistem bren***k bisa-bisanya sangat pelit kepadaku,' kutuk Luna di dalam hatinya dengan tangan yang terkepal kesal

Tidak lama kemudian terlihat sosok laki-laki yang terbangun dari tidurnya melihat Luna yang telah bangun, laki-laki itu langsung memeriksa tubuh Luna, seakan-akan takut kalau nyawanya akan menghilang jika dia tidak melakukan pemeriksaan kepada Luna sesegera mungkin.

"Nona, seluruh tubuh anda baik-baik saja sisanya hanya tinggal pemulihan,"

"Tapi, ini cukup aneh nona karena sihir suci tidak bisa mengobati luka nona, ini sangat langka atau bahkan hampir tidak pernah terjadi sebelumnya,"

"Bisanya alasan tidak bisa di obati mereka adalah iblis, tetapi itu sangat wajar jika luka milik iblis tidak bisa di obati,"

"Tapi anda adalah manusia, jadi tidak mungkin itu terjadi," ucap laki-laki itu sambil menulis resep obat untuk Luna yang ternyata itu membangunkan sesosok laki-laki yang tidak jauh dari tempat tidurnya menatap Luna dengan tatapan yang tajam

Luna langsung terdiam dan memikirkan penjelasan dari sang dokter yang mengobatinya tanpa menghiraukan sosok laki-laki yang terbangun karena Luna di periksa oleh seorang dokter, Luna juga penasaran siapa sosok ayah kandung dan ibu kandungnya hingga menelantarkan dirinya di panti asuhan, benarkan orang tuanya tidak sayang kepadanya. Akan tetapi tiba-tiba saja terdengar panggilan namanya berulang kali yang membuat Luna tersadar dari lamunan, dan kemudian menatap ke asal suara panggilan namanya yang berulang kali.

"Luna, bagaimana perasaanmu?" tanya sang duke dengan kening yang berkerut dan nada yang terdengar khawatir kepada Luna yang duduk di atas tempat tidur

"Aku sudah baik-baik saja terima kasih tuan Duke," ucap Luna dengan senyuman tipis

Sang Duke terkejut ketika mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh Luna telah berubah kembali seolah-olah ucapan papa hanya sebuah angin semata, karena berlalu begitu cepat seperti ilusi, tetapi dia tidak bisa banyak protes tentang Luna dia hanya ingin Luna pelan-pelan kembali seperti dulu. Tetapi saat ini dia ingin melakukan interogasi kepada putrinya, karena begitu mengkhawatirkan keluar sendirian secara diam-diam seperti itu.

"Luna, katakan padaku apakah kamu benar-benar keluar ke alun-alun kota dan kemudian ketahuan oleh Ian, jadinya kamu mengajak dia berjalan-jalan ikut denganmu?" tanya Duke dengan tatapan menyidik

"Itu benar, karena aku pikir dia mungkin tidak pernah melihat kota,"

"Diluar kota itu indah, jadi aku mengajaknya berkeliling kota," ucap Luna dengan tatapan sedikit polos dan kebingungan

Sang Duke tidak bisa marah kepada Luna, karena dia baru ingat dia tidak pernah memberi tau putrinya tentang tidak boleh keluar sendirian dan tidak menyangka juga kalau putrinya akan keluar melalui tembok berlubang yang di mansion yang tidak di sadari selama ini. Luna merasa tenang beberapa detik namun tiba-tiba Villette datang dan memberi tau kepada Duke untuk memarahi sang nona supaya hal bahaya seperti itu tidak terjadi.

'Ini kenapa aku sangat tidak menyukai Villette sama sekali, walaupun wajahnya terbilang cukup tampan tetapi entah kenapa semakin ke sini aku mengenal orang yang wajahnya tampan maka semakin dalam rasanya penyesalanku,'

'Ditambah lagi dia seorang pengadu dan suka memanas-manasi orang lain, aku menyesal hanya mencuci mata untuk melihat wajahnya,' ucap Luna di dalam hatinya dengan tatapan yang tajam dan senyuman kesal ke arah sosok laki-laki berkacamata di depannya

Luna di ceramahi oleh Duke selama beberapa jam di kamarnya hingga Luna melewatkan sarapan dan kelas, tetapi Duke telah mengatur untuk meliburkan kelasnya Luna hari ini mengingat leher Luna masih terluka dia hanya membiarkan Luna beristirahat. Luna hanya bisa duduk di sana mendengarkan ocehan sang ayah tanpa banyak menyangkal ataupun menyangga ucapan sang ayah.

Villette terlihat sangat puas ketika sang pewaris keluarga Duke selanjutnya di marahi dan diberikan pelajaran kehidupan oleh sang Duke, tetapi dia juga sedikit kesulitan untuk memberikan laporan karena Duke terus berbicara dengan sosok gadis yang duduk di atas tempat tidur itu.

Sang Duke sama sekali tidak bergerak keluar dari kamar dan menjaga Luna di tempat itu, hingga malam hari akhirnya Luna tertidur dan Duke kembali ke ruangan kerjanya untuk bekerja dan memberikan perintah kepada Villette untuk membuat peringatan kepada keluarga marques dengan membuat nyawa mereka terancam, karena dia tidak terima putrinya di lukai dengan berani seperti itu dan mengaku-ngaku kalau putrinya akan bertunangan dengan anak laki-laki yang tidak memiliki wajah estetika sama sekali.

Di sisi lain Luna terbangun di larut malam, karena mendengar suara ketukan dari arah pintu balkon kamarnya, jadinya Luna menuruni tempat tidurnya dan berjalan ke arah pintu balkon untuk melihat ada apa di sana. Luna terkejut dengan seekor burung kecil yang di kakinya ada sebuah kertas terikat, Luna membuka surat yang berada di kaki burung itu dan membaca isi surat yang datang kepadanya.

"Kenapa ada burung yang membawa surat di tengah malam seperti ini? Dan siapa yang mengirimkan aku surat," gumam Luna yang sambil membuka kertas kecil yang terikat itu

Luna terkejut dengan isi surat yang ada di dalamnya, isi dari surat itu berasal dari guild informasi yang memberi tau Luna mengenai perkembangan bisnis yang dia jalankan sekarang, karena di jual untuk rakyat biasa dan kalangan bangsawan keuntungan Luna dua kali lipat dan banyak bangsawan yang tertarik ikut berinvestasi dan untuk investasi yang di tawarkan Luna di minta untuk mengunjungi guild informasi jika memiliki waktu senggang.

"Aku ingat kalau aku tidak memberi tau identitas yang aku miliki dan aku tinggal dimana,"

"Tetapi dia cukup hebat bisa menemukan aku, memang sesuai yang di rumorkan di dalam gamenya kalau guild informasi adalah tempat yang paling menyeramkan, karena hampir bisa mengetahui segalanya," ucap Luna yang mengirimkan balasan kalau besok dia akan pergi ke tempat itu kali ini dengan izin pastinya dia akan keluar rumah

Di sisi lain di sebuah menara yang besar dan di sebuah kamar yang cukup berantakan tetapi mewah, sesosok laki-laki berkacamata dengan seringai di depan mejanya.

"Aku sangat menantikan bertemu dengannya lagi,"

"Tapi aku tidak benar-benar menyangka kalau itu adalah identitasnya,"

"Putri yang berdiri mawar darah,"

Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Terpopuler

Comments

luke Michelle Williams

luke Michelle Williams

lanjut Thor

2023-07-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Karakter Antagonis?
2 Bab 2 Aku Merasa Menyesal
3 Bab 3 Sang Duke Yang Dingin Dan Tidak Berperasaan
4 Bab 4 Villette Thesley
5 Bab 5 Guru
6 Bab 6 Bagaimana Bisa Dia Mendapatkan Hatinya
7 Bab 7 Kenapa Tidak Memanggilku Papa?
8 Bab 8 Aku Langsung Tertolak?
9 Bab 9 Guru Etika
10 Bab 10 Kamu Pasti Iri Bukan?
11 Bab 11 Putri Angkat Bukan Berarti Tidak Berharga
12 Bab 12 Rapat Pertemuan Pertama
13 Bab 13 Seorang Alchemist
14 Bab 14 Jalan-Jalan
15 Bab 15 Kamu Ingin Mati
16 Bab 16 Papa
17 Bab 17 Ceramah
18 Bab 18 Cukup Panggil Papa
19 Bab 19 Bisnis Baru
20 Bab 20 Awal Dari Mengubah Takdir Dan Hidup Sebagai Sendok Emas
21 Bab 21 Eh? Yang Benar Saja?
22 Bab 22 Ujian Masuk Akademi
23 Bab 23 Seperti Anak Kecil
24 Bab 24 Walaupun Kita Bukan Pasangan
25 Bab 25 Pelelangan Ilegal
26 Bab 26 Ini Mungkin Terakhir Kalinya Kita Bisa Bertemu
27 Bab 27 Kamu Adalah Teman Terbaik
28 Bab 28 Gadis Yang Menangis
29 Bab 29 Sapu Tangan
30 Bab 30 Dewan Kesiswaan
31 Bab 31 Siswa-Siswi Bermasalah
32 Bab 32 Kebetulan Sekali Kita Bertemu Di Tempat Ini
33 Bab 33 Mulai Saat Ini Perhatikan Aku
34 Bab 34 Tunanganku
35 Bab 35 Liburan Musim Dingin
36 Bab 36 Kilauan Dari Kekayaan
37 Bab 37 Sales
38 Bab 38 Kembalinya Putri Kandung Duke
39 Bab 39 Aku Harap Kamu Tau Diri
40 Bab 40 Kamu Bukan Pewaris Keluarga Duke Arley
41 Bab 41 Pertarungan Yang Tidak Adil
42 Bab 42 Raja Iblis
43 Bab 43 Aku Berjuang
44 Bab 44 Sistem Kekayaan Milik Antagonis End
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Bab 1 Karakter Antagonis?
2
Bab 2 Aku Merasa Menyesal
3
Bab 3 Sang Duke Yang Dingin Dan Tidak Berperasaan
4
Bab 4 Villette Thesley
5
Bab 5 Guru
6
Bab 6 Bagaimana Bisa Dia Mendapatkan Hatinya
7
Bab 7 Kenapa Tidak Memanggilku Papa?
8
Bab 8 Aku Langsung Tertolak?
9
Bab 9 Guru Etika
10
Bab 10 Kamu Pasti Iri Bukan?
11
Bab 11 Putri Angkat Bukan Berarti Tidak Berharga
12
Bab 12 Rapat Pertemuan Pertama
13
Bab 13 Seorang Alchemist
14
Bab 14 Jalan-Jalan
15
Bab 15 Kamu Ingin Mati
16
Bab 16 Papa
17
Bab 17 Ceramah
18
Bab 18 Cukup Panggil Papa
19
Bab 19 Bisnis Baru
20
Bab 20 Awal Dari Mengubah Takdir Dan Hidup Sebagai Sendok Emas
21
Bab 21 Eh? Yang Benar Saja?
22
Bab 22 Ujian Masuk Akademi
23
Bab 23 Seperti Anak Kecil
24
Bab 24 Walaupun Kita Bukan Pasangan
25
Bab 25 Pelelangan Ilegal
26
Bab 26 Ini Mungkin Terakhir Kalinya Kita Bisa Bertemu
27
Bab 27 Kamu Adalah Teman Terbaik
28
Bab 28 Gadis Yang Menangis
29
Bab 29 Sapu Tangan
30
Bab 30 Dewan Kesiswaan
31
Bab 31 Siswa-Siswi Bermasalah
32
Bab 32 Kebetulan Sekali Kita Bertemu Di Tempat Ini
33
Bab 33 Mulai Saat Ini Perhatikan Aku
34
Bab 34 Tunanganku
35
Bab 35 Liburan Musim Dingin
36
Bab 36 Kilauan Dari Kekayaan
37
Bab 37 Sales
38
Bab 38 Kembalinya Putri Kandung Duke
39
Bab 39 Aku Harap Kamu Tau Diri
40
Bab 40 Kamu Bukan Pewaris Keluarga Duke Arley
41
Bab 41 Pertarungan Yang Tidak Adil
42
Bab 42 Raja Iblis
43
Bab 43 Aku Berjuang
44
Bab 44 Sistem Kekayaan Milik Antagonis End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!