Setelah kesalahpahaman Luna akhirnya belajar tentang alkimia dengan guru yang awalnya dia curiga dua kali, di awal pertemuan Luna di berikan banyak buku dan diminta untuk mempelajari semua isi dari buku yang di berikan. Keesokan harinya Luna libur kelas itu adalah hari libur yang diberikan oleh Duke untuk bersantai, itu juga karena Luna setiap setelah mengikuti kelas pengguna senjata yang di ajarkan oleh gurunya dia selalu mengalami sakit pinggang dan lain-lain padahal masih muda.
"Hari ini aku libur, bukankah lebih baik kalau aku menghabiskan waktuku untuk pergi ke alun-alun kota dan melihat perkembangan bisnis yang aku minta tolong jalankan kepada guild informasi,"
"Tetapi sepertinya alasan untuk memesan pakaian tidak bisa lagi di pakai, karena aku telah pernah memakainya," gumam Luna yang membuka layar sistem untuk melihat item-item shop yang mungkin berguna untuk dirinya sambil merebahkan dirinya di atas tempat tidur
"Kalau tidak salah aku ingat ada sebuah lobang di dinding dekat semak-semak, aku harus mencoba lewat ke sana dan keluar diam-diam itu pasti aman," gumam Luna yang kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan menyiapkan barang untuk diam-diam keluar
Luna berhasil berjalan hingga menuju ke lorong pelatihan senjata, hanya tinggal Luna mencari lobang tempat untuk dia diam-diam keluar itu. Tetapi ketika dia telah berhasil menemukan lobang besar itu, tiba-tiba terdengar suara yang terdengar tidak asing.
"Apa yang kamu lakukan diam-diam di sini? Kenapa kamu menoleh ke sana kemari begitu mencurigakan?" ucap sesosok laki-laki dengan tatapan dingin menatap ke arah Luna dengan sebuah pedang kayu yang berada di bahu laki-laki itu
Luna langsung terdiam dan keringat dingin karena kesialan dirinya, dia malah bertemu dengan sosok laki-laki yang padahal sama sekali tidak peduli tentang ajakan pertemanan Luna di saat yang tidak tepat dia ketahuan akan keluar dari mansion secara diam-diam.
'Apakah dunia ini hanya untuk laki-laki tampan saja yang beruntung? Kemudian aku harus menderita seperti itu terkena sial dari mereka?'
'Sungguh diskriminasi namanya kepada seorang antagonis yang berusaha hidup damai,' ucap Luna di dalam hatinya dengan senyuman yang kaku ke arah laki-laki di depannya
"Apakah begitu sulit untuk dirimu menjawab pertanyaan yang aku lontarkan? Dan Bisakah kamu berhenti tersenyum jelek itu? Terlihat menyebalkan sekarang," ucap Ian dengan sangat jujur tanpa melakukan penyaringan ucapan kepada Luna yang menurutnya sangat menyebalkan
Luna masih tetap tersenyum dan mengutuk sosok laki-laki di depannya dengan kata-kata yang kasar, tiba-tiba layar tipis sistem muncul di depan Luna memberikan sebuah notifikasi misi baru. Misi Luna kali ini cukup membuat Luna merasa dia sama saja dengan menggali kuburannya sendiri karena harus menjalani misi tersebut. Misi yang di berikan untuk Luna kali ini adalah jalan-jalan dengan pemeran utama laki-laki di alun-alun kota melewati lobang itu selama setengah hari penuh, jika Luna berhasil maka hadiah yang diberikan oleh sistem adalah rasa suka dari sang pemeran utama laki-laki dan jika dia gagal maka dia akan mengadu kepada sang Duke tentang Luna yang diam-diam keluar dan sifat kekanak-kanakan atau sikap anak kecil akan keluar mengendalikan Luna.
"Jangan bilang kalau kam-" ucapan Ian langsung terpotong dengan tangan Luna yang menutup mulut sosok laki-laki yang ada di depannya karena dia merasa kalau sosok itu sepertinya akan melakukan sesuatu seperti yang tertulis di dalam misi sistem
"Iya memang aku berniat keluar diam-diam, aku harap kamu tidak mengadu kepada Duke karena aku akan menjadikan kamu sebagai seorang yang ikut menjadi pelaku dari perbuatan ini," ucap Luna yang menyeret pelan tangan laki-laki itu ke arah lobang yang hanya muat untuk anjing lewat
Luna menarik tangan sosok laki-laki itu hingga tangan sosok laki-laki itu keluar dari tembok, Luna menyeringai sambil melepaskan tangan sosok laki-laki yang dengan cepat di tarik kembali.
"Ian, sekarang kamu juga keluar dari alun-alun kota maka kita sekutu sekarang,"
"Walaupun hanya tanganmu yang keluar ke tembok itu tetap saja itu adalah sekutu jadi jika aku di marahi kamu juga akan kena," ucap Luna dengan senyuman yang licik dan menyeramkan
Luna masih memiliki dendam mengenai misi yang membuatnya terkena hukuman begitu juga saat ini dia yang akan di berikan hukuman yang tidak menyenangkan untuk di ingat oleh dirinya, dia ingat betapa menyebalkan hukuman itu karena di anggap sebagai anak kecil yang tidak bisa melakukan apapun hingga membuat sikap kekanak-kanakan membuatnya mengucapkan hal seharusnya dia ucapkan di dalam hatinya sedalam mungkin.
"Kamu sungguh perempuan yang rendahan, berani sekali kamu kepadaku," ucap Ian dengan tatapan kesal dan marah kepada Luna
Luna kemudian menyeringai kepada sosok laki-laki di depannya yang terlihat sangat marah kepada Luna, dia menikmati membuat seorang anak kecil emosi kepada dirinya padahal dia sendiri adalah anak kecil hanya dengan usia yang dewasa.
"Karena sudah begini, bagaimana kalau kita pergi ke alun-alun kota untuk bersenang-senang bersama?"
"Aku pastikan ini akan menjadi jalan-jalan yang tidak akan pernah kamu lupakan bahkan ketika kamu kembali ke mansion Earl," ucap Luna dengan senyuman lembut dan uluran tangan yang percaya diri dengan yang di ucapkan olehnya
Sosok laki-laki itu terdiam ketika telah mendengarkan ucapan yang di lontarkan oleh Luna, dia menatap dengan dingin dan menolak tanpa suara hanya dengan membalikkan badannya dan berjalan. Luna tau kalau laki-laki ini memiliki harga diri yang tinggi dan sikap yang sangat menjunjung nama seorang bangsawan murni, dengan cepat Luna menarik tangan Ian dan membawanya hingga berhasil ke luar dari dinding kediaman mansion keluarga Duke Arley.
"Aku yakin kamu tau kalau aku tidak ingin keluar dari mansion kenapa kamu malah memaksa aku untuk ikut bersama dirimu keluar gadis rendahan," ucap Ian dengan tatapan kesal dan nada tinggi emosi kepada Luna tetapi Luna tidak menghiraukannya dan malah melepaskan tangan sosok laki-laki itu dengan senyuman
Luna membiarkan sosok laki-laki itu mengomel tentang keluarganya yang seorang bangsawan murni dan Luna hanya seorang anak adopsi tidaklah setara dengan dirinya yang merupakan bangsawan murni hingga akhirnya sosok laki-laki diam, karena Luna sama sekali tidak membalas ucapannya yang setajam pisau.
"Apakah kamu sudah selesai berbicara? Kalau begitu aku akan berbicara sekarang,"
"Selamat datang di alun-alun kota wilayah Duke Arley,"
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments