Bab 14 Jalan-Jalan

Setelah kesalahpahaman Luna akhirnya belajar tentang alkimia dengan guru yang awalnya dia curiga dua kali, di awal pertemuan Luna di berikan banyak buku dan diminta untuk mempelajari semua isi dari buku yang di berikan. Keesokan harinya Luna libur kelas itu adalah hari libur yang diberikan oleh Duke untuk bersantai, itu juga karena Luna setiap setelah mengikuti kelas pengguna senjata yang di ajarkan oleh gurunya dia selalu mengalami sakit pinggang dan lain-lain padahal masih muda.

"Hari ini aku libur, bukankah lebih baik kalau aku menghabiskan waktuku untuk pergi ke alun-alun kota dan melihat perkembangan bisnis yang aku minta tolong jalankan kepada guild informasi,"

"Tetapi sepertinya alasan untuk memesan pakaian tidak bisa lagi di pakai, karena aku telah pernah memakainya," gumam Luna yang membuka layar sistem untuk melihat item-item shop yang mungkin berguna untuk dirinya sambil merebahkan dirinya di atas tempat tidur

"Kalau tidak salah aku ingat ada sebuah lobang di dinding dekat semak-semak, aku harus mencoba lewat ke sana dan keluar diam-diam itu pasti aman," gumam Luna yang kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan menyiapkan barang untuk diam-diam keluar

Luna berhasil berjalan hingga menuju ke lorong pelatihan senjata, hanya tinggal Luna mencari lobang tempat untuk dia diam-diam keluar itu. Tetapi ketika dia telah berhasil menemukan lobang besar itu, tiba-tiba terdengar suara yang terdengar tidak asing.

"Apa yang kamu lakukan diam-diam di sini? Kenapa kamu menoleh ke sana kemari begitu mencurigakan?" ucap sesosok laki-laki dengan tatapan dingin menatap ke arah Luna dengan sebuah pedang kayu yang berada di bahu laki-laki itu

Luna langsung terdiam dan keringat dingin karena kesialan dirinya, dia malah bertemu dengan sosok laki-laki yang padahal sama sekali tidak peduli tentang ajakan pertemanan Luna di saat yang tidak tepat dia ketahuan akan keluar dari mansion secara diam-diam.

'Apakah dunia ini hanya untuk laki-laki tampan saja yang beruntung? Kemudian aku harus menderita seperti itu terkena sial dari mereka?'

'Sungguh diskriminasi namanya kepada seorang antagonis yang berusaha hidup damai,' ucap Luna di dalam hatinya dengan senyuman yang kaku ke arah laki-laki di depannya

"Apakah begitu sulit untuk dirimu menjawab pertanyaan yang aku lontarkan? Dan Bisakah kamu berhenti tersenyum jelek itu? Terlihat menyebalkan sekarang," ucap Ian dengan sangat jujur tanpa melakukan penyaringan ucapan kepada Luna yang menurutnya sangat menyebalkan

Luna masih tetap tersenyum dan mengutuk sosok laki-laki di depannya dengan kata-kata yang kasar, tiba-tiba layar tipis sistem muncul di depan Luna memberikan sebuah notifikasi misi baru. Misi Luna kali ini cukup membuat Luna merasa dia sama saja dengan menggali kuburannya sendiri karena harus menjalani misi tersebut. Misi yang di berikan untuk Luna kali ini adalah jalan-jalan dengan pemeran utama laki-laki di alun-alun kota melewati lobang itu selama setengah hari penuh, jika Luna berhasil maka hadiah yang diberikan oleh sistem adalah rasa suka dari sang pemeran utama laki-laki dan jika dia gagal maka dia akan mengadu kepada sang Duke tentang Luna yang diam-diam keluar dan sifat kekanak-kanakan atau sikap anak kecil akan keluar mengendalikan Luna.

"Jangan bilang kalau kam-" ucapan Ian langsung terpotong dengan tangan Luna yang menutup mulut sosok laki-laki yang ada di depannya karena dia merasa kalau sosok itu sepertinya akan melakukan sesuatu seperti yang tertulis di dalam misi sistem

"Iya memang aku berniat keluar diam-diam, aku harap kamu tidak mengadu kepada Duke karena aku akan menjadikan kamu sebagai seorang yang ikut menjadi pelaku dari perbuatan ini," ucap Luna yang menyeret pelan tangan laki-laki itu ke arah lobang yang hanya muat untuk anjing lewat

Luna menarik tangan sosok laki-laki itu hingga tangan sosok laki-laki itu keluar dari tembok, Luna menyeringai sambil melepaskan tangan sosok laki-laki yang dengan cepat di tarik kembali.

"Ian, sekarang kamu juga keluar dari alun-alun kota maka kita sekutu sekarang,"

"Walaupun hanya tanganmu yang keluar ke tembok itu tetap saja itu adalah sekutu jadi jika aku di marahi kamu juga akan kena," ucap Luna dengan senyuman yang licik dan menyeramkan

Luna masih memiliki dendam mengenai misi yang membuatnya terkena hukuman begitu juga saat ini dia yang akan di berikan hukuman yang tidak menyenangkan untuk di ingat oleh dirinya, dia ingat betapa menyebalkan hukuman itu karena di anggap sebagai anak kecil yang tidak bisa melakukan apapun hingga membuat sikap kekanak-kanakan membuatnya mengucapkan hal seharusnya dia ucapkan di dalam hatinya sedalam mungkin.

"Kamu sungguh perempuan yang rendahan, berani sekali kamu kepadaku," ucap Ian dengan tatapan kesal dan marah kepada Luna

Luna kemudian menyeringai kepada sosok laki-laki di depannya yang terlihat sangat marah kepada Luna, dia menikmati membuat seorang anak kecil emosi kepada dirinya padahal dia sendiri adalah anak kecil hanya dengan usia yang dewasa.

"Karena sudah begini, bagaimana kalau kita pergi ke alun-alun kota untuk bersenang-senang bersama?"

"Aku pastikan ini akan menjadi jalan-jalan yang tidak akan pernah kamu lupakan bahkan ketika kamu kembali ke mansion Earl," ucap Luna dengan senyuman lembut dan uluran tangan yang percaya diri dengan yang di ucapkan olehnya

Sosok laki-laki itu terdiam ketika telah mendengarkan ucapan yang di lontarkan oleh Luna, dia menatap dengan dingin dan menolak tanpa suara hanya dengan membalikkan badannya dan berjalan. Luna tau kalau laki-laki ini memiliki harga diri yang tinggi dan sikap yang sangat menjunjung nama seorang bangsawan murni, dengan cepat Luna menarik tangan Ian dan membawanya hingga berhasil ke luar dari dinding kediaman mansion keluarga Duke Arley.

"Aku yakin kamu tau kalau aku tidak ingin keluar dari mansion kenapa kamu malah memaksa aku untuk ikut bersama dirimu keluar gadis rendahan," ucap Ian dengan tatapan kesal dan nada tinggi emosi kepada Luna tetapi Luna tidak menghiraukannya dan malah melepaskan tangan sosok laki-laki itu dengan senyuman

Luna membiarkan sosok laki-laki itu mengomel tentang keluarganya yang seorang bangsawan murni dan Luna hanya seorang anak adopsi tidaklah setara dengan dirinya yang merupakan bangsawan murni hingga akhirnya sosok laki-laki diam, karena Luna sama sekali tidak membalas ucapannya yang setajam pisau.

"Apakah kamu sudah selesai berbicara? Kalau begitu aku akan berbicara sekarang,"

"Selamat datang di alun-alun kota wilayah Duke Arley,"

Sistem Kekayaan Milik Antagonis

Episodes
1 Bab 1 Karakter Antagonis?
2 Bab 2 Aku Merasa Menyesal
3 Bab 3 Sang Duke Yang Dingin Dan Tidak Berperasaan
4 Bab 4 Villette Thesley
5 Bab 5 Guru
6 Bab 6 Bagaimana Bisa Dia Mendapatkan Hatinya
7 Bab 7 Kenapa Tidak Memanggilku Papa?
8 Bab 8 Aku Langsung Tertolak?
9 Bab 9 Guru Etika
10 Bab 10 Kamu Pasti Iri Bukan?
11 Bab 11 Putri Angkat Bukan Berarti Tidak Berharga
12 Bab 12 Rapat Pertemuan Pertama
13 Bab 13 Seorang Alchemist
14 Bab 14 Jalan-Jalan
15 Bab 15 Kamu Ingin Mati
16 Bab 16 Papa
17 Bab 17 Ceramah
18 Bab 18 Cukup Panggil Papa
19 Bab 19 Bisnis Baru
20 Bab 20 Awal Dari Mengubah Takdir Dan Hidup Sebagai Sendok Emas
21 Bab 21 Eh? Yang Benar Saja?
22 Bab 22 Ujian Masuk Akademi
23 Bab 23 Seperti Anak Kecil
24 Bab 24 Walaupun Kita Bukan Pasangan
25 Bab 25 Pelelangan Ilegal
26 Bab 26 Ini Mungkin Terakhir Kalinya Kita Bisa Bertemu
27 Bab 27 Kamu Adalah Teman Terbaik
28 Bab 28 Gadis Yang Menangis
29 Bab 29 Sapu Tangan
30 Bab 30 Dewan Kesiswaan
31 Bab 31 Siswa-Siswi Bermasalah
32 Bab 32 Kebetulan Sekali Kita Bertemu Di Tempat Ini
33 Bab 33 Mulai Saat Ini Perhatikan Aku
34 Bab 34 Tunanganku
35 Bab 35 Liburan Musim Dingin
36 Bab 36 Kilauan Dari Kekayaan
37 Bab 37 Sales
38 Bab 38 Kembalinya Putri Kandung Duke
39 Bab 39 Aku Harap Kamu Tau Diri
40 Bab 40 Kamu Bukan Pewaris Keluarga Duke Arley
41 Bab 41 Pertarungan Yang Tidak Adil
42 Bab 42 Raja Iblis
43 Bab 43 Aku Berjuang
44 Bab 44 Sistem Kekayaan Milik Antagonis End
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Bab 1 Karakter Antagonis?
2
Bab 2 Aku Merasa Menyesal
3
Bab 3 Sang Duke Yang Dingin Dan Tidak Berperasaan
4
Bab 4 Villette Thesley
5
Bab 5 Guru
6
Bab 6 Bagaimana Bisa Dia Mendapatkan Hatinya
7
Bab 7 Kenapa Tidak Memanggilku Papa?
8
Bab 8 Aku Langsung Tertolak?
9
Bab 9 Guru Etika
10
Bab 10 Kamu Pasti Iri Bukan?
11
Bab 11 Putri Angkat Bukan Berarti Tidak Berharga
12
Bab 12 Rapat Pertemuan Pertama
13
Bab 13 Seorang Alchemist
14
Bab 14 Jalan-Jalan
15
Bab 15 Kamu Ingin Mati
16
Bab 16 Papa
17
Bab 17 Ceramah
18
Bab 18 Cukup Panggil Papa
19
Bab 19 Bisnis Baru
20
Bab 20 Awal Dari Mengubah Takdir Dan Hidup Sebagai Sendok Emas
21
Bab 21 Eh? Yang Benar Saja?
22
Bab 22 Ujian Masuk Akademi
23
Bab 23 Seperti Anak Kecil
24
Bab 24 Walaupun Kita Bukan Pasangan
25
Bab 25 Pelelangan Ilegal
26
Bab 26 Ini Mungkin Terakhir Kalinya Kita Bisa Bertemu
27
Bab 27 Kamu Adalah Teman Terbaik
28
Bab 28 Gadis Yang Menangis
29
Bab 29 Sapu Tangan
30
Bab 30 Dewan Kesiswaan
31
Bab 31 Siswa-Siswi Bermasalah
32
Bab 32 Kebetulan Sekali Kita Bertemu Di Tempat Ini
33
Bab 33 Mulai Saat Ini Perhatikan Aku
34
Bab 34 Tunanganku
35
Bab 35 Liburan Musim Dingin
36
Bab 36 Kilauan Dari Kekayaan
37
Bab 37 Sales
38
Bab 38 Kembalinya Putri Kandung Duke
39
Bab 39 Aku Harap Kamu Tau Diri
40
Bab 40 Kamu Bukan Pewaris Keluarga Duke Arley
41
Bab 41 Pertarungan Yang Tidak Adil
42
Bab 42 Raja Iblis
43
Bab 43 Aku Berjuang
44
Bab 44 Sistem Kekayaan Milik Antagonis End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!