"Nona muda, untung saja Duke memberikan perintah untuk mencari nona, karena nona tidak terlihat di mana pun di mansion,"
"Kalau tidak nyawa nona bisa hilang di tangan laki-laki yang angkuh itu kepada nona," ucap seorang laki-laki berkacamata yang berjalan melewati kerumunan ke tengah-tengah tempat Luna berada dengan seorang laki-laki yang berpakaian kesatria memegang pedang di tangannya
Luna yang melihat dirinya ketahuan keluar rumah merasa tidak beruntung dan beruntung, keberuntungannya nyawanya bisa di selamatkan karena Villette sang asisten dengan cepat menekan pendarahan di leher Luna, sedangkan tidak keberuntungan dia pasti akan di hukum oleh Duke karena bagaimanapun dia membuat semua orang khawatir atas perginya dia dari rumah.
'Aku pikir aku akan mati dengan impian yang belum tercapai, tetapi untunglah mereka datang tepat pada waktunya,' ucap Luna di dalam hatinya dengan keringat dingin berpikir hampir mati di saat yang sama juga Ian langsung datang menghampiri sosok Villette dengan memegang erat
"Kalian membunuh pengawalku kalian pasti tidak akan di lepaskan oleh keluargaku yang seorang bangsawan, aku yakin kalian adalah bangsawan rendahan jadi lihat saja perbuatan kalian akan membuat kalian menyesal," ucap anak laki-laki yang berpakaian mewah itu dengan tatapan yang masih angkuh dan percaya diri
Semua orang di sekitar masih berkumpul dan saling berbisik tentang apa yang terjadi di depan mereka, tetapi mereka tidak menolong sama sekali hanya menonton. Mereka hanyalah rakyat jelata tidak memiliki kemampuan untuk melawan bangsawan oleh karena itu mereka hanya diam dan melihat apa yang akan di lakukan oleh gadis muda yang mencoba menjadi pahlawan menyelamatkan orang lain dan terlebih lagi ada dua orang laki-laki yang ikut campur ke tengah-tengah masalah membunuh seseorang.
"Kamu hanya putra dari keluarga marques, kenapa kamu bisa begitu percaya diri?" ucap Villette dengan senyuman yang terlihat ramah untuk anak kecil di depannya
Luna dan Ian yang melihat senyuman yang di tunjukkan oleh Villette tentu paham senyuman yang di tunjukkan oleh laki-laki itu bukan senyuman ramah yang baik, walaupun kepada seorang anak kecil di depannya.
"Tentu saja, keluargaku bukan hanya keluarga marques, tetapi keluargaku juga dekat dengan keluarga duke Arley dan ayahku mengatakan kalau aku akan ditunangkan kepada putri keluarga duke Arley,"
"Jadi kalian yang harusnya tunduk," ucap anak kecil berpakaian mewah itu dengan tatapan yang angkuh dan bangga
Luna yang mendengarkan ucapan yang begitu percaya diri dari laki-laki yang menurutnya sangat jelek itu, langsung membuatnya merasa mual karena bisa-bisanya ucapan yang begitu percaya diri di ucapkan dari laki-laki yang tidak berstandar untuknya.
"Nona, saya tau anda merasa jijik dan mual mendengarkan ucapan yang begitu percaya diri dari orang-orang yang bermimpi,"
"Tapi saat ini anda harus menahannya dulu," ucap Villette yang tersenyum tipis dan menepuk prihatin di bahu Luna
Tidak lama terdengar suara yang lantang dan tidak asing beberapa langkah dari luar kerumunan, suara itu membuat Luna merasa merinding dan gemetar, sebab asal suara itu mengingatkan kepada sosok laki-laki yang tinggal di dalam mansion.
"Sepertinya keluarga Marques saat ini suka berbicara omong kosong ya,"
"Sampai-sampai dengan berani mengatakan untuk menikahi putri keluarga duke Arley,"
"Sangat berani sekali dalam berbicara," ucap sosok laki-laki itu yang sambil berjalan melewati kerumunan orang menuju ke arah Luna kemudian menggendongnya
Luna terkejut karena tiba-tiba di gendong, namun tidak berani bergerak ke sana kemari setelah di gendong ke dalam pelukan duke yang sepertinya terlihat marah karena melihat luka yang dibuat oleh kesatria keluarga marques.
"Tuan duke, anda seharusnya tidak perlu sampai turun tangan mencari nona muda," ucap Villette sengaja dengan lantang berbicara supaya semua orang di sekitar mengetahui kalau seorang duke datang untuk menyelesaikan masalah
"Kalau aku tidak datang putriku yang dengan berani menyelamatkan anak kecil itu maka mungkin putriku akan kritis sekarang atau mati," ucap sang duke yang berdiri di depan anak kecil itu dengan tatapan dingin dan aura yang membunuh keluar
Luna yang merasakan akan ada pertumpahan darah antara duke dan seorang anak kecil, dengan cepat menatap ke arah Villette untuk meminta tolong kepadanya meredakan amarah dari seorang duke. Villette membalas dengan menggelengkan kepala dan memberikan gerakan isyarat untuk memeluk duke maka bisa meredakan amarah dari sang duke, Luna yang tinggi harga tetapi takut nyawa seorang anak kecil melayang dengan cepat memeluk sang duke tanpa pikir panjang.
"Papa bisakah kita pulang ke rumah sekarang? Aku merasa sedikit pusing," ucap Luna dengan senyuman kaku di dalam pelukan itu
Sang duke dan Villette terdiam ketika mendengarkan Luna yang tiba-tiba memanggilnya seorang ayah, padahal semenjak setelah Luna terbangun dari kondisi tercebur ke danau sang duke di panggil dengan sebutan tuan oleh Luna. Sang duke yang terdiam beberapa detik langsung membalikkan badan dengan cepat dan membawa Luna pulang ke mansion, namun sesampainya di mansion Luna telah tertidur di dalam pelukan duke.
Sang duke yang melihat putri kecilnya tertidur begitu nyenyak, tidak tega langsung membangunkannya dan memberikan isyarat kepada seorang pelayan untuk mencari seorang dokter memeriksa putrinya. Setelah meletakkan Luna di atas tempat tidur sang duke menatap ke arah Ian yang ikut ke dalam rencana Luna diam-diam keluar mansion. Duke menginterogasi Ian di dalam ruang kerjanya, sedangkan Villette mengawasi sang dokter yang memeriksa Luna yang terluka.
"Jelaskan kepadaku Ian Howard, bagaimana bisa kalian keluar dari mansion keluarga duke secara diam-diam tanpa diketahui oleh penjaga? Dan apakah kamu tau kalau di luar mansion sangat berbahaya tanpa seorang pengawal?" ucap sang duke dengan tatapan dingin dan menyidik ke arah Ian
'Aku padahal adalah korban dari ancaman putrinya sendiri, tetapi dia malah melakukan interogasi kepadaku,'
'Ayah dan anak sama saja tidak waras,' ucap Ian di dalam hatinya dengan wajah yang tenang
Selama beberapa jam Ian di interogasi di dalam ruangan, yang kemudian duke membiarkan Ian keluar dari ruangan kerjanya karena merasa cukup dengan jawaban yang diberikan, Ian memutuskan untuk langsung kembali ke kamarnya dan merenungkan tentang Luna Arley yang menurutnya menyimpang dari aturan bangsawan, tetapi sangat menarik dan berbeda dibandingkan oleh gadis bangsawan.
"Banyak bangsawan yang mengatakan kalau tugas bangsawan adalah memerintah dan memimpin sebuah wilayah supaya berjalan dengan baik,"
"Namun, mereka hanya duduk di atas kursi dan di depan banyak kertas tanpa turun melihat ke masyarakat atau wilayah yang mereka pimpin,"
"Ditambah lagi rakyat mereka yang merupakan rakyat jelata di minta untuk membayar pajak, namun tidak pernah memberikan perlindungan dengan baik,"
"Salah satu contohnya hari ini, membuatku langsung belajar banyak hal,"
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments